
06:20
Krekk..
Via membuka pintu kamar yang Angga tempati.
"Angga". Suara Via agak dikecilkan.
"Badan nya masih panas, apa jangan-jangan..". Via memegang kepala Angga.
"Vi..". Angga memegang tangan Via.
"Iya Ngga, lu gak usah sekolah dulu aja ya. Nanti gua panggilin dokter biar lu cepet sembuh". Tegas Via.
"Gua gak butuh dokter atau obat. Yang gua butuhin itu lu Vi". Ucap Angga dalam keadaan mata tertutup.
"Yaudah gua berangkat dulu ya". Ucap Via seakan tidak mendengar kata-kata Angga barusan.
Via menyelimuti Angga dan mengusap lembut kepala Angga.
Di sekolah
Via datang-datang dengan muka bantal nya dan disambut Sinta dengan ledekan.
"Tadi malam abis malem seninan ya". Ledek Sinta.
"Apasih Sin, kemaren gua ngerjain tugas-tugas kali". Jawab Via tanpa melihat wajah Sinta.
"Vi, kok Angga gak masuk sekolah ya?". Tanya Sinta saat jam pertama selesai.
"Dia sakit". Jawab Via santai.
"Sakit apa? Eh.. kok lu bisa tau?". Tanya Sinta penasaran.
"Emmm... Mama nya nelpon gua tadi pagi". Jawab Via gugup.
"Oh gitu.. Mama nya apa Angga nya?". Ledek Sinta.
"Mama nya".
"Sakit apa katanya?". Tanya Sinta.
"Tadi pagi badan dia masih panas, jadi gua nyuruh gak usah sekolah aja dulu". Jawab Via spontan dan langsung menutup mulut nya.
"Apa?" Sinta kaget.
"Emm.. ada pak joko tuh". Sanggah Via.
"Selamat pagi pak". Ucap semua siswa.
Pulang sekolah
"Vi kenapa Angga bisa ada di rumah lu". Tanya Sinta setelah Via jujur.
"Gua gak tau". Jawab Via singkat.
"Kak Arga cemburu gak?". Tanya Sinta kembali.
"Dia gak tau kalo Angga di rumah, lagian kan Angga teman gua". Jawab Via.
"Iya sih".
"Lu kalo mau jenguk Angga kerumah aja". Ajak Via.
"Enggaklah gua banyak tugas.. tuh ada Arga". Tunjuk Sinta ke arah Arga.
"Yaudah gua pulang dulu ya". Ucap Via meninggalkan Sinta.
Di perjalanan pulang, Via dan Arga diam tanpa berbicara satu kata pun, hingga Arga melihat Via dari spion motor nya dengan tatapan yang penuh kekhawatiran.
"Vi, kamu kenapa?". Ucap Arga memulai obrolan.
"Hah.. gakpapa kok". Jawab Via.
"Kalo ada masalah cerita aja".
"Gak ada kok".
Angga's POV
"Via kemana ya?". Angga bangun dari tidur dan menyikap selimut nya.
"Oiya dia kan sekolah, kenapa gua gak berangkat bareng Via aja ya"
Kreek...
"Eh.. nak Angga udah bangun. Ini makanan sama obat buat nak Angga". Tante Linda
"Terima kasih tante". Ucap Angga.
"Oiya tante, Via belum pulang ya?". Lanjut Angga.
"Belum, bentar lagi kayanya. Kalo ada apa-apa bilang ke tante aja ya". Jawab tante Linda.
"Iya tante".
***
"Hah.. enggak kok.. enggak ada apa-apa. Terima kasih kak". Jawab Via lalu masuk ke rumah nya.
"Ada yang aneh dari sikap nya. Tapi apa? Sudah lah". Arga pun pergi.
***
"Angga kenapa lu turun dari kamar sih, lu kan masih sakit". Via panik dan hanya ditanggapi oleh Angga dengan senyuman.
"Gimana hari ini?". Tanya Angga.
"Lu ini ya, gua ini khawatir sama lu. Malah nanya balik". Jawab Via.
"Kayanya hari ini lu kesepian disekolah?". Tanya Angga kembali.
"Hah..? Maksudnya?". Tanya Via bingung.
"Iya kan.. karena disekolah gak ada gua. Hehehe". Jawab Angga sambil tertawa.
"Dihh.. geer". Ucap Via.
Angga mengambil kunci mobil nya dan pamit ke tante Linda.
"Mau kemana?" Tanya Via.
"Kenapa? Mau ikut?" Ledek Angga.
"Eng...gak". Jawab Via.
"Yasudah,". Angga mendekati Via lalu membisikan sesuatu ke telinga Via. "Terima kasih".
Via hanya terdiam melihat Angga meninggalkan rumah nya.
"Angga". Teriak Via saat Angga sudah masuk kedalam mobil.
Angga membuka kaca mobil nya dan melihat Via seolah berkata ada apa.
"Hati-hati". Ucap Via.
Angga hanya tersenyum melihat Via dan melambaikan tangan nya.
***
Angga membuka pintu kamar dan melihat semua nya sudah rapi karena seingat nya kamar ini acak-acakan karena emosi nya. Tapi Angga tak menghiraukan, karena dia tau pasti Bi Ijah yang melakukannya.
Angga berbaring dan menatap foto keluarga dimana keluarga nya sempat harmonis.
Angga tertidur sambil memeluk foto dan menangis.
***
Tok... tok..tok..
Bi Ijah mengetuk pintu kamar Angga karena ia tau Angga sudah pulang dan dari semalam dia belum makan.
"Nak Angga, bi Ijah bawakan makanan".
Bi Ijah mengulang beberapa kali perkataan nya agar Angga mendengar tapi tidak ada respon sama sekali.
"Biarkan saja Bi, nanti juga kalo laper dia keluar". Ucap Linda.
"Tap-tapi nyonya, nak Ang.."
"Sudah biarkan".
17:30
"Nyonya, nak Angga belum keluar juga dari pagi.. saya takut..". Ucap Bi Ijah panik.
"Bi Ijah tolong ambil kunci cadangan". Tampak Linda sedikit panik tentang Angga yang belum keluar kamar nya.
"Baik nyonya". Bi Ijah langsung berlari mengambil kunci cadangan.
Setelah mengambil kunci cadangan, Linda membuka kamar Angga. Dan terkejutlah Linda melihat anaknya tidur sambil memeluk foto keluarga. Linda menghampiri nya, dan keadaan Angga sangat panas dan dia tidak sadarkan diri. Linda maupun bi Ijah panik melihat Angga.
"Sayang bangun sayang". Ucap Linda menggoncangkan badan Angga.
"Bi Ijah tolong panggilkan dokter sekarang". Teriak Linda.
"Baik nyonya".
Setelah beberapa lama, akhirnya dokter datang dan langsung memeriksa Angga.
"Bagaimana keadaan anak saya dok?, dia gak kenapa-kenapa kan? Dok".
"Tenang bu, anak ibu..". Ucap dokter itu menggantung.
****
Salam Hangat O.M 🥰