Rising Sun

Rising Sun
6 Voldermon



"Itu hanya perasaanmu saja" Kataku menghibur. Sejujurnya saat itu Aku belum merasakan keanehan yang di maksud Yuki seperti yang sekarang kusadari. Aku berpikir Yuki terlalu tegang menghadapi peperangan ini sehingga Dia menjadi sensitif.


Yuki terdiam. Dia memandang Nara dengan wajah sendu.


"Bangsawan Voldermon..Jika di pertempuran kali ini Aku tidak selamat. Berjanjilah untuk menjaga Pangeran Sera dan Nara" Kata Yuki dengan pandangan memohon.


Aku meminum anggur langsung dari botol, mencoba meredakan emosi yang bercokol di hatiku. Jika kupikirkan lagi. Sera dan Yuki saat itu sudah mempersiapkan kematiannya dan Mereka sama-sama memintaku untuk menjaga salah satunya. Memangnya Aku ini apa ?. Penjaga anak ?.


"Kau ada di sini ?"


Aku berbalik. Xasfir berjalan mendekat dengan wajah lelah. Dia langsung bersandar di dekatku. Mengambil botol anggur dan membuka tutupnya dengan giginya.


"Bagaimana hari ini" Tanyaku ketika Xasfir meneguk anggur dengan cepat.


"Aku akan mencatatnya sebagai salah satu hari terburuk dalam hidupku" Xasfir mendesah. "Argueda menutup hubungan dengan Kita. Aku bahkan mendengar Raja memerintahkan agar Yuki di bawa ke Argueda untuk menjalani pengadilan kerajaan"


"Riana tidak akan membiarkannya"


"Kita belum siap untuk pertempuran lain"


"Tidak ada yang pernah siap dalam pertempuran"


"Ya..Kau benar. Apa Kau sudah melihat Lekky ?"


"Ya, ******** itu terluka parah tapi Pendeta suci tidak terlalu khawatir. Aku punya keyakinan Dia akan pulih seperti sedia kala"


"Suatu keajaiban Dia bisa selamat dari ledakan itu"


Aku tidak mengatakan pada Xasfir bahwa Lekky memiliki kekuatan yang besar sehingga Dia bisa selamat. Tampaknya Lekky pernah meminum darah Yuki. Aku akan menanyakan pada Yuki suatu saat nanti apakah hal ini atas sepengetahuan Yuki.


"Apa rencana Riana untuk menghadapinya" Xasfir melihat ke rombongan Argueda yang berjalan memasuki kuil suci. Sera telah di tempatkan dalam ruangan khusus. Dengan penjagaan yang super ketat. Aku ditolak untuk melihatnya.


Aku menyadari jika Argueda sedang berduka, Mereka akan lebih sensitif jika bersinggungan dengan Kami. Aku tidak mau terlalu memaksakan yang bisa membuat perselisihan yang tidak perlu.


"Dia belum mengatakan banyak. Tapi jelas Dia meminta Kita mendukung langkahnya dalam hal ini. Hey Xasfir....Aku sebenarnya tidak ingin bertanya. Tapi rasanya sekarang Aku harus menanyakannya. Apa Kau baik-baik saja ?"


"Marsha"


Marsha telah di gantung sebelum hari keberangkatan. Riana sendiri yang memimpin saat penjatuhan hukuman itu berlangsung. Dia bersikap tidak peduli pada wanita yang selama ini mendampinginya.


Aku tidak terlalu terkejut ketika Riana bersikap acuh pada wanita termasuk Marsha. Karena selama ini Aku hanya menemukan satu wanita yang membuat Riana sangat peduli padanya. Riana melakukan banyak hal agar Wanita itu berada di sisinya. Seringkali Dia melewati batasannya sendiri demi wanita itu.


Yang membuatku terkejut selain ketika Riana nekat menghamili Yuki agar kerajaan memberi dukungan yang kuat jika Kami harus menghadapi Argueda, adalah Riana dengan tangannya sendiri mampu membunuh wanita yang setia mendampinginya. Aku tidak menyukai Marsha. Dia cantik. Tapi hanya secara fisik. Aku merasa Dia memiliki jiwa yang tidak sehat. Sadis. Itulah gambaran dirinya.


Dia begitu terobsesi dengan Riana. Bahkan Aku mendengar Dia pernah merusak wajah seorang pelayan yang berparas cantik hanya karena memergoki pelayan itu Menatap Riana. Namun sayangnya, Meskipun banyak hal dilakukan untuk membuat Riana tertarik padanya. Riana tidak.pernah memalingkan wajah pada Marsha.


Mungkin inilah sebabnya Dia begitu membenci Yuki sampai beberapa kali mengirimkan pembunuh bayaran untuk menghabisi Yuki.


Aku terdiam. Kembali merenungi kejadian yang terjadi di tahun-tahun terakhir. Selain Marsha, Ada beberapa orang yang mengirimkan pembunuh bayaran untuk menghabisi Yuki. Membuatku mengerahkan banyak orang untuk melindunginya secara diam-diam. Tapi ternyata bukan Aku saja yang memberinya pengawalan. Sera yang saat itu masih mengenali Yuki sebagai pelayan Lekky Darmount tidak ragu menyuruh orang terbaiknya untuk mengawal Yuki secara diam-diam. Bahkan Riana sendiri ternyata juga melakukannya jauh sebelum Aku mencurigai Pelayan itu adalah Yuki.


Apakah Riana sudah tau sebelumnya bahwa itu adalah Yuki ?. Kalau tidak salah Sera langsung mengenalinya ketika Mereka berpapasan di tangga. Terjadi isiden yang menghebohkan saat itu. Ketika Lekky muncul dan menodongkan senjata pada Sera, Yang berusaha melepaskan cadar Yuki. Jadi, Mungkin Riana juga sudah mengenali Yuki sendari awal, Sama seperti Sera, Seberapapun keras Yuki menutupi jati dirinya.


Andaikan Yuki tahu berapa banyak nyawa yang di bunuh di belakangnya untuk melindunginya, Dia pasti terkejut.


"Dia sebenarnya wanita yang baik. Tapi keadaan yang membuatnya menjadi begitu" Ujar Xasfir membuyarkan lamunanku. Membawaku kembali kekenyataan.


"Aku turut menyesal atas apa yang terjadi padanya"


"Aku sudah memperingatkannya dari awal bahwa Dia akan terluka jika mengharapkan Riana. Tapi Dia bersikeras. Dia begitu yakin pada dirinya. Aku sedikit lega saat Dia memutuskan menyerah dan menikah dengan Raja dari negara lain. Tapi ketika Dia kembali dan menemukan Riana bersama Yuki. Aku melihat Dia bukan lagi wanita yang ku kenal"


"Aku dengar kasusnya di buka lagi..karena ada dugaan Marsha meracuni suaminya sampai meninggal"


"Penyelidikan telah membuktikannya" Desah Xasfir merasa berat. "Tampaknya berita Riana mempunyai seorang kekasih menjadi pemicunya. Dia membunuh suaminya lalu kembali ke Garduete dengan harapan Riana akan kembali padanya. Tapi Marsha salah. Dia tidak mau menyadari bahwa Riana tidak pernah mencintainya"


"Aku merasa beruntung Kau tidak menikahinya. Aku berani mengatakan hal ini karena Kau sahabatku"


Xasfir tersenyum sebelum pandangannya menegang. Dia menatap lurus ke Kamar Riana. Aku mengikuti pandangannya dan mendapati Yuki sudah bangun. Dia terlibat perdebatan dengan Riana.