Thank's My First Love

Thank's My First Love
BAB 14



Hari ini adalah saatnya untuk mengumpulkan tugas seni budaya. Karena


sebentar lagi akan semesteran.


"Baik anak-anak hari ini ibu akan mengundi yang persentasi duluan di


depan". Ucap Bu Leha.


"Angga udah selesai kan lu edit yang mau kita persentasiin?".


Tanya Via.


"Udah tenang aja. Pokok nya bakal menarik.


"Kelompok Rian dan Agus". Ucap Bu Leha.


"Kami akan mempersentasikan tentang sejarah Bandung". Ucap Rian dan


Agus.


Prokk... prokkk... prokk


"Woow bukan kah itu menarik Sin?". Bisik Via.


"Punya kita bakal lebih menarik". Ucap Angga tetap fokus kedepan.


"Gua takut ada yang salah Ngga, coba sini data nya gua mau liat


dulu". Ucap Via.


"Ini kan tugas yang buat gua. Lu kan bagian makalah. Udah tenang


aja". Jawab Angga santai.


"Kelompok selanjutnya Sinta dan Feni". Ucap Bu Leha.


"Kami akan mempersentasikan tentang kuliner yang ada di Bandung".


Ucap Sinta.


"Huu... bikin laper aja". Ucap seorang siswa.


"Bukannya saya menyuruh kalian bikin tentang pemandangan di Bandung


kenapa kamu makanan?". Tanya Bu Leha.


"Emmm... kan makanan juga pemandangan bu di bandung. Lagian kan


banyak wisatawan yang beli makanan bandung". Jelas Sinta.


"Yasudah lanjutkan saja". Ucap Bu Leha.


"Wowww... enak sekali".


Prokkk... prokkk.... prokk...


"Itu membuat gua lapar Sin". Ledek Via.


"Jangan ledekin gua Vi". Sinta masih sebal.


"Sekarang giliran kelompok Via dan Angga". Ucap Bu Leha.


"Doain kitaorang ya. Yang tadi gua serius kok". Bisik Via ke Sinta


lalu berdiri dan maju kedepan.


"Iya". Sinta tersenyum.


"Disini kami ingin mempersentasikan tentang "Situ Patenggang tempat wisata yang indah dan belum diketahui orang banyak". Ucap Via.


Mereka mempersentasikan semua yang mereka kerjakan 3 bulan lalu. Via dan


Angga pun terlihat percaya diri dan siswa memperhatikannya dengan serius.


"Dari sini saya ingin kalian tahu bahwa wisata di Indonesia sangat


banyak tidak kalah dengan luar negeri terutama di Bandung. Jadi kita jangan


menghabiskan duit untuk berlibur keluar negeri kalau di dalam negeri juga ada


yang lebih menarik". Jelas Via.


Prokk...prokk..prokk...


"Nah ini foto-foto beberapa tempat wisata yang ada di bandung".


Ucap Angga.



Situ Patenggang



Gedung Sate



Tangkupan Perahu



Kawah putih



Stone Garden Citatah



Curug Maribaya



Kebun Begonia



Curug Cimahi Rainbow Waterfall


"Dan masih banyak lainnya". Ucap Via.


Disela-sela perhatian seluruh siswa. Tiba-tiba Via ditampilkan dengan wajah


teman-teman nya yang heran dan tertawa seketika itu Via langsung menengok


kearah layar persentasi nya.


"Kenapa? Kan biar ada bukti kalo kita kerja kelompok". Tanya Angga


merasa tak bersalah.


"Langsung tutup aja persentasi nya". Perintah Via.


Angga mencabut kabel yang menghubungkan laptop dengan LCD.


"Apa ada pertanyaan?". Tanya Via sambil menghapus malu nya.


Hampir semua orang menunjuk jari ingin bertanya.


"Baiklah Sinta terlebih dahulu". Ucap Via.


"Apakah kalian berpacaran?". Tanya Sinta membuat semua kaget.


"Hah?? Tidak". Ucap Angga dan Via.


"Kalian kalo yang nanya serius dikit". Ucap Bu Leha.


"Kalo gak pacaran, kenapa pake gelang yang sama?". Sahut Rian


menggoda mereka.


"Salah kalo kita punya gelang yang sama? Lagian punya barang yang


couple bukan berarti jadian". Ucap Angga membuat semua orang diam.


"Yaudah kalian lanjutkan aja pertanyaan yang menyangkut materi


ini". Ucap Bu Leha.


"Dan kalian jangan nanya yang ngaur. Ngerti!?". Lanjut Bu Leha.


Semua menurut dengan perintah Bu Leha dan kembali fokus ke materi.


***


Istirahat


"Angga, kok lu masukin foto kita di situ?". Tanya Via.


"Kenapa? Kan udah gua bilang biar ada bukti kalo kita kerja kelompok.


Kan Bu Le cuma merhatiin orang yang pinter-pinter". Ucap Angga cuek.


"Yaudah deh. Tapi kapan itu foto ada?. Setau gua kita gak


foto-foto?". Tanya Via bingung.


"Emang kita gak pernah foto. Tapi gua nyuruh orang buat fotoin".


Angga menatap Via dan tersenyum.


"Dasar ya....". Via menarik rambut Angga.


"Aduhhh... ampun-ampun". Teriak Angga kesakitan.


"Tuh kan kaya nya mereka backstreet deh". Bisik siswa ke


temannya.


"Iya. Mesra banget ya". Bisik temannya.


"Eh.. kalo ngomongin orang itu jangan didepan orang nya. Lebih baik


ngomong secara langsung. Cepet ngomong!". Angga memukul meja nya dengan


keras.


"Siapa yang ngomongin lu". Jawab siswa tersebut.


"Apa perlu gua pake cara kasar biar lu ngerti!". Angga menendang


kursi yang didepan nya membuat semua orang kaget.


"Angga sudah!". Via menarik tangan Angga dan mengajak nya keluar


kelas.


"Apa-apaan sih Ngga gitu aja kok marah". Ucap Via.


"Orang kaya gitu kalo dibiarin. Malah ngelunjak!". Angga masih


terlihat emosi.


"Yasudah yok ke kantin. Gua yang bayarin deh". Ajak Via mencoba


menenangkan Angga.


Di kantin


"Lu mau apa?". Tanya Via.


"Terserah lah". Jawab Angga dingin.


"Yaudah gua beliin bakso aja ya. Lu tunggu sini". Ucap Via.


"Angga.. tadi persentasi lu menarik banget tau. Gua aja rencana nya


minggu depan mau ke salah satu tempat wisata yang lu tunjukin buat


pemotretan". Ucap seseorang mengampiri Angga.


"Iya terima kasih". Angga tidak melihat orang itu.


"Angga lu gak boleh gitu. Dia itu memuji persentasi kita tadi


loh". Tiba-tiba Via datang dan membawa dua mangkok bakso.


"Itu luar nya doang. Kalo dibelakang mah ngejelekin". Ucap Angga


mengambil bakso nya.


"Kita itu harus positif thinking Ngga. Dan lu gak boleh kaya gitu lagi.


Lagian nilai kita bagus kok, dan ini tugas terakhir di semester ini". Ucap


Via lega.


"Iya-iya... ini lu yang bayar kan". Jawab Angga yang mengunyah


bakso nya.


"Iya Angga".