Sewindu

Sewindu
01



"Yona!, ternyata kamu disini? mama sudah mencarimu kemana-mana".


sudah sepekan Yona tidak pulang ke rumah, dia benar-benar kesal dengan sikap mamanya yang terus mendesaknya untuk segera menikah.


"ada apa mama mencari Yona, bukankah Yona sudah katakan tidak akan menikah"


Yona sudah lelah berdebat dengan mama Yora, kali ini dia akan bicara baik-baik agar tidak mengundang pertengkaran yang hebat seperti sepekan lalu, bagaimanapun dia tetap takut jadi anak durhaka, bisa-bisa dia jadi seperti maling kundang versi wanita yang dikutuk ibunya.


melihat anaknya yang tidak lagi emosi, mama Yora memutar otak, kali ini dia harus bisa membujuk putrinya agar menurut kepadanya.


"Yona sayang, maafkan mama ya, mama mohon kali ini menurutlah"


mama Yora beracting sedih, buah memang tidak jatuh jauh dari pohonnya. bakat acting Yona ternyata menurun dari sang mama.


"mama tidak perlu beracting seperti itu"


Yona tau mamanya hanya pura-pura, itu makin membuat dia jengah dengan sang mama.


bukannya berhenti, mama Yora makin menjadi, menangis kencang seperti anak-anak yang menangisi eskrimnya yang jatuh ke tanah.


("kali ini kamu harus menurut Yona") mama benar-benar bertekat menjodohkan putrinya, entah apa yang membuatnya begitu gigih. apakah calon menantunya seorang pangeran, atau CEO perusahaan besar?, yang jelas bukan aktris seperti Yona.


sudah lama mama Yora menginginkan putrinya hengkang dari dunia keartisan. mendiang suaminya meninggalkan banyak warisan, Yona tetap bisa hidup mewah tanpa harus bersusah payah bekerja.


"huuuft... mama pulang saja dulu, nanti kita bahas ini di rumah, Yona mau istirahat"


"Yona bilang akan membahasnya dengan mama di rumah, bukan berarti Yona sudah setuju"


'baiklah baiklah, kali ini mama yang akan menurut. mama tunggu kamu di rumah. mama pulang dulu, ummuach". mama Yora pulang dengan hati berbunga-bunga, bukan karena jatuh cinta, tapi bahagia, anaknya semata wayang mau menuruti keinginannya.


setelah drama mama Yora usai, Yona akhirnya bisa beristirahat. sudah sepekan dia tinggal di villa seorang diri, sudah sepekan pula meninggalkan dunia keartisan.


sebenarnya Yona sangat nyaman berada di villa. jauh dari hiruk-pikuk kehidupan rutinitasnya selama ini.


"drrrtt drrttt" suara handphone Yona. sang manager sudah puluhan atau bahkan ratusan kali menelfonnya tapi tak kunjung dijawab. kali ini berbeda, Yona akan menjawabnya.


"ada apa sel" jawab Yora malas


"KAMU KEMANA AJA YONA!, AKU TERUS MENCARIMU DARI 1 MINGGU YANG LALU!, AKU BENAR-BENAR AKAN MENGUNDURKAN DIRI, AKU BENAR-BENAR SUDAH TIDAK TAHAN" emosi selin meledak yang sudah 1 minggu dia simpan.


"nanti kita bahas, besok pagi jemput aku, alamatnya nanti aku kirim"


"tapi na..." ucap selin terputus karna Yona sudah mematikan sambungan telfonnya


"dasar artis tidak tau diri!!!" maki selin.


"aku harus mencari artis lain yang membutuhkan manager yang super sabar sepertiku. tapi bagaimana pun sabarnya diriku, aku benar-benar tidak tahan lagi bekerja dengan artis yang seenaknya kayak si Yona, lama kelamaan aku bisa gila".


sementara itu dibelahan dunia lain, seorang anak muda berparas rupawan lagi menawan. usiannya memang baru 22 tahun, tapi dia lebih cepat dewasa dari kebanyakan pria seumurannya. selain tampan, pria ini juga sangat baik hati serta ramah dan mudah bergaul dengan siapa saja. hobbynya bermain musik khususnya gitar dan piano, serta travelling. Jalan-jalan ke berbagai negara, bukan hanya berwisata, tapi membantu sesama yang membutuhkan. pria ini benar-benar menikmati hidup lewat hobbynya.