The King Demon Mate

The King Demon Mate
Chapter 05. Kecemburuan Dighan



Jangan lupa vote dan komen😊.


Yang belum follow aku,follow terlebih dulu ya.


Maaf kalau ada typo dalam penulisan cerita nya, karena author belum revisi dan tidak membaca ulang.


Mungkin kalo cerita nya udah tamat,aku bakalan revisi ceritanya. Insyaallah.


Happy Reading!!!


_______________________________


Liona dan Daniel sangat senang akhirnya putri mereka menemui mereka walaupun hanya beberapa hari, suguhan yang terlihat lezat tersusun rapi diatas meja makan, macam-macam makanan yang dibuat Liona ketika putrinya dan suami nya datang untuk menginap.


"Banyak sekali yang Ibu masak," ucap Alena sembari menyendok makanan nya dan memasukkannya kedalam mulut.


"Khusus untuk putri Ibu." Liona tersenyum hangat kepada Alena dan mengusap lembut rambut putrinya itu.


Alena beruntung memiliki orang tua angkat seperti Liona dan Daniel. Walaupun ia bukan anak kandungnya tetapi kasih sayang mereka kepada Alena sangat lah tulus, Alena jadi sangat menyayangi kedua orang tua angkatnya itu.


"Sebaiknya setelah makan kamu ajak suami mu itu keliling kota dan memperkenal kan benda yang ada di bumi siapa tahu Raja akan membawanya ke Asdirst," ucap Daniel, Liona pun mengiyakan perkataan suaminya dengan senyuman lebar.


"Kau mau kemana?" Tanya Alena ketika Dighan beranjak dari kursi dan menuju ruang keluarga, entah apa yang ia cari.


"Aku mau benda ini, benda ini unik didalamnya ada sesuatu yang bergerak seperti dikendalikan oleh sihir." Dighan kembali dengan membawa sebuah televisi berukuran besar, Alena bahkan kedua orang tua nya menganga setelah melihat Dighan berkata polos seperti itu. Seperti anak kecil yang baru mengenal mainan.


"Konyol," gumam Alena.


"Raja, itu tidak bisa kau bawa ketempat mu," ujar Liona.


"Memangnya kenapa?" Dighan mengerutkan alisnya bingung.


"Ditempat mu tidak ada aliran listrik untuk menyalakan televisi itu." Terang Liona dengan singkat. Dighan pun mengangguk mengerti juga memperlihatkan wajah kecewanya.


"Baiklah, kita akan jalan-jalan dan memperkenalkan mu kehidupan bumi. Tapi tunggu, dengan penampilan mu yang seperti ini akan membuat diri mu aneh dimata manusia bumi," ujar Alena meneliti setiap inci penampilan suaminya itu dengan meletakkan jari telunjuk nya ke dagu nya sendiri.


"Ayo ikut aku!" Alena menarik tangan Dighan dan keluar dari rumah Liona.


"Ini benda apa?" Dighan mengelus-elus mobil milik Daniel yang akan mereka tumpangi.


"Ini mobil, alat transportasi manusia bumi," ujar Alena.


"Seperti apa cara menggunakannya?" Lagi, Dighan selalu bertanya. Memang Raja iblis ini sangat norak.


"Aku yang akan menyupirnya, kau tinggal duduk dan diam." Alena mulai jengah, ia mendorong Dighan masuk kedalam mobil dan memasangkannya sabuk pengaman.


...****************...


Mereka sudah sampai, sebelum pergi Alena menyuruh Dighan untuk memakai pakaian juga sepatu Daniel dan sekarang Alena membawa suaminya itu ke salon untuk memotong rambut panjang yang menjijikan milik suami nya itu.


Setelah meminta pelayan salon untuk menata rambut Dighan, Alena pun menunggu suami nya itu diluar sambil mengotak atik ponsel nya yang sudah lama tidak ia gunakan.


"Alena." Suara berat itu memanggil Alena yang tengah asik memainkan ponsel nya.


Demi apa! Setelah Alena membalik badan nya dan melihat laki-laki itu Alena terdiam mematung. Sungguh iblis itu berkali-kali lipat menjadi sangat tampan dan jauh lebih muda.


"Hmph..ayo kita pergi sekarang." Alena menyembunyikan wajah nya dengan cara menunduk, dia tidak ingin pria itu melihat wajahnya yang panas saat ini karena melihat penampilan baru suaminya.


Alena mengajak Dighan untuk masuk kedalam mall, betapa malu sekali Alena membawa makhluk ini ketempat umum seperti ini. Setiap akan memasuki tempat untuk membeli sesuatu laki-laki itu selalu saja mengendus disekitarnya, beberapa mata yang melihat itupun hanya menatap aneh kearah Alena juga Dighan.


"Kau apa-apaan?" Alena menepuk lengan Dighan cukup kerasan karena kelakuan laki-laki itu.


"Aku merasakan aroma kaum guardian disini." Betapa jengah nya Alena, ia pun meninggalkan suaminya begitu saja sendiri tanpa memperdulikannya lagi.


Alena sedang asik memilih-milih baju yang cocok untuk Dighan kenakan, Alena pun dikejutkan oleh suara laki-laki yang familiar baginya.


"Lena." Panggil laki-laki itu, Alena pun membalikan badannya dan mendapati mantan kekasihnya.


"Kam..kamu?" Tanya Alena gugup.


"Apa kabar? Kamu nggak kelihatan beberapa minggu ini, aku tanyakan kepada sahabat mu ia pun tidak tau," ujar nya semakin menghimpit tubuh Alena.


"Edward, aku.." ucapan Alena terhenti ketika suami nya datang dan mencekik laki-laki yang bernama Edward itu.


"Dighan, lepaskan dia!" Teriak Alena yang spontan memegang tangan Dighan.


Dighan pun melepaskan nya dan menatap tajam kearah Edward.


"Jangan mendekati istri ku lagi." Peringat Dighan kepada Edward. Dighan pun menarik pergelangan tangan Alena lalu membawa nya menjauh dari tempat itu terutama dari Edward.


...****************...


"Cepat jalan kan benda ini!" Perintah Dighan kepada Alena untuk secepatnya Alena menjalankan mobilnya.


"Kau marah?" Tanya Alena melembut.


"Tidak! Tetapi aku hanya cemburu." Alena terbahak-bahak mendengar tuturan kaku dari suami nya itu, seorang iblis merasakan cemburu, ralat Raja iblis.


"Kau mentertawakan ku?" Dighan keluar dari mobil dan membanting pintu nya sangat keras sehingga menimbulkan bunyi yang mengejutkan Alena bahkan pintu mobil itu mengalami lecet.


"Dasar iblis pengambekan," gumam Alena tersenyum.


"Aaa." Teriak Dighan, dengan cepat Alena keluar dan melihat keadaan suaminya itu.


"Kau tidak apa-apa?" Tanya Alena.


"Dasar benda sialan," umpatnya.


"Ternyata benda seperti yang kita gunakan ini sangat berbahaya, dia hampir saja ingin membunuh ku. Entah makhluk apakah yang ada didalam nya." Lelaki itu masih saja mengomel, entah mengapa Alena melihatnya begitu lucu dan sangat gemas kepada laki-laki itu.


"Ayo kita pulang." Alena melingkarkan tangannya ke lengan Dighan dan melenggang kedalam mobil.


Rupanya iblis itu masih marah kepada nya, sedari tadi ia tidak berbicara apa pun dan sesampai nya mereka di rumah, laki-laki itu menghempaskan dirinya ketempat tidur dan menutup matanya menggunakan tangan kanan dan tangan satunya ia gunakan untuk bantalan.


Alena ikut membaringkan tubuhnya disamping Dighan dan memiringkan tubuhnya kearah suaminya itu.


"Maaf." Cicit nya, Dighan tidak bergeming. Laki-laki itu mengabaikannya dan membuatnya sangat kesal.


"Besok kita kembali ke Asdirst," ujar nya singkat dengan mata yang masih tertutup.


"Secepat itukah? Aku masih ingin merasa kan hidup normal seperti manusia walaupun berstatus istri mu," ucap Alena membalikkan badannya membelakangi Dighan.


"Aku juga ingin mengenal kan mu kepada sahabat ku," lanjut nya.


Dighan bangkit dan membalikkan tubuh Alena menjadi terlentang ia pun langsung menindihi Alena dan mencium rakus bibir istrinya itu.


Alena tidak membalas, ia memiringkan kepalanya namun Dighan mencengkram rahang Alena supaya gadis itu menatap nya.


"Kau miliki ku, Alena. Istriku." Kata-kata nya penuh penekanan, Alena tidak sanggup menatap manik mata yang menggelap itu. Ia takut, akan kah Dighan akan berubah menjadi makhluk yang sangat mengerikan dan menikam dirinya seperti mangsa nya.


Habislah aku malam ini. Batin Alena.


Tokk tokk


Alena menghela nafasnya lega setelah mendengar ketukan dari luar pintu.


Alena mendorong tubuh Dighan, entah dari mana ia mendapatkan kekuatan itu. Dengan sigap ia memegang knop pintu dan membuka nya.


"Ibu dengar suara gaduh, kalian tidak apa-apakan?" Tanya Liona khawatir.


"Tidak, Ibu," balas Alena tersenyum.


"Bagus lah, nikmati malam mu." Liona melirik Dighan dengan wajah frustasi nya lalu ia pergi dari kamar Alena.


"Kita lanjutkan di Asdirst," ujar Dighan, Alena hanya terkekeh.


...----------------...


Bersambung.....


Aku up lagi,vote yang banyak yah hhe. Aku nggak mau ngemis vote dari kalian sebenarnya,tatapi aku suka lihat vote aku bertambah dan itu artinya karya aku menarik dan dihargain sama kalian.


Thanks to all.


See you bye bye.