Princess Yellow

Princess Yellow
CHAPTER 3



☘☘☘☘


Ming Fei membawa Xiao Li ah bukan ! Putri Lien Hua berkeliling Istana Yue Hua.ini masih terasa seperti mimpi bagi Xiao Li bisa menikmati suasana Istana yang asri dan menakjubkan.di kawal oleh beberapa pelayan dan prajurit Ming Fei mengajak Xiao Li berkeliling keluar area Istana lainnya.semua pengawal yang berpapasan dengan Tuan Putri segera membungkuk memberi hormat.


Ming Fei menunjukkan tempat-tempat yang harus di hafal oleh Xiao Li.Istana kediaman Raja dan Permaisuri,Selir juga Putri Raja dari para Selir.Raja Hong Yi mempunyai seorang Permaisuri dan empat Selir dengan 13 anak.yang semuanya adalah seorang Tuan Putri.


Ming Fei berbisik ke telinga Xiao Li saat dari kejauhan terlihat seorang gadis berjalan dengan kawalan banyak pelayan dan pengawal.


"Tuan Putri,itu adalah Putri Zhi Hua,dia adalah orang yang selalu menjauhkan Tuan Putri dari kasih sayang Ayahanda dan Ibunda"


Xiao Li manggut-manggut tanda mengerti


"Salam kepada Tuan Putri Lien Hua semoga panjang umur !"salam para pelayan


Xiao Li hanya tersenyum


"Aku kira kau akan terus mengurung diri di Istanamu karena malu"Zhi Hua berkata dengan nada mengejek


"Untuk apa aku harus malu ? Aku tidak berbuat dosa" sahut Xiao Li tenang


"seharusnya kau malu,seorang wanita yang di tinggal menikah oleh pasangannya tentu dia sangatlah tidak beruntung.itu artinya kau itu terbuang dan tidak diinginkan" cibir Zhi Hua pedas


"Justru aku merasa sangat beruntung di tinggal sebelum aku menikah,itu artinya Dewa mengasihaniku.dengan memperlihatkan bahwa dia bukan yang terbaik untukku" balas Xiao Li telak yang langsung membuat Zhi Hua bungkam


Dalam hati Zhi Hua bergumam darimana Lien Hua punya keberanian untuk membalas kalimatnya ? Lien Hua bahkan berani menatap matanya.


"Saya permisi dulu adik Zhi Hua !" psmit Xiao Li


Sepanjang perjalanan Ming Fei tak henti memuji keberanian Xiao Li membalas Zhi Hua.selama ini Putri Lien Hua sangat mengalah.Ia membiarkan saja saat saudari tirinya itu menindasnya.


"Ming Fei ! pintu gerbang itu mengarah kemana ?" tanya Xiao Li


"Itu pintu gerbang keluar istana menuju Kota Raja,Tuan Putri" jawab Ming Fei


"Ming Fei,bolehkah aku keluar istana ?"


"Ampun Tuan Putri,hamba tidak berani ! hamba akan mendapat hukuman jika mengijinkan Tuan Putri krluar istana" tutur Ming Fei sembari tertunduk


Huh ! Xiao Li mendengus kasar menjadi Tuan Putri sungguh banyak aturan dan juga larangan.Xiao Li menatap tajam kearah pintu gerbang seolah ingin menerobos pintu gerbang itu dengan matanya. dia baru menyadari kalau telah keluar begitu jauh dari istana Yue Hua.


"Ming Fei kita kembali !" ajak Xiao Li


"Baik Tuan Putri"


☘☘☘☘


Di dalam Istana kediaman Yang Mulia Raja,beliau sedang membicarakan perubahan sikap Putri Lien Hua bersama Permaisuri Mu Feng.


"Hamba senang Yang Mulia setelah siuman dari tidur panjangnya Lien Er menjadi lebih periang,sepertinya dia sudah bisa melupakan Pangeran Zhao" tutur Permasuri


"Kau benar Permaisuri,dengan begini kita akan lebih mudah mencarikan jodoh untuknya" timpal Raja Hong Yi


"Yang Mulia ingat ? sepuluh hari lagi akan ada festival bunga,di dalam festival bunga itu nanti akan berkumpul seluruh bangsawan dari berbagai negeri.kita bisa mempertemukan putri kita dengan salah satu dari mereka" terang Permaisuri


"Apa tidak terlalu cepat ?"


"Yang Mulia,kita cuma mencoba mempertemukan jika putri kita menolak ya tidak masalah"


Raja Hong Yi manggut-manggut sambil menepuk bahu istri yang sudah puluhan tahun setia mendampinginya.


"Tuan Putri Lien Hua datang menghadap !" pekik pengawal diluar sana


Pintu terbuka Xiao Li dan Ming Fei membungkuk memberi hormat. Xiao Li masuk sementara Ming Fei menunggu diluar.


"Hormat kepada Ayahanda dan Ibunda semoga panjang umur !" salam Xiao Li canggung


Permaisuri Mu Feng menatap putrinya yang masih menunduk seorang Lien Hua tanpa aksesoris di rambutnya adalah pemandangan langka.karena Putri Lien Hua sangat suka berhias.ada apa dengan putrinya ?


"Ada apa gerangan sehingga seorang Lien Er datang mengunjungi orang tuanya sepagi ini sampai melupakan aksesoris rambutnya ?" tegur sang Ibunda


Xiao Li sedikit terkejut,Ia tak terbiasa dengan aksesoris seperti itu sampai melupakannya.alhasil Ia hanya bisa nyengir menampakkan giginya yang putih dan rapi.


"Maaf Ibunda,Lien Er melupakannya karena tergesa-gesa"


"Ada masalah apa putriku ?"tanya sang Ayahanda


"Lien Er ingin meminta ijin untuk keluar istana" ucap Xiao Li ragu


Raja Hong Yi sama terkejutnya dengan Permaisuri Mu Feng keduanya saling pandang.Putri Lien Hua sangat enggan berurusan dengan hal di luar istana.dan sekarang dia minta ijin untuk keluar istana.


"Semenjak peristiwa itu,Lien Er merasa tidak nyaman berada di istana terus.Lien Er ingin menghirup udara di luar istana"


"Lien Er,Ayahanda bukan tidak mengijinkanmu keluar istana.tapi untuk saat ini kondisi di luar istana sedang tidak kondusif" terang sang Ayahdanda


"Yang Mulia,biarkan Lien Er menngikuti kata hatinya.Yang Mulia bisa memberikan pengawalan yang ketat" saran Sang Ibunda sembari menatap putrinya


Xiao Li merasa berbahagia mendapat dukungan dari Ibunda Lien Hua.Raja Hong Yi mengerutkan dahinya,Ia masih merasa ragu melepaskan putrinya di luar sana.


"Ayahanda,Ibunda jika dengan banyak pengawal tentu akan mencurigakan.biarkan hamba pergi bersama Ming Fei"tawar Xiao Li


"Tidak boleh ! itu akan sangat berbahaya"tolak sang Ayahanda


"Jika tidak mau pengawalan yang ketat,Ayahanda akan meminta dua panglima terbaik kita untuk bersamamu"putus sang Ayahanda akhirnya


"Terima kasih Ayahanda" seru Xiao Li sumringah


☘☘☘☘


Xiao Li akhirnya bisa menghirup udara segar Kota Raja,bersama dua panglima dan juga Ming Fei.Ia dibuat takjub dengan tata kota yang sudah seperti jaman modern hanya saja semua masih terbuat dari kayu.tapi tetap masih sangat cantik.


"Tuan Putri mari kita beristirahat dulu" saran Panglima Ye


"Baiklah"


"Hamba akan memeriksanya terlebih dulu,Tuan Putri mohon untuk menunggu sebentar"


Xiao Li hanya mengangguk


Tak butuh waktu lama Panglima Ye mempersilahkan sang junjungan untuk masuk sebuah kedai.semua penghuni kedai langsung memberi hormat dan menyajikan makanan terbaik mereka.


"Hormat kepada Yang Mulia Putri Lien Hua semoga panjang umur" salam mereka


"Bangunlah tidak perlu sungkan"



"Silahkan Yang Mulia ! Selamat menikmati"ucap sang pelayan


"Terima kasih"


Sang pelayan nampak terkejut Yang Mulia junjungannya berterima kasih kepada seorang pelayan yang kastanya jauh lebih rendah darinya.


"Tuan Putri setelah ini anda ingin pergi kemana ?"tanya Ming Fei


"Eemm...entahlah,yang penting tempatnya indah dan menyenangkan" jawab Xiao Li


Xiao Li mengawasi dua panglima gagahnya yang berdiri menjaganya. Ia merasa bingung mengapa begitu kentara kesenjangan sosial di jaman dulu.


Xiao Li menarik tangan kedua panglimanya di bawanya duduk bersamanya.kedua panglima itu nampak kebingungan.


"Ampun Yang Mulia,hamba tidak berani"tolak sang panglima


"Di dalam istana Saya adalah junjunganmu tapi diluar kita adalah sama"ucap Xiao Li


"Hamba tetap tidak berani"


"Panglima saya perintahkan anda untuk duduk dan makan bersama saya !"titah Xiao Li


Akhirnya kedua panglima itu duduk dan makan satu meja dengan Xiao Li dan Ming Fei.selesai makan mereka melanjutkan perjalanan.


Xiao Li minta berhenti di sebuah pasar,kali ini Xiao Li dan yang lainnya bertukar pakaian agar tidak terlihat mencolok.di pasar banyak sekali pedagang yang menjajakkan berbagai jrnis kerajinan,aksesoris kipas dan juga panganan.


"Ming Fei,ayo kita lihat kipas disana !"ajak Xiao Li


"Baik"


Pedagang kipas itu di kelilingi oleh banyak pembeli,ada dua orang pemuda yang penampilannya seperti bangsawan.Xiao Li tertarik dengan kipas yang di pegang oleh sang penjual dan langsung meraihnya.Ming Fei segera membayarnya.baru berjalan sebentar ada seorang pria mengejarnya.


"Maaf Nona,itu kipas adik saya"


Xiao Li berbalik dan menatap pria tampan berbaju putih dengan memegang kipas.pria itu tersenyum menatap Xiao Li.


"Tuan,kipas ini masih di tangan penjualnya saat ku ambil bagaimana bisa kipas ini milik adik anda ?" ujar Xiao Li


"Tapi aku yang melihatnya terlebih dulu"seru seorang gadis di belakang pria berkipas itu


Xiao Li tersenyum kecil sambil mengepakkan kipasnya "Adik kecil, sesuatu yang kau lihat itu masihlah belum menjadi milikmu"


"Kakak itu kipasku,aku menginginkan kipas itu"rengeknya


"Nona,bagaimana bila saya membeli kipas anda ? Nona boleh menyebutkan berapapun nilainya" tawar pria itu


Xiao Li kembali tersenyum "Tuan ada beberapa hal di dunia ini yang tidak bisa dinilai dengan materi, dan maaf saya tidak menjual kipas ini"Xiao Li berucap sambil berbalik dan melangkah pergi


"Kakak...aku mau kipasku !" pekik gadis itu


Sejurus kemudian pria itu kembali menghampiri Xiao Li dan berusaha merebut kipas Xiao Li yang tetap di pertahankan.kedua panglima Xiao Li hendak menyerang pria itu namun di tahan oleh Xiao Li


Perebutan kipas tak dapat dielakkan lagi.Ming Fei dan kedua panglima itu melongo melihat junjungannya jago bela diri.begitu gesit da. lincah mempertahankan kipasnya.suatu detik kedua kipas itu terlempar ke udara dan pria itu melompat meraih kipas milik Xiao Li dan kipasnya dia lempar kearah Xiao Li.sigap gadis itu menangkap kipas itu tanpa menyadari jika kipasnya sudah tertukar.pria itu tersenyum dan berlalu.


"Tuan Putri seharusnya anda tak perlu turun tangan.biar hamba yang tangani"ucap Panglima Qin


"Masalah sepele untuk apa harus panglima turun tangan ?" jawab Xiao Li


"Hamba terkejut Tuan Putri sejak kapan bisa bela diri ?" tutur Ming Fei


"Sejak saat ini"


Xiao Li mengepakkan kipasnya dan betapa terkejutnya saat mengetahui bahwa kipas itu bukan miliknya ia benar-benar merasa di bohongi.


"Huuhh ! Aku bersumpah akan membalasmu"geram Xiao Li


Tangannya mengepal dan dahinya berkerut saking marahnya.Ming Fei sampai tak berani menatap junjungannya.


\=\=\=\=\=


HAPPY READING