The Evening Primrose

The Evening Primrose
Bab 5



Apa yang akan terjadi kepadaku selanjutnya? Sebelum itu, aku harus selalu berpikir secara tenang atau aku akan mendapatkan masa depan buruk. Di ruangan yang luas seperti kantor ini, aku membicarakan banyak hal bersama dengan wanita yang menolongku


Dan memang benar, ini adalah dunia lain. Jika ditanya apakah aku percaya dengan dunia lain, maka jawabanku adalah tidak. Aku lebih percaya bahwa aku sekarang ini berada di planet lain, itu akan lebih masuk akal daripada sesuatu seperti dunia lain. Aku sudah menjelaskan tentang hal ini kepadanya, dan awalnya dia juga tidak percaya bahwa aku berasal dari dunia lain.


Setelah aku membicarakannya panjang lebar, aku diberitahu bahwa gelang ini adalah gelang milik salah satu dari temannya yang sudah lama meninggalkannya. Jadi bisa dibilang bahwa jarak antara waktu di sini dan bumi sangatlah jauh.


Aku sudah diajak keliling rumah ini, dan di luar benar-benar dikelilingi oleh banyak sekali pohon yang menjulang tinggi hingga ke langit. Ini adalah wilayah yang tak terjamah oleh siapapun, jadi tidak ada orang yang tinggal di sini selain dia dan bandit.


Ini memang sangat mengejutkan, tapi aku harus tenang dalam situasi seperti ini. Sepertinya aku harus mencari tahu kekuatan dari gelang ini, dan wanita tersebut bilang bahwa Ia mengenal satu orang yang juga mengenakan gelang yang sama sepertiku.


Aku berniat untuk mencari tahu apa kekuatan yang disembunyikan oleh gelang ini. Tetapi, aku masih tidak tahu letak geografis pada dunia ini. Di saat aku sedang kebingungan memikirkannya, Ia mengacak-acak almari kayunya lalu membuka sebuah lembaran perkamen yang bergambarkan peta.


"Lihat, benua ini sangat luas, 'kan? Ada benua lain selain yang kita tinggal sekarang," jelasnya.


Hutannya begitu luas, jika aku ingin menuju ke desa terdekat dari sini, maka akan memakan waktu sekitar 3 hari dengan berjalan kaki. Untukku, itu sesuatu yang mudah mengingat setiap hari aku selalu berjalan kaki saat pergi kemana-mana.


"Seperti yang kubilang, aku memiliki seorang kenalan yang memiliki gelang sama seperti milikmu. Jika kamu bertemu dengannya, mungkin kamu bisa mendapatkan jawabannya." Itulah yang Ia katakan kepadaku.


"Jadi, kemana aku harus pergi? Apa aku tidak akan bertemu dengan binatang buas di luar sana?"


"Tentu saja kau akan bertemu dengan mereka. Tapi, satu hal yang harus kau lakukan jika bertemu dengan mereka, yaitu tetap bersembunyi dan kabur."


Sangat menakutkan, tidak kusangka bahwa makhluk seperti yang ada di cerita mitologi akan hidup di dunia ini.


"Aku akan memberi tahumu. Orang itu adalah seorang pustakawan yang berada di kota Nekávoda. Kamu perlu menuju ke arah barat laut untuk pergi ke sana."


Jika bisa kutebak, akan membutuhkan waktu sekitar satu minggu untuk tiba di kota tersebut, namun aku bisa mengakalinya dengan menebeng dengan gerbong kuda milik orang.


Ini adalah pertama kali aku melakukan perjalan yang begitu jauh, tapi tidak mungkin aku akan langsung ke sana sendirian. Jika aku mau, aku akan membawa Zahra bersamaku untuk menemaniku selama perjalanan.


Aku mengernyitkan keningku, berpikir apakah aku harus kesana untuk mencari jawaban? Kalau tidak kesana, maka aku akan tetap seperti ini selamanya.


"Kalau kamu berpergian sendiri, itu akan membahayakan dirimu sendiri. Oleh karena itu, aku akan ikut pergi bersamamu."


"Tunggu... Kau akan pergi juga?"


"Tentu saja! Sudah lama aku tidak melakukan perjalanan semenjak kepergiannya. Hingga kamu muncul dengan gelang itu, aku pikir sudah waktunya aku melanjutkan perjalananku demi tujuannya." Sambil tersenyum.


Pasti dia sangat menyukainya, ya. Aku sangat berterima kasih kepadanya karena Ia terlalu baik kepadaku selama ini. Tapi, perasaan burukku muncul kembali setelah mengingat kembali apa yang Zahra lakukan kepadaku.


Tenanglah, Eleonora dan Zahra adalah orang yang berbeda!


Tidak baik untukku berprasangka buruk terhadapnya.


"Aku akan berhutang kepadamu. Bagaimana dengan Zahra?"


"Kita akan membawanya juga. Dengan syarat, dia harus tetap diikat selama bersama kita."


Terlalu sadis, wanita ini sungguh sadis. Kalau itu yang dia inginkan, maka aku hanya bisa menyetujuinya. Meski sedikit kejam, aku masih tak dapat memaafkan apa yang Ia perbuat sebelumnya.


Pembicaraan selesai, tidak ada hal yang harus kami bahas sekarang. Selama menunggu semua persiapannya selesai, Eleonora menawarkan sebuah latihan berpedang. Ini akan menjadi pengalaman pertamaku memegangnya meski hanya pedang kayu.


Apa dia benar-benar gila bisa mengangkat bobot seberat ini? Aku menjadi penasaran seperti apa tubuhnya saat mengenakan pakaian dalam, apakah tubuhnya berotot atau malah kurus? Ini baru pedang kayu, bagaimana dengan pedangs sungguhan?


Karena aku tak kuat mengangkatnya, aku memilih untuk melihatnya berlatih dari tempat duduk yang berada di teras rumah. Aku kagum dengan wanita sepertinya, dia berlatih seperti ini setiap hari sendirian di hutan ini.


Jika aku seperti dia, mungkin akan menjadi gila mengingat tidak ada hiburan lain selain berlatih pedang setiap harinya. Berjam-jam Ia menghabiskan waktunya untuk berlatih, sekarang sudah waktunya senja dan Ia mengemasi semua barangnya.


"Biarkan aku membantumu."


"Terima kasih."


Setelah semuanya selesai, Ia langsung menuju ke kamar mandi. Selagi Ia mandi aku akan menyiapkan makanan untuk tiga orang. Bukan berarti aku orang jahat, hanya saja aku tak bisa membiarkan Zahra kelaparan di tempat seperti itu.


Di sini tidak ada nasi maupun roti, kebanyakan dari mereka adalah sayuran yang tidak ada bedanya dengan yang biasa aku konsumsi. Kalau begitu, aku akan membuat salad sayur, meski itu tidak akan membuat kita kenyang tanpa adanya nasi di sini.


Setelah semuanya selesai, aku mencuci tanganku kemudian membawa makanannya ke Zahra. Aku membuka pintu ruangan tersebut, dan melihat dia sedang melirikku dengan keringat di sekujur tubuhnya.


"Aku membawakanmu makanan, jadi jangan melakukan hal aneh kepadaku, atau aku akan menyiksamu." Lalu kubuka penutup mulutnya.


"Tolong, setidaknya biarkan aku ke toilet."


"Apa harus sekarang?"


"Tentu saja! Aku dari tadi menahannya selagi kalian tidak ada! Lepaskan aku!"


Kemudian seluruh obor menyala. Aku melihat Eleonora masuk ke dalam ruangan dengan pakaian bebasnya.


"Kenapa aku mengizinkanmu pergi dari ruangan ini? Apa kamu berencana untuk kabur dari sini?"


"Tentu saja tidak! Aku tahu ini adalah salahku, tapi tolong, untuk kali ini saja biarkan aku ke toilet!"


Tanpa pikir panjang, aku langsung melepaskan tali yang mengikatnya. Ini malah terlihat seperti kami lah yang menjadi orang jahatnya di sini. Eleonora sempat melarangku, tapi akh mengabaikannya kerena kebutuhan manusia juga sangatlah penting.


Ia hanya menghela nafas yang kemudian mengantarkan Zahra menuju ke toilet. Perasaanku sedikit tidak enak setelah melepaskannya, tapi aku harus berusaha untuk menahannya selagi berada di sini. Lagipula, Ia tak akan bisa kabur kemana-mana mengingat ini bukanlah bumi yang kita kenal.


Sementara menunggu mereka berdua di ruang makan, aku hanya bisa diam sambil mengetuk meja hingga membentuk sebuah nada. Aku sedikit bosan jika tidak ada ponsel dan komputer. Jadi ini rasanya jika orang modern pindah ke abad pertengahan? Sangat membosankan.


Tak lama setelah itu. mereka berdua datang dengan Eleonora yang menggenggam erat tangan Zahra. Ia berusaha untuk menahannya agar tidak kabur dari sini, padahal di luar saja sudah mulai gelap jadi tidak mungkin dia bisa pergi tanpa ada cahaya.


"Aku tak akan melukaimu. Jadi, makanlah terlebih dahulu."


Lebih baik jika aku sedikit bersikap baik kepadanya, karena kalau tidak, mungkin perjalanan kita akan semakin banyak masalah. Aku juga tidak terlalu mengenal Eleonora, berharap semoga dia tidak melakukan sesuatu yang aneh nanti. Akhirnya kami bertiga makan bersama tanpa ada rasa dendam satu sama lain.


"Sebenarnya, kami berdua akan melakukan perjalanan jauh. Jadi, Aku ingin memaksamu untuk ikut dengan kami," ucapku.


"Hah? Kenapa harus ikut?"


"Tentu saja harus, apa kamu gak mau pulang ke rumah?"


Ia terdiam setelah aku mengatakannya. Aku sebenarnya berbohong supaya dia mau ikut. Aku tidak yakin kalau kita bisa kembali ke bumi, karena aku belum tahu kekuatan seperti apa yang dimiliki oleh gelang ini.