Princess Yellow

Princess Yellow
CHAPTER 16



Wang Liu datang ke paviliun Lien Hua bersama 3 orang pelayan yang membawa alat rias,Wang Liu tau betul kesederhanaan Lien Hua,jadi ia ingin Lien Hua tampil beda saat bertemu Ayahandanya.


"Tuan Putri Wang Liu tibaaa !"


Ming Fei membuka pintu dan Wang Liu segera masuk.dia membungkuk mrmberi hormat,Lirn Hua tersenyum.


"Ayo Kak aku dandani !"


"Aku mau kau dandani seperti apa ?"


Wang Liu tertegun melihat peti berisi pakaian diatas meja "I-ini apa ?"


"Itu hadiah dari Pangeran Mahkota" jawab Lien Hua


"Kakak ? ini luar biasa Kakakku memberi hadiah pada seorang gadis" seru Wang Liu


"Apa yang luar biasa ?"


"Luar biasa,Kakakku tidak prrnah memberi hadiah kepada gadis manapun"ceritera Wang Liu


Lien Hua hanya diam "Baiklah,ini sebaiknya aku pakai gaun yang kau bawa ? atau aku harus memakai gaun pemberian Kakakmu ?" tanya Lien Hua


"Begini saja,Kakak pakai gaun dari Kak Jun dan memakai perhiasan dariku"saran Wang Liu


"Baiklah"


Wang Liu tersenyum dia merasa menemukan Kakak perempuannya. dia merasa bisa begitu akrab dengan Lien Hua,padahal sebenarnya dia punya saudara perempuan



Wang Liu tersenyum menatap Lien Hua di cermin.dia merasa puas telah berhasil memoles wajah Kakak perempuannya itu.


"Ayo Kakak !"ajak Wang Liu


"Ayo !"


Seisi Aula perjamuan menjadikan Lien Hua sebagai pusat perhatian. tak terkecuali Wang Wei,baru pertama kali dia terpana oleh kecantikan seorang wanita.dia terus mengikuti langkah Lien Hua dengan matanya,bagaimana wanita seanggun ini bisa mengalahkan begitu banyak pasukannya yang terlatih.


"Hormat hamba Yang Mulia Raja Wang Fei semoga panjang umur" salam Lien Hua


"Silahkan duduk Putri !"


Wang Jun yang duduk di samping Ayahandanya terus tersenyum melihat Lien Hua memakai gaun pemberiannya.


Lien Hua duduk di tempat yang sudah disediakan,sementara Ming Fei berdiri di belakangnya.hati Lien Hua berkecamuk dia tak tega saat dia menikmati perjamuan Ming Fei hanya berdiri mematung.


"Aku sangat tersanjung Putri Lien Hua sudi menerima undanganku" ucap Raja Wang Fei


Lien Hua tersenyum "Saya yang tersanjung dengan undangan dari Yang Mulia"


"Aku tidak percaya,seorang Putri yang begitu anggun bisa mengalahkan banyak pria"


"Itu semua berkat Panglima hamba Yang Mulia"


"Sungguh bijak dan rendah hati" puji Raja Wang Fei


"Silahkan menikmati jamuan !"


Raja Wang Fei menepuk tangannya dan muncul sekelompok penari cantik.dengan luwes dan gemulai mereka menarikan tarian tradisional.


"Tuan Putri itu sangat cantik Pangeran"bisik Xue kepada Wang Wei


"Cantik tapi berbahaya"dengus Wang Wei


"Pangeran bisa mendekatinya secara halus,wanita manapun tak akan menolak kekayaan dan kedudukan"ujar Xue


"Kau benar"


"Atur waktu agar aku bisa bertemu dengannya !"titah Wang Wei


"Baik"


Penari kembali ke tempatnya berganti dengan pemain musik.lagi Wang Jun menangkap Wang Wei sedang mengawasi Lien Hua yang fokus menikmati alunan musik.


Lien Hua tak sengaja bersitatap dengan mata Wang Jun,reflek dia menurunkan manik matanya.dia tak nyaman hampir setiap pasang mata pria di ruangan ini memperhatikannya.


Lien Hua tersenyum antara kaget dan bingung,dia tidak bisa menari kalau bela diri di jagonya.


"Hamba akan membantu Tuan Putri,menarilah"bisik Ming Fei


Akhirnya Lien Hua menerima selendang itu dan turun ke altar, Wang Wei duduk di depan kecapi dan mulai memetiknya,tanpa sepengetahuan siapapun Ming Fei meniupkan keajaiban pada selendang Lien Hua yang langsung menggerakkan tubuh itu dengan gemulai.


Wang Jun terpukau dengan penampilan Lien Hua,tidak hanya dia tapi semua yang ada di Aula perjamuan sama terpukaunya. namun ditengah tariannya Lien Hua menginjak kainnya yang membuat penutup dadanya agak turun.beruntung Wang zjun mengetahuinya dan segera melempar kipasnya kearah Lien Hua.


Sigap Lien Hua menerimanya dan dia gunakan untuk menutupi dadanya.Wang Jun mengawasi sekeliling sepertinya tidak ada yang menyadarinya.


"Dasar gadis ceroboh"batin Wang Jun


Tarian berakhir semua hadirin bertepuk tangan,Lien Hua kembali ke tempatnya,Ming Fei segera menyodorkan pin kepada Lien Hua yang segera dijepitkan ke kainnya.


"Luar biasa Putri !"seru Raja Wang Fei


"Terima kasih"


"Sungguh beruntung Raja Hong Yi" tuturnya


"Setelah ini kejutan apalagi yang akan kau berikan kepada kami ?" celetuk Raja Aang Fei


Lien Hua hanya tersenyum "Hamba hanyalah gadis biasa yang tak pantas menyombongkan diri di hadapan Yang Mulia Raja"ucap Lien Hua halus


Raja Wang Fei tersenyum,gadis seperti inilah yang pantas untuk disandingkan dengan putranya. lembut,rendah hati,pandai membawa diri,terampil dalam segala hal.masalah cantik rupa di dunia ini pasti akan ada yang lebih cantik lagi.tapi kecantikan hati akan sulit dicari.Raja Wang Fei merasa semua itu ada pada diri Lien Hua.


Perjamuan kembali berlanjut dengan canda dan tawa.hati Wang Jun menghangat melihat senyum Lien Hua terlebih saat barisan gigi putihnya yang berjajar rapi terlihat.


🌺🌺🌺🌺


Lien Hua menyodorkan kipas milik Wang Jun"Terima kasih"


"Hem"


"Baiklah Pangeran Mahkota,saya permisi"pamit Lien Hua seraya membungkuk


Wang Jun mengangguk sambil menatapi Lien Hua yang pergi digiring oleh pelayannya.A Chen yang tengak-tengok seperti ora g bodoh


"Pangeran ! seharusnya anda menahannya"seru Chen


"Untuk apa ?"


"Ajak dia ngobrol biar kalian lebih skrab"Chen semakin kesal dengan kebekuan junjungannya ini


"Apa harus ?"


Chen menepuk jidatnya dia tidak habis pikir dengan jalan pikiran junjungannya ini.Chen berjslan mendahului Wang Jun lalu mulai berjalan mundur


"Pangeran lihat ! Pangeran besar telah selangkah lebih maju dari anda,dia berani meminta Tuan Putri menari.jangan sampai Pangeran bessr mendahului anda"tutur Chen panjang lebar


"Aku bukan orang yang suka mencari muka seperti dia"ucsp Wang Jun datar


"Dan anda berharap Putri cantik itu yang mendatangi anda ?"


"Kami terpisah oleh jarak yang begitu jauh,tapi dewa selalu mempertemukan kami dengn cara yang tak terduga"cerita Wang Jun


"Bukankah itu takdir ?"


A Chen tersenyum "Meski takdir,bila tidak di ungkapkan juga percuma"


"Biarkan semua mengalir sesuai alurnya"putus Wang Jun


"Hamba harap ketika Pangeran menyadari.ya krlak,semua masih belum terlambat"ucap Chen


"Kau pergilah pimpi. patroli malam disekitar paviliun tamu !"titah Wang Jun


"Baik Pangeran !"


Wang Jun merebah di peraduannya dia mrngingst kembsli semua kejadian di Aula perjamuan.dia memang berkali kali menangkap Wang Wei mencuri pandang kearah Lien Hua.dia tak akan membiarkan Lien Hua dimiliki oleh pria hidung belang seperti Wang Wei.


\=\=\=\=\=\=\=\=


HAPPY READING