The King Demon Mate

The King Demon Mate
Chapter 04. Rencana Ke Bumi



Jangan lupa vote dan komen😊.


Happy Reading


___________________


Alena berjalan menyisiri hutan suram nan lebat. Dia berjalan dengan memeluk tubuhnya sendiri, rasa takut pun menyelimuti dirinya saat itu. Ia adalah seorang gadis yang dibesarkan di bumi ia menganggap dunia fantasi hanya lah imajinasi nya waktu kecil saja tetapi tidak dengan apa yang ia lihat, ia sedang berada bahkan menginjakan kaki nya ditempat asing bahkan bahaya menurutnya.


Gadis itu banyak menonton film-film fantasi atau dongeng lainnya sewaktu kecil, tenyata semua itu tidak seindah yang ia liat. Tinggal di istana megah dan banyak peri-peri penjaga istana bahkan Ratu dan Raja yang rupa nya yang sangat mempesona seperti malaikat tetapi yang ia alami malah sebaliknya ia bahkan menikah dengan seorang iblis bahkan ia menjadi Ratu para immortal.


Ingin rasanya Alena mengumpat, semalaman ia tersesat ditempat yang menyebalkan ini baginya, jika saja ia pergi tidak untuk menyelamatkan seseorang ia pun tidak akan pernah keluar dari istana Raja iblis itu. Betapa bodohnya dirinya, ia terlalu berani keluar sendirian sedangkan ia sendiri belum bisa menggunakan kekuatannya.


"Andai aku bisa teleportasi, akan pasti sudah sampai ketempat Ibunya Dighan diculik," gumamnya.


Tiba-tiba bulu kuduk Alena merinding setelah ia mendengar bunyi sesuatu dibalik semak belukar, oh tidak apakah itu binatang buas yang akan memangsanya hidup-hidup?


Alena melangkah kan kaki nya kebelakang, entah apa pun suara itu semakin terdengar di indera pendengarannya. Alena sontak sangat terkejut setelah makhluk mengerikan tiba-tiba keluar dari semak belukar itu.


Dia pernah melihat makhluk itu, makhluk yang sangat menakutkan tetapi ia lupa dengan keadaan takut nya saat ini, tidak penting untuk mengingat hal itu.


"Aaaaaaa." Jerit Alena setelah makhluk itu keluar dan merubah wujudnya menjadi lebih besar dan menyeramkan.


"Kenapa kau takut?" Tanya makhluk itu dingin dengan suara yang nyaring menggelegar membuat bulu kuduk merinding.


Alena bungkam, ia menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Setelah itu makhluk itu pun berubah wujudnya menjadi sosok pria tampan nan mempesona.


"Ka..kau?" Tunjuk Alena kepada laki-laki yang tengah terkekeh pelan.


"Kenapa kamu sendirian disini? Tempat ini berbahaya," ujar nya sembari menarik tangan Alena dan membawanya kedalam dekapan hangatnya.


Kepala Alena mengadah untuk melihat wajah laki-laki yang berstatus menjadi suami nya itu. Beberapa kali Alena mengerjap-ngerjapkan matanya lalu bertanya kepada Dighan.


"Ini benar-benar kamu, kan?" Tanya Alena penuh selidik. Ia takut kalau yang tengah memeluknya saat ini bukan Dighan, siapa saja bisa merubah wujudnya ditempat ini untuk mengelabuhi.


"Ya, memang nya kenapa?" Dighan menaikan satu alis nya kebingungan mengapa istrinya ini apakah ia tidak mengenali suaminya?


Ya, laki-laki itu adalah Dighan ia benar-benar Dighan suami nya. Entah mengapa laki-laki itu berhasil menemukannya disini, apakah Ibu nya yang memberi tahu nya? Tunggu dulu, kenapa Ibu nya meninggalkan nya begitu saja sendiri apa Ibunya berbohong kalau Ibu Dighan masih hidup dan diculik?


"Kita pulang." Dighan melepaskan pelukannya ia pun menggenggam tangan Alena lalu pergi dari tempat itu menggunakan teleportasi.


...****************...


"Apa-apaan kau ini, kau pergi sendirian sedangkan kau saja belum bisa menguasai kekuatan mu." Tukas Dighan menatap lekat kearah Alena yang hanya diam mematung.


"Ibu ku sudah lama tiada tidak mungkin ia masih hidup aku tidak menemukan apapun selama beribu-ribu tahun tentang Ibuku." Dighan menatap dalam Alena, dimata gadis itu dipenuhi dengan tanda tanya mengapa Raja iblis itu mengetahui tujuan nya untuk pergi dari istana.


"Aku tahu dari ayah mu," lanjutnya. Alena pun hanya diam dengan mulut menganga, Dighan yang melihat itu pun terkekeh pelan.


"Apa nanti kita bisa ke bumi?" Tanya Dighan spontan Alena mengangguk cepat.


"Untuk apa?" Tanya Alena kemudian.


"Mencari benda-benda bumi yang membuat ku penasaran." Alena menggaruk tekuk nya yang gatal. Benda apa yang dimaksud Dighan.


"Ah benda yang kau miliki dulu di bumi, bentuknya kotak besar dan di sana ada manusia juga binatang-binatang bahkan ada kaum ku di sana." Apa suami nya yang dianggap Raja para immortal ini sangat bodoh? Benda apa itu, mungkin dia harus memperkenalkan benda-benda bumi juga bahasa bumi.


"Baiklah," ujar Alena tersenyum.


...****************...


Alena masih bergeming dengan pikirannya, apakah Ibu mertua nya itu masih hidup atau kah sudah lama meninggal. Tidak mungkin Ibunya berbohong kepada nya pasti ada sesuatu yang dirahasiakan mereka, sungguh para kaum immortal memang menyebalkan baginya. Tapi tunggu dulu, ia juga bagian dari mereka dia lahir dari pasangan fairy dan vampire bahkan ia sudah sah menjadi istri Raja iblis dan menjadi Ratu.


Alena menggeleng pelan tanpa menoleh kearah Dighan yang sedang memeluknya dari belakang, Dighan menenggelamkan wajah nya diceruk leher Alena dan menghirup aroma mawar yang terkuar dari tubuh gadis itu.


"Apa yang kau lakukan?" Ia sungguh risih kalau sudah berdekatan seperti ini dengan laki-laki yang berstatus sebagai suami nya itu.


"Memeluk mu, apalagi?" Ucap nya santai dan mencium leher jenjang milik Alena.


"Hentikan!" Alena pun langsung memukul perut Dighan dengan sikutnya karena Dighan lebih kuat dari nya laki-laki itu pun mempererat pelukannya kepada Alena yang sudah meringis kesakitan karena tangan Dighan sangat kencang menarik perutnya.


"Sa..kit, Dighan," ringisnya.


Dighan melonggarkan pelukan nya dari tubuh Alena lalu ia membalik tubuh gadis itu menghadap kearahnya. Dengan erat Dighan mencengkram kedua pundak Alena dan gadis itu hanya menyalurkan rasa sakit dan takut nya lewat sebuah tangis.


Pria itu menempelkan bibirnya ke bibir ranum yang berwarna pink milik Alena. Dighan menciumnya dengan rakus tetapi Alena tidak membalas ciuman pria itu, dengan menggigit bibir bawah Alena gadis itu pun membuka mulut nya dan memberi kesempatan untuk Dighan ******* bibir Alena dengan liar bahkan lidah nya pun mengabsen setiap inci dalam mulut gadis itu.


"Kau milik ku, jangan pernah membantah apa yang aku lakukan," ucapnya disela-sela ciuman mereka.


Gadis itu memukul-mukul dada bidang milik Dighan karena ia sudah kehabisan nafasnya, Dighan mengerti dan langsung melepaskan pagutan mereka.


Uhuk uhuk


Alena terbatuk-batuk karena telah kehabisan nafas nya dengan terburu-buru gadis itu menghirup oksigen lewat angin.


"Cepat tidur, besok kita ke bumi. Mungkin kita akan tinggal di rumah Daniel dan Liona beberapa hari," ujar nya sembari melangkah kan kaki nya menuju ranjang yang berukuran king size.


...****************...


"Apa kalian akan ke bumi sekarang juga?" Tanya Arabella.


"Iya, kami akan tinggal beberapa hari di sana. Kalau para manusia di bumi bilang itu bulan madu." Alena terkekeh mendengarnya, suami nya sangat lucu. Seorang Raja iblis sangat lucu.


"Kami hanya ingin kamu menjaga putri kami di sana walaupun Alena dibesarkan di bumi tetapi banyak penghianat Asdirst yang tinggal di bumi sebagai tempat pemberontaknya untuk menguasai bumi." Terang Max. Dighan menyeringai dan berkata,


"Aku yang lebih dulu menghancurkan mereka." Arabella dan Max mengangguk lalu tersenyum kepada Alena juga Dighan.


Seketika mereka berdua telah sampai di bumi melalui dimensi waktu, Alena terbangun dan ia melihat sekeliling nya dan ia pun mendapati tempat yang tidak asing baginya, ia sedang berada didalam kamar nya dulu. Betapa senang nya Alena, ternyata kehidupannya di dunia fantasi hanyalah mimpi bagi nya, ia lega akhirnya tidak akan pernah berhubungan lagi dengan iblis mengerikan itu.


"Sedang apa kau senyum-senyum seperti itu?" Seketika senyuman Alena pudar, ia masih mendengar suara itu suara yang membawa nya ke alam mimpi buruk.


Dia benar-benar melihat sosok itu dihadapannya, pria tampan berusia puluhan ribu tahun tapi terlihat seperti pria dewasa yang baru berumur 25 tahun.


Alena mengerjap-ngerjapkan mata nya lalu menepuk-nepuk pipi nya, rasa nya sakit mungkin pipi nya sekarang sudah merah karena pukulannya sendiri. Ternyata dirinya sedang tidak bermimpi tetapi ini kenyataan.


"Kita sudah sampai di bumi, kau tertidur," lanjut pria itu.


Alena menghela nafas nya pelan, ia memejam kan mata nya berharap ini hanya halusinasi nya saja. Tetapi nihil ia membuka kembali mata nya dan ini beneran nyata, Dighan yang melihat itu pun hanya kebingungan lalu pria itu beranjak dari ambang pintu dan mendekat kepada Alena.


"Ayolah, aku ingin hidup normal seperti manusia bumi," rengek nya dan itu pun mengundang tawa dari Dighan.


Tunggu! Seorang Raja iblis yang mengerikan tengah tertawa, itu mustahil walau tawanya agak aneh.


"Tidak bisa, ini sudah takdir kamu, dilahirkan dari pasangan bangsa immortal dan menikah dengan Raja iblis seperti ku." Alena terburu-buru menundukkan kepalanya, sungguh sorot mata itu membuat nya takut seakan-akan itu adalah tatapan membunuh.


...----------------...


Bersambung...


Maaf kan author bila ada typo yang bertebaran ya☺.


See you bye bye.