
_______
Lien Hua mengerjap-ngerjapkan matanya.dia melihat sekeliling ini sepertinya gua.dia tertidur diatas tumpukan jerami.di depannya Wang Jun sedang duduk di depan bara api sambil memanggang seekor ikan.
Wang Jun meletakkan ikannya dan menghampiri Lien Hua yang hendak bangkit.gadis itu memegangi dadanya yang nyeri.
"Aaasshhh...."desis Lien Hua
"Kau tidak apa-apa ?" tanya Wang Jun lembut
"Sakit sekali"
"Beri remahan ini lagi"
Wang Jun menyodorkan remahan dedaunan yang dia simpan di daun teratai.Lien Hua meraba dadanya dia terbelalak saat dia merasakan ada sesuatu di bawah tulang selangkanya.dia membuka sedikit bajunya dan dia sangat terkejut bekas lukanya sudah di bubuhi remahan dedaunan.
Serta merta Lien Hua menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya sambil memicing menatap Wang Jun dengan tatapan mematikan
"Kau membuka bajuku ?"semprot Lien Hua
Wang Jun meletakkan remahan daun itu "Aku terpaksa,kau tidak sadarkan diri tadi"ucap Wang Jun
"Kau melihatnya ?"
"Tidak ! Aku fokus dengan lukamu"
"Bohong !"
"Terserah"
"Dasar pria mesum"semprot Lien Hua kesal
"Aaaassshhh..."rintih Lien Hua
"Dasar gadis keras kepala ! cepat bubuhi remahan itu lagi"
Lien Hua berbalik dan membubuhi lukanya,hatinya menghangat Wang Jun ini meski sangat dingin di luarnya,sebenarnya sangat lembut dan perhatian.
"Kita dimana ?"
Lien Hua bangkit dan melangkah ke mulut gua.ternyata gua ini berada di balik air terjun suasana di luar gua hanya hitam pekat yang terlihat.
"Aku tertidur sangat lama ?"
"Aku kira kau mati tadi" kata Wang Jun dingin
"Kalau aku mati,aku bersumpah akan menggentayangimu"seru Lien Hua
"Makanlah kau pasti lapar"
Wang Jun menyodorkan ikan bakar untuk Lien Hua.dengan antusias Lien Hua menerimanya dan mencium wangi ikan bakar itu seperti anak kecil. lagi-lagi sikap Lien Hua yang konyol ini membuat Wang Jun tersenyum samar.
"Huueemm...ini wangi sekali,"seru Lien Hua
"Hheemm ternyata kau bisa membakar ikan selezat ini"pujinya
Wang Jun tak merespon dia terus menikmati ikan bakarnya,sungguh dia tak mau tergoda dengan gadis pecicilan ini.Wang Jun bangkit mengambil selembar daun teratai untuk mengambil air minum.
Wang Jun mengambil air dengan selembar daun teratai yang sudah dia lipat ujungnya supaya tidak tumpah dan di berikan kepada Lien Hua.bukankah ini sangat romantis di zaman modern ? Lien Hua minum dari cawan daun teratai. dan ini manis sekali.
Lien Hua menatap Wang Jun dengan tatapan bersahabat tidak seperti biasanya.
"Mengapa menatapku seperti itu ? apa kau hendak berterima kasih padaku ?"
"Aku rasa tidak perlu,karena aku menolongmu bukan untuk menarik perhatianmu dan kau akan jatuh cinta padaku"ucap Wang Jun datar
Lien Hua terkekeh "ahahaha.... sungguh Pangeran,aku tertawa dengan pernyataanmu,aku sama sekali tak tertarik padamu"solot Lien Hua
Wang Jun mendengus "Nada bicaramu terlalu tinggi Tusn Putri" cemoohnya
"Oh...Pangeran ingin aku merendah ? disini di gua ini tidak ada status Pangeran ataupun Tuan Putri.yang ada hanyalah dua orang manusia yang terjebak di lembah sunyi"tukas Lien Hua getir
"Besok pagi aku pastikan kita akan keluar dari sini"ucap Wang Jun
"Semoga"
Lien Hua kembali berbaring di tumpukan jerami dan mulai memejamkan matanya dia malas berdebat dengan Wang Jun.
Lien Hua terbangun saat mendengar kicauan burung yang begitu merdu.dia melihat Wang Jun sudah tidak ada di tempatnya,Lien Hua melangkah keluar gua dan mendapati Wang Jun sedang mengumpulkan sulur pohon beringin.Lien Hua menepuk jidatnya mengapa tak terpikir olehnya ? sulur ini jika di pilin dan di buat tali akan membantu mereka untuk naik ke atas.
"Yyyeeasyyy...kita akan keluar dari tempat ini !"teriak Lien Hua girang
Lien Hua membantu mengumpulkan sulur itu sementara Wang Jun yang mengambilnya,Lien Hua menyesal telah berkata kasar dengan Pangeran dingin di hadapannya ini.
\=\=\=\=\=\=\=\=
"Bagaimana bisa kalian membiarkan junjungan kalian sampai terperosok ?"hardik Wang Yi
"Ampuni kami Pangeran muda,kami psntas mati !" hiba mereka
"Jangan sampai berita ini sampai kepada Ayahanda atau kalian akan di hukum penggal"
"Ampun Pangeran !"
Ming Fei mengikuti rombongan Pangeran Wang Yi,kegelisahannya sama seperti para prajurit itu,kepzlanya akan terpenggal jika sampai sang Tuan Putri tidak di temukan.
"Jangan ada yang istirahat sampai kita tiba di lembah !" teriak Wang Yi tegas
"Baik Pangeran!"
Kuda melesat seperti angin menembus hutan pinus dan rimbunnya dedaunan.hentakan kaki mereka melecut kuda itu kian melesat.
Lien Hua selesai memilin sulur beringin yang dirasa sudah cukup panjang.Wang Jun memeriksa sekeliling dan dia menemukan batang pohon diatas sana yang cocok dikaitkan dengan tali itu.sekali berpijak pada pohon itu dia bisa melesat sampai ke atas.
"Putri baws talinya kemari !"titah Wang Jun
Lien Hua menarik tali itu dan menyerahkannya pada Wang Jun.dengan sekuat tenaga Wang Jun melempar tali yang sudah dia buat kolongan ke dahan pohon itu dan....
HHHUUPPPP
Tali melingkar tepat di dahan dan Wang Jun tinggal menariknya memastikan jika tali dan dahan cukup kuat untuk menahan beban dua orang.
"Kau siap untuk naik ?"
Lien Hua mengangguk
"Kemarilah !"
Dengan ragu Lien Hua mendekati Wang Jun.sigap Wang Jun memegang tali sementara tangan satunya merengkuh pinggang Lien Hua.
"Berpeganglah padaku jika kau tak ingin terjatuh"ucap Wang Jun dingin
Lien Hua memeluk dada Wang Jun dengan ragu dia terpejam.pada hitungan ketiga Wang Jun melesat dan beroijak di dahan 0ohon dan kembali melesat sampai ke atas.Lien Hua masih terpejam saat mereka sudah tiba diatas.
"Kita sudah tiba diatas sekarang"
Lien Hua buru-buru melepas prlukannya.dia mengawasi sekeliling sudah tidak ada siapapun disana.
"Kita cari desa terdekat untuk minta bantuan "
"Apa menurutmu pengawal kita akan menemukan kita ?"
"Jika kita singgah di desa dekat hutan pinus ini pasti mereka akan menemukan kita,karena mereka pasti melewati desa itu"tutur Wang Jun
"Baiklah,ayo kita berangkat !"
Lien Hua melenggang terlebih dulu sambil berlonjak girang.Lien Hua bersenandung seolah tak memiliki kesedihan.
Pasukan yang di pimpin Wang Yi telah tiba di lembah sunyi.prajurit menyebar untuk mencari junjungan mereka.
"Pangeran Muda lihatlah !"seru seorang prajurit dari balik air terjun
Wang Yi berlari menerjang air terjun dan mendapati bekas aku api unggun,tumpukan jerami dan remahan dedaunan.
"Sepertinya mereka pernah singgah disini"ujar mereka
"Lalu mereka pergi lewat mana ? mengapa tidak bertemu dengan kita ?"tutur Wang Yi
Ganti Ming Fei yang berteriak "Pangeran !"
Ming Fei menunjuk tali yang terjuntai keatas dahan.Wang Yi memeriksanya.
"Ini berarti Pangeran sudah naik keatas ,kita kembali !"perintah Wang Yi
"Baik !"
Pasukan Wang Yi kembali menyusuri lembah sebelum hari menjadi gelap.
Sementara itu setelah berjalan cukup lama Wang Jun dan Lien Hua tiba disebuah desa di tepi hutan. setiap pasang mata menatap keduanya dengan tatapan penuh curiga.Lien Hua mengawasi keadaannya yang menyedihkan pantas jika mereka menatapnya aneh.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=
HAPPY READING