Sewindu

Sewindu
02



"Daeshim" dengan suara penuh wibawa, mommy Suz memanggil putranya.


"iya mom, ada apa? sang putra menyahut panggilan sang mommy dengan senyum menawannya.


" mommy ingin bicara denganmu Nak".


"bicaralah mom, aku selalu siap jadi pendengar setiamu" candaan Daeshim seperti biasa kepada mommynya.


"kamu ini suka sekali bercanda, mommy jadi berat jika harus melepasmu Nak".


"memangnya kenapa mommy harus melepas Daeshim, kemanapun Daeshim pergi, ujung-ujungnya akan kembali kepangkuan mommy" Daeshim masih menanggapi sang mommy dengan candaan.


"mommy serius, sahabat mommy baru saja menelfon"


"lantas apa kata sahabat mommy?"


"kamu masih ingatkan tante Yora?"


"iya, Daeshim ingat mom"


"berarti kamu masih ingat kalau tante Yora ingin menikahkan putrinya denganmu?" tanya sang mommy lagi.


"iya."


"kenapa kamu santai sekali menanggapinya, sementara mommy sangat khawatir" mommy Suz sangat risau memikirkan bakal calon menantunya.


"Daeshim kan sudah mengiyakan, lantas apa yang perlu di risau kan?"


"mommy sebenarnya kurang setuju Nak. anak tante Yora itu lebih tua 8 tahun darimu, belum lagi sifatnya yang mommy dengar sangat kekanakan"


Daeshim tersenyum mendengar kekhawatiran mommynya.


"sudahlah mom"


"mommy dengar gadis itu juga tidak pernah serius jika berhubungan dengan pria"


"mommy sebaiknya berangkat ke kantor sekarang, sopir mommy sudah dari tadi menunggu"


"belum lagi dia seorang aktris"


"mommy!" sergah Daeshim.


"Baiklah, mommy berangkat ke kantor sekarang. tapi ingat, jika kamu tidak setuju, jangan dipaksakan, mommy akan mendukung apapun keputusanmu"


"baiklah mom".


Daeshim kembali melanjutkan kegiatannya berselancar di media sosial. Tiba-tiba Daeshim teringat perkataan mommynya jika bakal calon istrinya seorang aktris, sebelumnya dia tidak mengetahui nya. dia hanya tau nama bakal calon istrinya. sambil tersenyum sendiri, Daeshim penulis kata kunci di mesin pencarian nama Yora Wilson, benar saja, foto Yora muncul.


"cantik juga" gumam Daeshim.


"Baiklah nona, sepertinya kita benar-benar berjodoh".


kembali ke negara tempat Yona Wilson berada. hari ini sang manager sekaligus sahabat baik Yona, selin, datang menjemputnya.


"lebih baik kamu diam sel. aku sedang stress, jangan kamu bikin aku tambah stress"


"tapi aku... " ucapan selin selalu dipotong Yona.


"aku tau kamu marah kepadaku, tapi aku punya alasan" Yona pasrah.


melihat Yona seperti itu, emosi selin hilang diganti rasa kasian.


"memang ada apa Na?, kalau ada masalah kamu cerita sama aku"


"mama akan menikahkan aku dengan anak sahabatnya"


"maksudmu si Andrew anak tante Lili?"


"bukan. ini anak teman mama yang ada di luar negeri"


"hmm kirain si Andrew"


selin sebenarnya menyukai Andrew, tapi Andrew mala menyukai Yona, sementara Yona sama sekali tidak menyukai Andrew dan selin tau itu.


"menurutmu aku harus gimana sel"


"kamu coba saja dulu, kalau tidak cocok ya tinggal minta cerai, jangan lupa minta gono gini" saran sesat selin, tapi dia merasa itu benar


"apa kamu sudah gila, menikah itu bukan untuk main-main" Yona kesal mendengar saran selin.


"kamu kan aktris Na. dikalangan aktris tanah air, nikah cerai itu sudah biasa"


"aku bukan aktris seperti itu, meskipun aku dicap playgirl, dan lagi... "


"dan lagi apa?"


"anak teman mama itu baru berusia 22 tahun"


"WHAT?" selin kaget mendengar usia bakal calon suami sahabatnya.


"mama sudah gila kan sel"


"ya sudah kamu Terima saja perjodohan itu, tapi sebaiknya kamu mengajukan beberapa permintaan atau syarat"


"syarat?"


"iya. aku baca di Novel-novel kayak gitu kalau nikah dijodohkan" ucap selin tak merasa bersalah


"aku serius sel, emang kamu pikir hidup aku ini novel?. ini itu masa depan aku, suami suami, suami sel"


"itu aku tau Na. tapi coba kamu bayangkan, jika nanti suamimu melarangmu bekerja atau menyuruhmu berhenti jadi aktris?"


"jadi maksudmu aku harus memberi syarat, aku akan menikah dengannya asal nanti setelah menikah aku tetap akan bekerja?"


"benar"