
*Hallo Readers, u**p lagi nih*!!!
**17**++
Happy Reading!!!
____________________________
"Bagaimana penampilan ku? Apa aku terlihat sangat cantik? Sexy? Atau manis?"
"A..apa yang kau lakukan? Kenapa kau bisa kemari?"
"Bertemu dengan mu, untuk apa lagi? Aku sangat merindukan mu, Aybar"
"Tolong jaga jarak dari ku, aku sudah menikah, Qelsa." Aybar melangkahkan kakinya kebelakang, entah mengapa Qelsa bisa masuk ke Asdirst dengan mudah.
"Aku tidak perduli! Aku ingin bersama mu," ucap Qelsa memaksa.
Qelsa semakin mendekatkan tubuh nya kepada Aybar, kini laki-laki itu terhimpit oleh dinding.
Sial. Batin Aybar.
Qelsa memainkan jari jemarinya di dada bidang Aybar, ia tertawa ketika merasakan jantung Aybar berdetak begitu kencang.
Dengan perlahan wanita itu menurun kan gaun panjang yang ia kena kan hampir sampai pinggul, wanita itu setengah telanjang jari nya tengah menari-nari di dada Aybar.
Sial, kalau sudah seperti ini aku tidak bisa menolak wanita ini. Batin Aybar.
Kini tangan Qelsa beralih ke wajah pria itu dan mengelus nya lembut namun sangat menggoda. Qelsa tersenyum puas ketika Aybar tidak melawannya ia pun langsung mencium bibir Aybar rakus.
Aybar tidak tinggal diam, laki-laki itu membalas ciuman Qelsa dan memperdalam nya. Aybar membuka pakaiannya dengan tergesa-gesa.
"Tutup dulu pintu nya," ucap Qelsa sembari menjauhkan wajah Aybar dari wajahnya.
...****************...
Setelah mengantar Saviona ke kamarnya Alena pun akan ke perpustakaan didalam istana dulu untuk menaruh buku yang ia bawa dari bumi dan menyimpannya di sana.
Selain taman istana, perpustakaan adalah tempat kedua yang paling nyaman bagi Alena. Tempat yang sangat tenang.
Setelah dari perpustakaan wanita itu harus langsung berbicara dengan Dighan, harus sampai kapan ia akan mendiamkan laki-laki itu dan pasti ada penyebabnya Dighan melakukan itu.
Seketika langkah Alena terhenti, ia mendengar sesuatu. Alena mencari-cari sumber suara tersebut karena sekarang sudah malam siapa yang masih berkeliaran di istana.
Suara tersebut terdengar lebih jelas tetapi ia tidak tahu apa yang ia dengar.
"Apa sumber suara itu dari sini?" Bingung Alena.
Ia mulai mendekat kan telinga nya kearah pintu dan tentu saja itu terdengar lebih jelas karena ruangan tersebut bukan ruangan yang kedap suara.
Alena menjauhkan telinganya, apa ia salah dengar ternyata yang didengar Alena dari tadi bukan lah suara orang yang sedang berbicara tetapi itu terdengar seperti....des**an.
"Siapa yang melakukan hal seperti itu?" Tanya nya pada diri sendiri.
Wanita itu mencari-cari celah untuk bisa melihat kedalam, ia harus tahu siapa yang sedang ber**nta didalam. Itu membuat nya sangat penasaran.
Alena menemukan lubang kecil, dengan segera ia melihat didalam sana dan ia sangat terkejut dengan apa yang telah ia lihat.
"Astaga! Kenapa Aybar melakukan itu tetapi dengan siapa? Tidak mungkin kan Saviona, aku baru saja mengantar Saviona ke kamarnya." Alena masih bergeming dengan dirinya sendiri ia harus beri tahu Saviona sekarang juga.
Tiba-tiba langkah Alena berhenti dan ia mengurungkan niatnya untuk memberitahu Saviona.
"Aku beritahu Dighan saja," ucap nya. Alena pun langsung berlari dan mencari suaminya itu.
...****************...
"Dighan!" Teriak Alena. Sekejap wanita itu berhenti dan menatap kesamping kanan Dighan.
"Ayah?" Bingung Alena.
"Kenapa kamu berteriak seperti itu, Alena?" Tanya Dighan.
"Ah yang mulia, maaf kan putri ku," sela Max.
"Ada apa, Alena?" Tanya Dighan.
"Hm..itu..anu..hm"
"Jangan berbicara yang tidak penting, Apa?" ucap Max.
"Ikut aku!" Ucap Alena yang langsung menarik Dighan. Dighan terkejut kenapa istrinya ini sangat kuat untuk menyeret nya seperti ini.
"Ada apa?" Tanya Dighan lembut.
"Ada masalah," balas Alena.
"Masalah apa?" Tanya Dighan lagi.
"Disitu." Tunjuk Alena kesebuah ruangan.
"Ada apa dengan Aybar?" Tanya Dighan heran dengan tingkah istrinya.
"Aybar berselingkuh!" Ucap Alena pelan.
"Apa maksud mu?" Tanya Dighan.
Alena sangat kesal sekarang, kenapa suami nya ini tidak paham juga apa maksud dari yang ia katakan.
"Aybar berc**ta dengan wanita lain!" Ucap Alena dengan cepat.
Dighan diam sesaat, laki-laki itu menatap Alena lekat-lekat.
"Ku mohon jangan berita-"
"Dighan tunggu!" Dighan tidak menghiraukan panggilan Alena. Laki-laki itu berjalan menuju ruangan tersebut dan dengan sekali tendang pintu ruangan itu sudah hancur.
Brukhhh
Refleks Alena menutup mulut nya dengan telapak tangan. Ia sangat terkejut setelah melihat apa yang dilakukan Aybar bersama wanita itu.
"Ka..Kakak?" Ucap Aybar gugup.
"Apa yang kau lakukan?!" Teriak Dighan.
Dengan segera Qelsa mengenakan gaun nya kembali dan memeluk lengan Aybar.
"Kami sedang berc**ta," ucap Qelsa seenaknya.
"Pengawal!" Teriak Dighan.
Beberapa pengawal pun datang termasuk Samier dan Orion. Tidak hanya pengawal, para maid pun juga ikut berdatangan.
"Bawa mereka berdua ke penjara bawah tanah, besok bawa mereka ke aula dan kumpul kan semua maid juga pengawal lainnya." Titah Dighan.
...****************...
"Siapa yang menjaga pintu utama istana?" Tanya Dighan dingin.
Empat orang pengawal pun membungkuk didepan Raja dan berulang kali meminta ampun kepada Raja mereka.
"Sudah ku bilang, jangan sampai wanita itu masuk kedalam istana. Kenapa kalian lengah? Hah!" Geram Dighan dan mempertinggi suara nya pada ucapan terakhirnya.
"Maaf kan kami, yang mulia! Kami tertidur dan tidak sadar lagi setelah itu," ucap salah satu pengawal yang berada didepan Dighan.
"Orion, Samier!".
"Iya, yang mulia?" Sahut Samier dan Orion bersamaan.
"Bawa mereka kebawah tanah dan berikan mereka hukuman," ucap Dighan.
"Baik, yang mulia," balas Samier dan Orion bersamaan. Mereka pun menyeret keempat pengawal itu kebawah tanah untuk menerima hukuman.
"Apa kamu bisa mendidik putri mu ini, Jack?" Tanya Dighan.
Jack menoleh ke arah Nattha yang sedang memeluk putri nya itu. Nattha tersenyum miring kearah Jack untuk mengisyaratkan sesuatu.
"Aku ingin Aybar menikahi putri ku, yang mulia," ucap Jack tenang.
"Apa yang kau katakan itu, adikku sudah menikah dengan mate nya," ucap Dighan.
"Tidak ada penolakan, yang mulia. Mereka melakukannya sama-sama suka tidak ada yang memaksa dan seharusnya mereka dinikahkan," ujar Jack tersenyum miring.
Dighan terdiam, satu rubah liar sudah masuk dan berkeliaran didalam istana dan sekarang harus kah ada satu rubah licik lagi yang akan menjadi anggota keluarga nya. Tetapi, ia tidak mungkin menolak pendapat Jack itu akan mempengaruhi kerajaan baru yang akan dibangun Aybar.
"Apa kau bersedia menikahi Qelsa, Aybar?dan kau Saviona, apa kau bersedia menerima wanita itu sebagai istri kedua dari suami mu?" Tanya Dighan kepada adik dan juga adik iparnya itu.
Apa-apaan ini? setelah Alena yang menjadi istri nya Dighan yang merusak keingingan ku menjadi Ratu sekarang muncul lagi penghalang baru, kalau Aybar menikah lagi dan suatu saat Dighan mati, pasti kekuasaan beralih kepada suami ku dan wanita itu pasti juga akan menghalangi ku. Tidak akan ku biarkan. Pikir Saviona.
"Wanita sialan itu yang pastinya menggoda suami ku, kenapa harus suami ku menikahi nya? Kenapa tidak Raja Dighan saja?" Ujar Saviona kesal.
"Aku sudah berjanji akan menikah sekali untuk seumur hidup ku, Saviona! Suami mu yang berulah aku hanya bertanya kepada mu, jika kau tidak setuju aku akan mempertimbangkannya lagi," ucap Dighan tajam menatap ke arah Saviona.
Jika seperti ini apa yang harus dilakukan, Saviona. Raja sialan. Batin Saviona.
...----------------...
Bersambung....
____________________
Wah-wah apa yang terjadi ya jika Aybar menikah dengan Qelsa. Bagaimana perasaan Aybar jika Saviona tidak benar-benar mencintainya?.
Dan apa yang direncanakan Qelsa setelah itu?
Baca cerita selanjutnya ya.
Thanks to all.