The King Demon Mate

The King Demon Mate
Chapter 01. Bertemu Dengan Raja Iblis



Alena termenung sendiri di taman sekolah nya yang begitu luas, sesekali ia menangis karena kenyataan yang telah ia dapatkan dari orang tua yang sudah membesarkannya. Dia sangat mencintai kedua orang tua angkat nya itu sama seperti orang tua angkat nya mencintai nya karena memang mereka sudah sangat lah akrab selama 17 tahun ini.


Alena selalu menunggu kapan Raja iblis akan menjemputnya dan mempertemukan nya kepada orang tua kandungnya, alasan mengapa Raja iblis menjemputnya ia pun tidak tahu sama sekali masih ada yang ditutup-tutupi orang tua angkat nya itu. Ya jelas, sebenarnya orang tua angkat Alena sudah mengetahui kalau Alena adalah mate nya dari seorang Raja iblis yang sangat berkuasa. Tetapi mereka tidak memberitahukan nya kepada Alena, mungkin saja nanti akan ada orang yang mengincar Alena kalau ia tahu ia adalah seorang mate Raja iblis dan akan menjadi Ratu iblis.


Sudah hampir lima hari kenyataan yang Alena ketahui dari orang tua angkat nya itu disatu sisi Alena ingin sekali bertemu kepada orang tua kandung nya itu dan tinggal bersama mereka namun disisi lain Alena tidak ingin meninggalkan Daniel dan Liona yang sudah merawat nya sewaktu kecil yang sudah seperti orang tua nya sendiri mereka berdua memberikan kasih sayang yang begitu berlimpah.


"Kamu mau kemana akhir pekan ini, Alena?" Tanya Aresa sahabat kecil Alena.


Pertanyaan Aresa membuat lamunan Alena membuyar, ia sadar dari lamunannya dan hanya tersenyum kepada sahabat nya itu.


"Kamu nanti kemana?" Ulang Aresa.


"Entahlah, aku belum ada rencana," jawab Alena menghendikkan bahu acuhnya.


"Itu buku apa?" Tanya Alena yang baru sadar melihat buku yang dipegang Aresa dari tadi.


"Oh ini, ini buku cerita fantasi," jawab Aresa yang menyodorkan buku tersebut kepada Alena.


"Cerita makhluk Immortal?" Tanya Alena bingung.


"Aku tak tahu, aku menemukannya diperpustakaan sekolah dan menurut ku itu menarik," seru Aresa yang langsung duduk disamping Alena.


Alena membuka buku yang ia dapatkan dari Aresa tersebut, buku yang sangat tebal dan sudah lusuh.


Alena dan Aresa membuka halaman pertama buku itu dan saat mereka membuka halaman pertama mereka menemukan satu kalimat disana yang bertuliskan 'Aku mencari mate ku yang baru dilahirkan'.


Alena dan aresa menyerngitkan dahi mereka, apa maksud dari tulisan tersebut? Menurut Alena itu tidak penting baginya dan ia mulai tertarik dengan buku yang saat ini ia baca.


Didalam buku tersebut menceritakan sebuah kerajaan **Asdirst** yang berada di atas langit yaitu di Arsha, tetapi untuk menembus kekerajaan itu harus lah menggunakan dimensi waktu.


Nama Asdirst dan Arsha tidaklah asing baginya, ia pernah mendengar kata itu. Ya orang tua angkat nya pernah mengatakan nama kerajaan tersebut,dan kedua orang tua kandungnya tinggal ditempat itu.


Wow ternyata cerita yang ada didalam buku itu memang benar ada nya dan ia adalah salah satu bagian dari mereka.


...****************...


Seorang laki-laki berbadan kekar dan atletis sedang duduk dengan raut wajah kesal nya. Wajah nya yang dingin dan tatapan mata nya yang tajam itu membuat semua maid takut menatap nya.


"Apa kalian tahu dimana dia berada? Dia baru dilahirkan, bukan?" Tanya pria itu namun pengawal nya hanya menunduk dan takut menatap pria itu, pria itu adalah Dighan sang penguasa, Raja iblis.


"Su.. sudah yang mulia, dia berada dibumi dan kau harus melewati nya dengan dimensi waktu yang mulia," ucap pengawal yang bersurai hitam itu.


Orion dan Samier adalah pengawal setia pribadi nya Dighan dan sekaligus prajurit kerajaan, namun mereka adalah atasan dan bawahan tapi dighan mengganggap Orion dan Samier seperti adik bagi nya.


"Aku ingin menemui nya sekarang juga!" Ucap Dighan yang membuat Orion dan Samier terkejut.


Orion dan Samier saling melemparkan pandangan mereka sedang kan Raja mereka sudah tahu kalau ia bisa menemui dan menjemput mate nya ketika gerhana matahari.


"Maaf yang mulia, bukankah anda sudah tahu kalau anda akan bertemu dan membawa mate anda ke Arsha?". Ucap Orion yang langsung to the point atas pemikirannya tadi.


"Ya aku tahu,dan kalian tahu kah? Usia ku sudah hampir 5000 ribu tahun, aku ingin ada yang bisa meneruskan Asdirst," ucap Dighan sehingga membuat Orion langsung bungkam.


...****************...


Asdirst Kingdom


Dighan merebahkan dirinya disamping Alena yang sudah tertidur dengan nyenyak karena melewati dimensi waktu itu cukup menguras tenaga apalagi Alena seorang yang baru pertama kali melewati dimensi waktu.


Dighan membelai rambut panjang milik Alena, seketika dia tersenyum melihat wajah tenang dan damai gadis itu ketika tertidur dengan lelap seperti itu. Entah kenapa seorang Dighan pertama kali nya ia tersenyum dan itu pun dengan seorang gadis.


Ia mendengar suara langkah kaki dan pintu kamar ia pun terbuka, di sana ada satu prajurit nya yang mendekat lalu berkata "yang mulia." Tunduk Orion yang menghormat kepada Dighan.


"Ada apa?" Tanya Dighan dingin.


"Raja vampire, Tuan Max sudah menunggu anda di aula, yang mulia," ucap Orion yang masih menunduk.


Dighan menatap sejenak Alena dan beralih lagi kepada Orion.


"Baik lah, kau boleh keluar!" Titahnya dan Orion pun langsung keluar dari kamar nya sang Raja.


...****************...


"Yang mulia." Hormat Max, Raja vampire, Ayah kandung Alena.


"Duduk lah!" Suruh Dighan dan Max pun menuruti perintah sang Raja.


"Boleh kah aku bertemu dengan putri ku, yang mulia?" Pinta Max yang langsung to the point kepada Dighan.


"Tentu, aku adalah Ayah nya dan aku tahu kalau putri ku berada di Arsha," jawab Max.


"Dia ada dikamar ku, Max. Dia sedang beristirahat," ucap Dighan santai.


"Aku ingin bertemu dengan nya, yang mulia, dia putri ku," ucap Max tak menyerah.


"Dua hari lagi kami akan menikah dan kamu bisa menemui nya setelah pernikahan kami." Tatapan Dighan tak beralih dari Max.


Max yang mendengar itu pun tak menyangka dengan perkataan Dighan, Dighan adalah Raja iblis dan dia hanya lah bawahan Dighan tapi bagaimana pun juga Alena adalah putri kandung nya dan Dighan akan menjadi menantu nya. Karena ini adalah wilayah Dighan dia pun tidak ingin mencari mati dengan sang Raja karena bisa saja iya akan membunuh nya.


...****************...


Kegelapan menyelimuti Arsha, kini cahaya surya telah digantikan dengan sinar rembulan yang indah.


Alena masih terlelap dalam tidurnya dan ditemani dengan Dighan, kini wujud Dighan tidak lah setampan seperti biasanya, tubuh nya dipenuhi banyak bulu, tubuhnya lebih besar dua kali lipat, mata nya yang merah darah, dan menampilkan sejumlah taring-taring panjang dan besar.


"Ummh." Suara gerangan kecil Alena membuat Dighan terkejut itu artinya Alena akan bangun dari tidurnya.


Alena mengumpulkan kesadarannya, dia mengerjap-ngerjapkan matanya berkali-kali. Dia sangat terkejut dengan apa yang dia lihat, seorang iblis yang mengerikan.


"Si..siapa kau?" Tanya Alena terbata-bata karena ia sangat takut.


Dighan masih diam ditempat nya dia menatap Alena dengan tatapan kecewa, mengapa Alena sangat takut dengan wujudnya sekarang.


"Pe..pergi, menjauh dari ku!" Teriak Alena sembari melempar kan pisau yang terletak dimeja samping tempat tidurnya dan pisau itu menancap tepat di dada Dighan.


"Arghhhhh." Dighan sangat geram terhadap Alena, dia melepaskan pisau itu dari dadanya dan melemparkannya kelantai.


Dighan agak sedikit melangkahkan kakinya kebelakang, wujudnya berubah menjadi Dighan yang amat tampan dan mempesona. Mata Alena membulat ketika dia tahu kalau iblis yang mengerikan tadi adalah Dighan.


"Kenapa kamu membenci wujud iblis ku, Alena?" Tanya Dighan pelan seraya mendekat kepada Alena.


"A..aku hanya terkejut, aku baru pertama kali melihat makhluk mengerikan seperti itu." Alena menunduk, dia bisa merasakan betapa kecewanya Dighan.


Dighan mendengus kasar, dia menatap tajam Alena.


"Dua hari lagi kita menikah," ucap Dighan.


"A..apa?" Betapa terkejut nya Alena.


"Kenapa?" Dighan heran.


"Ak...aku tidak mencintai mu." Alena menunduk karena itulah yang sebenarnya.


"Apapun perasaan mu kepada ku kita harus menikah dua hari lagi, aku mencintai mu. Kalau kamu tidak ingin menikah dengan ku maka aku akan membunuh kedua orang tua mu." Dighan mencengkram bahu Alena dengan kasar, dia tidak perduli sakit apa yang dirasakan Alena kini.


'Aku tidak ingin Dighan membunuh orang tua ku, aku akan menikah dengan nya tapi terlebih dahulu aku ingin Ibu dan Ayah bersatu tanpa larangan'. Batin Alena dan kini ia pun menangis, Alena memang teguh tetapi hati nya teriris ketika mendengar kalimat terakhir Dighan apalagi sekarang pundak nya terasa sakit akibat cengkraman dari iblis itu.


Alena menghapus air mata nya, dia berusaha kuat. Dia menatap Dighan dengan tatapan menantang.


"Baiklah, aku bersedia menikah dengan mu tapi aku ingin kamu hapus larangan kisah cinta kaum fairy dan kaum vampire, persatukan kedua orang tua ku biarkan mereka bersama bahagia dan ijinkan aku bertemu dengan mereka setiap saat. Kamu adalah Raja, Raja dari segala Raja di makhluk immortal," ujar alena.


Dighan melepaskan cengkraman nya dari bahu Alena dan menatap nyalang wajah gadis itu.


"Ya, aku setuju, besok aku akan mengundang semua makhluk immortal ke kerajaan ku dan menghapus larangannya lalu kedua orang tua mu bisa bahagia dan saling mencintai tanpa larangan itu. Dan kamu, kamu bisa bertemu dengan kedua orang tua mun kapan saja yang kau inginkan. Tapi ingat, dua hari lagi kita harus menikah." Dighan menjauhkan tubuh nya dari Alena dan meninggalkan Alena sendiri di kamarnya.


...****************...


Arabella tersenyum menatap Max yang sedang duduk berseberangan dengannya dan sebaliknya Max sangat senang bisa melihat Arabella lagi setelah sekian lamanya. Kini mereka berdua sudah seperti seorang remaja yang sedang jatuh cinta.


Alena berjalan perlahan menuju tempat rapat istana, ia tak sabar bertemu dengan kedua orang tua nya, didampingi oleh dua pelayan pribadinya yaitu Azura dan Laquel.


"Anda terlihat sangat bahagia sekali," ucap Laquel dengan tersenyum dan diangguki oleh Azura.


"Aku tak sabar bertemu dengan kedua orang tua ku," balas Alena yang terus melangkahkan kaki nya.


Alena kini sudah duduk disamping Dighan yang begitu berwibawa. Alena tidak mencintai pria yang ada disamping nya itu, tapi semua itu harus ia lakukan karena kedua orang tua nya, Alena sangat bahagia bukan karena sedang bersandiwara untuk pernikahannya besok tetapi dia sangat bahagia bisa bertemu dengan kedua orang tua nya.


"Aku Dighan Louis Mallexander, dari sekarang hubungan terlarang bagi kaum vampire dan kaum fairy sudah ku lenyapkan dan itu berlaku untuk selama-lamanya. Raja Max dan Ratu Arabella bisa saling mencintai dan bersatu untuk selama-lamanya, dan besok aku akan menikahi putri mereka, mate ku dan dia akan menjadi Ratu kalian, Alena." Dighan berdiri ia mengangkat pedang kesatria kerajaan dan diterakhir kalimatnya ia pun menatap Alena dengan sedikit tersenyum tipis.


Mendengar keputusan sang Raja, ada banyak yang mendukung keputusan sang Raja dan ada pula yang menentang nya walaupun jauh dari sepengetahuan Raja mereka.


...----------------...


Tbc.