Princess Yellow

Princess Yellow
CHAPTER 1



Xiao Li mengayuh sepeda tuanya dengan penuh semangat.setelah melewati malam panjang akhirnya tiba pagi ini.pagi dimana Xiao Li siap untuk menyongsong masa depannya.


Senyum terkembang dari bibir mungilnya,Xiao Li sangat percaya diri setiap perusahaan tak mungkin menolak mahasiswi lulusan terbaik seperti dirinya.


TIT TIT TIT


Suara klakson mobil di belakangnya membuat Xiao Li limbung karna kaget hingga ban sepedanya menyasak genangan air.


Mobil Maserrati hitam itu melaju lurus tanpa peduli Xiao Li yang basah kuyup oleh cipratsn air.sang pengemudi hanya mengawasi dari cermin atas mobil sambil tersenyum sinis.


"Berhenti weiiii...!"teriak Xiao Li yang turun dari sepedanya


Xiao Li menyusut dressnya yang basah dengan sapu tangan.Ia bersyukur berkas lamarannya selamat dari cipratan air.


"Hah,,,syukurlah"ujar Xiao Li menghela napas lega


Xiao Li melanjutkan perjalanannya.tak seberapa lama Xiao Li memarkir sepedanya di depan sebuah gedung yang menjulang tinggi.baru saja akan memasuki gedung itu Xiao Li sudah di halangi oleh dua orang security bertubuh kekar dan berwajah garang.


"Hei Nona ! Berhenti ! Nona mau kemana ?"tanya sang security


"Mau masuk"jawab Xiao Li santai


Security itu mengawasi Xiao Li dari ujung kepala sampai ujung kaki.kemudian menyeringai kecil terkesan meremehkan.


"Kau tidak lihat keadaanmu Nona ? Kau sudah seperti tikus kecebur got begitu bagaimana bisa masuk gedung elite seperti ini ?" Cemooh Security itu


"Nona kembalilah dulu,bersihkan dirimu baru besok kembali kemari lagi"saran Scurity yang lainnya


"Kalau begitu boleh saya titip surat lamaran saya"ujar Xiao Li


Security itu tersenyum "Itu bukan wilayah saya Nona,anda bisa kembali besok"jawabnya


Dengan berat hati akhirnya Xiao Li berbalik menghampiri sepeda yang setia menunggunya.keadaannya saat ini memang sangat menyedihkan dress navy Xiao Li basah dan kotor memang tak pantas untuk bertemu petinggi perusahaan besar.


Sekilas matanya menangkap sebuah kotak surat di pojokan.dengan segera Xiao Li berjalan kesana dan menaruh anplop coklat berisi surat lamarannya disana.setidaknya ada harapan lamarannya itu akan sampai pada petinggi perusahaan.


Xiao Li kembali mengayuh sepedanya untuk kembali ke rumahnya.ditengah perjalansn ponselnya berdering.Xiao Li menepi di trotoar untuk menerima telepon.


"Iya Mey"sapa Xiao Li pada Li Mey sahabatnya


"Ada pameran lukisan hari ini,mau ikut tidak ?"tanya Mey dari seberang sana


Gadis berkacamata dengan tubuh tambun itu asyik menelepon dengan makan camilan.


Xiao Li menatap tubuhnya yang menyedihkan,tak mungkin dia pergi ke Galeri Lukisan dalam keadaan seperti ini.akan membusng waktu jugs jika dia harus kembali ke rumah.


"Mey,aku ingin ikut tapi.."


"Tapi apa Xiao Li ?"potong Li Mey dengan mulut penuh makanan


"Tadi aku kecipratan air di jalan dan bajuku basah" cerita Xiao Li


"Bukankah di dekat Galeri ada mall nanti kita bisa membeli baju disana."kata Mey


Xiao Li mengerutkan dahinya membeli baju menambah pengeluarannya dan itu akan memotong jatah makannya.


"Mey, aku lebih baik pulang dulu" ucap Xiao Li akhirnya


"Xiao Li tenanglah,masalah baju aku yang akan membeli,sekarang sherloc biarkan aku jemputmu" putus Li Mey


Setelah menerima notif dari Xiao Li,Li Mey segera meluncur dengan mobilnya. Xiao Li dan Li Mey sudah bersahabat dari SMP.dua sahabat ini tak pernah terpisahkan apapun yang terjadi.


Li Mey menepikan mobilnya di depan Xiao Li,sekalinya gadis itu masuk setelah melipat sepedanya dan memasukkannya ke bagasi mobil,tawa Li Mey tersulut saat melihat keadaan Xiao Li yang menyedihkan.dengan kasar Xiao Li menoyor lengan Li Mey.


"Tertawalah sampai puas" Xiao Li menggerutu dengan wajah cemberutnya


"Ada apa denganmu ? Kehujanan ? Atau tadi ada hujan lokal ?"Mey meledeknya sebelum akhirnya cengengesan


"Huh ! masih bertanys? Tadi bukankah sudah aku ceritakan senang sekali melihat teman menderita"solot Xiao Li dengan mata menciring


"Ampuuuuunnn...aku hanya bercanda Liliiiii...,"seru Mey yang fokus dengan kemudi


Xiao Li tertawa melihat wajah tegang Li Mey,Ia senang bisa mengusili sahabatnya yang gempal itu


"Aku juga bercanda Mey"tawa Xiao Li


"Kau ini"gerutu Mey


Sesampainya di Mall.Li Mey memilihkan beberspa potong dress dan juga srpatu untuk Xiao Li.untuk sahabatnya yang satu ini Mey memang tak pernah itung-itungan.terkadang Xiao Li sampai merasa malu.tapi jika di tolak Mey akan sangat marah.



Xiao Li dan Li Mey bersiap untuk ke Galeri lukisan.tak sengaja Xiao Li melihat mobil yang tadi membuatnya begitu menyedihkan.


Seorang pria berkacamata keluar dari mobil dengan kawalan empat orang bodyguard berwajah datar seperti jalan tol.


Ah ! Xiao Li juga malas berurusan dengan orang tak penting,dia segera melenggang menyusul Mey yang lebih dulu masuk.


"Tuan Muda,apa perlu saya menghubungi Direktur Ma ?" Tanya lelaki yang berjalan mengiring lelaki yang di panggil Tuan Muda itu


"Jangan ! Kalau kau memberi tahu kedatanganku nanti mereka malah ada persiapan "cegah sang Tuan Muda


"Saya mengerti"angguk orang itu


Seorang pengawal membukakan pintu untuk sang Tuan Muda.di dalam Galeri seorang wanita paruh baya begitu gugup menyambut sang Tuan Muda.dia tersenyum dan membungkuk memberi hormat.


"Selamat datang Tuan Muda ! Kenapa tidak memberi kabar sebelumnya ?" Sapa wanita itu


"Aku sengaja ingin melihat kinerjamu Direktur Ma" jawab sang Tuan Muda dingin


Wajah Direktur Ma berubah tegang,dia tak menyangka Tuan Muda Wang yang katanya sedang berada di Paris tiba-tiba hadir di Pameran lukisannya hari ini.


"Kenapa wajahmu tegang sekali Direktur Ma ?" Tanya sang Tuan Muda lagi


Sang Tuan Muda hanya membalas dengan anggukan. Direktur Ma membawa sang Tuan Muda menikmsti lukisan hasil karya pelukis ternama dari seluruh penjuru dunia.


"Bagaimana menurut anda Tuan Muda ?" Tanya Direktur Ma


"Tidak buruk"


Tuan Muda Wang berhenti di hadapan sebuah bingkai lukisan seekor rubah merah tangannya terangkat hendak menyentuh lukisan itu.Ia merasa tak asing dengan lukisan itu.


"Ada apa Tuan Muda ?"


"Tidak ! Kita lanjut lagi"


Xiao Li tengah mengamati sebuah lukisan guci kuno ketika tanpa sengaja pandangannya menangkap sebuah lampu hias yang menempel dilangit-langit Galeri bergerak seperti mau terlepas dari pengaitnya. Sementara di bawahnya ada beberapa orang termasuk pria yang dilihatnya di parkiran tadi.


Setengah berlari Xiao Li menyongsong orang-orang itu dan berteriak "Awaaaass.......!!"


Dengan tanpa pikir panjang Xiao Li mendorong tubuh pria itu sementara yang lain brrhamburan menjauh,dan tepat saat keduanya terjatuh....


PPRRAANNGGG


Lampu hias itu terjatuh dan pecahan kacanya menyebar kemana-mana.sementara tubuh Xiao Li masih berada diatas tubuh pria itu dengan tebaran pecahan kaca di tubuh mereka.


Semua orang histeris namun sejoli ini seolah terhipnotis dengan mata indah mereka yang saling bertubrukan.para pengawal sang Tuan Muda segera menyebar sebagian menyisir ruang Galeri dan sebagian lagi membersihkan pecahan kaca.


"Anda tidak apa-apa Tuan Muda ?"tanya lelaki yang terus mengikutinya


Tuan Muda Wang memperoleh kesadarannya dan dengan segera menyingkirkan tubuh mungil Xiao Li darinya.mata indah itu menatap Xiao Li dengan tatapan mematikan.sementara yang ditatap memilih membersihkan dirinya dari serpihan kaca.


"Apa ?"semprot Xiao Li


"Kau ceroboh sekali kau membuatku hampir celaka" balas Tuan Muda Wang


"Aku menyelamatkanmu kalau tidak kau akan tertimpa lampu"tukas Xiao Li


"Tapi kau membuatku terjatuh"ketus Tuan Muda Wang


"Oh...seharusnya kubiarkan kau tertimpa lampu tadi tak perlu ku tolong"dengus Xiao Li kesal


"Tidak tau terima kasih" Kedumel Ciao Li sambil lalu


Seorang pengawal tergopoh-gopoh menghampiri Tuan Muda Wang dengan wajah Tegang.


"Lapor Tuan Muda,dari rekaman cctv ada yang sengaja ingin mencelakai anda"tutur sang pengawal


"Apa sudah di temukan?"


Pengawal itu menggeleng "belum,tapi kami sudah mengantungi ciri-cirinya"


"Aku mau orang itu segera ditemukan"titah Tuan Muda Wang


"Baik"


"Asisten Liu,aku ingin dalam waktu kurang dari 24 jam kau bisa memberiku kabar baik"


Asiste. Liu hanya mengangguk paham "untung gadis tadi mendorong anda tepat waktu,kalau tidak entah apa yang akan terjadi"ucap Asisten Liu


Tuan Muda Wang menyeringai ringan "itu drama klasik yang biasa di lakukan wanita murahan demi mendekatiku.dan ujungnya tak jauh dari hartaku" ucap Tuan Muda Wang datar


Asisten Liu hanya terdiam


"Hei...kemana Direktur Ma ? Bukankah dari tadi dia mengikutiku ?" Tanya Tuan Muda Wang heran


"Dia berhamburan keluar bersama pengunjung Galeri yang lain"jawab Asisten Liu


"Mencurigakan sekali,dia juga harus kau periksa !" Titah Tuan Muda Wang


"Baik"


\=\=\=\=


Li Mey mengobati lutut dan siku Xiao Li yang terluka karna terkena serpihan kaca,gadis gempal itu tak berhenti komat-kamit karna kesal.


"Si Tuan kaya itu sungguh keterlaluan,sudah di tolong malah tak tau terima kasih" omel Mey


"Sudahlah,orang kaya memang seperti itu" sela Xiao Li datar


"Huh ! Menyebalkan"


"Terima kasih ya,Mey.Aku mau pulang" pamit Xiao Li


"Kamu tidak menginap disini ?"


"Nanti Ayah mencemaskan aku" ujar Xiao Li


"Aku antar"


"Eeehh...rumahku cuma beberapa blok dari sini untuk apa di antar ?" Cegah Xiao Li buru-buru


Xiao Li mengayuh sepedanya dengan mengingat kejadian di Galeri lukisan tadi.hari sudah malam suasana sedikit sepi.entah kenapa lukisan seekor rubah merah tadi mengganggu pikirannya.Dia merasa tak asing dengan rubah itu.Dia seperti pernah melihatnya. Sekilas Xiao Li berhenti saat dia melihat seekor rubah melintas di depannya.Xiao Li menggeleng-gelengkan kepalanya berharap itu hanya imajinasinya.tapi rubah itu nyata.Xiao Li turun dan menghampiri rubah itu saat benar-benar dekat tiba-tiba muncul cahaya yang begitu menyilaukan mata dan......


BBBRRRAAAAKKKK


\=\=\=\=\=\=\=


HAPPY READING SEMOGA SUKA


JANGAN LUPA KASIH LIKE VOTE AND KOMEN YANG BANYAK


TERIMA KASIH