The Cruel King's Fiance

The Cruel King's Fiance
Prolog



Hi Whatsup!


Aku iqwaanisa a.k.a Authornim Kucing Oren 😽


Jika kamu suka cerita ini, beri dukungan VOTE dan COMMENT karena itu Gratis dan berarti. Follow Author untuk dapat notifikasi menarik lainnya 😻


You VOTE it


I Up it


Enjoy 🙆


🍁


"Grrrrr".


"Graaaaa!!!"


Teriakan dan geraman buas menggema dalam gelapnya hutan lebat. Di sana sekumpulan Rogue atau werewolf liar berlarian dengan cepat dan gesit mengejar sesuatu.


Di sisi lainnya, ada gerakan tak beraturan dan berisik merobohkan pohon-pohon besar. Para Orc yang mengamuk dan haus darah juga sama mengincar yang di kejar oleh para Rogue.


Seseorang, tidak lebih tepatnya dua orang dengan salah satunya yang digendong oleh sosok berjubah dengan corak kebiruan.


Sosok itu terus berlari dan tak mempedulikan di belakangnya yang dikejar oleh sekawanan Rogue dan Orc ganas Dark Forest.


Sosok berjubah itu mendesis, melirik mahkluk-makhluk itu melalui ekor matanya. Manik biru nya berkilat seakan bersinar dalam kegelapan hutan itu. Dengan marah, dia terus mengeratkan pegangannya pada gadis yang terkulai dalam punggungnya.


"Ve... Apa yang terjadi?". Gadis itu terbangun, memegangi kepalanya yang berdenyut keras.


Ve, gadis berjubah corak biru itu terlihat tidak fokus karena terus mencari jalan agar mereka bisa setidaknya terhindar dari mahluk-mahluk itu.


"Del, kau sudah sadar?". Balas Ve yang baru menyadari temannya terbangun.


Ve terus berlari cepat, melompat dan menghindari medan Dark Forest yang sulit dan tidak pernah rata. Ve mendesis, menatap kegelapan didepannya. Manik biru nya menyipit, menghindari akar-akar pohon yang mencuat melalui pandangan infra red kemampuan matanya.


"Rogue sialan itu terus mengikuti kita. Dan tambahan Orc bodoh yang mulai menghancurkan pohon-pohon". Jelas Ve melirik, para Rogue kelaparan itu mulai mendekati mereka.


Sialan, maki Ve dalam hati, mencoba mempercepat langkahnya agar mereka bisa segera keluar dari hutan gelap ini.


Gadis di gendongan Ve sedikit tertunduk, memegangi kepalanya yang berdenyut keras dan menyakitkan. Beberapa kali gadis berjubah corak merah itu meringis dan mendesis sakit.


"Bertahanlah Del, aku akan segera mengeluarkan kita dari sini". Ucap Ve yakin. Gadis itu benar-benar berusaha menyelamatkannya walau lengan dan kaki Ve berdarah dengan bekas gigitan disana.


Gadis bermanik merah itu menghela napas panjang, menatap bahu temannya yang berdarah namun tetap kuat untuk menggendongnya.


"Ve, tetap berlari. Kita hampir sampai di ujung hutan".


"Sementara itu... Aku akan mengeluarkan Black Mamba untuk menghalau mereka".


Ve tersentak. "Kau yakin? Apa tidak berbahaya mengeluarkan Black Mamba disini?".


Del menggeleng lemah, mulai merapal mantra. "Aku tidak yakin, tapi hanya ini satu-satunya pilihan".


Glar!


Sebuah ledakan kuat, berhasil membuat suara gema besar keluar dari dalam Dark Forest.


Para Rogue itu terus berlari mendekat bersama para Orc, tak peduli dengan kepulan asap putih yang besar menghalangi mereka.


"Sss...."


"Khaaa!!"


Seekor ular hitam raksasa muncul tiba-tiba menghalangi sekumpulan Rogue dan Orc itu. Membuat mereka sedikit mundur karena desisan marah dari ular itu.


Namun karena rasa lapar dan haus darah mereka, mereka mengabaikan ular berbahaya itu dan sebagian berusaha kabur untuk mengejar dua sosok berjubah tadi.


Ular hitam itu marah, mendesis geram dan membuka mulut besarnya lebar-lebar. Menyerang, menggigit dan menelan makhluk-makhluk itu dengan ganas.


Ular itu mendesis, tidak bisa menghalangi beberapa Rogue dan Orc yang berhasil lolos dari tubuh raksasanya.


Dengan secepat kilat, Ve berlari lincah melompati akar-akarnya pohon besar yang mencuat dari tanah. Gadis itu sedikit meringis saat menapakkan kakinya di bagian yang terluka.


Del, memeluk leher gadis itu, manik merahnya menatap sayu. Disaat seperti ini, dia... Bahkan tidak bisa membantu temannya dan hanya menjadi beban.


Namun saat mereka telah keluar dari hutan, tiba-tiba manik merah Sang Scarlett Witch melebar merasakan sesuatu yang akan datang.


"Ve!".


Glar!


Tiga orang Orc dengan pemukul mereka yang besar, menghantam kedua gadis itu dengan begitu keras dan kuat hingga terpental.


Ve meringis, berusaha mempertahankan Del agar tetap berada didekatnya. Gadis itu melirik kaki kiriinya yang bergetar. Ve memaki dalam hati, sepertinya ia terkilir.


Ve menatap tajam para Rogue dihadapannya, gadis berjubah corak biru itu menggeram rendah. Ia tidak bisa melakukan perubahan saat membawa temannya yang terluka.


Ve mendesis, gadis itu menggunakan satu tangannya untuk memegang pedang, berusaha menebas kawanan rogue yang menyerang seakan tak ada habisnya.


Sedangkan di punggung gadis itu, Del terus meringis kepalanya yang sakit. Wizard itu menyipit, menatap sekeliling dengan tatapan kabur.


Dan tiba-tiba detak jantungnya berdetak cepat tak beraturan. Ia... Merasakan ada sesuatu yang datang. Sesuatu yang sangat kuat.


"Del, kau baik-baik saja?". Ve bertanya khawatir, gadis bar-bar itu bahkan tak memperdulikan keadaannya sendiri yang lebih parah.


Mereka berdua dikejutkan dengan munculnya kawanan serigala besar yang berdatangan dengan cepat. Serigala- serigala itu terlihat berbeda. Berdiri mengenakan dua kaki dan bentuk tubuhnya yang kekar berbulu lebih menjurus ke manusia.


Kawanan itu maju menyerang membabi buta dengan sangat cepat, tak memperdulikan apa yang menghalangi mereka.


Ve mendesis, kawanan itu benar-benar liar hingga ikut menyerang mereka berdua.


"Del, jangan bilang kalau mereka..."


"Kaum Lycan...". Potong Delila lemah, gadis itu berusaha agar tetap sadar ditengah-tengah keadaannya yang menyakitkan.


"Sial". Maki Ve saat ia berusaha menghindar, Lycan-lycan itu benar-benar gila menyerangnya, dan gadis itu masih meringisi sebelah kakinya yang terkilir.


"Argh!".


"Delila!". Panik Ve saat Delila tiba-tiba meringis kuat, Wizard itu meringis menyipitkan matanya.


Punggung Delila berdarah dengan luka cakar yang cukup lebar dan dalam. Membuat sang Wizard meringis menahan sakit di punggungnya akibat berusaha melindungi Ve.


Ve menggeram marah, menatap salah satu Lycan terbesar yang menyerang Delila. Lycan itu terlihat terdiam, menatap cakarnya yang bermandikan darah Delila.


Sial, Del memaki dalam hati saat pandangan yang semakin kabur. Hal itu membuat indera nya yang lain ikut menumpul karena rasa sakit luar biasa di kepalanya.


Glar!


Kedua gadis itu membelalak terkejut saat mereka terlempar kuat dan keras dengan hantaman benda berat.


Para Orc ikut menyerang, mengangkat pemukul besi mereka kearah kedua gadis itu. 


Del meringis, ia terkapar di tanah dengan lemah. Saat ini luka ditubuhnya terlalu banyak dan sangat parah, regenerasinya melambat karena sakit menyerang kepalanya.


Gadis itu tidur menyamping, manik sayu nya menatap bayangan kabur dari Ve yang tersungkur memanggilnya, mencoba meraihnya.


Delila meringis, gadis itu terbatuk darah sambil memegangi dadanya yang nyeri.


Napasnya terasa sesak dan menyakitkan, ia hanya bisa mendengar teriakan Ve yang berusaha menggapainya.


Sesaat sebelum kesadarannya menghilang, Delila membentuk suatu pola sihir di telapaknya menggunakan darahnya sendiri.


Tanda sihir berbentuk pentagram.


"L-la Vientia...".


Telapaknya mulai bersinar setelah mulutnya terbata akhirnya bisa mengucapkan mantra dengan sempurna.


Muncul pola sihir di tanah yang mengelilinginya, pola sihir berwarna biru yang bersinar terang menyilaukan. Seketika membuat pandangan sekitar buram karena sinar terangnya.


Dan setelah sinar itu mulai meredup dan menghilang, semua dapat kembali melihat. Para kaum Lycan terdiam, menatap sekeliling mereka yang hancur dengan mayat rogue dan Orc yang sudah tak bernyawa.


Ve meringis, kakinya benar-benar tidak bisa menompang tubuhnya yang terkapar menatap Delila melemah.


Sedangkan Delila meringis, manik merah nya mulai redup dengan darah segar yang keluar saat ia batuk. Gadis itu sampai tak bisa lagi merasakan sakit di tubuhnya. Ia benar-benar lemah dan tak bisa bergerak sekarang.


Napas Delila putus-putus dan semakin berat, sesaat sebelum kesadarannya hilang. Manik merahnya yang buram melihat suatu bayangan makhluk besar yang berdiri di hadapannya. Namun Delila sudah tidak peduli, entah apa yang akan terjadi setelah ini. Ia yakin ia bisa menyelamatkan Ve.


Akhirnya, sang Scarlett Witch memejamkan matanya, menghembuskan napas berat. Gadis itu sudah tidak sadarkan diri dengan darah yang merembes melalui luka cakar di punggungnya.


Sensor motoriknya bisa merasakan, sesuatu mengangkat tubuhnya sebelum kegelapan sukses menenggelamkan kesadaran gadis itu.


Hi! I'm the Author ♥️


Jangan Lupa VOTE dan COMMENT kalo kamu suka cerita ini, karena semua itu Gratis dan Berarti. Follow Author untuk notifikasi menaril lainnya 😻


Kamus :


Werewolf : manusia serigala


Pack : kawanan/wilayah kawanan


Rogue : werewolf liar yang sepenuhnya jadi hewan liar karena tidak memiliki pack resmi


Lycan : sejenis werewolf, hanya bentuk, cara bergerak lebih menjurus ke manusia


Orc : raksasa


To Be Continued