
Kejam.
Itu adalah satu kata yang ingin Guillaume teriakkan pada Selene dan Dewa Fenrir. Bila ada yang mengetahui pikiran pria itu, dia pasti akan dihukum. Manusia serigala biasa seperti dia, tidaklah boleh mengutuk Sang Maha Adil dan Penentu Takdir. Namun, Guillaume tidak bisa tidak berkata kasar.
Mengapa dia diberikan pencobaan hidup seperti ini?
Satu per satu, orang yang dia kenal telah menemukan mate-nya, sementara dia hanya terus sendirian. Guillaume semakin lama menjadi pribadi yang penuh kekhawatiran. Ditambah lagi, pengangkatannya sebagai Alpha di Pack-nya bahkan telah ditunda bertahun-tahun. Semua itu membuat hati Guillaume sakit, terutama saat dia melihat ayah dan ibunya masih harus memimpin pack saat orang-orang seusia mereka telah pensiun dan menikmati masa tua mereka.
Guillaume bahkan pernah merasa dirinya hanya menjadi beban. Dia pernah begitu takut orang tuanya diam-diam mengeluh karena memiliki anak seperti dia. Untungnya, tidak ada peraturan khusus bagi manusia serigala yang belum menemukan mate untuk tidak melanjutkan usaha keluarga. Oleh sebab itu, setelah usia 21 tahun, Guillaume diperbolehkan mengelola perusahaan keluarga mereka. Pria itu bahkan berhasil terus-menerus meningkatkan profit perusahaan.
Setidaknya, Guillaume merasa hidupnya sedikit memiliki manfaat. Dengan uang yang dikumpulkannya, pack mereka juga bisa menjadi sejahtera. Perlahan, perasaan-perasan yang jahat itu sedikit berkurang walaupun kekhawatirannya akan masa depan tetap tinggal.
"Guillaume, kau sudah siap, Nak?" mind-link Ibunya yang menyadarkan Guillaume dari lamunannya.
"Sudah, Ibu. Sebentar lagi, aku akan pergi ke meja makan."
"Baiklah. Cepat kau ke meja makan sebelum pergi ke kantor, nak."
"Cepatlah. Aku sudah lapar," kata ayahnya yang tiba-tiba bergabung dengan mind link Ibu dan anak ini.
"Baik, ayah dan Ibu. Maaf telah membuat menunggu," kata Guillaume mengakhiri mind-link mereka.
Sarapan keluarga kecil yang terdiri dari Guillaume, ibu, dan ayahnya telah selesai. Tidak banyak hal yang mereka bicarakan saat sarapan. Hanya perkembangan perusahaan dan bagaimana rencana mereka hari ini. Kedua orang tua Guillaume memang sangat baik. Mereka tidak pernah menyinggung soal mate Guillaume. Kekhawatiran Guillaume sebelumnya akan orang tuanya menjadi terasa tak masuk akal.
Setelah sarapan yang tersedia di hadapan keluarga itu habis, kedua orang tua Guillaume bersiap-siap untuk mengurus pack mereka, sedangkan pria itu menuju parkiran. Tak lama, laki-laki itu pun mengendarai mobilnya menuju ke area BXYD yang merupakan pusat bisnis kota mereka.
jalanan cukup lenggang. Di satu sisi, dia merasa senang karena tidak perlu melalui kemacetan kota ini. Namun, tidak bisa dipungkiri, saat dia sendiri di dalam mobil perasaan sepi benar-benar melingkupi dia. Hidupnya seolah terepresentasi dengan jalanan yang dia lewati. Tidak ada kendala dan sendrian.
Ada sahabatnya yang sudah menjadi beta, ada sepupunya, keluarganya, pack-nya. Namun, Guillaume merasa sepi.
Dia menghela nafas dan kemudian kembali fokus pada jalanan yang dia tempuh. Saat dia sedang memutar kemudinya ke arah kiri, dia merasakan bumper mobilnya ditabrak mobil lain dari belakang.
"Sial!" kata Guillaume pada dirinya sendiri. Bukan berarti dia merasa sepi akan hidupnya lalu dipertemukan dengan masalah di saat dirinya sedang menggalau.
Guillaume menepikan mobilnya dan diikuti oleh mobil yang menabraknya.
Dia tidak mencium bau rouge ataupun makhluk lainnya. Hanya manusia biasa. Guillaume pun keluar dari mobilnya untuk melihat keadaan mobilnya.
"Sorry, Kak. Saya tidak sengaja menabrak mobil Kakak karena terkejut mobil Kakak tiba-tiba ke arah kiri."
Deg.
Jantung Guillaume tiba-tiba berdebar tidak wajar. Dia bertanya-tanya apakah gadis ini adalah mate-nya? Namun, dia harus kecewa karena tidak tercium feromon khas yang dapat dicium oleh para manusia serigala saat bertemu seorang mate— sesuatu yang sering dikatakan oleh para pendahulunya.
Mendengar itu, lawan bicara Guillaume menatap tajam dirinya, "Maaf? Saya tidak menyalahkan Anda sama sekali. Saya hanya menjelaskan situasi yang terjadi dari sisi saya. Baiklah, untuk mempersingkat waktu, saya minta maaf. Selanjutnya, bagaimana saya harus ganti rugi untuk kerusakan mobil Anda? Saya sedang terburu-buru."
"Anda pikir saya tidak terburu-buru?" balas pria itu.
Entah mengapa Guillaume sebal sekali melihat ekspresi tajam dari perempuan ini. Rasanya seolah sedih sekali. Namun, tidak ada penjelasan masuk akal untuk itu.
Perempuan itu memejamkan matanya dan terlihat bulu matanya yang lentik alami. Dia menghela nafas sebelum kembali berkata, "Oke baiklah. Saya salah. Perkenalkan nama saya Renata. Saya meminta maaf atas keteledoran saya, Kak…?"
"Guillaume."
"Oke, Kak Guillaume. Saya minta maaf."
Nada dari Renata terdengar tegas, tetapi ada kepasrahan di sana. Kali ini, perempuan itu menunggu balasan dari Guillaume. Melihat itu, Guillaume rasanya ingin tidak berucap sepatah kata pun agar dirinya tetap berlama-lama dekat Renata.
"Tunggu. Aku tidak boleh seperti ini. Gadis ini bukan mate-ku," batin Guillaume.
"Kak Guillaume, bagaimana?" tanya Renata menunggu keputusan dari pria yang mobilnya baru saja dia tabrak secara tidak sengaja.
Guillaume akhirnya berdehem walaupun tenggorokannya tidak gatal. Kemudian pria itu berkata, "Berikan aku kartu nama dan nomor teleponmu. Nanti, kita bisa selesaikan lagi. Aku tidak bisa langsung menembak biaya ganti ruginya."
"Baik, Kak. Ini kartu nama saya dan di sana nomor telepon saya juga sudah tertera," kata Renata seraya menyerahkan kartu namanya.
Melihat nama lengkap dari Renata, Guillaume pun kembali berkata, "Oke, Renata Soleil. Terima kasih. Saya akan menghubungimu nanti untuk kelanjutannya."
"Baik, Kak. Saya mohon maaf dan berterima kasih juga. Kalau begitu, saya undur diri ya, Kak."
Gadis itu pun menjauh dari mobil Guillaume. Namun, samar-samar dia mendengar bahwa gadis itu menggerutu. Entah mengapa Guillaume menjadi gemas padanya? Tanpa sadar, werewolf dalam diri Guillaume menggeram.
"Hey, tenanglah. Kita akan tetap menunggu mate kita yang entah di mana. Aku tidak akan berkhianat," kata Guillaume pada serigala miliknya.
"Aku tahu tanpa perlu kau jelaskan. Sejujurnya, aku juga merasakan perasaan yang aneh terhadap dirinya sama sepertimu," balas serigalanya.
Sambil berjalan, Guillaume masih bercakap-cakap dengan serigala miliknya mengenai keanehan ini. Apakah ada kemungkinan bahwa Renata adalah mate-nya? Tetapi, tidak ada feromon khusus yang tercium.
Tunggu!
Bisa jadi Renata belum berusia 21 tahun. Usia legal bagi makhluk adikodrati seperti mereka untuk mencari pasangan.
Perasaannya berubah 180 derajat dari dia berangkat tadi pagi. Guillaume menjadi bersemangat saat berada di mobilnya. Saat tiba di kantor pun, orang-orang merasa terkejut dengan kelakuan pemimpin perusahaan mereka. Namun, Guillaume tidak sadar akan hal tersebut. Otaknya masih dipenuhi nama Renata Soleil.
Untungnya, serigala dalam diri Guillaume menenangkan anak manusia itu dan mengingatkan bahwa dia harus kembali bekerja.