Sewindu

Sewindu
07



"Yona bangun". samar ku dengar suara mama, tapi mata ini sangat berat, jadi aku memilih tetap terpejam dan melanjutkan tidur, belum juga lelap, suara mama kembali terdengar, kali ini lebih nyaring.


"YONA BANGUN" spontan aku langsung terduduk.


"ada apa sih mah?" dengan malas aku bertanya sama mama.


"ada apa ada apa, ini sudah pukul 2 lewat 30 menit, MUA udah ada dibawah, cepat siap-siap, sebentar lagi kamu di make up pin".


astaga, aku mendadak amnesia setelah sempat tertidur, aku lupa kalau tadi pagi sudah menikah dan sebentar lagi akan ada acara resepsi.


"iya mah" di depan mama aku tidak boleh menunjukkan kalau sebenarnya aku lupa.


"ya sudah, mama keluar dulu"


"eh mah, Daeshim dimana?" bagaimanapun dia suamiku, jadi aku harus menanyakannya, mana tau dia kabur dengan wanita lain seperti di novel-novel, lalu aku harus mencari suami pengganti yang tak lain adalah sopir mama, oh my god, apa kata infotainment nanti.


"dia lagi siap-siap juga dibawah".syukurlah, dia tidak kabur.


"Yona, kali ini acaranya terbuka, tante suzy tidak melarang media untuk meliput nya. bagaimanapun kamu adalah seorang aktris, jadi tante suzy membiarkan nya".


gawat gawat bagaimana jika nanti orang-orang tau tentang Daeshim yang berusia 22 tahun, tidak tidak, aku tidak mau kalau di TV akan ada infotainment yang memberitakan aktris Yona Wilson menikahi bocah.


"mama" aku segera memanggil mama.


"apa?" mama terlihat kesal saat aku memanggilnya dengan suara keras padahal mama masih berdiri di depanku.


"Yona tidak mau kalau sampai para wartawan tau tentang Daeshim, apalagi umurnya"


"Yona percaya sama mama, awas kalau mama membuat Yona malu".


hampir pukul 4 sore. aku dan semua keluarga berangkat menuju tempat resepsi. jaraknya tidak jauh, hanya butuh waktu tempuh kurang dari 5 menit. Daeshim duduk tepat di sampingku, dia hanya diam saja, sesekali kulihat dia tersenyum, entah apa yang dia pikirkan.


sudah sekitar 4 jam rasanya aku berdiri, hanya sesekali duduk, itupun hanya sebentar, kulihat tamu masih banyak yang berdatangan, kakiku sudah pegal-pegal dari tadi. ini pasti karena mama yang menyebarkan undangan terlalu banyak, Teman-teman artis dan kerabat, oke tidak masalah, tapi seingat ku , dari mulai security sampai tukang parkir perusahaan mama juga diundang, aku masih ingat wajah-wajah mereka, mereka sering minta foto dan tanda tangan jika aku ke kantor, dan lagi, bajunya itu seragam, pasti mama yang memberikannya,


"kamu kalau capek, duduk saja" ditengah kekesalan ku, Tiba-tiba terdengar suara berat khas milik Daeshim. sepertinya jika disuruh memilih antara wajah dan suaranya, aku lebih menyukai suaranya. ini hanya perbandingan ya. tidak ada hubungannya dengan perasaan.


"iya aku capek, aku duduk ya" kebaikan seseorang tak boleh ditolak. aku memanfaatkan kesempatan yang diberikan Daeshim dengan baik sebelum kembali menemaninya menyambut tamu.


"sepertinya kita sudah boleh istirahat" Daeshim kembali bersuara.


"sudah pukul berapa sekarang? " ku lihat di disebelah kiri pergelangannya ada jam tangan, jadi aku menanyakan jam.


"hampir pukul 11 malam, ayo kita istirahat"


"baiklah. kita pamit dulu sama mama dan tante suzy".


sampai di kamar, aku langsung merebahkan diri di kasur tanpa mengganti pakaian, tubuhku rasanya sudah remuk semua.


"sebaiknya kamu mandi dengan air hangat, lalu mengganti pakaian dengan piyama" aku masih mendengar perkataan Daeshim, tapi karena sudah terlalu lelah, aku malas menanggapi nya.


"aku mandi dulu". tak lama kemudian terdengar suara air dari dalam kamar mandi, Daeshim sedang mandi, gemericik airnya mengusik telinga ku, tiba-tiba aku membayangkan air hangat yang membasuh kulitku, betapa menyegarkan nya. aku jadi ingin mandi.


tak berapa lama, Daeshim keluar dari kamar mandi dengan keadaan sudah memakai piyama tidurnya. sempat kulihat dia terkejut mendapati ku duduk di sofa yang berhadapan langsung dengan pintu kamar mandi, tapi dengan cepat ekspresi mukanya berubah, dari terkejut ke senyum menawannya, aku yakin, siapapun yang melihat dia tersenyum seperti itu akan langsung jatuh hati, tapi tidak dengan Yona Wilson.