Thank's My First Love

Thank's My First Love
BAB 24



Vi.. kamu sudah siap belum?"


"Iya Mah, sebentar lagi".


"Mamah tunggu di mobil ya".


"Iya". Teriak Via dari dalam kamar.


Hari ini adalah hari rutinitas nya yaitu check up ke dokter.


Di rumah sakit


"Bagaimana perkembangan anak saya dok?" Tanya Mama Gita


"Cukup bagus karena Via sering check-up". Jawab dokter Faisal.


"Mah, kita ke kantin rumah sakit dulu yuk. Makanan disini enak-enak". Ajak Via


"Via ini rumah sakit bukan restaurant". Jawab dokter Faisal diseringi oleh tawa nya.


"Aku kan sudah menganggap rumah sakit ini rumah sendiri". Seru Via


"Yasudah, kamu duluan pesan makanan di kantin rumah sakit nanti mamah nyusul, mama mau ngobrol dengan dokter Faisal dulu". Jawab mama Gita.


"Baiklah, jangan sembunyikan apapun dari ku ya om". Ancam Via terhadap dokter Faisal.


"Kamu sudah berani mengancam om ya?". Jawab dokter Faisal yang menanggapinya dengan becandaan.


"Hehehe... yasudah aku ke kantin dulu".


***


Di kantin


"Via". Panggil seseorang dari belakang.


"Kamu? Sedang apa kamu disini?". Tanya Via.


"Aku sedang menengok nenek ku disini. Kau sendiri sedang apa?"


"Ah.. aku sedang.. aku ingin makan makanan rumah sakit ini". Jawab Via dan langsung memesan makanan di sebuah stand.


"Sudah lama kita tidak bertemu". Via memulai obrolan nya.


"Iya sejak kita lulus SD dan SMP tidak bertemu lagi". Jawab nya.


"Kamu tinggal di kota ini?" Tanya Via.


"Hmm iya.. aku berniat untuk pindah sekolah juga disini".


"Baguslah, kamu pindah di sekolah mana?" Tanya Via


"Sekolah apa ya namanya.."


"Via, kamu dengan siapa?" Tanya mamah Gita.


"Ah, mama.. aku sedang ngobrol dengan Serly". Jawab Via.


"Serly?" Mama Gita melihat Serly dan langsung memeluk nya. "Sudah lama kita gak bertemu, bagaimana kabar mama mu?" Tanya mama Gita.


"Iya tan, mama baik kok. Tante maen ke rumah aja kalo mau ngobrol sama mama". Jawab Serly.


"Rumah? Kamu tinggal disini?" Tanya Mama Gita belum percaya.


"Iya tan, aku pindah dari Belanda dan rencana akan sekolah disini karena nenek sering sakit-sakitan dan gak ada yang mengurus nya". Jelas Serly.


"Oh baguslah kamu mau sekolah dimana?". Tanya Mama Gita yang pertanyaan nya sama dengan Via tadi.


"Di sekolah Garuda kalo gak salah tan namanya besok aku mulai sekolah". Jawab Serly yang membuat senyum mereka berkembang.


"Wahh.. itu sekolah aku. Akhirnya kita satu sekolah lagi". Via yang kegirangan langsung memeluk Serly.


Serly adalah teman dari kecil nya hingga kelas 6 SD dan saat SMP kelas 2 dia harus pindah ke Belanda mengikuti orang tua nya.


"Ahhh... kenyang nya". Seru Via kekenyangan.


"Via gak boleh gitu kalo abis makan". Bentak mama Gita.


"Hehe... alhamdulillah". Seru Via kembali.


"Kalo begitu aku pamit pergi dulu tan, nenek gak ada yang ngejagain. Terima kasih untuk makanannya tan, dan Via sampai bertemu besok". Serly melambaikan tangan nya kepada mereka.


"Dah Serly.. sampai jumpa juga besok". Via melambaikan tangan nya juga.


"Mah, yuk pulang".


"Ayuk"


"Tadi mama ngobrol apa sama om Faisa?". Tanya Via.


"Oh itu, mama cuma nanya makanan apa yang harus kamu makan". Jawab mama Gita.


"Mama jangan bohong ya". Via langsung memanyungkan bibir nya.


***


Mama Gita's POV


"Sal, gimana keadaan Via yang sebenarnya?" Tanya Gita.


"Mbak, sebenarnya keadaan Via masih sulit diprediksi. Via memang menunjukkan keadaan yang baik tapi itu hanya mengurangi jangka waktu nya saja. Aku akan berkonsultasi dengan dokter yang ku kenal disana. Aku akan mencoba yang terbaik untuk Via". Jelas Faisal ada nada menyesal serta khawatir disana.


"Baiklah.. lalu apa yang harus kami lakukan untuk Via, Sal?". Tanya Mama Gita dengan lesu.


"Mbak tenang saja, semua sudah ada yang mengatur. Kita tinggal berusaha dan berdoa untuk Via. Via harus sering-sering check-up dan sekarang jadwal nya ditambah jadi 2 kali seminggu, makanan Via jangan sembarang, jangan buat Via kepikiran karena itu akan membuat dia drop kembali". Terang Faisal.


"Baiklah kalau begitu, mbak pamit dulu". Ucap Gita.


"Iya mbak, salam buat Mas Rudi".


"Hmm.. iya. Terima kasih banyak Sal".


***


Di sekolah


"Angga, bantuin ibu ambil buku di kantor". Perintah bu Sari.


"Kenapa harus Angga sih bu?" Eluh Angga.


"Terus ibu nyuruh siapa lagi kalo bukan kamu kan kamu yang ketemu sama ibu disini". Jawab Bu Sari.


"Yaudah". Angga pasrah dengan perintah Bu Sari bukan karena dia malas membantu bu Sari tapi karena dia ingin sopan dengan yang lebih tua.


"Yaudah kamu ke kantor ambil buku matematika, ibu mau ke kelas dulu".


"Lohh.. kok saya sendiri bu gak kuat lah bu". Rengek Angga.


"Badan kamu gagah gitu kok gak kuat". Ledek Bu Sari.


"Nah.. Aryo tolong bantu Angga ya". Seketika Aryo datang untuk menyelamatkan omongan Bu Sari dan mematahkan rengekan Angga.


"Baik bu". Jawab Aryo.


***


Di kelas


"Pagi anak-anak". Ucap Bu Sari


"Pagi Bu.."


"Ibu ada 2 berita baik buat kalian". Teriak Bu Sari.


"Berita apa bu?" Tanya salah satu siswa.


"Yang pertama, ibu akan perkenalkan murid baru untuk kelas ini". Seru Bu Sari antusias


"Murid baru?"


"Cowok atau cewek?"


"Cantik gak ya?"


"Semoga ganteng kaya Angga".


"Jangan siswa yang lebih pintar dari gua lah".


Semua murid saling berpendapat masing-masing.


"Silakan masuk nak". Seru Bu Sari dan menunjukan seorang siswa yang perlahan masuk kelas.


"Halo.."


"Wah cantiknya". "Wah putih kaya bule". "Ih berkurang dong dapetin cowok ganteng nya". "Kelihatannya pintar nih".


Semua orang saling memperhatikan siswa baru.


"Halo... nama saya.."


"Tya". Seketika Angga masuk dan bertatapan dengan siswa baru itu.


"Angga..". Siswa baru itu terlihat kaget melihat Angga tak terkecuali para siswa yang lain nya.


****


Thank you masih mau baca TMFL..


Jangan lupa vote and comment ya


Salam hangat


O.M 🤗