
Waktu berlalu hari demi hari, kini tidak terasa bahwa Kagami
telah terjebak di dunia itu selama dua bulan lamanya. Berbagai cara dia gunakan
untuk melakukan kontak dengan teman-temannya melalui Device. Sayangnya,
teknologi itu belum mampu mengirim pesan dengan perbedaan ruang dimensi.
Sedikit saja adanya lubang dimensi yang menghubungkan dunia
ini dengan dunianya yang dulu, mungkin dia bisa mengirim sinyal darurat dan koordinat
lokasinya. Tetapi hal paling simpel seperti melacak koordinat planet pun tidak
dapat dia lakukan, beruntunglah fungsi peta pada Device-nya masih dapat
berjalan lancar. Kagami mulai memasrahkan hal itu kepada takdir dan keberuntungannya
saja.
Kagami duduk di kursi resepsionis yang biasa ditempati
olehnya dan Luna secara bergantian, dia merasa sedikit bosan harus terdiam di
sana sembari menunggu pelanggan datang setiap harinya. Lily yang baru saja
selesai membereskan cucian kemudian mendekati tuannya, dia meletakkan kepalanya
ke atas paha Kagami dengan harapan untuk dimanja.
Kagami mengetahui kebiasaan gadis kecil tersebut, dia lantas
membelai lembut kepala Lily yang mulai menggosokkan kepalanya seperti kucing.
Secara naluriah, Lily adalah Beastkin berjenis kucing. Tidak heran jika tingkah
lakunya tidak berbeda jauh. Meski dia suka dimanja, entah mengapa Lily begitu
membenci Luna ketika hendak bergantian memanjakannya.
Apakah itu artinya Beastkin memiliki firasat tersembunyi
seperti binatang pada umumnya? Kagami mulai beranjak dari tempat duduknya dan
berjalan meninggalkan meja resepsionis.
“Lily, aku akan pergi ke labirin, apakah kau ingin ikut atau
tidak?”
“Labirin? Mau! Mau! Aku ingin ikut ke labirin bersama
Master!”
Gadis kecil itu selalu saja ingin ikut bersama Kagami ketika
menuju labirin. Setiap kali mendengar kata ‘labirin' dari tuannya, dia selalu
mengibaskan ekornya penuh semangat. Kagami kemudian jubah berwarna hitam dan
coklat yang ada di Inventory dan menyerahkan jubah berwarna coklat kepada Lily.
“Luna, kami akan pergi ke labirin bersama Lily. Tolong kau
jaga kedainya!”
“Baiklah, Kagami.”
Luna yang tengah membersihkan meja di sudut kedai hanya
menjawab tanpa menoleh. Hal ini sudah menjadi kebiasaan Kagami apabila dia
merasa bosan di dalam kedai. Mereka kemudian berjalan ke arah gerbang kota
***
Di dekat kota Parriot terdapat dua labirin dengan tingkat
berbeda. Satu labirin berada di sebelah barat kota adalah labirin pemula yang
berguna untuk tempat latihan para petualang baru. Sedangkan satunya berada di
sebelah timur, labirin tersebut memiliki tingkat kesulitan sedang hingga
benar-benar sulit untuk ditaklukkan karena monster yang muncul begitu
bervariasi mulai dari bentuk dan kekuatannya.
Bahkan karena dapat mengancam kehidupan penduduk kota jika
salah satu monster berhasil keluar dari labirin, Baron Azla memerintahkan
banyak ksatria kuat untuk berjaga di sekitar lokasi labirin tersebut.
Kagami berniat mengajari Lily bertarung dengan lebih baik,
oleh karena itu dia lebih memilih labirin pemula, meski dia sendirian dapat
menjelajah labirin yang sulit, tetapi dia memerhatikan keselamatan Lily.
“Emm, Lily. Bagaimana cara monster di labirin dapat
berkembang biak? Apakah mereka juga berkembang biak seperti binatang?”
“Apa-apaan nih, Master? Meski sudah menjadi petualang kuat,
bagaimana bisa Master tidak mengetahui hal paling penting itu?”
“Eh? Kenapa aku tiba-tiba disalahkan?”
Sejak awal Kagami sangat penasaran dengan hal tersebut,
tetapi karena selalu lupa untuk bertanya, maka dia hanya bisa memendam
pertanyaan itu di dalam hatinya.
“Hmm, monster di labirin tidak dapat berkembang biak seperti
monster di alam liar. Mereka terlahir dari miasma hitam dan mati sebagai miasma
hitam juga.”
“Oh, jadi mereka tidak berkembang biak, ya? Lalu dari mana
miasma hitam itu dapat muncul selain dari para monster yang telah mati?”
“Miasma hitam dihasilkan oleh tanah yang telah menyerap
berbagai mayat makhluk hidup, seperti manusia, hewan, atau monster itu
sendiri.”
Begitulah singkatnya. Miasma itu akan menguap dari dalam
tanah setelah menyerap tubuh mayat dan membutuhkan waktu untuk dapat
menghasilkan monster baru. Karena meski tanpa ada mayat tanah labirin masih
dapat mengeluarkan miasma dan menciptakan monster, jika jumlah mereka berada di
luar batas, maka banyak monster akan keluar dari labirin dan muncul di alam
liar.
LANJUTKAN DI RikuKagami.blogspot.com