
Di sebuah kedai duduk satu meja dua orang pemuda tampan dan seorang gadis muda yang sangat cantik.mereka sedang menikmati makanan sambil berbincang.
Pemuda tampan dengan kipas yang tak pernah lepas dari tangannya bernama Wang Jun,seorang Pangeran dari kerajaan WangXin sementara pemuda tampan satunya adalah Wang Yi adik dari Wang Jun.dan gadis cantik itu adalah Wang Liu adik perempuan mereka.
Pangeran dan Putri itu khusus datang ke kerajaan LienXin untuk menghadiri Festifal Bunga yang diadakan setiap tahun secara bergilir dari kerajaan yang satu ke kerajaan yang lain.
Wang Liu mengepakkan kipas bergambar sepasang burung phoenix dengan senyum merekah di bibirnya.Ia puas kakaknya bisa memberikan apa yang dia inginkan. Ia menikmati makanannya dengan antusias
"Jun,aaku masih memikirkan bagaimana reaksi gadis itu saat tau kipasnya telah kau tukar"cetus Wang Yi tiba-tiba
Wang Jun menghela napas dan mengulas senyum "Aku yakin dia aka. mencariku"
"Ilmu silatnya lumayan"kata Wang Yi lagi
Wang Jun membuka lengan bajunya dan nampak lebam di lengan itu"Tidak hanya lumayan setiap pukulannya sangat bertenaga hanya saja dia terhalang oleh pakaiannya,dia jadi kurang leluasa" Wang Jun mencoba menganalisa
"Kalau dilihat dari orang yang mengawalnya,sepertinya dia bukan gadis biasa"ujar Wang Yi
Wang Jun menggaruk hidungnya dengan ujung kipasnya "Tapi kalau dia seorang putri bangsawan,untuk apa repot menghadapiku kan ada pengawalnya"
"Kak Wang Jun benar,seorang Putri Bangsawan mana pernah membiarkan rambutnya kosong tanpa aksesoris"timpal Wang Liu
"Tapi dia tetap cantik"seru Wang Yi seraya meneguk secangkir arak di hadapannya
"Cantik akuuuu...!"pekik Wang Liu
Wang Jun hanys tersenyum tipis melihat tingkah adiknya yang saling pukul.meski Wang Liu terlahir dari ibu yang berbeda karna dia adalah putri seorang Selir,tapi Wang Jun dan Wang Yi sangat menyayangi Wang Liu.
"Mari kita kembali ke penginapan !"ajak Wang Jun
Dimata rakyat WangXin selama ini Wang Jun adalah Pangeran yang sangat dingin dan tidak banyak bicara berbeda dengan Wang Yi yang periang dan ramah.tapi dengan keluarganya Wang Jun sdalah seseorang yang sangat hangat.
Wang Jun meniup lentera yang ada di atas meja.Ia merebahkan dirinya diatas tempat tidur setelah menutup kelambu berwarna coklat. Ia membuka kipas yang tadi di serahkan oleh Wang Liu dan tersenyum samar,bayang wajah ayu pemilik kipas itu terlintas di pikirannya.gadis berbaju biru toska dengan kipas di tangannya begitu menggodanya.rasa kantuk menyergap dirinya perlahan dia mulai memejamkan matanya.
Kkkrreeekkkk
Seorang wanita bercadar putih mencongkel pintu kamar penginapan Wang Jun,dengan mengendap-endap wanita itu memasuki kamar Wang Jun.Ia membuka kelambu coklat penutup tempat tidur Wang Jun yang sedang terlelap dengan masih memegang kipas.
Dengan sangat hati-hati wanita bercadar itu menarik kipas itu tapi Wang Jun memegangnya terlalu erat.lagi wanita itu mencoba menariknya namun tiba-tiba tangan wanita itu di tarik ke dalam pelukan Wang Jun
"Lepaskan aku !"teriak wanita itu
"Aku tau kau pasti akan mencariku untuk mengambil kipas ini"ujar Wang Jun
"Kembalikan kipasku !"
"Ambilah jika kau bisa"
"Aku tidak akan sungkan"
Perebutan kipas kembali terjadi hantaman dan pukulan saling di lancarkan,wanita bercadar putih itu melempar semua yang ada ke arah Wang Jun.di suatu kesempatan wanita bercadar itu berhasil merebut kipas itu dan menendang pintu hendak kabur.Wang Jun memegang bahu wanita itu namun segera di tepis.sekuat tenaga wanita itu mendorong Wang Jun namun pria itu berhasil melepas cadarnya.
"Kita bertemu lagi Nona"kata Wang Jun
Xiao Li mengepakkan kipasnya sembari tersenyum puas "Aku hanya mengambil milikku"ujarnya
"Apa kau yakin bisa keluar dari tempat ini ?"tanya Wang Jun santai
"Kenapa tidak ? Aku cukup berteriak maka seisi penginapan ini akan datang kemari "Xiao Li berada diatas angin
Wang Jun membisu
"Terima kasih telah menjaga kipasku"ucap Xiao Li sembari melenggang pergi
*Flashback on
"Tuan Putri mengapa begitu geram ?"tanya Panglima Zhou
"Pria itu menukar kipasku"
"Tuan Putri tenang saja,kami pasti akan menemukannya"ucap Panglima Ye
"Aku mau kipasku kembali" ujar Xiao Li
"Tenang Tuan Putri"ucap Ming Fei
Panglima Zhou dan Panglima Ye segera mencari informasi tentang pria berkipas itu.mereka segera melobi setiap penginapan di Kota Raja.hingga akhirnya mereka mendapatkan informasi yang Xiao Li inginkan.
"Lapor Tuan Putri,pria berkipas itu menginap di penginapan naga kembar"lapor Panglima Ye
"Terima kasih Panglima,nanti malam kita kesana"ujar Xiao Li sembari menyesap secangkir teh dihadapannya
"Baik Tuan Putri"
"Tuan Putri mengapa hamba merasa cemas"ujar Ming Fei
"Ming Fei,aku akan baik-baik saja"
"Hamba akan membekali anda sesuatu"ucap Ming Fei seraya mengeluarkan sesuatu dari lengan bajunya
Sebuah tongkat kecil berwarna emas bersinar diangkat Ming Fei dan diarahkan kepada Xiao Li.
"Ming Fei jangan ! Aku akan berusaha sendiri"tolak Xiao Li
"Hati-hati Tuan Putri"
"Hem"angguk Xiao Li
Flashback off*
________
Wang Jun mengulas senyum sambil menikmati sarapan paginya,wanita itu teruz membayang di kepalanya. wanita itu sungguh berbeda dari wanita pada umumnya,dia begitu tenang tapi sekalinya bertarung dia begitu enerjik tak tampak kelemahannya sama sekali.
"Selamat pagi !"seru Wang Liu membuyarkan lamunan Wang Jun
"Kakak masih pagi melamunkan apa ?"tanya Wang Liu
Wang Jun menggeleng pelan sembari trrus menikmati makanannya.Wang Liu meraih kipas di sebelah mangkuk Kakaknya.dia terkejut saat kipas itu bukan bergambar burung phoenix,dia tampak bingung.
"Kak,kemana kipasku ?"tanya Wang Liu
"Diambil pemiliknya"jawab Wang Jun datar
"Bagaimana bisa wanita itu mengambilnya ? kipas itu milikku "geram Wang Liu
"Tapi aku mau kipas itu"rengek Wang Liu
"Liu Er jangan membuat Wang Jun marah.aku akan meminta pengrajin untuk membuatkan kipas yang sama dengan kipas wanita itu saat kita kembali ke WangXin nanti" hibur Wang Yi yang sedari tadi tetap diam
"Yyyeee...terima kasih Kak Yi" seru Wang Liu girang
Perhatian mereka tersita oleh kedatangan Xiao Li bersama pengawalnya yang dengan anggun menuruni tangga.pandangannya lurus ke depan dengan dagu terangkat,senyum menghiasi wajahnya yang ayu.
"Silahkan duduk Nona"ujar Panglima Zhou yang memang dilarang Xiao Li untuk memanggilnya Tuan Putri saat di tempat umum
Xiao Li memang sengaja meminta mereka merubah penampilannya agar tidak dikenali sebagai penggede kerajaan.
"Terima kasih Paman Zhou"ucap Xiao Li
Xiao Li mengambil duduk di meja berseberangan dengan meja Wang bersaudara.Wang Liu tak henti mengawasi Xiao Li yang asyik makan.dia masih sangat kesal terlebih melihat Xiao Li membawakipas yang dia klaim sebagai miliknya.
"Liu Er berhenti menatapnya seperti itu"bisik Wang Yi
"Wanita tak tau malu itu bahkan tak sungkan membawa kipasku" dengus Wang Liu kesal
"Adik ingat,jangan membuat masalah"tambah Wang Yi
Sedari tadi Wang Jun hanya membisu dia sibuk menikmati kecantikan wajah wanita di seberang mejanya yang di pandangi justru asyik mengobrol sambil menikmati makanannya.entah kenapa jantung Wang Jun berdegub begitu cepat.dadanya terasa begitu sesak.
Sedang asyik makan tiba-tiba ada seorang wanita yang jatuh pingsan. semua pengunjung penginapan histeris.Xiao Li berlari menghampiri wanita yang sudah di kerumuni oleh banyak orang.
"Permisi ! Permisi ! tolong jangan mengerumuninys berikan udara segar"seru Xiao Li
"Tolong segera panggil dokter !" teriak Xiao Li
Orang-orang tampak saling pandang tak mengerti,Xiao Li baru sadar dia salah ucap "Tolong panggilkan tabib !" ralat Xiao Li
Sepertinya wanita yang tergeletak di depannya ini mengalami serangan jantung.Xiao Li membaringkan wanita itu di lantai,kedua tangannya di luruskan. pertama Xiao Li memberikan Resusitasi Jantung 0aru berupa nafas bantuan tapi wanita itu tak merespon.Xiao Li meletakkan telapak tangan kanannya ditengah dada wanita itu dan telapak tangan yang satunya diatasnya kemudian menekannya beberaoa kali.Xiao Li menempelkan telinganya ke dada wanita itu namun belum ada reaksi. Xiao Li mengulangi menekan dada wanita itu beberapa kali dan akhirnya wanita itu terbatuk-batuk.orang-orang sangat keheranan.
"Wah....dia sadar kembali"
"Nona ini hebat sekali"
"Dia seorang dewi penyelamat"
"Terima kasih Nona"ucap wanita itu seraya bangun
"Ming Fei,tolong ambilkan air minum untuknya !"titah Xiao L
"Baik Nona"
Tak lama setelah wranita itu minum air dari Ming Fei tabib datang.wanita itu segera di bawa ke kamar penginapan untuk di obati.
Semua orang mengelu-elukan Xiao Li.dan lagi Wang Jun dibuat takjub oleh sikap heroik Xiao Li.namun wanita itu begitu rendah hati.hanya tersenyum saat semua orang memujinya.satu-satunya orang yang tidak suka dengan Xiao Li hanya Wang Liu.
"Dasar wanita suka mencari perhatian" cibir Wang Liu
"Liu Er sudahlah,kita harus melanjutkan perjalanan agar bisa tepat waktu tiba di istana" ajak Wang Jun
Senja menggantung di langit istana LienXin.Panglima Ye mengawal Xiao Li yang berkuda dari belakang memasuki pintu gerbang Istana LienXin.
"Hormat kepada Tuan Putri Lien Hua semoga panjang umur !" salam mereka
"Sejak kapan Tuan Putri suka berkuda ?"bisik para prajurit
"Tapi aku akui Tuan Putri terlihat lebih berwibawa"
"Kau benar"
"Aku lebih suka Tuan Putri yang sekarang"
Tiba di istana kasim penjaga langsung berbisik kepada Panglima Ye,mengatakan jika Tuan Putri telah di tinggu oleh Yang Mulia Raja.
Tanpa membersihkan diri Xiao Li langsung menemui Yang Mulia Raja di Aula Istana.di dalam Aula sudah berkumpul seluruh penggede istana.Ming Fei mengisyaratkan agar Xiao Li segera memberi hormat.
Dengan gugup Xiao Li segera bersimpuh memberi hormat.Yang Mulia Raja tampak tersenyum dan melambaikan tangannya mengisyaratkan agar Xiao Li berdiri di sebelahnyya.
Xiao Li melangkah dengan anggun menuju singgasana Yang Mulia Raja,dari atas singgasana Xiao Li bisa melihat para hadirin dengan leluasa.pandangannys tertuju pada sepasang lelaki dan perempuan yang duduk diantara para putri.yang lelaki menatap Xiao Li dengan tatapan yang tak bisa di mengerti.
Ternyata ini adalah pertemuan untuk membahas Festival Bunga yang akan berlangsung beberspa hari lagi.
"Dan tanggung jawab untuk terselenggaranya Festival bunga ini akan aku serahkan pada Putri Lien Hua" kata Yang Mulia Raja menunjuk Xiao Li
Zhi Hua nampak sangat terkejut mengingat setiap acara besar kerajaan Yang Mulia Raja selalu mempercayakan semua padanya, tapi hari ini acara sebesar itu mengapa diserahkan kepada Lirn Hua yang tak berpengalaman.
"Terima kasih Yang Mulia Raja,hamba akan mengemban tugas ini dengan sebaik-baiknya" ucap Xiao Li lembut
"Bagus sekali"
"Pertemuan selesai kalian boleh bubar !"titah Yang Mulia Raja yang segera undur diri
"Mengantar Yang Mulia Raja semoga panjang umur"
Senua hadirin membubarkan diri di dalam aula hanya tersisa Xiao Li dan lelaki yang sedari tadi menatapnya.Ming Fei menyusul masuk membawakan jubah untuk junjungannya karna diluar mulai dingin.
"Yang Mulia ini jubah anda di luar sangat dingin"ucap Ming Fei
"Terima kasih Ming Fei"
"Ming Fei pergilah ! Aku ingin bicara dengan junjunganmu"ucap Pria itu
"Ampun Pangeran Zhou silahkan tanyakan sendiri kepada junjungan hamba,apakah beliau masih bersedia berbicara dengan Pangeran"ucap Ming Fei panjang lebar
Pangeran Zhou ? otak Xiao Li berputar apakah ptia ini yang menyebabkan Putri Lien Hua nekat bunuh diri ? wajahnya biasa saja tak begitu tampan.kenapa Lien Hua bisa begitu tergila-gila dengannya ?
"Maaf Pangeran Zhou hamba masih banyak urusan.mungkin lain kali kita bisa mengobrol"ucap Xiao zli sopan
"Ayo Ming Fei !"
Xiao Li meninggslksn Pangeran Zhou yang masih terpaku di tempatnya.Pangeran Zhou tak percaya Lien Hua yang begitu mencintainya kini menolaknya.
\=\=\=\=\=\=\=
ZHAPPY READING