
"Anak saya kenapa dok?" Tanya Linda dengan panik.
"Anak ibu mengalami gagal jantung". Ucap dokter tersebut.
"Gagal Jantung?". Tanya Linda tak percaya.
"Iya bu, anak ibu harus sering check up minimal sebulan sekali agar kami tau perkembangan nya bagaimana". Jelas dokter tersebut.
Angga tersadar dan melihat sekeliling, dia berpikir saat itu dia berada di kamar nya lalu kenapa dia di tempat ini, di rumah sakit.
"Angga, kamu sudah sadar nak?". Tanya Linda.
"Kenapa Aku ada disini? Ada apa ini?". Tanya balik Angga.
"Kamu dirawat nak, kenapa kamu tidak cerita ke mama kalo jantung kamu terus sakit". Jawab Linda.
"Maksud mama apa?" Tanya Angga bingung.
"Kamu memiliki penyakit gagal jantung nak". Linda menangis memeluk Angga.
"Mama". Panggil Angga dan melepas pelukan nya.
"Iya nak".
"Tolong jangan bilang kesiapapun tentang penyakit ini". Ucap Angga.
"Kenapa?"
"Karena Aku tidak ingin orang yang aku Cinta dan Sayangi merasa khawatir, sebenar nya Aku pun tak ingin mama tau".
Mama nya menangis dan memeluk Angga dengan erat.
"Maafkan mama nak".
"Sudahlah, kapan aku bisa pulang?".
***
Hari demi hari telah berlalu...
Dan kini mereka telah memasuki kelas 2 SMA...
09.30 pagi..
"Baiklah buka buku bahasa Indonesia bab 4 tentang puisi". Perintah Bu Lia.
"Baik Bu".
Tok.. tok.. tok..
"Maaf bu saya telat". Ucap seseorang yang membuka pintu kelas.
"Kamu sudah kelas 2 masih saja telat". Oceh bu Lia.
"Hehehe". Sambil mengusap kepala nya yang tidak gatal.
"Malah ketawa lagi. Kamu ibu hukum hormat dibawah tiang bendera sampai jam pelajaran ibu. Ngerti kamu?!". Perintah Bu Lia.
"Baiklah". Dia hanya menuruti perintah Bu Lia.
Bel pun berbunyi..
Pria itu masih hormat kepada bendera merah putih dengan keringat yang membanjiri tubuhnya.
"Bisakah kebiasaan lu ini hilang?". Tanya seseorang.
"Tidak". Angga menurunkan tangan nya dan melirik Via.
"Nih...". Via menyerahkan air mineral. "lihat.. keringat lu ini udah kaya mandi". Lirik Via dan agak menjauhi Angga.
"Ihh.. apasih lu, jangan deketin gua dengan keringat lu yang bau itu". Ledek Via sambil pura-pura menutup hidung sebenernya Angga tidak sebau yang Via katakan tapi Via ingin melihat Angga marah.
"Oya? Siapa juga yang mau deketin lu". Jawab Angga ketus. "lagian juga banyak cewek yang suka sama gua, apalagi kalo gua buka baju. Lu mau liat? Hah?" tantang Angga.
"Enggak mau". Jawab Via, dia tidak bisa menyangkal jika Angga disukai banyak cewek.
"Via..". panggil seseorang melangkah mendekati mereka.
Via dan Angga langsung melihat arah yang memanggil nama Via tadi.
"Iya kak, ada apa?". Jawab Via.
"Ayo ke kantin, kamu belum makan kan?". Tanya Arga.
"Eh.. belum kak". Jawab Via singkat.
"Yaudah yuk". Arga langsung menarik tangan Via dan melirik Angga sekilas dengan tatapan tidak senang.
"Apa lu bahagia bersama dia Vi?". Ucap nya sendiri bahkan tak ada yang mendengarkan nya sama sekali.
Di kantin..
"Tadi kamu ngapain sama Angga". Tanya Arga memecah keheningan diantara mereka yang sedang makn nasi goreng.
"Cuma ngobrol biasa aja kok kak". Jawab Via sambil menyuapkan sendok nasi goreng ke dalam mulut nya.
"Kalo liat kalian berdua kaya tadi seperti lagi pacaran tau, padahal kan yang pacar nya kamu itu aku". Sulut Arga karena cemburu.
"Apasih kak, kita berdua itu sahabat mana mungkin pacaran". Via menjawab setengah tertawa dengan ucapan nya sendiri.
"Tidak ada yang nama nya sahabat antara pria dan wanita". Ucap Arga yang langsung menghentikan tangan Via yang sedang ingin memasukan sesndok nasi goreng nya. "pasti salah satu diantara mereka ada yang suka atau bahkan saling suka". Lanjut Arga membuat Via kembali diam dalam pikiran nya.
"Kenapa bengong? Jangan-jangan ucapan ku benar ya? Apa Angga suka sama kamu?". Tanya Arga dengan tatapan tajam.
"Mana mungkin Angga suka sama aku, banyak cewek cantik yang suka sama Angga kali kak selain aku yang biasa aja gini". Ucap Via mencari jawaban yang aneh itu.
"Masa sih? Atau jangan-jangan kamu yang suka sama Angga?". Tanya Arga tiba-tiba dan membuat Via tersedak air minum.
"Eh,, kamu gak apa-apa?". Tanya Arga langsung mengambil tisu disamping nya.
"Enggak papa kok kak". Jawab Via.
"Aku tadi becanda kok, lagian mana mungkin kamu suka sama Angga, kan aku pacar kamu". Ucap Arga dengan senyuman manis nya.
"Kak sudah kan makan nya, yuk balik ke kelas udah hampir abis nih jam istirahat nya". Via mengalihkan obrolan mereka tadi.
"Oiya,, ayok".
Di kelas
"Abis makan sama kak Arga ya?". Tanya Ayu ketika melihat Via masuk kelas.
"Iya". Jawab Via singkat.
"Semenjak Via udah punya pacar jadi jarang makan sama kita ya". Ucap Sinta
"Enggak gitu kok, gua tadi kebetulan di ajak makan aja sama kak Arga". Jawab Via tidak bermaksud untuk membuat kedua sahabat nya ini terasingkan.
"Iya gapapa kok gua gak serius, santai aja". Sinta langsung meminta maaf takut sahabat nya ini tersinggung.
Mata pelajaran pun dimulai...
****
Salam hangat O.M 😊