
"Tya". Seketika Angga masuk dan bertatapan dengan siswi baru itu.
"Angga..". Siswi baru itu terlihat kaget melihat Angga tak terkecuali para siswa yang lain nya.
***
"Oh jadi kalian sudah saling kenal?". Tanya Via pada Angga.
"Enggak kok Vi, aku cuma satu kelas pas SMP kelas 1 sama Angga". Jawab Serly.
"Oh gitu, yaudah kita ke kantin yuk. Biar Serly yang traktir. Hehe". Ajak Via pada teman-teman nya dan menarik tangan Angga dan Serly.
"Maaf Vi, gua lagi gak mood makan. Lu aja yang makan". Angga melepaskan tangan Via dan berlalu begitu saja.
"Kenapa sama si Angga?". Tanya Sinta.
"Gak tau, biarin lah. Yuk ke kantin". Ajak Via.
Di kantin
"Kalian deket sama Angga?". Tanya Serly.
"Gua sih karena Via deket sama Angga jadi nya deket juga". Jawab Sinta.
"Kalo gua sih karena Angga ganteng". Jawab Ayu sambil memutar sendok membayangkan ketampanan Angga.
"Jadi Via deket banget sama Angga?". Tanya Serly ke Via dengan tatapan penasaran.
"Hah? Ya karena kita temanan". Jawab Via.
"Atau jangan-jangan kalian saling suka ya??". Ledek Serly.
"Hah? Apaan sih..". Via langsung menunduk memakan somay nya.
"Tuhkan pipi nya merah". Ledek Ayu sekarang.
"Siapa yang pipi nya merah?". Tanya di belakang mereka.
"Kak Arga". Jawab Ayu dan Sinta.
"Siapa ini? Anak baru ya?" Tanya Arga melihat Serly.
"Eh,, iya perkenalkan nama saya Serly Raya Tya". Jawab Serly seraya menjabat tangan Arga.
"Gua Arga pacar nya Via". Jawab Arga.
"Pacar?" Tanya Serly bingung.
"Iya, kenapa?"
"Ah gapapa, kirain Via masih sendiri". Ucap Serly malu.
"Gua pinjem Via nya ya sebentar". Ucap Arga.
"Mau kemana kak?". Tanya Via.
"Biasa rapat Osis". Jawab Arga sambil menarik tangan Via.
***
Serly, Sinta dan Ayu berjalan menuju kelas namun seketika tangan Serly ditarik oleh seseorang.
"Ikut gua bentar". Ucap Angga dingin.
Sinta dan Ayu hanya memandang bingung kenapa Angga melakukan itu kepada anak baru tapi dengan tatapan tajam milik Angga, mereka berdua hanya diam ketakutan.
***
Di lorong kelas yang sepi
"Apaan sih Ngga?". Tanya Serly seketika.
"Kenapa kamu harus pindah ke sekolah ini?". Tanya Angga mengintimidasi.
"Karena ini sekolahan yang dipilihin Mama aku". Jawab Serly.
"Oke biar aku perjelas, walau dulu kita pernah dekat, tolong anggap kamu gak kenal aku. Oke". Ucap Angga dengan tegas dan berbalik meninggalkan Serly.
"Kenapa?!".
Angga terhenti sejenak karena ucapan Serly.
"Kenapa aku harus berpura-pura gak kenal kamu? Apa kamu masih mengkhawatirkan dia?". Tegas Serly.
"Hentikan omong kosong mu Tya". Angga ingin berjalan pergi namun terhenti kembali.
"Aku masih mencintai mu Angga. Apakah kamu tidak merasakan nya? Bahkan kamu masih memanggil nama kesayangan nya". Ucap Serly hampir menangis.
Angga hanya diam sebentar tanpa menanggapi ucapan Serly dan berlalu begitu saja.
Tanpa sadar sepasang mata melihat percakapan mereka dengan tak percaya.
***
"Serly kamu dari mana?". Tanya Via.
"Ah, dari toilet". Jawab Serly singkat.
"Bukannya tadi lu ditarik ya sama Angga?". Tanya Ayu kembali.
"Oh itu...". Serly melirik Angga sebentar. "Angga ta..di cuma nunjukin tempat-tempat di sekolah yang belum aku datangin aja". Ucap Serly gugup.
"Oh kirain kenapa, soalnya kalian berdua kaya pernah dekat gitu". Jawab Ayu.
"Hah?.. Enggak kok". Serly melirik kembali Angga.
Sinta memandang antara Angga dan Serly dan seakan berpikir sesuatu.
"Kenapa lu Sin?". Tanya Via disebelah Sinta.
"Hah?.. gak papa.. gua curiga aja yang dibicarain sama Serly itu kaya bohong apalagi dia ngomong nya gugup". Jawab Sinta agak berbisik dan masih memandang Serly.
"Serly memang begitu kalo ditanya pasti agak gugup. Udah lah kerjain nih soal". Ucap Via.
"Aku pun tak tau ada apa dengan mereka berdua, aku harap itu bukanlah kenyataan". Ucap Via di dalam hati.
*****
Love you 😚
O.M