Princess Yellow

Princess Yellow
CHAPTER 19



Wang Jun mengangkat keranjang berisi buah peach dan berjalan mengekori langkah cepat Lien Hua menuju dapur istana.semua pelayan membungkuk memberi hormat lalu tersenyum.


"Hormat kepada Pangeran Mahkota semoga panjang umur !"salam mereka


"Putri Lien Hua hendak memasak tolong bantu dia !"titah Wang Jun


"Baik Pangeran"jawab mereka


"Eehh...tidak perlu ! aku akan memasak sendiri,kalian boleh membersihkan tempat lain"seru Lien Hua


Para pelayan saling pandang lalu menatap Wang Jun,sang Pangeran hanya mengangguk merekapun undur diri.


"Mengapa Pangeran masih disini ?" Lien Hua menatap Wang Jun aneh


"Kau yakin mau di dapur ini sendiri ?"Wang Jun menatap tidak yakin


Lien Hua diam lalu mulai mencuci buah peach itu,Wang Jun duduk mengawasi setiap pergerakan tangan Lien Hua mulai dari mengupas sampai mengiris buah itu.entah mau dibuat apa ?


Wang Jun terus mengikuti Lien Hua dengan matanya,sesekali dia tersenyum melihat Lien Hua menyeka keringat di dahinya dengan lengan bagian dalamnya.


"Dasar Lien Hua"batin Wang Jun


Tak butuh waktu lama Lien Hua mengangkat pengukusnya dan nampaklah kue dengan bentuk yang sangat cantik sudah matang.


"Yyeeaayy....!"seru Lien Hua


Lien Hua meniriskan kue-kue itu dan menatanya diatas piring keramik berbentuk oval.aroma kue yang lezat dari kue itu menggelitik hidung Wang Jun.


Lien Hua meletakkan kue lainnya ke dalam kotak susun dua dan menutupnya.Wang Jun menatap Lien Hua tanpa berkedip membuat gadis itu salah tingkah.


"Apa ada yang salah ?"tany Lien Hua bingung


"I-ituuuu..."


"Apa?"


Lien Hua mengerutkan dahi bingung,dia mengusap wajahnya tapi Wang Jun menggeleng,Ia melangkah mendekati Lien Hua sambil menatap gadis itu lekat,tubuh Wang Jun condong mendekati wajah Lien Hua.sungguh Ia tak mampu menyembunyikan kegugupannya berhadapan sedemikian dekat dengan Wang Jun.Ia mengerjapkan matanya berkali kali.Wang Jun tersenyum tangannya terangkat dan meraih sesuatu diatas rambut gadis itu.lalu memperlihatkannta kepada Lien Hua.


Daun ? Ya daun buah peach terselip di rambut Lien Hua.gadis itu nyengir menampakkan deretan giginya yang putih dan rapi.


"Hem...pasti terselip saat aku memetik peach tadi"Lien Hua merutuki kegugupannya mengira Wang Jun hendak menciumnya. Ahh ! Ia terlalu ge-er.


"Kau....kau mau mencicipi kue buatanku ?"tanya Lien Hua terbata,Ia mengambil langkah sedikit mundur


Wang Jun kembali duduk Lien Hua segera menyodorkan piring kecil berisi kue.Wang Jun mengambil satu dan memasukkannya ke dalam mulut.baru segigit kue itu begitu lembut dan lumer di mulut,enak sekali ! Wang Jun belum pernah memakan kue selezat ini sebelumnya.Ia sampai memejam merasai kue itu.


"I-iiini enak sekali ! apa nama kue ini ?"Wang Jun bertanya tanpa berhenti mengunyah


"Ini adalah kue perajut rasa "sahut Lien Hua sembari duduk


"Perajut rasa ?"dahi Wang Jun berkerut tak mengerti


"Hem"


"Kue ini mengandung banyak unsur,manis dari yoghurt lembut dari tepung beras dan santan,asam dari susu fermentasi dipadu dengan manis harum buah peach,merajut jadi satu membentuk sebuah rasa," terang Lien Hua


"Nama yang cantik"puji Wang Jun


"Jika memang enak,aku akan mengantar kue ini kepada Yang Mulia"ujar Lien Hua


"Ayahanda akan sangat menyukainya" ucap Wang Jun berikutnya


"Ayahandaku menyukai hal baru" imbuhnya


"Baiklah,aku akan meminta Ming Fei mengantarnya"tutur Lien Hua


"Mengapa tidak kau antar sendiri ?" Wang Jun tak mengerti


"Aku tidak enak hati,aku sudah terlalu banyak menyita waktu Yang Mulia"terang Lien Hua


"Gadis ini begitu pengertian" gumam Wang Jun


Ia hanya mengekor saat Lien Hua keluar dari dapur menenteng kotak bersusun dan piring.mereka terpisah tatkala terlihat A Chen dari kejauhan.


************


Xue Yao memijat lembut bahu junjungannya yang sedari tadi tampak menggeram jengkel.Ia tak berujar apapun setelah kembali dari berjalan jalan.


Hatinya begitu nyeri melihat kedekatan antara Wang Jun dan Lien Hua.mengapa Wang Jun selalu menjadi duri di setiap jalannya ?


"Pangeran besar butuh sesuatu ?" Xue Yao mrncoba memberanikan diri membuka suara


"Aku butuh Putri Lien Hua ada disini"sungutnya


Xue menunduk takut manakala Wang Wei kembali melempar semua benda di hadapannya "Hhhaaaaaacccchhhhh......!!!"


"Wang Juuuuuunnn kenapa kau selalu menjadi duri di jalanku ?"


Tangan Wang Wei mengepal kuat,sorot matanya begitu mengerikan.giginya bergemerutuk.emosi tak terkendali mengungkung jiwanya.


*********


"Kakak cobalah permen peach ini.di jamin Kakak akan ketagihan"ujar Wang Liu bersemangat


Matanya berbinar melihat Lien Hua mulai memakan permen itu,Ia seolah menunggu respon dari Lien Hua.


"Heum...ini enak sekali"


"Buah ini bisa membuat kulit Kakak muda"terang Wang Liu


Lien Hua mengangguk setuju,buah ini memang sudah terkenal banyak khasiatnya bahkan sampai di zaman modern.olahannya makin bervariasi mengikuti perkembangan zaman.


"Kakak bagaimana bisa menguasai banyak hal ? bagaimana cara membagi waktunya ?"tanya Wang Liu penasaran


"Bukankah seorang Putri banyak batasannya?"


Lien Hua masih menikmati permen peach itu "Eemm...lakukanlah apapun yang kau sukai dengan hati dan perbanyak berlatih dan membaca itu saja"


"Jika kau senang memasak ? suka memasak ? maka rajinlah memasak,baca buku tentang masakan,lakukan karna hatimu menyukainya"imbuhnya


"Jika kau suka bidang seni maka rajinlah berlatih dan membaca buku tentang seni"


"Intinys lakukan sesuatu yang memang kamu sukai,jadilah dirimu sendiri"tandas Lien Hua


Wang Liu tertegun sesaat yang dia lakukan selama ini yaa menganut RULES seorang Putri Kerajaan.yang mengharuskan seorang Putri harus belajar ini,mahir itu,menguasai ini dan menonjolkan itu.meski terkadang itu bertentangan dengan hatinya,berbanding terbalik dengan apa yang menjadi kesenangannya.


"Bukankah selain memiliki kewajiban seorang Putri juga memiliki hak atas dirinya sendiri hem?"ujar Lien Hua setelah hening beberapa saat


"Kakak benar"


"Selama apa yang kita sukai tidak menyalahi aturan,kenapa tidak?"


"Jangan karna memenuhi kewajiban sebagai seorang Putri kita jadi kehilangan jati diri kita" Wang Liu kembali tertegun.Ia mengernyitkan dahinya seolah baru saja memperoleh pencerahan


"Mungkin peraturan di Negeri Kakak tidak terkalu mengikat"


Lien Hua mengulum senyum,Ia menatap Wang Liu sesaat bagaimana dia bisa mengatakan jika dia ini Putri berandalan yang sudah beberapa kali di hukum sang Ayahanda karna tak mematuhi peraturan istana.akan tidak mungkin dia mengajari Wang Liu seperti itu.


"Eemm...begini saja,katakan padaku apa yang kamu sukai ? nanti aku akan membantumu bicara pada Yang Mulia"putus Lien Hua


"Aku suka berkuda dan memanah seperti Kakakku"jawab Wang Liu


"Baiklah,kita kembali!"


**********


Lien Hua bersama beberapa pengawalnya menghadap Yang Mulia Raja Wang Fei di Aula Utama untuk memohon diri.Lien Hua membungkuk memberi hormat. Raja Wang Fei menanggapinya dengan anggukan dari kursi singgasananya.


"Hormat Hamba kepada Yang Mulia Raja semoga panjang umur!"


"Aku rasanya masih ingin kamu tinggal lebih lama lagi Putri"ucap Raja Wang Fei


"Ayahanda hamba sudah sangat merindukan hamba Yang Mulia"


"Baiklah,aku akan memberi hadiah sebagai ucapan terima kasih"


"Ampun Yang Mulia,bolehkah hamba menukar seluruh hadiah itu dengan sebuah permintaan kecil ?"


Semua yang ada di Aula Utama tampak melongo dan saling pandang,Putri Lien Hua menolak hadiah pemberian dari Yang Mulia ?


"Ampun Yang Mulia ! hamba sama sekali bukan tidak menghargai pemberian anda,namun hamba tulus menolong Pangeran Mahkota,dan saya hanya memohon permintaan kecil hamba ini dikabulkan"terang Lien Hua masih dengan menunduk


"Permintaan kecil apa itu ?"tanya Raja Wang Fei akhirnya


Lien Hua memberanikan diri mendongakkan kepalanya dan menjuruskan pandangannya pada Wang Liu.


"Tolong ijinkan Tuan Putri Wang Liu untuk belajar berkuda dan memanah"pinta Lien Hua sedikit ragu


Raja Wang Fei menautkan alisnya sembari menatap Wang Liu dan Lien Hua bergantian.segera Wang Liu menundukkan kepala karena takut.namun tak lama Ia kembali mengangkat kepalanya saat mendengar Ayahandanya terkekeh.


"Permintaan dikabulkan !"


Senyum indah terukir di bibir kedua Putri itu "Terima kasih Yang Mulia"


"Aku ingin suatu saat kamu yang mengajarinya secara langsung" imbuh Raja Wang Fei


"Dengan senang hati Yang Mulia"


"Hamba dan rombongan mohon diri"pamit Lien Hua


Kepulangannya kali ini tanpa kehadiran Wang Jun karena Ia sedang berada di daerah lain.sebenarnya Lien Hua ingin sekali bertemu dengan Wang Jun tapi apalah daya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


HAPPY READING