
Semenjak di hukum tidak boleh keluar dari Istana Yue Hua,Lien Hua menghabiskan waktunya untuk membaca buku,melukis dan belajar memasak
Lien Hua ingin suatu saat bila bertemu lagi dengan Wang Jun.Pangeran dingin itu tidak mencibir masakannya lagi.Ming Fei tersenyum samar melihat junjungannya yang sedang melamun menunggui iksn asam manisnya yang belum masak.
"Tuan Putriiiiii ikannya gosong !" pekik Ming Fei
Lien Hua terperanjat hingga dia menyenggol periuk dan membuatnya terjatuh.melihat ekspresi kegugupan Lien Hua itu Ming Fei benar-benar tak dapat menahan tawanya.
"Ha ha ha jangan banyak melamun Putri"serunya
"Ming Fei kau ini,kau melarangku tertawa lebar dan kau sendiri tertawa seperti itu"protes Lien Hua
"Maaf Putri,Ming Fei kelepasan" sesal Ming Fei
Ming Fei menggantikan Lien Hus mengangkat ikan itu dan menaruhnya di piring saji.ada dua porsi yang satu untuk di cicipi dan yang satu untuk di kirim ke kediaman raja Hong Yi.
Ming Fei mrngunyah ikan asam manis itu perlahan dan diam beberapa saat membuat Lien Hua penasaran.
"Bagaimana ?"
Ming Fei mengerutkan dahinya dan menggeleng "Sayang sekali....."
Lien Hus memotong kata kata Ming Fei "Tidak enak?"
"Sayang sekali jika masakan seenak ini tidak sampai kepada Yang Mulia Raja"kata Ming Fei sumringah
"Ming Feiiiiiii kau menggodaku" seru Lien Hua gemas
"Maaf Putri"
"Cepat antar ini kepada Ayahanda sebelum dingin,tunggu sampai Ayahanda mencicipinya dan memberikan penilaian"pesan Lien Hua
"Baik Putri"
_________
"Pelayan Ming Fei datang menghadap"teriak kasim penjaga pintu
Pintu utama kediaman Yang Mulia Raja terbuka,Ming Fei masuk menenteng rantang susun dari kayu.Ming Fei bersujud memberi hormat krpada Raja Hong Yi yang sedang berbincang dengan Permaisuri.
"Bangunlah !"
"Ampun Yang Mulia,hamba membawa masakan spesial yang khusus dimasak oleh Tuan Putri harap Yang Mulia bersedia mencicipi"ucap Ming Fei
Permaisuri bangkit dan meraih rantang di tangan Ming Fei,di taruhnya di meja dan di buka.Permaisuri tersenyum ternyata ikan asam manis kesukaan suaminya.
"Putrimu tau kalau Ayahandanya sedang ingin makan ikan asam manis"ucap Permaisuri
"Putri kits itu memang sangat perasa"
Seorang pelayan datang membawa peralatan makan di nampan yang di bawanya,Permaisuri mengambilkan dan menyajikannya,Raja Hong Yi mencicipinya dan tersenyum.
"Ini enak sekali"puji Raja Hong Yi
"Hamba mewakili Tuan Putri mengucapkan terima kasih"ucap Ming Fei
"Beri tahu Tuan Putri untuk mempersiapkan diri dalam acara panen raya besok"ucap Raja Hong Yi
"Baik Yang Mulia,hamba undur diri"
Permaisuri menyerahkan rantang itu dsn memberikan dua tusuk konde dari emas.
"Berikan tusuk konde ini kepada Tuan Putri sebagai hadiah untuk masakannya yang lezat"ujar Permaisuri
Ming Fei menerima tusuk konde itu "Terima kasih,hamba mohon diri !"
"Ming Fei ini bagus sekali !"seru Lien Hua girang
"Itu adalah hadiah untuk masakan Putri yang lezat"ucap Ming Fei
"Yyyyeeeee....."
"Dan kabar baiknya Tuan Putri diminta untuk bersiap dalam acara panen raya besok"ujar Ming Fei
Lien Hua kembali bersorak dan memeluk Ming Fei "Akhirnya aku diijinkan keluar !"
"Selamat untuk kebebasannya Tuan Putri"ujar Ming Fei
Lien Hua tersenyum,dia bergegas menuju kediaman Ayahandanya untuk menghadap dan mengucapkan terima kasih.
"Bangunlah putriku"
"Terima kasih Ayahanda,hamba berterima kasih karena Ayahanda telah mencabut hukuman hamba"ucap Lien Hua
"Putriku,tidak ada hal lain bagi Ayahanda selain Ayahandamu ini tak ingin ksu dalam bahaya"ujar Raja Hong Yi
"Tapi Ayahanda sadar selama ini terlalu mengekangmu"
"Lien Er mengerti Ayahanda"
"Ayahanda ingin acara besok kau yang menangani"titah Raja Hong Yi
"Hamba laksanakan Ayahandda,hamba mohon diri !"
"Hem....."
Pangeran Zhou membeliak resah menatap Lien Hua yang duduk bersama Putri yang lain dalam acara panen raya ini,dia menyesal kini Lien Hua tampil lebih percaya diri ketimbang Lien Hua yang dulu yang tak suka mengikuti acara kerajaan.bahkan dia terlihat jauh lebih cantik dari wanita yang ada di sebelahnya,yang tepatnya adalah istrinya.
Acara pesta panen raya berlangsung sangat meriah,rakyat mengelu-elukan ide-ide luar biasa dari Putri Lien Hua yang membuat hasil panen menjadi melimpah.tentu saja hal itu dia adaptasi dari pengalamannya di zaman modern.
Lien Hua berjalan cepat saat Pangeran Zhou Lu Han mengikutinya,dia tidak ingin membuat komentar miring seluruh penghuni istana.
"Berhenti ! Aku bilsng berhenti Lien Er !"seru Pangeran Zhou
Lien Hua berhenti dan berbalik dia menatap Pangeran Zhou tajam "Anda telah kehilangan hak anda untuk berbicara dengan saya setelah anda memutuskan untuk meninggalkan saya"sinis Lien Hua
Lien Hua kembali berbalik
Lien Hua tersenyum getir,zaman dahulupun sudah ada lelaki pecundang semacam ini ? Lien Hua mengepalkan tangan karena geram.
"Aku tidak bahagia bersama istriku karena aku masih terus memikirkanmu"
Lien Hua berbalik "Pangeran Zhou,saya sarankan anda untuk segera memeriksakan diri ke tabib istana,sepertinya anda SAKIT" Lien Hua memberi penekanan pada kata sakit yang terlontar dari bibirnya
"Satu hal lagi,saya merasa beruntung bisa lepas dari pecundang seperti anda,atauuuu hidup saya akan penuh penyesalan"
Lien Hua tersenyum "Berbahagialah bersama istri pilihan anda"
Lien Hua berlalu tanpa menunggu balasan dari Pangersn Zhou yang masih berdiri mematung.
_________
Wang Jun menggelar peta persembunyian para pemberontak dan mendiskusikannya dengan kepala prajurit terbziknya.Wang Jun segera membagi prajurit menjadi beberapa kelompok untuk mengepung para pemberontak.
"Kami mengerti Pangeran,kami menerima perintah"
"Bagus ! kita akan berkumpul lagi di titik ini"Wang Jun menunjuk sebuah titik
Semua prajurit bersiap dan membagi kelompok.Wang Jun memimpin kelompok paling besar dan berangkat ke tempat persembunyian perampok.
~Sementara itu~
Lien Hua bersama pasukannya hendak mengirimkan hasil panennya menuju perbatasan,sekaligus untuk bertemu dengan putra Residen perbatasan.
"Tuan Putri,kita akan bermalam di tempat ini kami akan membuat tenda"ucap Panglima Ye
"Baik"
"Tuan Putri beristirahatlah"
Lien Hua hanya mengangguk.Ia duduk di peti besar,Ming Fei segera menuangkan air minum untuk junjungannya itu.
Lien Hus memandang langit yang cerah bertabur bintang meski tak sedanh bulan purnama,Ia meratapi dirinyz,kapan dia aksn kembsli ke zaman modern dan berkumpul lagi dengan Ayahnya dan juga Li Mey ? dia terdampar di zaman yang begitu asing dan selalu beradu dengan marabahsya.
"Apa yang sedang Putri pikirkan ?"
Lien Hua menghela napas panjang "Aku tak pernah berpisah selama ini dengan Ayahku Ming Fei,Aku sangat merindukannya"tutur Lien Hua
"Bukankah ada Ayahanda Putri Lien Hua ?"
"Beliau bukan Syahku"
"Kita akan segera menyelesaikan misi ini agar Putri bisa segera kembali"ujsr Ming Fei
Lien Hua meneguk air dari gelas porselin kecil di tangannya,biss menemuksn cinta sejati itu buksn perkara gampang.
"Tuan Putri tenda sudah siap silahkan beristirahat di dalam tenda"ucap Panglima Ye
"Terima kasih Panglima"
Belum lama Lien Hua memejamkan mata,tiba-tiba terdengar suara desingan pedang dan anak panah. memang agak jauh tapi suasana malam yang sunyi menjadikan suara itu terdengar jelas.
Lien Hua keluar dari tenda,seluruh prajurit ikut keluar,Panglima Ye mengutus beberapa pengawsl untuk memeriksa.
"Lapor Tuan Putri,Panglima Ye ada pertempuran antara Pihak Kerajaan WangXin dan pemberontak"ucap seorang prajurit
"Siapa pemimpin pasukan WangXin ?" tanya Panglima Ye
"Pangeran Wang Jun"
"Tuan Putri hamba menunggu perintah" ucap Panglima Ye
"Panglima Ye saya perintahkan kerahkan pasukan untuk membantu pasukan kerajaan WangXin !"titah Lien Hua tegas
"Baik Tuan Putri !"
Panglima Ye terkejut saat Lien Hua ikut menenteng pedang "Tuan Putri "
"Anda silahkan menunggu kami didini,saya tidak mau membahayakan nyaws anda"
"Kita satu pasukan berangkat bersama pulang bersama"
"Tapi Tuan Putri hamba tidak berani"
"Jika nanti kita di hukum maka kita akan di hukum berssma"
"Sekarang kita selamatkan nyawa orang terlebih dahulu selebihnya kita pikirkan nanti"putus Lien Hua
Panglima Ye dan seluruh prajurit berlutut memberi penghormatan.mereka sangat kagum dengan ketegasan junjungannya ini.
Agar tidak menimbulkan kecurigaan mereka berangkat berjalan kaki.suara desingan pedang semakin krntara.mereka semakin dekat dengan arena pertempuran.
Anak panah berseliweran terlihat dari kegelapan Wang Jun tengah bertarung dengan ketua pemberontak.Lien Hua dan prajuritnya segera turun membantu
"Aaawwaasss !"
Lien Hua memekik saat sebuah anak panah meluncur mengarah kepada Wang Jun.sigap pria itu menangkis anak panah itu namun dia tidak tau jika ada sebuah anak panah lagi yang mengintainya dan.......
"Wang Juuuuunnnnn !"
Lien Hua tak sempat berlari karena te.gah menghadapi beberapa pemberontak.dan anak panah itu mengenai dada sebelah kanan Wang Jun.
"Pangeran !"teriak Lien Hua
Panglima Ye dan Ming Fei terus melindungi junjungan mereka menumbangkan pemberontak itu.
"Tuan Putri,bawa Pangeran ke tabib terdekat"titah Panglima Ye
Lien Hua mencabut panah yang ternyata beracun itu,bibir itu langsung membiru.segera Lien Hua memapah tubuh besar itu pergi dari arena pertempuran di kawal oleh beberapa prajurit menuju tempat kuda.
"Susul kami di desa seberang"pesan Lien Hua
Prajurit itu membantu Wang Jun naik punggung kuda.Lien Hua menarik tangan Wang Jun di ikat di pinggangnya dengan selendang Wang Jun menyandarkan kepalanya di bahu Lien Hua.
Lien Hua menghentak kuda itu dan segera melesat menembus kegelapan malam.
\=\=\=\=\=\=\=
HAPPY READING