The Irregular Lifeforms

The Irregular Lifeforms
Chapter 34 - Pendirian Perusahaan Baru



Setelah beberapa hari Shirotaka menggunakan koneksinya untuk mengumpulkan para blacksmith di penjuru kota Parriot, kini tiba waktunya untuk pertemuan pertama mereka. Hal ini guna membuat kesepakatan antara para blacksmith dan Kagami.


Tentu pertemuan ini akan menyangkut beberapa hal seperti penjualan senjata atau logam mentah. Selain itu, ada pula keuntungan yang harus dinegosiasikan oleh semua orang. Di sini, Kagami harus mampu meyakinkan para blacksmith untuk bergabung dengannya.


Dengan begitu, Kagami akan mampu menguasai perdagangan senjata dan logam di kota Parriot dengan cepat. Pertarungan antara mereka baru akan dimulai. Semua blacksmith berkumpul di rumah Shirotaka. Jumlah mereka setidaknya ada delapan orang, dan mereka semua adalah master dari penempaan senjata. Termasuk Shirotaka, maka akan menjadi sembilan orang.


Beberapa di antara mungkin telah memiliki murid, sehingga jika tergoda dengan tawaran Kagami, mereka bisa menyerahkan toko mereka sebelumnya kepada murid kepercayaan yang telah mewarisi tekad mereka.


"Oi, Shirotaka, kau tidak berbohong mengenai ucapanmu itu 'kan?"


"Benar, kau sudah membuat banyak kegaduhan di antara para master blacksmith dengan menggunakan petualang bintang tujuh. Jika kau sampai berbohong, kau akan dihabisi."


Beberapa master blacksmith sempat tidak percaya mengenai informasi yang sebelumnya diberikan Shirotaka.


Seorang petualang bintang tujuh yang masih muda ingin membuat perusahaan senjata. Percaya atau tidak, pasokan logam datang entah dari mana. Mereka benar-benar harus berpikir keras sebelum menyetujui tawaran ini.


"Hei, aku tidak berbohong. Dia sendiri benar-benar datang kepadaku dan menawarkan hal ini."


"Baiklah, aku pegang ucapanmu."


Shirotaka adalah yang paling muda di antara mereka semua, tetapi bukan berarti mereka sudah sangat tua. Dia berusaha keras untuk membujuk mereka datang dan menyetujui tawaran dari Kagami.


Kemudian, suara lonceng terdengar berbunyi merdu. Itu pertanda bahwa ada orang masuk melalui pintu depan. Ketika Shirotaka ingin mengeceknya, rupanya itu adalah sosok pemuda ramah dan wanita bertelinga rubah yang cantik.


"Kita bertemu lagi, Tuan Shirotaka. Terima kasih sudah mau membantuku mengenai perusahaan itu."


"Oh, Kagami. Ya, itu bukan masalah besar. Lalu, siapa wanita ini?"


"Ah, perkenalkan, dia adalah Schana."


Schana tersenyum manis dan sedikit membungkuk untuk memberi penghormatan. Sebelumnya, Schana sudah diberi tahu Kagami tentang siapa itu Shirotaka. Dan tentunya, dia sudah tahu bahwa laki-laki itu adalah ayah Sakura.


"Senang bertemu dengan Anda, Nona Schana. Perkenalkan, nama saya adalah Shirotaka."


"Suatu kehormatan bagi saya untuk dapat bertemu orang yang dahulu berasal dari satu tempat dengan suamiku."


"Anda tidak perlu sungkan, saya telah menganggap Kagami seperti rekan saya sendiri."


Schana tersenyum lagi untuk menyudahi percakapan singkat itu. Lalu, seorang gadis tiba dari ruangan sebelumnya. Dia adalah Sakura. Saat melihat Schana, semangatnya langsung meningkat, itu terlihat jelas dari sepasang telinga kelincinya yang berdiri tegak seperti antena.


"Nona Schana!"


"Wah, Sakura!"


Keduanya begitu bersemangat saat bertemu. Mereka segera bercakap-cakap dan tenggelam dalam kegembiraan. Shirotaka dan Kagami yang melihatnya, hanya dapat terdiam tanpa berucap sepatah kata.


"Lihat, istri pertama dan kedua begitu akur."


"Akur ndasmu ...."


"Hei, hei, jangan menggunakan bahasa dari negaramu, aku tidak memahaminya."


"Kau tidak perlu paham."


Setelah basa-basi singkat itu, Kagami dan Shirotaka segera menuju ke tujuan utama pertemuan ini. Dia membawa Kagami keruangan di mana para blacksmith saling berkumpul dan menunggu kedatangannya.


Saat Kagami memasuki ruangan. Semua mata memandangnya. Perasaan campur aduk memenuhi hati Kagami. Di hadapannya, hanya ada para orang tua yang telah beruban dan penuh jenggot.


"Jadi ini, anak muda yang sedang naik daun itu?"


"Apakah mataku tidak salah lihat? Kau bahkan lebih muda dari anakku."


"Yang benar saja? Kau bukan anak bangsawan dari suatu negeri 'kan?"


Berbagai pertanyaan segera terlontar ke arah Kagami. Dia ingin menanggapi semua itu, tetapi itu terlalu melelahkan. Jadi, dia langsung duduk ke tempat yang tersisa dan ingin segera menyelesaikan urusannya di sini.


"Baiklah, sebelumnya perkenalkan, namaku adalah Kagami Kiriyama. Terlapas dari kalian percaya atau tidak dengan peringkatku, itu bukan masalah untukku. Bisa kita langsung ke intinya saja?"


"Kau tahu sekali bahwa kami telah lelah berada di sini. Kami ingin segera menyudahi pertemuan ini dan kembali ke rumah."


"Baiklah, kalau begitu kita mulai saja acara hari ini."


Kagami memejamkan matanya untuk beberapa saat. Kemudian, dia secara mendadak melihat para blacksmith dengan memberi tekanan kuat dengan aura Astal miliknya. Hal itu secara tiba-tiba membuat semua orang diruangan menjadi terkejut dan merinding seketika.


Lalu, seorang pria tua yang duduk paling jauh dari Kagami menjadi tidak tenang dan mulai protes.


"Hei! Apa-apaan maksudmu? Apa ini caramu memperlakukan orang tua?"


"Ya! Kau adalah orang yang sangat tidak sopan! Dasar petualang barbar!"


Satu orang di sampingnya juga ikut menyahut. Selain kedua orang itu, semuanya terdiam dan memandang Kagami dengan wajah terkejut.


"Aku menegaskannya saat ini juga. Siapapun yang tidak ingin sungguh-sungguh bekerja sama denganku, segera angkat kaki dari sini!"


Kedua pria tua itu tersentak kaget. Mereka tidak mengira Kagami akan langsung memulai perang saat ini juga. Dugaan mereka bahwa Kagami hanya seorang pemuda biasa menjadi salah total. Nyatanya, Kagami bisa begitu serius dalam membaca situasi.


"Hah! Jangan sombong kau, Nak! Aku tidak sudi untuk bekerja dengan orang sepertimu!"


Pria pertama yang memprotesnya segera angkat kaki, kemudian diikut oleh orang kedua di sampingnya.


"Aku harap seorang pria tidak akan menarik ucapannya."


"Tidak akan pernah! Ini adalah jalan blacksmith-ku!"


Keduanya langsung pergi dengan wajah kesal. Segera setelah itu, aura ketegangan di antara mereka perlahan surut. Kagami menghentikan tindakannya dan berubah menjadi lebih tenang dan bersahabat.


"Baiklah, sekarang para hama telah dihilangkan. Bisa kita berbicara dengan lebih tenang?"


"Hmm? Kau sepertinya bisa tahu apa niat mereka."


Seorang pria tua dengan tubuh kekar menyela. Dia memiliki perawakan tinggi dan besar. Wajahnya dipenuhi wibawa yang begitu tinggi. Sosoknya begitu tenang dan bijaksana saat menanggapi perilaku Kagami beberapa saat lalu.


"Hehe, aku memiliki kemampuan untuk mengetahui siapa yang hanya ingin main-main dan siapa yang ingin serius dalam tawaranku kali ini."


"Hou, kau memiliki mata yang jeli, Nak."


"Yah, bisa dibilang ini adalah insting saja."


Kagami hanya tersenyum untuk menanggapinya. Dia tidak ingin pria itu menggali informasinya terlalu dalam. Karena itu, dia mengalihkan pembicaraan sesegera mungkin.


"Ehem, itu artinya, hanya kalian yang akan bekerja sama denganku."


Dengan begitu, hanya ada tujuh blacksmith. Di lihat dari jumlahnya mungkin sedikit. Tetapi bagi Kagami, itu sudah lebih dari cukup. Suatu hari, dia bisa mencari lebih banyak lagi jika usahanya berjalan lancar.


Para blacksmith melihat satu sama lain dan mengangguk setuju. Dapat dipastikan, bahwa mereka lah pondasi awal dari perusaahan Kagami nantinya.


"Yosh, mari bicarakan sesuatu yang menarik untuk kalian. Aku menawari kalian keuntungan 70% dari penjualan senjata yang kalian tempa, bagaimana?"


"Heh? Tunggu! Bukankah harusnya 60%?"


"Ya, awalnya begitu. Tetapi, sekarang aku akan meningkatkannya. Dengan begitu, kuharap kalian bisa bekerja dengan serius."


Mereka menjadi ribut. Kenyataan berubah dengan tiba-tiba di depan mata mereka. Kemudian, Kagami mengambil sesuatu dari Device dan menaruhnya di meja di depannya. Semua pandangan menuju ke arah yang sama.


"Apa yang kalian lihat di sini?"


Kagami menunjuk pada sebuah logam tembaga yang keluarkannya. Semua blacksmith saling melihat satu sama lain dan salah satu menjawab Kagami.


"Hanya sebuah logam tembaga biasa."


"Ya, itu benar. Sekarang, Bagaimana dengan ini?"


Kagami menyentuh bijih logam itu. Tiba-tiba, warnanya perlahan berubah menjadi lebih berkilau. Dia mengubah bijih tembaga menjadi bijih emas secara langsung.


"Hei! Apa yang kau lakukan baru saja?"


"Apa ini?"


"Mustahil. Ini tidak bisa dipercaya!"


"Kagami, mungkinkah itu berarti ...."


"Ya, akulah yang menjadi penyuplai bijih logam ini."


Shirotaka baru menyadari bahwa koneksi rahasia yang dahulu dimaksud Kagami adalah dirinya sendiri. Itulah mengapa Shirotaka melihat Kagami begitu yakin dan percaya diri.


Semuanya langsung berteriak histeris. Seorang pria tua pendek langsung mendekat dan mengambil bijih emas tersebut. Dia mengamatinya dari dekat, bahkan sangat dekat hingga hampir menyentuh wajahnya.


Pria yang dipenuhi jenggot itu langsung dibuat kagum. Dia menaruh kembali bijih tersebut ke meja dan melihat ke arah Kagami dengan tatapan ingin tahu.


"Ini ... ini adalah bijih emas paling murni yang pernah kulihat. Harga jualnya akan sangat tinggi, bagaimana kau bisa melakukan itu, Nak?"


"Inilah salah satu rahasia perusahaan. Aku ingin kalian semua menjaga rahasia ini."


"Hei, hei, bukankah dengan ini, kau seharusnya bisa membuat keuntunganmu sendiri?"


"Aku bisa. Tetapi, aku tidak mau melakukan hal semudah itu. Aku menginginkan tantangan, lagi pula, jika aku mempekerjakan kalian, aku bisa berbagi keuntungan 'kan?"


"Aku tidak paham jalan pikiranmu, Nak."


Kagami hanya tersenyum ringan. Lalu, ada pria lain yang menyela.


"Bukankah kau seharusnya bisa menjadi kaya sendirian? Kenapa harus meminta bantuan kami dengan membuat senjata?"


"Aku tidak terlalu tertarik dengan kekayaan. Karena itu, aku ingin membaginya bersama orang lain."


"Kenapa?"


"Ada alasan lain dibaliknya, tetapi aku tidak bisa mengatakannya sekarang. Yang penting, aku ingin mendirikan perusahaan ini dan membuat kemajuan meski hanya sedikit."


"Alasanmu masih terlalu samar, Nak."


Kemudian, Kagami kembali menyentuh bijih emas tadi dan membaginya menjadi tiga bagian. Masing-masing diubah menjadi bijih adamantium, orichalcum, dan mythril. Para blacksmith kembali dibuat bungkam dengan kekuatan alkimia milik Kagami.


Lagi-lagi seorang pria pendek yang sama, menyentuh bijih itu dan mengamati semuanya.


"Luar biasa, semuanya adalah bijih murni tingkat tinggi. Harganya akan menjadi sangat mahal jika ditempa menjadi pedang sihir."


"Hou, matamu cukup tajam, pak tua."


"Jangan remehkan aku. Meski begini, aku adalah dwarf. Aku ahli mengenai bijih logam."


"Itu mengejutkanku."


"Kau tidak terlihat terkejut sama sekali."


Dengan begitu, para blacksmith saling meyakinkan diri untuk ikut bekerja sama dengan Kagami. Bagaimana mungkin mereka bisa melewatkan hal seunik ini. Mereka memiliki penyuplai bijih logam tingkat tinggi. Keuntungannya bisa mencapai ratusan keping emas.


"Karena inilah, aku ingin meminta bantuan kalian semua. Mohon kerja sama untuk kedepannya."


Kagami menundukkan kepala sejenak dan memberikan rasa hormatnya yang terdalam. Para orang tua itu kini merasakan diri mereka telah begitu dihargai dan dihormati. Meski mereka belum tahu motif yang dimiliki oleh Kagami.


Namun, mereka bisa mempercayainya lebih dari siapapun. Mereka melihat Kagami sebagai sosok pemuda dengan masa depan cerah. Walau mereka tidak tahu, masa depan cerah itu berawal dari masa lalu yang begitu gelap.


"Lalu, bagaimana dengan lokasi kerja kami nanti?"


"Untuk itu, aku telah mencari sebuah tempat yang cocok dan membelinya untuk dijadikan perusahaanku."


"Wow, kau ternyata cepat tanggap, ya. Sebegitu yakinkah kau akan mampu mendapat persetujuan dari Baron?"


"Aku akan mendapatkannya dengan mudah."


"Menarik ...."


"Lalu, untuk nama perusahaan itu?"


Mereka melihat Kagami dengan rasa antusias yang tinggi. Kemudian, Kagami menjawab dengan santai.


"Kiriyama Firm ...."


Dan begitulah, awal mula dari sebuah perusahaan Kagami. Apakah dia mampu membawa perusahaan itu ke masa depan yang cerah? Apa langkah selanjutnya yang akan dilakukan Kagami?