The Irregular Lifeforms

The Irregular Lifeforms
Chapter 16 - Bertemu Rubah Misterius



Sudah satu jam Kagami dan Lily memasuki labirin. Mereka kini


berada di lantai 12 dengan mudah seakan labirin ini bukanlah labirin yang sulit


dan tidak layak ditakuti para penduduk kota. Beberapa petualang kelas menengah


membutuhkan waktu hingga empat jam hanya untuk mencapai lantai 10, tetapi mereka


berdua berhasil melewati lantai itu dengan waktu lebih singkat.


“Emm ... Master? Kenapa kita tidak keluar dari tempat ini


saja? Tidak banyak monster kuat di sini selama ada kita!”


“Huh, jangan pernah meremehkan musuh selemah apa pun mereka,


Lily!”


Kagami memberikan chop ke kepala gadis kecil itu. Lily yang


terkejut hanya berteriak kecil, “kyaa!” sembari memegangi kepalanya.


Tiba-tiba Kagami berhenti dan menahan Lily. Beberapa meter


di depan mereka, muncul bayangan raksasa yang berjalan ke arah keduanya. Setelah


semakin mendekat, wujudnya mulai tampak dan sedikit membuat alis Kagami naik


sebelah.


“Eh? Emm ... itu?”


“Ada apa, Master?”


“Ah, bukan apa-apa. Hanya merasa tak asing saja.”


Di depannya, terdapat seekor monster menyerupai kera besar


dengan bulu hitam dan perut berwarna merah cerah. Tingginya sekitar dua meter


dengan tubuh dipenuhi otot besar. Kagami dan Lily kemudian saling berhadapan,


mereka melakukan adu batu-gunting-kertas yang diajarkan oleh Kagami.


Pom-pom suit. Kagami mengeluarkan gunting, sedangkan Lily mengeluarkan


batu.


“Yeay! Aku menang lagi!”


“Aku yang mengajarinya, tetapi kenapa aku yang kalah terus?


Ini tidak adil!”


Dia kemudian mengambil pistolnya dan tanpa segan menembak


tubuh monster itu tepat di dahinya.


“Ghaaa!”


Monster besar tersebut tergeletak begitu saja tanpa


perlawanan pada debut pertamanya melawan Kagami. Tak berselang lama, suara


misterius menggema di ruangan tersebut. Kagami yang terkejut segera bersiaga


dan bersiap mengambil pistolnya.


Namun dia merasa tarikan di lengan bajunya. Dia melirik ke


bawah, mendapati Lily yang memegangi perutnya dengan satu tangan.


“Master, aku lapar ....”


“Ah? Iya, kita belum makan sejak masuk kemari. Hahaha,


Di tempat itu, mereka lalu mengeluarkan bekal yang telah


disiapkan ketika berada di penginapan.


“Um, daging! Daging! Aku suka daging!”


“Iya, iya ... ini daging pesanan Anda, nona Lily.”


“Yeay! Terima kasih, Master!”


Mereka beristirahat sekitar 30 menit. Kagami melihat-lihat


struktur labirin tersebut dengan menggunakan peta di Device-nya. Setelah dirasa


cukup untuk mendapat informasi daerah tersebut. Dia mematikan layar Device dan melihat


ke bawah.


Lily tidur dengan tubuh melingkar seperti bola, ekornya yang


ramping menepuk-nepuk lantai tanah. Kagami lalu membelai lembut kepala gadis


tersebut, perlahan Lily mulai terbangun dan mengusap matanya.


“Kau sudah bangun?”


“Umm ....”


Lily mengangguk pelan. Saat masih setengah sadar, Kagami lalu


menggendongnya di depan dengan lembut dan menyandarkan kepala mungil itu di


bahunya. Tiba-tiba kedua lengan kecil Lily merangkul leher Kagami dan


memeluknya erat.


“Papa ....”


“Eh? Lily ...?”


Gadis tersebut masih setengah sadar dan kembali terlelap


dalam pelukannya. Kagami hanya dapat tersenyum melihat tingkah manja gadis


kucing tersebut.


***


Sekarang Kagami dan Lily berada di lantai 20. Keduanya


terdiam dan tak melanjutkan perjalanan saat di hadapan mereka terdapat sebuah


pintu raksasa setinggi lima meter dan lebar tiga meter. Mereka saling bertukar


pandang sejenak, lalu mulai maju dan mendorong pintu raksasa tersebut bersama.


Sepertinya pintu itu cukup lama tak dibuka sehingga saat ini


untuk menggesernya pun sedikit membutuhkan tenaga tambahan.


Mereka masih terdiam setelah melihat isi ruangan tersebut. Sebuah


ruangan misterius di hadapan mereka itu, menampilkan ruangan labirin pada


umumnya, hanya saja terdapat bangunan kecil ujung ruang tersebut yang


menyerupai kuil dewa kuno. Bangunan kuil itu terlihat usang dan hampir roboh.


Beberapa bagian atap dan dindingnya sudah banyak yang berlubang.


LANJUTKAN DI RikuKagami.blogspot.com