Sonya

Sonya
Comeback!



Sonya memasuki sekolah dengan langkah santai, siswa-siswi yang melihatnya berjalan di koridor menunjukkan respon yang berbeda-beda.


Ada yang kaget, senang, dan semangat melihat kembali nya Sonya yang akan membasmi para sampah sekolah.


Sonya comeback


Gila tambah cantik aje ya queen kita


Duh rindunya gue sama wajah judes Sonya.


Kayanya sebentar lagi bakal ada pertunjukan menarik nih.


Sonya we are miss you.


Selamat datang kembali Sonya.


Sonya tersenyum membalas penyambutan dari para siswa-siswi Xaverius. Namun bukan senyum manis ataupun hangat, Sonya memberikan senyum smirk nya membuat siapapun yang melihat akan merinding sekaligus takut.


Gila aura Sonya gak pernah ilang.


Merinding gue guys.


Sonya aku fansmu.


Semuanya heboh melihat smirk Sonya namun kebanyakan dari mereka tidak tahan karena aura mengintimidasi yang Sonya keluarkan.


"Sonya" Teriak Cleo dari kejauhan.


Sonya mempercepat langkahnya untuk sampai di Cleo, Bela, dan Thea.


"Beneran masuk lo, gue kira bohongan" Sonya memutar bola matanya mendengar ucapan Thea.


"Bener dong, masa gue ngibul" ucap Sonya kesal.


"Pagi-pagi udah sensian amat mba, pms ya?" Tanya Bela namun bukan itu yang menjadi penyebab Sonya kesal.


"Bukan"


"Terus?" Tanya Bela masih kepo.


"Air" ucap Sonya membuat ketiga sahabatnya tersenyum.


"Ngapain senyum-senyum?" Sonya mempelototi mereka.


"Cie makin deket aja nih sama Air comberan" goda Thea membuat Sonya bertambah kesal.


"Au ah, gue mau ke kelas" putus Sonya melangkahkan kakinya ingin pergi. Namun seketika kaki Sonya mengambang di udara begitu melihat Revan bersama teman-temannya dan geng Stella.


Tak.


Sonya menjatuhkan kakinya dengan kasar menghasilkan suara dari sepatu boots Sonya yang menghantam lantai.


"Sonya" panggil Revan menatap tak percaya pada gadis yang berada beberapa meter di depannya.


Sonya memasang wajah angkuh, menatap jijik ke arah mereka yang sudah membuat nya seperti ini. Cleo, Bela, dan Thea langsung melindungi Sonya dari segala sisi agar mereka tidak bisa menyakiti sahabatnya lagi.


"Kak Sonya maafin aku" Alya bersujud di kaki Sonya membuat semua orang syok. Termasuk Revan yang tidak terima dengan apa yang gadis itu lakukan.


"Alya bangun" titah Revan dari tempatnya namun Alya tak mendengarkan itu.


Dia terisak pelan, "kak Sonya aku mohon maafin aku hiks, aku gak sengaja kak tolong jangan penjarain aku lagi" mohon Alya membuat Revan semakin marah.


Semua siswa-siswi mengambil handphone mereka dan merekam aksi rendahan Alya saat ini. Gadis itu memiliki tahta yang termasuk tinggi karena bisa berada diantara jejeran orang-orang Revan, tapi dengan tanpa harga dirinya Alya malah bersujud pada kaki Sonya di depan banyak orang.


"Cih maling ngaku penjara penuh" teriak Cleo pedas membuat semua orang berbisik-bisik membenarkan ucapan gadis itu.


"Alya" bentak Revan murka.


"Kasihan benget sih lo, bodoh sih. Mau-mau sujud di depan banyak orang, ngemis maaf dari Sonya, terus dibentak cowok sendiri. Kalau gue sih besoknya pasti udah gantung diri" ucap Bela memanas-manasi, membuat Revan semakin terbakar di depan sana.


"Go, tarik Alya kesini" titah Revan namun baru saja Yugo hendak melangkah suara Alya sudah menghentikan pergerakan nya.


"Jangan!" Teriak Alya dengan terisak, dia terlihat sangat menyedihkan. Sayangnya tidak ada satupun diantara mereka yang kasihan dengan kriminal kecil sepertinya.


Sonya menghela nafas, jengah dengan segala drama yang ada di depannya. Tiba-tiba Sonya berjongkok membuat semuanya kaget termasuk teman-teman gadis itu.


"Sonya lo mau ngapain?" Tanya Thea syok.


Revan di sana pun sama terkejutnya, dia tidak menyangka jika Sonya akan menolong gadis itu.


Sonya perlahan-lahan membantu Alya agar mengangkat wajahnya, dia menatap lekat mata Alya yang sembab. Alya tersenyum tipis, merasa dirinya akan aman setelah ini karena Sonya membantunya.


Tapi kenyataannya sebenarnya tidak...


"Alya!" Teriak Revan.


Sonya rupanya membantu Alya duduk agar dia mudah mendorong gadis itu. Seolah tidak terjadi apapun setelahnya Sonya bangun dan menepuk-nepuk tangannya.


Sonya harus melakukan itu karena dirinya merasa kotor sehabis menyentuh bakteri.


"Kotor" ucap Sonya datar tanpa ekspresi.


Bela menganga, segera ia menutup mulutnya dengan kedua tangan. Bela speechless dengan apa yang Sonya lakukan.


"Daebak!" Puji Thea bertepuk tangannya.


"Utututu, kasihan nya babu" ejek Cleo tersenyum puas dengan apa yang Sonya lakukan.


Alya dibantu oleh Revan, cowok itu langsung melarikan Alya ke uks. Diikuti dengan teman-teman nya, Stella dan Risa.


"Yuk guys ke kelas, gue lelah sama drama ini" ucap Sonya menghaluskan haluskan suaranya seperti incess Syahrini.


Mereka berempat pun segera pergi menuju kelas, meninggalkan siswa siswi yang tetap bertahan demi mang-upload video yang mereka rekam, kesempatan sebelum bel masuk berbunyi.


...oOo...


Kehebohan kabar masuknya Sonya kembali telah tersebar luas seantero Xaverius. Bagi mereka yang belum melihat Sonya berbondong-bondong mendatangi kelas 12 IPA 1.


Mereka rela berdesak-desakan dan memenuhi lantai dua demi melihat kembalinya sang ratu sekolah. Dewi yang paling cantik dan paling pantas di sebut sebagai ratu oleh para penghuni Xaverius.


Kak Sonya balik tambah cantik ya.


Iya kak Sonya tambah cantik.


I love you gede buat kak Sonya.


Kak Sonya cantik banget jadi pacar aku yuk.


Angkat aku jadi adikmu kak Onya, plis ratu sekolah cantiknya emang gak ngotak.


Spil skincare nya dong kak.


Kak Sonya jangan kecapekan ya!


Semangat kak Sonya.


Ucap mereka-mereka yang memenuhi kaca 12 IPA 1 karena pintu dikunci sebab siswa siswi itu bisa menghancurkan kelas jika dibiarkan masuk.


Sekali lagi Sonya menebarkan senyum mengerikan nya sekaligus yang paling menawan dan dinanti-nanti oleh mereka semua.


Aaaaa kak Sonya senyum.


Oksigen, kasih gue oksigen!


Please damage nya gak ngotak.


Bener-bener kak Sonya gue makin cinta sama lo.


Kita juga avvv.


Mereka bertambah tidak tenang di luar sana, saling mendorong satu sama lain demi bisa mengambil posisi di dekat jendela dan dapat melihat wajah Sonya secara langsung.


"Daebak! Kekuatan senyum lo emang super Nya" puji Thea membalikkan badannya menghadap Sonya dan Cleo di bangku belakang.


"Namanya juga Sonya, siapa dulu temen gue gitu loch! KBL, KBL, KBL, keren banget loch" ucap Bela lebay membuat Cleo memutar bola matanya.


"Lebay" cibir Cleo, matanya beralih menatap ke arah jendela, sungguh Cleo sangat takjub melihat Sonya Lovers.


Jumlah mereka yang sangat banyak, apalagi itu belum semua. Mungkin jika di kumpulkan mereka semua hampir mencapai satu sekolah.


"Ini guru kemana sih?" Tanya Sonya, jujur saja dia sedikit tidak tenang. Takut fansnya makin barbar dan malah menghancurkan kelas. Ya walaupun dia anak pemilik sekolah tapi Sonya tak pernah bersikap seenaknya, dia tetap menaati peraturan yang ditetapkan.


"Fans lo tuh" Cleo menunjuk dengan ekor matanya ke arah pintu yang di dobrak dobrak Sonya Lovers.


Semua teman kelas Sonya menatapnya mereka meminta pertolongan agar gadis itu segera menghentikan para penggemarnya.


"Susah ya jadi seleb" celetuk Bela polos.


Sonya memijat pelipisnya, sungguh dia pening jika keadaan sampai seburuk ini. Dan dimana semua keberadaan guru? Kenapa tidak ada satupun yang mencoba membubarkan, sedangkan mereka yang berada di dalam terjebak.


Sonya tidak punya pilihan lagi selain menghubungi wakil kepala sekolah yang biasa selalu diandalkan nya.


Tutttt....


"Amankan 12 IPA 1" ucap Sonya singkat lalu mematikan sambungan telpon secara sepihak.