The King Demon Mate

The King Demon Mate
Chapter 00. Prolog



Seorang gadis cantik bermanik coklat dan berambut coklat madu sedang berlari-lari kecil di sebuah lorong.


Terlihat di wajah cantik nya jika dia sedang terburu-buru, tapi entah apa yang membuat nya seperti itu. Ia selalu melirik kearah jam tangan berwarna silver nya itu.


Yang mengherankan, setiap gadis itu lewat dengan berlarian seperti itu, selalu ada hembusan angin yang menerpa disekitarnya, angin yang cukup besar. Entah apakah yang terjadi barusan membuat orang-orang yang ada di sana hanya terpelongo. Masa di zaman modern seperti ini masih ada orang yang mempunyai kekuatan atau semacam ilmu sihir? Ya mungkin karena tidak ada yang mustahil di dunia ini.


Sorot mata gadis itu masih tertuju ke dapan dengan wajah panik nya namun sangat terlihat cantik.


"Maaf Tuan, saya terlambat," ucap nya kemudian memasuki sebuah ruangan.


"Duduklah, Nak," sahut seorang lelaki paruh baya yang duduk didepan nya itu.


"Apa kau menemukan kedua orang tua ku? Apa kau tau dimana mereka berada sekarang, Tuan?" Gadis itu meramu semua pertanyaan yang sedari tadi ia simpan untuk menanyakan hal ini.


"Rupanya kau sudah tahu siapa dirimu sendiri, Nona Alena," ucap lelaki paruh baya yang memanggil gadis itu dengan sebutan Alena.


"Ya tentu, aku sudah mengetahui nya. Setelah ulang tahunku yang ke tujuh belas tahun aku merasakan ada yang aneh dari diri ku, dan setelah itu kedua orang tua ku bilang kalau aku bukan lah putri kandung mereka, sekarang aku menemui mu, Tuan Richard," ucap Alena kepada lelaki paruh baya yang bernama Richard tersebut.


Tuan Richard menarik sudut bibir nya, tugas nya akan selesai sebentar lagi dan ia tidak menyangka akan bertemu Alena hari ini.


"Kenapa kamu menemui ku, Nona?" Tanya nya.


"Ibu dan Ayah yang menyuruhku untuk menemui mu, pertanyaan ku, apakah kau mengetahui semua hal tentang aku? Termasuk orang tua kandung ku."


"Apa imbalan yang aku dapat jika memberitahu mu?"


"Apapun, bahkan sebagian dari harta ku ya jika orang tua ku kaya raya."


Tuan Richard hanya tertawa, rupa nya gadis di depan nya ini memang belum mengetahui semua nya bahkan siapa suami nya nanti.


"Kau percaya dengan sihir, Nona Dawner?"


"Dawner?" Beo Alena.


"Jawab saja pertanyaan ku!"


Alena tampak berpikir, ia percaya jika sesuatu hal yang mustahil mungkin saja ada dan terjadi di dunia ini.


"Ya mungkin," jawab nya setengah yakin.


"Jawaban yang tidak terlalu buruk, kau boleh meninggalkan tempat ku sekarang."


"Apa-apaan, aku butuh jawaban Tuan."


"Rasa penasaran mu akan terjawab nanti, pergi dari sini sekarang dan sampai jumpa, Nona Dawner." Ucap Tuan Richard dengan senyuman yang sulit diartikan.


...****************...


Langit yang berwarna biru terang seakan menunjukkan jika ada sesuatu di atas sana, entah kenapa Alena merasa kan sekarang kehidupannya sangat jauh berbeda dari sebelum nya. Kini dia merasa seakan dirinya bukanlah manusia normal dia selalu merasa getaran hebat pada tubuh nya dikala malam hari entah apakah itu.


Setiap malam hari tubuh Alena tidak terkontrol seperti ada orang lain yang memperalat tubuhnya dan disaat malam dimana hari ulang tahunnya yang tepat dimana malam bulan purnama ganjil yang terjadi setiap tahunnya gigi Alena berubah menjadi taring-taring yang panjang, manik mata nya yang berubah menjadi merah darah, dan seketika ia merasakan haus amatlah haus pada saat itu.


Disaat ia merasakan hal itu ia pun bertanya kepada kedua orang tua nya mengapa ia menjadi seperti itu apa ada yang salah dari dirinya.


Seketika dia bertanya pada dirinya sendiri,mengapa orang tua nya sangat lah begitu muda, dengan usia yang baru 30 tahun dan 35 tahun mempunyai seorang anak yang sudah beranjak dewasa. Apa mungkin ibunya hamil pada usia 13 tahun?


Pertanyaan itu selalu menghantui pikiran Alena,kenapa dan ada apa pada kehidupannya itu.


"Kenapa kau datang malam-malam seperti ini ke kamar kami, Alena?" Pertanyaan sinis yang terlontar dari mulut nya Daniel selalu ditakuti oleh Alena, sebab ayah nya ini adalah seorang pembunuh bayaran yang begitu sadis.


"Ada yang harus aku tanyakan pada kalian, Ayah Ibu," ucap Alena yang mulai menghampiri kedua orang tua nya itu.


"Ada apa Alena? Kamu mau bertanya kepada kami mengapa kami tidak memberikan mu adik?" Tanya lembut Liona dengan terkekeh kecil. Menurut nya Alena tidak akan suka jika dia akan mempunyai seorang adik karena ia tidak ingin kasih sayang kedua orang tua nya itu pudar terhadap nya.


"Ah ibu, aku sudah bilang aku tidak ingin mempunyai adik," ucap Apa pelan sembari tersenyum malu karena ulah ibu nya itu.


"Katakan lah sayang, ada apa kamu kesini?" Daniel ikut bicara kepada putri kesayangan nya ini.


"Hm, apa yang sudah terjadi pada diri ku ini, Ibu Ayah?" Daniel dan Liona sangat terkejut dengan pertanyaan konyol putri mereka ini,semakin dewasa semakin aneh-aneh saja pertanyaan yang ia berikan kepada mereka.


"Apa aku sudah dikutuk Bu, atau aku punya masalah, atau.. aku bukan anak kandung kalian?" Mata nya sekarang sudah berkaca-kaca itu tandanya sekarang Alena akan menangis? Alena langsung menunduk dan kedua orang tua nya itu pun tidak menyangka kalau putri nya akan berbicara seperti itu.


Mungkin ini sudah jalan takdir nya, cepat atau lambat Alena pasti sadar ada apa dengan dirinya yang sekarang, Liona yang merasa sudah amatlah sayang kepada Alena mungkin ia harus merelakan putri yang ia besarkan disaat ia masih berusia 13 tahun lalu.


Daniel yang saat itu tidak tega dengan keadaan Alena, ia pun mencerita kan apa yang terjadi pada 17 tahun yang lalu.


Flashback on


Pada pertempuran besar-besaran yang terjadi pada saat itu ialah disebabkan karena lahirnya Alena yang menjadi malapetaka para bangsa vampire dan fairy. Mengapa tidak, Alena lahir karena hubungan terlarang antara kaum vampire dan fairy. Putri Arabella Carlotte, dia adalah wanita cantik jelita diantara kaum fairy tentu karena dia adalah putri tunggal dari kerajaan fairy dan penerus kerajaan tersebut. Namun takdir berkata lain arabella mempunyai mate dan mate nya itu adalah seorang Raja vampire yaitu Max Dawner.


Karena memang, bangsa keji seperti kaum vampire tidak pantas bersanding dengan kaum lemah bangsa fairy peraturan itu sendiri sudah dibuat oleh ayah Max tetapi Max lah Raja vampire dan ia telah melanggar peraturan tersebut dan telah membuahkan seorang putri dari hubungan nya itu. Beda hal nya dengan raja iblis, Raja iblis berhak menikah dengan mate nya yang tak tentu dari kaum apa pun yang terpenting mate nya itu mencintai nya dengan tulus dan patut menjadi Ratu bangsa iblis dan semua makhluk Immortal.


Tentu, jika makhluk Immortal tahu kalau mate Raja mereka sekaligus Ratu mereka adalah seorang yang terlahir dari hubungan terlarang atar dua kaum. Disisi lain, jika Alena menjadi Ratu para iblis dan semua makhluk Immortal itu akan mengangkat derajat kedua orang tua nya dan tidak akan ada lagi peraturan larang melarang antara dua kaum untuk saling mencintai.


Karena kekacauan saat pertempuran tersebut Arabella pun turun ke bumi melewati dimensi waktu saat itu ia sedang menggendong bayi mungil dan ia memohon kepada keluarga Swan yaitu Daniel Swan dan Liona Swan untuk menjaga putri nya baik-baik karena memang Liona adalah sahabat baik Arabella walaupun mereka berdua beda dimensi.


"Ku mohon Liona, Daniel rawat lah putri ku ini, dia sedang berada dalam bahaya." Pinta Arabella sangat memohon.


"Bella, kau tahu kan? Kami adalah pasangan yang sangat muda kami tidak tahu caranya merawat anak kecil dan aku juga seorang pembunuh bayaran bagaimana bisa dia hidup dan tumbuh menjadi anak yang baik," ucap daniel yang ingin menolak permintaan Arabella walaupun dia merasa kasihan dengan wanita ini.


"Malang sekali nasib putri mu ini, Bella. Daniel, aku ingin merawat putrinya Bella walaupun kita sangat muda tapi aku ingin merawat nya aku seperti ada ikatan batin dengan anak ini biarpun dia bukan anak ku." Liona ingin sekali merawat putri Arabella karena kasihan dia pun juga merasa iba kepada sahabat baik nya itu.


Daniel sangat mempertimbangkan keputusan istri nya itu dan begitu dia pun setuju merawat Alena dan memberikan semua kasih sayang nya kepada Alena.


Flashback off


"Karena itu kami sangat lah muda untuk menjadi orang tua mu, Apa," ucap Daniel yang mengelus pelan rambut Alena.


"Dimana orang tua kandung ku?" Air mata yang dari tadi ia bendung tidak kuat lagi untuk bertahan di pelupuk matanya, kini air mata nya mengalir begitu deras.


"Tunggulah waktu gerhana matahari, Alena. Raja iblis akan menjemputmu." Kini giliran Liona yang berbicara. Jujur dia dan suami nya itu sangat lah menyayangi dan mencintai Alena seperti putri mereka sendiri. Liona sungguh tidak rela akan kehilangan putri nya yang sudah ia besarkan 17 tahun lamanya ini walau bukan dia yang mengandung dan melahirkan Alena.


...----------------...


Tbc.