
Hari weekend di habiskan dengan berbelanja seharian penuh oleh keempat gadis yang tidak lain adalah Sonya, Cleo, Bela, dan Thea. hampir seluruh toko mereka masuki di pusat perbelanjaan besar di salah satu kota Jakarta, dan tentunya mereka tak tanggung tanggung merogoh kocek dalam jumlah yang besar. untuk puluhan paper bag belanjaan masing-masing yang harga satuannya bisa mencapai jutaan.
namanya juga anak sultan.
"capek" keluh Bela mendudukkan dirinya di samping Thea, sedangkan Sonya dan Cleo duduk di seberang mereka yang di batasi dengan meja.
setelah berbelanja tadi gadis-gadis itu merasa lelah lalu memutuskan untuk mampir sebentar ke cafe.
"kalian mau apa makan apa?" tanya Cleo membaca buku menu.
"gue gak laper tapi milkshake strawberry boleh deh" jawab Sonya asik dengan ponselnya.
"oke"
"kalian?" Cleo beralih bertanya pada Thea dan Bela.
"jus mangga ada gak?" tanya Bela, entah kenapa dia lagi kepingin yang asem-asem manis gitu, pake es yang banyak pasti seger.
"ada"
"gue itu aja"
"The?!" Tanya Cleo melirik Thea yang sibuk memainkan ponsel.
"oh— gue samain ajalah" balasnya kemudian kembali fokus pada ponsel.
"gaada yang mau pesan makanan kan?"
"gak" jawab Sonya, Bela, dan Thea berbarengan.
Cleo menghela nafas melihat generasi milenial jaman sekarang, kerjanya handphone terus. Cleo pun memanggil waiters setelah menemukan minuman pilihannya.
sambil menunggu pesanan datang Cleo lebih memilih mengamati dalam cafe dari pada membuka ponsel seperti ketiga temannya. dan saat sedang asyik-asyiknya mengamati interior tempat itu mata Cleo menemukan geng Stella yang juga berada di sana namun berjarak beberapa meja dari meja mereka.
"eh guys lihat deh ada kriminal sama dayang dayang nya tuh" bisik Cleo membuat Sonya, Bela, dan Cleo juga mengikuti arah pandangnya.
Sonya tersenyum smirk lalu melirik Cleo dan Thea yang juga satu pemikiran dengannya.
"kalian rencanain apa sih? otak gue gak nyampe" tanya Bela kesal pada dirinya sendiri yang sampai menangkap pemikiran teman-temannya.
Sonya, Cleo, dan Thea terkekeh mendengar ucapan Bela.
"lo gausah susah-susah mikir karena kita tau otak lo gak nangkep, jadi lo tinggal ikutin aja nanti" ucap Thea menepuk-nepuk pundak Bela.
Bela mengangguk saja lalu pesanan mereka pun datang, Sonya memesan lagi kali ini dengan makanan dalam jumlah yang banyak.
"lo serius Nya nanti kalau gak habis gimana?" tanya Bela cengo mendengar menu-menu yang Sonya sebutkan.
"ya bungkus lah"
"buset, di kira warteg kali" Sonya tertawa lalu matanya menatap ke arah meja geng Stella.
"mampus, kering kantong lo pada" Sonya tersenyum smirk lalu meminum milkshake strawberry.
salah menduga ternyata semua makanan yang Sonya pesan tadi sisanya habis di telan oleh Bela. pada sok bilang kenyang taunya malah kaya gak makan satu tahun.
"dah kenyang, ayo pulang" ajak Bela menyimpan ponselnya.
"yuklah" ucap Thea lalu mereka semua keluar dari cafe menuju parkiran.
"eh guys makanan kita tadi belum di bayar kan?" tanya Bela tiba-tiba terhenti.
"ptff" Thea menahan tawanya.
"tenang aja udah yang bayarin kok" ucap Sonya tersenyum penuh arti bersama Cleo.
"siapa? kok baik banget bayarin pesanan kita tadi banyak loh, kenapa gue bisa gak tau?" tanya Bela heran.
"ada orang baik, dah ayok pulang" Cleo menarik Bela ke dalam mobil nya. mereka tadi berangkat bersama dengan mobil Cleo dari rumah Sonya.
"tapi serius itu gak papa?"
"enggak loh Bel, tadi gue udah bilang sama mba-mba nya" jawab Sonya.
"oh oghey"
...oOo...
Alya diajak kedua sahabatnya untuk berbelanja hari ini, dia belikan banyak barang oleh Stella dan di ajak makan di salah satu cafe terkenal di dalam mall itu.
saat selesai makan Alya melihat Risa yang hendak membayar namun karena dia sudah di traktir banyak oleh mereka tadi, Alya merasa jika kini giliran yang mengeluarkan uang.
"eh Ris gausah, biar aku aja" cegah Alya memanggil waiters.
"oh oke" Risa pun kembali menyimpan kartunya.
"berapa mba?" tanya Alya pada waiters itu lalu di berikan struk belanja mereka.
mata Alya membelalakkan melihat total belanjaan mereka.
"mba ini beneran habis sampai empat juta?" tanyanya heran, dia mana punya uang sebanyak itu. Alya pikir hanya habis sekitar dua ratus ribu saja.
waiters itu tersenyum ramah, "iya mba, mau di bayar cash atau pake debit?"
Alya meremas ujung bajunya, sekarang dia harus bagaimana tidak mungkin kan meminta bantuan Risa dan Stella. tadi dia sudah menawarkan diri untuk membayar.
"kenapa Al?" tanya Risa karena sahabatnya itu tak selesai selesai melakukan pembayaran.
Stella meraih struk yang ada di tangan Alya lalu matanya membelalak, "mba ini kenapa totalnya segini? kita cuma pesan tiga makanan dan tiga minuman" tanya Stella.
"tadi teman mba yang ada di meja sepuluh minta tagihannya untuk di satukan, katanya dia sudah titip sama mba" waiters itu tersenyum.
"teman? mba kita cuma bertiga" bantah Risa heran.
Stella mengepalkan tangannya penuh emosi, dapat dia duga ini adalah pekerjaan siapa. satu nama terlintas di otaknya "geng Sonya?" batin Stella.
dia yakin mereka yang mengerjainya, Alya, dan Risa.
"kamu tau siapa Ste?" tanya Alya.
Stella mengangguk penuh geram, dari pada malu dan dianggap tidak bisa membayar akhirnya Stella mengeluarkan kartunya dan menyerahkan pada waiters itu.
"nih mba"
"baik tunggu sebentar ya mba" waiter itu pergi dengan kartu milik Stella.
"siaalan ini kerjaan Sonya sama temen-temennya, awas aja senin nanti gue gak akan lepasin mereka!" geram Stella membuat Alya dan Risa kaget.
"anjing! jadi kita di kerjain sama mereka" Risa juga ikut emosi setelah mendengar ucapan Stella.
"tadi aku liat kak Sonya sama temen-temennya mau keluar, mereka pesan makanan banyak banget. pantes total struk kita gak sesuai" ungkap Alya membuat Stella dan Risa bertambah panas.
...oOo...
...PENGACARA (pengangguran banyak acara)...
......anda, dan tiga lainnya.......
Bela🐥: OMG! serius guys jadi tadi kalian ngerjain geng Stella
Bela🐥: mereka yang bayarin makanan kita?
Cleo🐯: y
Bela🐥: demi apa?! HAHAHAHA
Thea🐼: gue bayangin muka nya si pewangi
Cleo🐯: 👹
Bela🐥: Cle plz udah malem😩
Thea🐼: Cle gue ngakak sampe nyolong jemuran tetangga.
Cleo🐯: untung gue gak tetanggaan sama lo
Sonya melihat ponselnya yang terus bergetar, rupanya para sahabatnya sedang berdiskusi di grub yang mereka buat khusus untuk ghibah.
Sonya tersenyum geli membaca pesan-pesan itu, Bela baru tahu jika makanan mereka di mall tadi siang di bayar oleh geng Stella. tak mau kalah Sonya juga ikut nimbrung.
Bela🐥: @me mana nih?
Thea🐼: udah tidur kali.
Cleo🐯: cepet amat.
Thea🐼: biasa kan ada ayang yang ingetin tidur.
Cleo🐯: ayang @me siapa?
Bela🐥: Air dong.
Cleo🐯: seriously???
Thea🐼: aduh Cle lo selama ini bertapa di gua mana sih? perkembangan hubungan Sonya dan Air itu udah sampai ke tahap tahap ya, hanya mereka yang tau. kita cuma tinggal nunggu go publik aja.
Cleo🐯: speechless 😶
^^^@Thea🐼 @Bela🐥 ngomong apa sih? gajelas^^^
Bela🐥: nah ni orang nya keluar.
Thea🐼: 🙊
Thea🐼: guys gue ngantuk, tidur duluan ya. bye much, miss you... sampai jumpa besok girl.
^^^heh @Thea🐼 anj keluar lo! gue tau lo belum tidur ya Thea^^^
Bela🐥: waduh ngamuk, gue juga ngantuk.
Bela🐥: 😴 good night guys
^^^@Bela🐥 bangke🖕🏿^^^
Cleo🐯: gak mau tau besok @me wajib klarifikasi! hutang gue tunggu selesai upacara!!!
___________
kata-kata author: (Jaeyaa)
part ini gimana guys? jujur aku rasa feel-nya kurang dapet.
tungguin bab selanjutnya ya, see u.
Tbc...