The King Demon Mate

The King Demon Mate
Chapter 17. Semuanya Sudah Direncanakan



Anggap saja gila, di dunia ini tidak ada yang benar-benar bisa dipercaya. Alena sebenarnya tidak meminta untuk terlahir sebagai seorang putri dan pasangan dari makhluk yang ada di dunia sekarang tempat ia tinggal.


Semuanya hanya kebohongan, termasuk kematian Alena.


Alena, dia memang meminum racun itu tetapi tidak ada yang tahu jika ia pernah mengisap darah Dighan, seseorang yang terkuat di dunia ini, darah pria itu bisa saja membunuh ataupun menyembuhkan. Apakah Dighan percaya jika Alena sudah tiada? Jawabannya tidak, pria itu tidak bodoh, ia tahu jika urusan nya ke bumi tentang guardian itu hanya pengalihan perhatian Dighan agar musuh nya bisa leluasa bertindak didalam istana nya.


Tidak ada yang tahu tentang ini termasuk Alena, Dighan hanya menyuruh wanita itu meminum darah nya dan melakukan apa saja lalu berpura-pura tidak tahu padahal jauh yang ia bayangkan jika Alena lebih pintar.


Tidak ada yang tahu keberadaan Alena kecuali dua orang dan itu salah satunya bukanlah Dighan, bisa dibilang mereka ini saling berkerja sama namun dengan rencana yang berbeda, bukan nya Alena tidak percaya dengan suaminya itu hanya saja ia lebih senang memancing musuh melalui Dighan, biarkan saja pria itu mengamuk atas hilangnya dirinya.


Di suatu ruangan yang lumayan besar namun gelap, Alena duduk dengan menyilangkan kedua kakinya, ia sudah menunggu seseorang untuk datang menemui nya, beberapa waktu kemudian orang itu datang membungkuk didepan Alena.


"Bagaimana keadaan didalam istana?" tanya nya.


Orang itu mengangkat wajah nya ragu-ragu lalu memberikan jawaban kepada Alena.


"Sangat sesuai dengan rencana kita, yang mulia."


"Raja sudah kembali dan dia sekarang sedang mencari mu," lanjutnya.


"Biarkan saja. Tunggu, tapi dimana teman mu itu?"


"Samuel, yang mulia?"


Alena mengangguk


"Sedang melakukan tugas yang ku suruh, yang mulia."


"Bagus, dan lanjutkan saja tugasmu juga. Bermain sebagai seseorang yang dicurigai dan apapun yang terjadi kau harus melakukan apa yang pernah ku katakan." Alena menyeringai tipis setelah mengatakan itu. Ia sudah tahu siapa yang meracuni nya tapi biarkan saja diam dulu karena nanti akan ada hal yang lebih mengejutkan lagi.


"Kamu pergilah, awasi terus keadaan didalam istana dan jangan biarkan orang itu menggagalkan rencana kita." Orang itu mengangguk lalu pergi dari tempat itu.


 


...****************...


Sementara di istana, tentang kematian dan menghilang nya Alena masih saja menjadi sebuah duka namun tidak untuk Qelsa maupun Saviona.


"Alena menghilang dan Dighan meninggalkan istana, apa yang akan kamu lakukan setelah ini, Qelsa?" Saviona meminum anggur nya dengan anggun seraya melirik ke arah Qelsa yang tengah bersenandung.


"Mempengaruhi Aybar, mungkin?" jawab nya.


"Bagian itu biar aku saja," ucap Saviona ketus.


"Wah wah ada apa? Apakah kau mulai mencintai suami kita?" Qelsa menaik turunkan alisnya, terlihat sangat menyebalkan.


"Maksudmu?"


"Cih, kau pikir aku akan diam saja, Qelsa? Tidak akan, justru aku menyingkirkan kan mu setelah ini lalu Aybar maupun Asdirst akan menjadi milikku dan lihat saja kau akan memohon ampun kepadaku." ucap Saviona didalam hati.


Saviona dan Qelsa itu sama namun berbeda. Jika Qelsa adalah seseorang yang licik, tegas dan berbahaya tetapi juga ceroboh, ia terlalu gegabah lalu sedangkan Saviona sama licik nya hanya saja ia mempunyai rencana yang matang dengan perkataan nya yang mampu mempengaruhi seseorang tapi sayang nya dia itu bodoh, hanya memikirkan satu jalan saja tanpa melihat resiko dan tindakan musuh nya. Mereka itu cocok menjadi partner dalam hal merebut kekuasaan tapi karena mereka berdua sama-sama licik dan saling tidak menyukai maka bisa dibilang mereka juga sama-sama saling menusuk dari belakang.


Qelsa benar, Saviona sudah mulai mencintai Aybar. Secepat itu kah? Tentu saja, Saviona adalah sosok yang mudah menyukai berawal dari terpesona lalu jatuh cinta. Walau ia tidak memiliki kekuatan apapun selain merayu pria, Saviona justru lebih unggul ketimbang Qelsa karena sifatnya yang terlihat lugu dan baik.


Tapi tidak tahu saja dia jika Aybar akan membunuhnya, Aybar maupun Dighan tidak bisa dibodohi oleh sifat luar seseorang jika pun mereka tertipu itu artinya ada yang akan mereka rencanakan.


"Saviona, mending kau pergi dari sini, aku bosan melihat wajah mu. Katamu tadi biar kau saja kan yang mendekati Aybar? Sana, pergilah dan lakukan tugas mu tapi ingat jangan melakukan hal di luar batasanmu, dia masih suamiku dan aku tidak rela jika dia lebih mencintaimu ketimbang diriku."


"Ya ya, aku akan menjalankan tugas ku dengan benar. Dan tentu, akan membuat Aybar jatuh cinta kepada ku." ucapnya dengan mengatakan kalimat terakhir dibenak nya dan tidak sadar kalau dirinya tersenyum bahkan membuat Qelsa yang melihatnya pun menjadi muak.


"Buat apa kau senyum seperti ku, sangat tidak pantas, sana pergilah dan manfaatkan pelayan tidak berguna mu itu." usir Qelsa.


 


...****************...


"Ada apalagi kau datang kesini, hah?" tanya Aybar nyalang, sungguh ia tidak mau diganggu saat ini.


Saviona tidak peduli, ia akan melakukan tugas nya sebagai seorang istri. Ia akan menggoda pria ini dan memanfaatkan situasi.


Ia mendekati Aybar kemudian mengalungkan tangan nya dileher pria itu, bibir nya terangkat ketika Aybar tidak menolak perlakuan nya.


Saviona menekan tubuh nya agar lebih menghimpit tubuh Aybar, ia tahu jika suaminya ini tidak akan bisa menolak pesona nya.


"Minggirlah, aku ingin istirahat." tidak Saviona gubris, justru ia makin menggila dengan mengunci tubuh kekar itu.


Jemari lentik nya menari-nari di dada bidang suaminya, ya Aybar sedang tidak mengenakan pakaian atas nya karena baru saja selesai mandi.


Saviona mengelus dada itu kemudian tangan nya menelusuri setiap inci tubuh suaminya, tangan nya bergerak menyentuh lalu mengelus rahang kokoh itu. Mata berwarna zamrud milik Aybar menatap lekat mata biru Saviona, Saviona merasakan nyeri di dadanya, jantung nya berdetak lebih cepat dan ia baru pertama kali merasakan ini.


Saviona benar-benar jatuh cinta dengan suaminya, persetan dengan Qelsa, ia ingin egois walaupun Qelsa tidak menyukai Aybar tetapi tetap saja wanita itu pernah singgah di hati suaminya mengingat bagaimana dulu perselingkuhan Qelsa dan Aybar yang berujung pria ini diasingkan.


Wanita itu menangkup kedua pipi Aybar, ia membalas tatapan suaminya itu kemudian tersenyum manis. Ia menarik kepala suaminya itu agar lebih mendekat dan ia juga mendekat kan wajahnya hingga bibir mereka saling menyentuh.


Saviona menjauhkan wajah nya namun masih menatap pria itu dengan tatapan penuh cinta.


Aybar yang merasa terhipnotis pun merasa tidak terima karena ciuman yang singkat itu, ia memeluk pinggang Saviona erat seakan tidak ingin melepaskan nya, tangan nya beralih ke tengkuk wanita itu kemudian menarik tengkuk nya agak kasar dan mulai menyatukan bibir mereka, ciuman itu berubah menjadi ******* yang terkesan menuntut. Saviona tersenyum, usaha nya tidak sia-sia, ia yang paham pun dengan keadaan ini tidak akan tinggal diam.


Mendorong tubuh Aybar hingga laki-laki itu dengan pasrah terjatuh ke atas ranjang, Saviona mendekati nya dan apa yang diinginkan wanita itu pun terjadi.


...----------------...


Tbc. Jangan lupa vote dan komen nya ya!