Princess Yellow

Princess Yellow
CHAPTER 10



Lien Hua mengangkat tubuh lemah nenek tua di hadapannya itu,lalu di peluknya erat sambil diusap punggungnya.


"Nenek,tempatmu disini bukan di bawah kakiku"ucap Lien Hua


Nenek tua itu terguguk di dalam pelukan Lien Hua,semalaman dia tak bisa tidur memikirkan kepalanya akan di penggal.


"Ampuni hamba Tuan Putri"


"Tidak apa-apa Nenek"


"Tuan Putri,kita harus pergi sebelum hari semakin siang"ucap Ming Fei


Lien Hua membungkuk memberi hormat kepada Wang Jun dan Wang Yi kemudian tersenyum. Wang Vjun mengeluarkan sesuatu dari balik lengan bajunya.




Ternyata sebuah tusuk konde berbentuk bunga,dia menarik tangan Lien Hua dan menyerahkannya.Lien Hua menatap Wang Jun bingung.


"Seorang gadis akan lebih cantik apabila rambutnya terisi oleh hiasan rambut"ucap Wang Jun


"Jangan sampai hilang"


"Tolong pakaikan !"


Wang Jun menyelipkan tusuk konde itu ke rambut Lien Hua.gadis itu tersenyum terlebih saat Wang Yi mengerling genit ke arahnya.


"Tuan Putri bisa memandangi tusuk konde itu jika merindukan Kakakku"selorohnya


"Eheemm..."goda Ming Fei


Lien Hua semakin tersipu


Wang Jun memegang kendali kuda Lien Hua dan membantunya naik punggung kuda itu,rasanya begitu berat melepas Lien Hua yang beberapa hari ini mengisi hari-harinya.meski terkadang menyebalkan tapi Lien Hua selalu berhasil membuatnya tersenyum.


"Selamat jalan Putri hati-hati"


Akhirnya Lien Hua melesat bersama kudanya.Ming Fei dan beberapa pengawal mengikuti dari belakang.


 


Raja Hong Yi menatap Lien Hua tajam,Zhi Hua berdiri disamping Ayahandanya dengan wajah culasnya.


"Hormat hamba kepada Ayahanda semoga 0anjang umur !"salam Lien Hua


"Lien Er,kau adalah seorang Tuan Putri bukan gadis pengembara yang bebas keluar masuk sesuka hatimu"


"Mulai saat ini,kau dilarang keluar istana tanpa seijin Ayahanda"


"Tapi Ayahanda....."


"Ayahanda telah mendengar kau terjebak di hutan dengan Pangeran Wang Jun"


"Ayahanda itu kecelakaan"


"Ayahanda akan menghukum semua pengawal yang ikut bersamamu"ancam Raja Hong Yi


Lien Hua sontak berlutut "Ampun Ayahanda ! semua adalah kesalahan hamba,harap jangan menghukum pengawal hamba" hiba Lien Hua


Zhi Hua tersenyum puas usahanya agar membuat Lien Hua di benci Ayahandanya berhasil.


"Hukum Lien Er saja Ayahanda"


"Hukuman untukmu jangan keluar dari istana Yue Hua dan jangan berhubungsn dengan orang luar" tegasnya


"Ayahanda boleh menghukum Lien Er apapun.tapi jangan hukum pengawal hamba Ayahanda" bujuk Lien Hua


"Pergilah ke istanamu !"


Hati Lien Hua bergemuruh ini pasti provokasi dari Zhi Hua.hingga Ayahandanya begitu murka.dengan nanar dia memandang pengawalnya yang di hukum di tengah terik matahari.


"Ming Fei,kalian semua maafkan aku,karena aku kalian di hukum"


"Ampun Tuan Putri,hamba tidak menyesal mengikuti anda"kata mereka


"Aku akan pastikan ini yang terakhir kalinya kalian di hukum"


"Terima kasih Tuan Putri"


Lien Hua mengamati tusuk konde pemberian Wang Jun.Pangeran itu berharap bisa bertemu lagi dengannya,apa ini pertanda jika Wang Jun adalah cinta sejati Lien Hua ? dia tersenyum tipis Wang Jun ini sebenarnya sangat tampan meskipun sangat dingin.tapi sebenarnya dia sangat perhatian dan penurut.


"Ming Fei.....aku bosan sekali disini "seru Lien Hua sambil meregangkan tangannya


"Bagaimana aku bisa menemukan cinta sejatiku jika aku terkurung disini Ming Fei"keluh Lien Hua


"Bersabarlah Putri nanti pasti akan ada waktu untuk Putri keluar"ucap Ming Fei


"Zhi Hua itu benar-benar"geram Lien Hua


"Apa tidak ada keseruan di luar istana ?"


"Satu minggu lagi akan ada pesta panen raya,saat itu Putri pasti di bolehkan keluar"tutur Ming Fei


"Satu minggu ? aku pasti sudah mati karena bosan Ming Fei" rengek Lien Hua


"Oh Ming Fei,berikan aku alat lukis ! aku akan melukis"


________


Wang Jun tengah melukis di ruang bacanya,seyelah perburuan membawa petaka waktu itu,Wang Jun belum keluar istana lsgi.dia sedang fokus melukis wajah Lien Hua yang terus saja menari di pelupuk matanya dan menyambangi mimpinya di mlam hari.sungguh Lien Hua ini telah menyita sebagian besar ruang hidupnya.


Seorang pengawal masuk setelah di persilahkan masuk.dia membungkuk memberi hormat.


"Hormat hamba Pangeran Mahkota semoga panjang umur !"


"Informasi apa yang kau dapatkan ?"


"Semenjak kembali ke istana Putri Lien Hua di hukum tidak boleh keluar istana Pangeran"


"Lalu ?"


"Akan ada pesta panen raya Pangeran dan setiap tahunnya akan ada banyak pertunjukkan yang akan di hadiri oleh keluarga kerajaan"


"Apa masih sempat jika kita kesans ?"tanya Wang Jun


"Masih sempat Pangeran"


"Baiklah besok kits berangkat"putus Wang Jun


Wang Yi dsn Wang Jun mengekor Wang Jun yang tengah mengemadi pakaiannya.


"Kak Jun,kami ikut"rengek Wang Liu


"Kau harus menjaga Ayahanda dan Ibunda"


"Kakak,di istana ini masih banyak Pangeran dan putri yang bisa menjaga mereka"


"Kalian ini"


Seorang pengawal datang menghadap dan meminta mereka bertiga untuk menghadap sang Ayahanda.tak perlu pikir panjang mereka langsung bergegas menghadap.ternyata Pangeran Wang Wei juga ada disana.


"Hormat kami Ayahanda semoga panjang umur"


"Bangunlah putra putriku.aku senang kalian masih mengindahkan panggilanku.kalian terlalu sibuk dengan urusan kalian"


"Maafkan hamba Ayahanda"


"Kalian tau ? ada tiga provinsi di kerajaan kita yang sedang bergolak mereka ingin memisahkan diri" cerita Raja Wang Fei


"Provinsi selatan sudah aku serahkan kepada Wang Wei,tinggal provinsi barat dan provinsi perbatasan dan aku ingin Wang Jun yang menangani provindi perbatasan"


"Hamba menerima perintah Ayahanda"jawab Wang Jun


"Ayahanda,aku juga mau di beri tanggung jawab seperti kakak kakakku"protes Wang Liu


"Liu Er,kau itu seorang Putri lebih baik kau belajar menyulam" tutur Raja Wang Fei


"TPi Ayahanda...."


"Liu Er jangan membantah Ayahanda"tukas Wang Jun


"Jun,Ayahanda menaruh harapan besar padamu.semoga rakyat perbatasan bisa kau kendalikan tanpa berberang dengan para oemberontak"


Wang Wei mengepal penuh dendam,Ayahandanya selalu saja lebih mengutamakan Wang Jun. dan selalu saja seperti itu.Wang Liu mengikuti langkaah Wang Jun yang begitu cepat.


"Kakak Aku harus ikut"rengeknya


"Liu Er ini tugas berperang bukan pergi jalan-jalan"ujsar Wang Jun


"Kenapa hsnya pria yang boleh berperang ? sementara wanita tidak boleh ?"ptotes Wang Liu lagi


"Karena ini berbahaya,medan peperangan bukan taman bermain" tandas Wang Jun lagi


"Kak Yi,bujuk Kak Jun agar aku diiji kan ikut"rengek Wang Liu


"Liu Er aku janji jika perang ini selesai aku akan mengajakmu ke LienXin"tutur Wang Jun


"Kakak janji"


Wang Jun mengangguk


Serta merta Wang Liu memeluk kakaknya itu,Wang Liu segera membantu persiapan kedu kakaknya itu.


Sementara itu di kediaman Pangeran Wang Wei.tampak beberapa pelayan yang sedang berbenah.lalu datang seorang pengawal.


"Aku ingin kau memprovokasi para pe.berontak di perbatasan.jangan kembali jika kau tidak bisa menyelesaikan tugasmu"ucap Wang Wei


"Baik Pangeran"


"Aku ingin zjun sialan itu tidak kembali"geram Wang Wei


"Laksanakan Pangeran"


"Pergilah !"


Wang Wei menyeringsi licik.usahsnya kemarin telah gagal dan dia tidak mau gagal untuk yang kesekian kalinya.


\=\=\=\=\=\=\=


HAPPY READING