Princess Yellow

Princess Yellow
CHAPTER 9



Lien Hua bersorak girang akhirnya setelah berjalan lama akhirnya mereka tiba di sebuah desa.Lien Hua mengawasi sekeliling rumah-rumah di desa ini terbuat dari kayu yang tertata sangat rapi.berjalan dari ujung sampai ke tengah desa mereka baru berpapasan dengan orang.


"Maaf Nek,apakah ada penginapan disekitar tempat ini ?"tanya Lien Hua sopan


"Tidak ada"ketus Nenek itu


"Bisakah Nenek menunjukkan toko perhiasaan"


Lagi-lagi Nenek itu menjawab ketus "Cari saja sendiri"


Sebelum Lien Hua bersuara Wang Jun langsung menarik tangan Lien Hua meninggalkan Nenek ketus itu.


"Lihat itu toko perhiasan"seru Lien Hua


Lien Hua melepas perhiasan yang melekat di tubuhnya dan menyodorkannya kepada sang penjual.pria tua itu tampak melongo melihat semua perhiasan itu.


"Nona,perhiasan ini terlalu mahal saya tidak sanggup membelinya"ucap pria itu


"Tuan,saya cuma butuh uang untuk membeli pakaian dan makanan kalau ada tempat menginap.Tuan bisa memberi saya sejumlah itu saja" kata Lien Hua


Pria tua itu semakin bingung perhiasan ini bahkan bisa untuk membeli rumah dan Nona di depannya ini hanya minta uang seperlunya saja.Wang Jun menatap wajah polos Lien Hua,gadis ini ahkan tak memperhitungkan nilai uang.


"Tapi Nona"


"Tidak apa apa Tuan"


Pria tua itu menyodorkan sejumlah koin yang cukup banyak.memang hanya itu yang ada sepagi ini.


"Maaf Nona hanya itu yang saya punya"


"Tuan apakah ada sebuah rumah yang bisa kami sewa untuk tinggal ?" tanya Lien Hua


"Kalau Nona mau saya bisa menyewakan sebuah rumah untuk kalian tinggal"ucapnya


"Iya,tapi saya mau membeli pakaian dulu"


Pak tua mengantar Lien Hua dan Wang Jun ke sebuah rumah kecil di dekat toko perhiasannya.


"Silahkan masuk,beginilah rumahnya sederhana Nona"


"Saya akan kirimkan beras dan sayuran"


"Terima kasih"


"Sebenarnya Tuan dan Nona ini mau kemana ?"


"Kami hendak ke kota,tapi kami sedang menunggu jemputan"cerita Lien Hua


"2 hari yang lalu ada pasukan kerajaan yang datang kemari mereka hendak mencari junjungan mereka,apa kalian yang mereka cari ?"


"Bukan"sahut Lie. Hua cepat


"Kalian istirahatlah"


"Tuan apakah ada pasar di sekitar sini ?"


"Nona nanti dari toko saya lurus saja"ujarnya


"Baiklah"


"Kalian disini saja biar saya belikan"


Lien Hua berkeliling rumah kecil itu.Ah setelah terdamoar di zaman yang asing kini dia harus tersesat lagi di desa terpencil.Pak tua kembali dengan membawa pakaian juga beras dan sayuran.


"Pangeran,disini hanya ada aku dan kau,tidak ada pengawal ataupun pelayan.jadi belajarlah mengurus dirimu sendiri"ucap Lien Hua saat Pak tua telah pergi


Wang Jun dari kecil sejak dia sudah bisa mengingat,semua kebutuhannya pelayan yang melayani.dia bahkan bingung bagaimana caranya mengambil air dari sumur belakang rumah.


Lien Hua menggeleng kesal dia meraih timba air itu dan mulai menimba dan ditaruh di ember dari kayu.lagi-lagi Wang Jun dibuat takjub oleh kesederhanaan Lien Hua.dia segera mandi dan berganti pakaian.



Lien Hua mengajak Wang Jun pergi ke pasar.gadis itu sibuk membeli permen gula-gula dan panganan lain.polah tingkah Lien Hua yang konyol dengan gula-gula itu tak pelak membuat Wang Jun tersenyum samar.


Lien Hua canggung harus memanggil Wang Jun apa.karena tak mungkin dia memanggilnya pangeran.


"Kak Jun,mau membeli apa ?" tawar Lien Hua


Wang Jun menggeleng dia tak terbiasa makan makanan seperti itu.dia hanya mengikuti langkah Lien Hua ke tempat lain.dia berhenti di sebuah toko aksesoris.


"Nona Lien,aku lapar sekali"


"Kita mampir ke kedai makanan"


"Tidak,aku mau masakan yang di buat sendiri"tolak Wang Jun


"Aku tidak bisa memasak"keluh Lien Hua


Lien Hua melangkah kesal demi melihat Wang Jun yang melotot. huuu !!!! Lien Hua merutuki lelaki menyebalkan di hadapannya ini.


Wang Jun duduk mengawasi Lien Hua yang sedang mengiris sayuran dengan wajah manyun.


"Aaahhhhh....!"


Jari Lien Hua teriris pisau,Sontak Wang Jun meraih jari itu dan menghisapnya.Lien Hua melongo mendapati perlakuan Wang Jun yang membuat hatinya berdesir.


"Perih sekali"


"Jika dihisap darahnya akan berhenti"


Terlihat air di dalam kuali sudah mendidih.Lien Hua memasukkan sayurannya juga bumbunya.buburnya sudah jadi dan dimasukkan ke dalam mangkok.setelah sayurnya masak Lien Hua menyajikannya di meja.


"Makanlah,cuma itu yang aku bisa" sinis Lien Hua


Wang Jun tak berkata apa-apa dia langsung menyantap bubur di hadapannya.lumayan !!!


 


Pasukan Wang Yi telah kembali menyusuri hutan pinus dan memasuki desa.semua penduduk desa gempar di datangi oleh pasukan yang begitu banyak.Wang Yi turun dan memperlihatkan gambar sketsa wajah Wang Jun.


"Kalian pernah melihat orang di gambar ini ?"tanya Wang Yi


Seorang Nenek maju dan mengawasi gambar itu.dia ingat lelaki itu adalah lelaki yang dilihatnya bersama seorang gadis yang di ketusinya kemarin.


"Dia adalah Pangeran Wang Jun dari Kerajaan WangXin"


Nenek tua itu langsung tersimpuh lemas merasa kepalanya diambang pedang untuk di penggal.karena dia telah berlaku tidak pantas.


"Ampuni hamba Pangeran.hamba melihat Pangeran tinggal di rumah dekat toko perhiasan"


"Kalian tunggu disini biar aku yang jemput mereka"


"Pangeran hamba ikut"seru Ming Fei


Wang Yi berjalan mengikuti Nenek tua itu,sepanjang jalan semua orang bersujud memberi hormat. Wang Yi terkejut saat tiba disana Wang Jun sedang membantu Lien Hua menjemur pakaian.


"Kakak....!"


"Tuan Putri....!"pekik Ming Fei


Lien Hua tersenyum dan sedikit membungkuk kepada Wang Yi. serta merta Wang Yi memeluk Kakaknya itu.


"Aku bersyukur kalian selamat"


Wang Jun tersenyum "Kami sengaja menunggu kalian disini"


"Kalian berdua sudah seperti pasangan suami istri"celetuk Wang Yi


"Tuan Putri kita kembali"kata Ming Fei


"Jika kalian mau mendengarkan saranku,kita kembali besok pagi karna ini sudah sore"ucap Wang Yi


"Baiklah"putus Lien Hua


Ming Fei menyiapkan makanan untuk semua pasukan di bantu yang lain.tak butuh waktu lama makanan lezat tersaji di meja.


"Aromanya lezat sekali Ming Fei" puji Lien Hua


"Ini baru makanan lezat"sindir Wang Jun


Lien Hua melotot "Aku kan sudah mengatakan aku tidak bisa memasak"


"Tuan Putri jangan berdebat di depan makanan"tegur Ming Fei


Lien Hua meraih mangkoknya dan keluar,dia malas makan satu meja dengan Wang Jun si mulut beracun.


Malam ini bulan bersinar dengan anggun.Lien Hua duduk tepekur menikmati indahnya bulan.selama ini karna sibuk belajar dan sketsanya dia jadi melewatkan banyak bulan purnama.


Lien Hua terkejut saat Wang Jun duduk disebelahnya. "Kenapaa ?"


"Rindu rumah"


Rumah yang dimaksud Lien Hua adalah rumahnya di zaman modern tahun 2020.


"Besok kita akan kembali"


"Kita akan terpisah di perbatasan" kata Wang Jun


"Hem"angguk Lien Hua


"Terima kasih dua hari ini telah merawat dan melayaniku"


"Tidak masalah"


"Maaf jika masakanku tidak enak"ujar Lien Hua


"Aku harap disaat pertemuan kita berikutnya kau sudah pandai memasak"


Lien Hua menoleh,Pangeran Wang Jun berharap bisa bertemu lagi dengannya ? ini tanda apa ?


"Pangeran saya permisi dulu!" pamit Lien Hua


Wang Jun tertegun kenapa Lien Hua brgitu gugup ? Wang Jun pun kembali ke kamarnya dan pergi tidur.


\=\=\=\=\=\=\=


HAPPY READING