
Hi whatsup samlekom!
Welcome Back 😽
Lets read my story
Dont Forget to VOTE n COMMENT karena semua itu GRATIS, dan sangat berarti ♥️
Follow Author untuk notifikasi menarik lainnya 😻
Enjoy 🙆
🍁
"Yang Mulia!"
Suasana rapat harian istana tiba-tiba terhenti begitu suara panggilan yang cukup keras terdengar dari luar, tiba-tiba saja Noah datang dan membuka pintu tanpa aba-aba.
Zilian menyerit. "Noah, apa—"
"Yang Mulia! Ribuan Rogue tengah menyerbu benteng negeri ini, mereka berusaha masuk dan menghancurkan pintu gerbang!"
Manik hitam sang raja langsung menajam, tanpa mengatakan apapun ia langsung beranjak dari singgasana emasnya dan berjalan cepat keluar ruangan. Diikuti oleh para petinggi dan ribuan kesatria, Claude bergerak cepat menaiki kuda yang telah di siapkan dan membagi pasukannya untuk membereskan para Rogue yang berusaha memasuki negeri nya.
"Bunuh semua Rogue itu tanpa tersisa!" Titah nya yang langsung di patuhi oleh seluruh pasukan, mereka berbaris rapi menuju ke tempat-tempat yang diperintah sang raja.
Dan benar saja, sekumpulan Rogue berhasil memasuki kota dan membuat kegemparan hingga rakyat berlarian menyelamatkan diri, berusaha menghindari terkaman serigala liar yang haus darah. Para Rogue itu semakin menyerbu masuk, belasan serigala liar berlari menyerang rakyat, melukai bahkan membunuh tanpa dengan insting hewan milik mereka.
Claude menggeram, ia menarik tali kudanya dan langsung berlari melesat menuju kota ujung negeri yang sudah diberitakan terancam karena menjadi sasaran pertama para Rogue ketika masuk. Sang Raja bersama pasukannya menebas dan menghabisi para Rogue yang berlarian masuk lebih jauh, tanpa ampun dan aba-aba mereka langsung membungkuk puluhan Rogue yang menyerang. Manik hitam Claude menyipit, ia menghunus pedang perak nya dengan cepat dan kuat. Ia melihat, tingkah dan perilaku para Rogue itu tampak tidak wajar, mereka menyerang dengan sembarang dan hanya menuruti hawa nafsu untuk membunuh dengan sorot mata kosong namun tertuju satu arah.
Sang raja langsung menerobos kawanan Rogue yang menghalangi nya, menebas serigala serigala itu dengan cepat dan melajukan kudanya secepat yang ia bisa menuju kota paling ujung Negeri Caylon. Claude menggeram, penciuman tajam nya bisa mencium aroma amis darah berceceran di jalanan kota nya. Pria itu menelisik, pasukannya telah menyebar dan mengevakuasi rakyat sehingga korban jiwa bisa lebih teratasi langsung.
Pria itu kembali mengayunkan pedangnya yang sudah bermandikan darah hingga menetes, kawanan Rogue lainnya terus berdatangan dan menghalangi Raja Lycan untuk sampai ke kota. Mereka menyerang, mencabik dan menggigit apapun yang bisa mereka raih dari sang raja. Dengan serangan membabi buta, mereka berhasil membuat Claude terhenti. Dengan kasar pria itu membunuh para Rogue yang berusaha menyerangnya, beberapa kali ia menebas Rogue yang menggigit nya dan mendorong serigala liar lainnya untuk menyingkir.
Claude langsung memanfaatkan celah untuk memacu kuda nya berlari lebih cepat sebelum para serigala itu menyusul, sang Raja Lycan mengetatkan rahang melihat rakyatnya yang terbunuh oleh para Rogue dan suasana kota yang hancur karena serangan mereka.
Sialan, datang darimana semua Rogue ini?! Batinnya memacu kuda melewati jalanan kota yang telah sepi, hanya menyisakan bercak darah dan bangunan yang berantakan.
Sementara itu, kota yang ujung negeri benar-benar dalam keadaan hancur dengan serangan puluhan Rogue yang berhasil mendobrak pintu hingga terbuka lebar, rakyat berlari menjauh sekuat yang mereka bisa untuk menghindari amukan para serigala liar yang membabi buta. Namun sayang, para Rogue itu terlalu cepat dan dengan mudah nya mengayunkan cakar mereka, melukai dan membunuh para rakyat dengan kejam atas hasrat liar mereka. Semua orang masih berlarian dan berusaha sembunyi dari serangan kawanan serigala liar itu, Raaya membawa Delila sembunyi di sebuah toko yang sudah hancur kaca nya, mereka menyembunyikan diri lewat meja dan kursi.
Delila terdiam, manik merah terang nya menatap sekawanan Rogue itu dengan tatapan yang sulit diartikan.
Rogue itu... Ada yang aneh dengan mereka. Batinnya melihat cara Rogue itu bergerak, mereka seakan dipancing sesuatu.
"Bahaya jika kita bergerak sekarang, di sini hanya ada saya. Saya tidak bisa mengawal anda hingga selamat". Sesal Raaya mengepalkan tangannya kuat, dia benar-benar marah pada dirinya yang hanya diam dan sembunyi ketika orang-orang memerlukan bantuan.
Raaya... Benci diri nya sendiri.
Tiba-tiba gadis itu tersentak ketika Delila beranjak dan melompat keluar toko dengan cepat, gadis itu bergerak sangat cepat melompati dan menghindari reruntuhan bangunan yang menghalangi jalan. Manik merah sang Wizard fokus pada warga dan banyak anak-anak yang terjebak dan mulai didatangi gerombolan Rogue.
"Nona!" Panggil Raaya kaget.
Anak-anak itu menunduk ketakutan, mereka berusaha bersembunyi dibalik meja kayu yang bahkan terlihat sudah tak bisa diharapkan. Para Rogue yang mencium bau pun ikut terpancing untuk menyerang tempat anak-anak itu bersembunyi, mereka berlarian dan mulai melayangkan serangan membabi buta pada reruntuhan yang menghalangi langkah mereka.
Tatapan Delila menajam, gadis itu melirik ribuan Rogue yang mulai berdatangan ke sana. Gadis itu segera berlari, melesat secepat mungkin menuju tempat itu sebelum para Rogue dapat meraihnya. Sang Wizard menggeram pelan, jarak nya dan para kawanan Rogue sama, para serigala liar itu hampir bisa mencapai anak-anak itu sebelum tiba-tiba sebuah ledakan membuat mereka terpental jauh. Kepulan asap muncul akibat ledakan, membuat para Rogue sempat ragu untuk mendekat ketika penglihatan mereka terhalangi.
Raaya membisu, melihat Delila dengan berani begitu saja pergi kesana dan melawan ribuan Rogue itu sendiri.
Delila akhirnya bisa sampai di tempat anak-anak itu sembunyi, mereka tampak terkejut melihat nya yang berjubah di hadapan mereka. Anak-anak yang masih kecil itu tampak ketakutan, mata mereka menyiratkan rasa takut dan tubuh yang bergetar hebat. Delila menghela napas pelan, mental anak-anak itu pasti terguncang karena ini.
Sementara itu, telinga tajam nya menangkap suara geraman tajam dadi balik asap yang mulai menghilang. Manik menyala para Rogue itu mulai menajam ketika melihatnya, hasrat membunuh mereka semakin kuat dengan cakar yang memanjang. Rogue itu semakin mendekat, air liur bahkan menetes dadi mulut mereka yang memamerkan taring tajam nya.
Delila bertekuk lutut di depan anak-anak itu, dengan jubah nya ia berusaha menyembunyikan anak-anak itu dengan bayangannya. Sang Wizard memejamkan matanya sesaat dengan helaan napas panjang, tatapan nya menajam.
"Menyerang anak-anak, sudah sangat keterlaluan". Ucapnya yang seketika membuat kedua manik merah nya berubah menyala dengan simbol pentagram di dalamnya.
Getaran energi di sekitar Delila mulai terasa, bahkan para Rogue juga mulai menyadari ada yang tidak beres dari gadis itu. Mereka bergerak hati-hati dengan insting pembunuh yang kuat, masih dengan sikap defensif, para Rogue itu perlahan semakin mendekat bersamaan dengan kawanan lainnya yang ikut berkumpul karena terpancing.
Sang Wizard berdecak pelan. "Baguslah kalau semua nya datang, jadi— aku bisa habisi langsung". Geram nya dengan satu tangan terulur, bersamaan membuka tujuh Magic Mark merah yang melayang mengitarinya.
Gadis itu mulai merapalkan mantra, mantra panjang yang seiring ia ucap maka semakin tajam dan menyala mata merah nya akan kekuatan. Manik Delila melebar, simbol pentagram di dalamnya terlihat jelas seperti bergerak pelan.
"Matilah". Gumam nya yang tiba-tiba memunculkan lingkaran simbol di langit berwarna kemerahan, menyala terang dengan huruf kuno yang bergerak melingkar.
Lingkaran sihir itu semakin terang menyala, membuat penglihatan di kota menjadi silau, beserta para Rogue yang reflek mundur namun mereka tidak menyadari bahwa dari lingkaran besar itu mulai muncul ratusan, ribuan pedang emas yang berkilau menyala. Pedang suci yang dipanggil dari langit.
"Sihir suci— Angel's Law". Gumam Delila menyelesaikan mantra nya, dan seketika ratusan ribu pedang emas itu jatuh menghujam dari langit dan menusuk habis semua Rogue di negeri itu, semua nya tanpa terkecuali menggeram keras ketika pedang suci itu menusuk mereka.
Angel's Law, sihir suci yang dapat memanggil senjata suci malaikat dari langit, jenis sihir yang mirip hukuman. Karena kemurnian suci nya, sihir itu hanya bisa di gunakan oleh White Witch, ataupun Wizard yang mencapai level tinggi, pemanggilan jumlah senjata pun dipengaruhi, semakin kuat penggunanya— semakin tak terbatas senjata yang ia panggil. Karena Delila adalah Wizard, maka bukan mustahil kalau dia bisa memanggil senjata dengan jumlah banyak, hanya cara ini yang terpikir oleh gadis itu, cara paling aman memusnahkan para Rogue tanpa melukai orang lain.
Rogue terakhir pun akhirnya menjerit keras sebelum tubuh nya yang telah tertusuk pedang, ambruk seketika di tanah. Delila menghela napas pelan, manik merah nya kembali normal tanpa simbol pentagram. Ia kembali menatap, mayat-mayat Rogue yang telah lemah tak berdaya, mati hanya dengan satu pedang yang menusuk mereka.
Delila yang hendak memeriksa keadaan anak-anak itu, tiba-tiba saja tersentak dengan aura kekuatan kuat di sekitarnya. Manik merah terang nya sempat melebar sesaat, ia menoleh perlahan dan melihat jelas sosok yang kini telah berdiri tegap di hadapannya. Aura dan ekspresi pria itu begitu tak terbaca, tapi manik kuning keemasan miliknya terlihat melebar dengan sorot keterkejutan dan arti lain yang tak Delila pahami.
"Kau... Apa yang baru saja kau lakukan?" Tanya pria itu dengan bada rendah dan tajam nya, manik nyalang nya menatap Delila lurus.
Sang Raja Lycan, berdiri di tempatnya dengan tangan terkepal kuat menggenggam gagang pedang erat hingga buku-bukunya memutih. Rahangnya mengeras, taring pria itu tampak menajam begitu manik dingin nya menatap— ribuan Rogue yang telah mati dengan pedang emas menusuk mereka. Pemandangan yang mengerikan, bukan karena mayat itu berserakan atau darah mereka membasahi jalan. Tapi karena serangan besar yang menghabisi mereka sekaligus tanpa ampun, Claude kembali menatap Delila yang mencoba menenangkan anak-anak itu.
Siapa kau ini sebenarnya?! Manik sang raja berkilat, dengan segala gundah dan pemikirannya setelah melihat semua ini.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Jangan Lupa VOTE dan COMMENT karena semua itu Gratis dan sangat berarti ♥️
Follow Author untuk notifikasi menarik liannya 😻
Kamus
Mate : pasangan takdir yang mutlak diberi dewi Bulan
Rogue : werewolf buas yang telah kehilangan sisi manusia nya
To Be Continued