The Irregular Lifeforms

The Irregular Lifeforms
Chapter 31 - Pertemuan



Kagami dipandu oleh Sakura ke rumah yang berada di sebelah barat kota Parriot, berbeda dengan penginapan Kagami yang berada di selatan. Keduanya saling bercakap-cakap mengenai waktu setelah mereka kembali ke kota. Berjalan berdampingan layaknya sepasang kekasih.


"Aku hampir tidak percaya jika Tuan Kagami telah menikah."


"Eh? Benarkah? Apakah aku tidak terlihat seperti orang yang telah menikah?"


"Entah, aku rasa itu karena Tuan Kagami masih muda."


"Hmm, itu benar juga sih. Aku pikir usia kita pun tidak berbeda jauh 'kan?"


"Um, usiaku masih 17 tahun."


"Ow, oke, usiaku sendiri mungkin hampir menginjak 18 tahun."


"Ehehe, aku senang kita tidak berbeda terlalu jauh ...," gumamnya pelan. Suara tersebut membuat Kagami penasaran.


"Apa kamu mengatakan sesuatu?"


"Ah, tidak!"


Dengan panik dia segera menghindari kontak mata dengan Kagami. Wajahnya sedikit memerah, menyatu dengan lembut bersama rambut merah mudanya yang indah. Kemudian dia menundukkan kepala dan memikirkan sesuatu.


"Tetapi benar-benar tidak terduga, Anda memiliki istri yang cantik."


"Benarkah? Terima kasih atas pujianmu, aku akan menyampaikannya kepada Schana nanti."


"I-Iya."


Tidak lama, mereka telah sampai di sebuah bangunan biasa. Di bagian depan rumah tersebut terdapat tulisan 'Nippon Blacksmith', Kagami langsung tersenyum kecut ketika membacanya. Dia tahun betul bahwa nama toko tersebut sengaja ditujukan untuk orang yang berasal dari dunianya.


Heh, kelihatan sekali dia ini orang dari negara mana ....


"Baiklah, bisakah kita masuk sekarang, Tuan Kagami?"


"Y-Ya!"


Eh? Kenapa aku jadi gugup? Aku tidak sedang datang ke rumah mertuaku!


Sakura masuk pertama kali dan menarik tangan Kagami untuk memandunya. "Permisi ...," ucap Kagami dengan nada pelan, bahkan terlalu pelan untuk didengar orang di depannya.


Ruangan yang memenuhi penglihatannya adalah sebuah toko senjata. Ada banyak senjata yang berjajar di rak, pedang, tombak, belati, katana, dan lainnya. Sayangnya tidak ada pelanggan yang datang hari ini. Keduanya lantas masuk dan berhenti di depan konter.


Seorang wanita muncul dari balik konter tersebut, dia seorang wanita berusia diakhir 30 tahun. Wajahnya tampak cantik dan dewasa, mirip seperti Sakura. Rambutnya sebahu berwarna merah muda, dia memiliki telinga kelinci yang sama imutnya seperti Sakura.


"Ah, kamu sudah pulang, Sakura? Hmm, apakah kamu membawa pelanggan dengan paksa lagi? Bukankah ibu sudah melarangmu?"


Wanita tersebut segera melihat Kagami dan membungkuk untuk menyatakan permintaan maafnya. Tetapi Kagami langsung melambaikan tangannya untuk menolak permintaan maaf tersebut.


"Ibu, dia bukan pelanggan."


"Benarkah?"


"Saya bukan ... um, permisi, nama saya Kagami Kiriyama."


Mendengar nama tersebut, sepasang mata wanita tersebut melebar, dia pastinya terkejut mengetahuinya.


"K-Kau Kagami Kiriyama? Maafkan ketidaksopanan saya, Tuan. Saya sangat senang bertemu dengan Anda. Bahkan Anda telah mengorbankan diri sendiri demi menyelamatkan putri kami."


Wanita tersebut segera membungkuk untuk menyatakan rasa terima kasihnya yang terdalam. Karena hal tersebut terlalu merepotkan, Kagami memintanya untuk tidak bersikap formal.


"Tidak mungkin, Anda adalah petualang bintang tujuh yang melegenda, bahkan mampu melawan Dewa Kematian. Akan menjadi aib jika saya tidak menghormati Anda."


"I-Itu terlalu berlebihan. K-Kau juga, Sakura, mulai sekarang jangan memanggilku 'Tuan'!"


"Eh, kenapa? Itu normal bagiku untuk memanggil Anda begitu."


Kagami menghela napas berat. Sakura dan ibunya lantas membawa Kagami masuk ke ruang tamu dan meninggalkan bagian toko tersebut. Rumah ini begitu sederhana, cukup untuk hidup keluarga kecil.


"Kalau begitu, saya akan menyiapkan teh untuk Anda."


"Aku akan memanggil ayah sebentar."


"B-Baiklah."


Dirinya disambut hangat oleh keluarga Sakura. Kini dia penasaran akan seperti apa ayahnya Sakura. Apakah dia pria yang menakutkan atau mungkin mengerikan. Tidak lama, Sakura kembali bersama ayahnya.


Sosok pria bertubuh kekar memasuki pandangannya, dia adalah pria kuat dengan wajah menyeramkan, tetapi merasa tidak asing dengan raut wajah menyeramkan seperti itu. Hal tersebut karena Kagami terbiasa sebagai tentara, dia bisa melihat wajah rekan-rekannya yang lebih tua dan menyeramkan.


Namun itu hanya penampilan luar mereka. Bagaimanapun, mereka masih manusia yang memiliki hati dan perasaan. Pria tersebut lalu duduk di kursi yang berseberangan dengan Kagami, keduanya dipisahkan oleh sebuah meja. Setelah itu, Sakura duduk di sebelah kanan Kagami bagaikan pasangannya.


"Um, sebelumnya aku berterima kasih karena kau telah menyelamatkan putriku. Aku tidak dapat mengatakan apa-apa selain rasa terima kasih yang terdalam dari lubuk hatiku."


Pria tersebut meneteskan air mata dan membungkuk, bahkan kepalanya sampai menyentuh meja di depannya. Kagami hanya dapat mengerutkan kening sembari tersenyum kecut meihatnya.


"Aku tidak dapat menahan perasaanku saat mengetahui anakku menghilang, dan sekarang dia berada di depan mataku, bersama dengan pasangannya."


"A-Ayah! Tu-Tuan Kagami bukan pasanganku!"


Pria tersebut kembali membungkuk, sedangkan Sakura mencoba menginterupsi untuk menolak kalimat ayahnya. Kemudian, ibu Sakura datang dengan membawa nampan dan menyiapkan cangkir berisi teh untuk Kagami dan suaminya.


"Sayang, jangan lupa untuk memperkenalkan diri dahulu."


"Ah, iya, aku lupa itu."


Pria tersebut mengambil napas dan memperbaiki sikapnya. Sekarang ekspresi di wajahnya telah berubah 180 derajat. Dia memiliki wibawa yang terkesan kuat dan hebat. Bagaikan orang yang telah melewati badai salju dengan selamat.


"Perkenalkan, namaku adalah Shirotaka Aigiri. Mungkin namaku sedikit aneh ditelingamu, aku adalah ayah Sakura sekaligus pandai besi di kota ini."


Dia membungkuk ringan dan kembali menatap Kagami dengan menyipitkan mata seakan tengah menilai perilaku dan sikapnya. Lantas Kagami membalas perkenalannya.


"Namaku Kagami Kiriyama. Aku berasal dari bumi."


"Ha!"


Tiba-tiba, Shirotaka tersentak kaget dengan kalimat terakhir Kagami. Pria itu langsung melebarkan matanya dan memandang Kagami yang telah menjatuhkan bom. Itu adalah pernyataan langsung untuk pendekatan diri. Pria itu tahu apa maksud Kagami.


"Ini akan menjadi perbincangan berat, Nak Kagami. Bisakah kau berada di sini sedikit lebih lama?"


"Ya, tidak masalah. Lagi pula saya juga memliki pembicaraan menarik untukmu."


Keduanya saling memandang dan membaca kemungkinan alur percakapan yang akan terjadi. Lalu, Shirotaka mengawalinya terlebih dahulu.


"Sebelumnya, ini adalah istriku, Luciana, dan kau pasti sudah berkenalan dengan putriku, 'kan?"


"Ya, saya sudah mengenalnya."


Wanita tersebut membungkuk ringan, dan Kagami membalas salam hormat tersebut. Salam singkat tersebut telah berakhir begitu saja tanpa basa-basi lebih panjang. Shirotaka ingin mengetahui asal-usul Kagami yang menyatakan diri berasal dari bumi.


"Pertama, aku ingin tahu, dari negara mana kau berasal?"


"Begitu ya, ternyata bukan lawan."


"Lawan? Memangnya ada apa?"


"Ah, ada cerita panjang dibaliknya. Itu pula yang menjadi alasan kenapa aku bisa berada di dunia ini."


"Un, aku juga ingin tahu kenapa Anda bisa berada di dunia ini."


Keduanya saling melihat dan mengangguk, kemudian tertawa ringan dengan wajah bahagia masing-masing.


"Aku adalah mantan Letnan Satu di pasukan angkatan darat Jepang. Pertama kali aku datang kemari sekitar 20 tahun lalu, di mana para peneliti pertama kalinya menciptakan mesin portal dimensi. Kelompokku serentak diterjunkan langsung untuk menginvestigasi daratan di benua ini. Ya, ini sudah berjalan sekitar 20 tahun lalu, sebelum akhirnya tragedi itu muncul."


"Tragedi?"


"Ya, sekitar dua tahun setelahnya ...."


Shirotaka memejamkan mata, dan kembali ke masa lalu untuk mengingat apa yang terjadi 20 tahun lalu dan apa yang membuatnya berada di dunia ini.


Sekitar pertengahan tahun 2068, portal dimensi pertama kali diciptakan oleh orang Jepang, di sana mereka tidak mengumumkannya ke publik, mereka seakan bersembunyi dan merahasiakan keberadaan alat canggih tersebut. Itu adalah pertama kali pula orang dari bumi menginjakkan kakinya di dunia ini.


Setelah itu, pemerintah Jepang menurunkan pasukan untuk menjelajahi dunia tersebut yang mereka anggap sebagai harta karun. Kenapa 'harta karun'? Bayangkan, orang-orang yang telah biasa hidup di dunia busuk dan hampir hancur, tiba-tiba menemukan dunia baru yang masih segar dan dipenuhi energi alami yang bahkan belum tersentuh.


Manusia yang telah terbiasa merusak bumi menganggapnya sebagai harta karun tak terjamah. Pertama, mereka membangun sebuah markas dan mulai mengeksplorasi dunia tersebut. Alam yang masih segar, tanpa ada polusi, energi bumi yang belum dirusak dan diambil. Inilah sebabnya mereka menyembunyikan fakta keberadaan mesin portal dimensi. Sederhananya, mereka hendak memonopoli dunia ini dengan teknologi mereka.


Siapa sangka, pihak dari pemerintah berhasil membuat perjanjian damai dan berusaha memanfaatkan sebuah negara tak dikenal di dunia tersebut. Mereka menarik perhatian dengan teknologi modern yang belum diketahui dunia ini, dengan alasan itu, mereka bisa menjual teknologi modern biasa dengan harga setinggi mungkin, lalu berusaha mendirikan negara sendiri untuk berpartisipasi dalam dunia baru tersebut.


Kenapa mereka hendak mendirikan negara di dunia tersebut? Karena dengan begitu, mereka bisa mengambil harta karun dunia ini dan memindahkannya ke bumi, seketika itu pula, Jepang menjadi lebih makmur daripada negara lainnya di bumi dan bahkan masuk ke dalam nominasi sebagai negara nomor satu dengan ekonomi terbaik dan menyembunyikan fakta licik dibalik kesuksesan mereka.


Pada tahun 2070, muncul sebuah peristiwa di mana orang-orang dari bumi pertama kali membawa Astal ke dunia asing tersebut dan mencoba membandingkan kekuatannya dengan monster yang berada di dunia ini. Hasilnya, Astal menang mutlak. Dari dua puluh makhluk yang masing-masing adalah 10 Astal dan 10 monster biasa, seekor Astal melahap habis sepuluh monster yang menjadi lawannya.


Jepang berusaha mengendalikan Astal yang masih berada dalam Stage 2 sebagai alat perang untuk melawan dan menjajah negara di dunia tersebut. Mereka berusaha memperluas wilayah kekuasaan. Astal yang pertama kali diciptakan pada tahun 2050, menjadi harta nasional yang disembunyikan di suatu tempat di Jepang. Tetapi mereka menggunakan generasi berikutnya untuk melawan dan melindungi diri dari monster dari dunia lain. Itulah, awal kehadiran Astal di dunia ini, makhluk mengerikan yang warga dari dunia itu sebut sebagai Dewa Kematian.


Shirotaka menghela napas panjang dan beristirahat sejenak. Dia melirik ke Kagami yang mendengarkan dengan wajah tercengang. Itu hal yang lumrah, kala itu dia belum lahir, jadi dia tidak tahu sejak kapan Astal itu mulai ada di bumi.


"Jadi, tragedi tersebut adalah malapetaka di mana Astal pertama kali datang di dunia ini dan membantu orang bumi untuk menjajah dunia ini?"


"Tidak, itu hanya peristiwa biasa di mana negara kuat menginjak negara lemah. Meski aku menentang, aku tidak berdaya pada atasanku yang juga mendapat perintah mutlak."


"Lalu, alasan Anda berada di dunia ini?"


"Ah, itu ya ...."


Pria itu berhenti dan memandang ke atas, berpikir lebih keras untuk mengingat alasan dia berada dan tinggal di dunia ini dengan selamat.


"Yah, setelah peristiwa itu, sekitar setahun berlalu, aku bertemu dengan Luciana. Itu pertama kalinya kami bertemu di kota ini. Benarkan, Sayang?"


"Ya, tentu saja."


Keduanya saling tersenyum lembut dan menciptakan dunia mereka sendiri. Kagami hanya dapat tersenyum kecut melihatnya, sedangkan Sakura memandang kedua orang tuanya dengan wajah memerah.


Empat bulan setelah peristiwa itu, Astal pertama mencoba memberontak dan keluar dari persembunyian. Jika saat itu dunia tahu, mungkin mereka bisa menghindari pandemi yang muncul pada tahun 2078. Sayang mereka tidak sanggup.


Shirotaka yang mendengar kabar bahwa Astal itu berhasil kabur, berusaha menuju ke tempat di mana portal dimensi berada dan hendak memasukinya, semua tentara di sana menjadi panik. Banyak di antaranya yang berlindung di bungker dan melarikan ke berbagai kerajaan di dunia ini, salah satunya adalah Shirotaka.


Dia melarikan diri sejauh mungkin ke barat, karena markas utamanya berada di ujung timur benua. Kemudian dia sampai di Kota Parriot. Dia yang telah menabung untuk keadaan terburuk, mendedikasikan semua uangnya untuk memulai hidup baru di dunia tersebut.


Astal pertama pada saat itu berhasil melewati portal dimensi dan menghirup udara segara di dunia ini. Dia adalah Astal terkuat yang pernah ada, dikenal juga sebagai Astal Queen atau Astal Stage 13 di mana satu-satunya Astal berbentuk humanoid paling sempurna. Beruntunglah, Shirotaka waktu itu melarikan diri, karena saat itu, markas di dunia tersebut telah dihancurkan dan dimusnahkan oleh Astal Queen pada saat itu juga. Tidak ada makhluk hidup yang tersisa kecuali puing-puing bangunan.


"Jadi, begitu, aku mulai paham."


"Apa? Apakah ada yang tidak beres?"


"Tidak, semua itu memang sama dengan beberapa berkas yang kucuri di dalam Departemen Pertahanan, tetapi ada sesuatu yang hilang. Ternyata itu ...."


"Apa? Kau mencuri berkas? Apa kau ingin mengkhianati negaramu sendiri?"


Kagami melihat Shirotaka dengan wajah licik, kemudian mengatakan, "Itu berkas dari Departemen Pertahanan Jepang."


Sontak, Shirotaka melotot dengan mulut terbuka, bahunya terkulai lemas seakan telah kehilangan banyak kekuatan.


"Tidak mungkin ... Departemen Pertahanan memiliki kekuatan yang hebat, mereka tidak mungkin sampai kecolongan."


"Mungkin kok, mereka 'kan juga manusia. Tidak sepertiku, fufu."


Kagami menyombongkan dirinya dengan penuh kebanggaan diri. Dia membusungkan dada seakan menjadi pemenang dalam sebuah pertandingan. Shirotaka yang sudah tidak memiliki koneksi dengan negara menjadi menyerah untuk kembali. Karena itulah akhirnya dia memutuskan untuk hidup damai di dunia baru ini.


"Oya, aku belum mendengar tentang dirimu. Sebenarnya siapa dirimu ini? Dan bagaimana kau bisa datang ke dunia ini?"


"Mudah saja, seperti dirimu yang seorang tentara, aku pun seorang pejuang yang andal untuk negaraku."


"Ya, ya, terserah, lanjutkan."


"Aku dikirimkan ke Jepang untuk melakukan suatu misi khusus dan dibantu oleh pihak pemerintah."


"Untuk apa?"


"Menangani pihak yang tidak diinginkan."


Dia menceritakan tentang keberadaan faksi khusus di dalam pemerintahan yang mencoba kembali bangkit dengan membuat ulang portal dan berusaha mengendalikan dunia ini. Misi tentang Kagami yang berusaha menghancurkan portal dan malah berakhir dengan terperangkap di dunia ini. Tetapi dia sendiri menyembunyikan fakta asli di mana itu menjadi salah satu perangkap dari seorang pria tua yang memperkenalkan diri sebagai 'Utusan' saat Kagami menyelamatkan Schana.


Shirotaka hanya dapat terperangah ketika mendengar Bumi berada dalam keadaan kritis di mana manusia hampir punah, meski ada yang berpendapat untuk pindah ke dunia lain dengan memanfaatkan portal dimensi, tetapi ada juga yang ingin bertahan dan melindungi Bumi. Dan saat ini pun, mereka masih memperdebatkan hal itu berkali-kali.


"Jadi Bumi benar-benar tidak bisa diselamatkan lagi, ya?"


"Kemungkinan begitu, dunia benar-benar telah berada di ujung tanduk."


"Hmm ... baiklah, aku dapat memahami kenyataan pahit tersebut, tetapi bagaimanapun, aku telah mencintai dunia ini dan keluarga kecilku."


"Begitu, ya. Aku pun berpikir hal serupa."


Ya, dia memikirkan tentang istrinya di rumah, dan anak angkatnya yang masih membutuhkan banyak perhatiannya, sulit baginya untuk meninggalkan mereka dalam waktu lama. Tetapi jika harus, maka Kagami akan melakukannya.


"Oya, aku dengar tadi sekilas bahwa kau juga berasal dari organisasi militer. Biar kutebak! Wajah tampan dan sikap kalem yang membuat banyak wanita terjerat perangkap cinta. Kekuatan spektakuler dan peralatan canggih. Umur muda yang tidak berbeda jauh dengan putriku ... yosh! Sersan Satu? Tidak, Letnan Dua? Terlalu bagus ... ah! Sersan Mayor! Benarkan? 'kan?"


Kagami hanya tersenyum dingin seakan tidak memerhatikannya, sebelum akhirnya dia menjatuhkan bom terakhirnya.


"Ah, tidak, aku Letnan Jenderal."


Keheningan telah dimulai. Salah satu dari keduanya tidak mengucapkan sepatah kata pun. Kagami hanya tersenyum lembut dan Shirotaka mematung dengan wajah memutih. Selain itu, istri dan putrinya hanya dapat melihat keduanya yang tak bergerak dan terus bergantian memandang antara Shirotaka dan Kagami.


"Sayang?"


"Tuan Kagami? Ayah?"


Kedua pria tersebut tidak saling melanjutkan percakapan dan masih tetap dalam keadaan diam yang mengerikan. Bahkan situasi seperti itu tidak diketahui istri dan anak Shirotaka. Mereka tidak tahu apa yang terjadi pada keduanya.