Princess Yellow

Princess Yellow
CHAPTER 13



"Bodoh ! membunuh satu orang saja tidak becus"teriak Wang Wei geram


Seluruh prajurit utusan Pangeran Wang Wei segera bersujud "Ampun Pangeran,kami hampir berhasil mencelakai Pangeran Wang Jun jika Putri negeri Lienxin dan Panglimanya tidak datang menyelamatkannya"


"Pasukan kami kalah banyak"ujar kepala prajurit itu


"Hhhhaaaakkkhhhh....!"


Wang Wei melempar segals yang ada di hadapannya dengan murka "Siiaaaallll.....!"teriaknya


"Sudah dua kali Putri Lienxin itu mencampuri urusanku"geramnya


"Justru dia ancaman terbesarku"


"Aku akan buat dia menyesal"


"Putri negri Lienxin itu ilmunya sangat tinggi Pangeran,prajurit kami sampai kewalahan"timp sang ketua prajurit


"Dasar bodoh ! kau tidak malu memuji seorang wanita di depanku ? melawan seorang wanita saja tidak becus"hardik Wang Wei


"Pergi dari hadapanku sebelum aku membunuhmu"xerunya makin murka


Prajurit itu segera undur diri,dia bergidik melihat kemurkaan junjungannya yang gila akan kekuasaan.


🏵🏵🏵🏵


Lien Hua membawa nampan berisi sup dan ramuan untuk Wang Jun. tabib Bai sudah selesai mengganti pakaian Wang Jun.pangeran itu sudah terlihat lebih segar.meski masih belum sadar.


HHUUKKSS


Wang Jun muntah darah,dengan segera Lien Hua membersihkanny perlahan Wang Jun membuka matanya,Lien Hua tersenyum dia masih menyeka sudut bibir pria itu.


"Akhirnya kau siuman"


"Dengan memuntahkan darah segar tadi,itu artinya Pangeran telah melewati masa krituisnya" Tabib Bai menjelaskan


"Syukurlah"


"Beruntung Tuan Putri mengetahui sedikit banyak mengetahui tentang pengobatan dengan mengeluarkan darah mengandung racun itu terlebih dahulu sehingga Pangeran dapat tertolong"


Wang Jun menatap Lien Hua yang beringsutan dengan wajah memerah.


"Putri minumkan dulu ramuannya,saya akan meracik obat lagi"


"Baik ("



Lien Hua membantu Wang Jun memakai jubahnya.dia sudah bisa duduk msski badannya masih sangat lemah.Lien Hua menyuapkan sesendok demi sendok sup ginseng yang masih hangat.


"Terima kasih telah menyelamatkan nyawaku"ucap Wang Jun lemah


Lien Hua mengangguk


"Bagaimana kau bisa berada di tempat itu ?"


"Aku dan pasukanku sedang mengirimkan pangan ke distrik perbatasan"jawab Lien Hua


"Ayahandaku tidak punya Pangeran jadi semua kendali pemerintahan di bawah raja di jalankan oleh Putri yang sudah dewasa"terang Lien Hua


"Selama ini aku tak pernah melihatmu,aku hanya pernah sekali bertemu Putri Zhi Hua dan Meng Hua saat penobatanku"


"Aku lebih suka di dalam istana" jawab Lien Hua


"Mungkin jika aku makan posisi badanku sehat,sup ini pasti sangat lezat"pujinya


"Terima kasiiiihhh"seru Lien Hua dengan wajah berseri


"Oh dewa ! aku lupa aku sedang merebus ubi !"pekik Lien Hua yang berhamburan keluar


Wang Jun menggeleng sambil tersenyum melihat tingkah Lien Hua yang lucu.Ia berjalan pelan menyusul Lien Hua ke dapur.lagi-lagi Wang Jun tidak dapat menahan tawa saat melihat Lien Hua berjingkat kepanasan saat mengangkat kuali dengan kain. terlihat jagung 4ebusnya mengkirut karena kehabisan air.


"Aaaaaa...ubiku"rengek Lien Hua dengan ekspresi menggemaskan


Wang Jun meraih ubi itu dengan tanpa ragu dia memakan ubi itu "Ini enak ! rasanya jadi seperti ubi bakar"tutur Wang Jun


Wang Jun membelah ubi itu menjadi dua dan menyodorkan separuh ubi itu untuk Lien Hua. gadis itu terkesiap seorang Pangeran memakan ubi ? Lien Hua mengambil ubi itu dan mencicipinya,tidak buruk ! dia tersenyum sambil mengerling dan mengangkat kedua bahunya.


"Enak !"


"Kau makanlah !" ucap Lien Hua


"Aku punya sendiri"jawab Wang Jun


Tabib Bai tersenyum melihat kedekatan antara Pangeran dan Putri itu.Wang Jun mengusap sisa ubi di pipi Lien Hua dengan ujung jari telunjuk dan ibu jarinya. lembut Lien Hua menggesek-gesek pipinya seperti seekor kucing yang tengah bermanja dengan mata terpejam.hati Wang Jun menghangat tak pernah sekalipun dia merasakan perasaan seperti ini meski selama ini ada begitu banyak putri bangsawan yang siap menjadi selirnya,


"Kenapa ?"


"Aku akan melihat apakah Tabib Bai sudah selesai meracik obatnya" pamit Lien Hua dengan wajah tersipu


Wang Jun mengulas senyum mau berekspresi seperti apapun Lien Hua tetap menggemaskan.


🏵🏵🏵


"Panglima Ye,hamba skan bertanya kepada warga"ucap Ming Fei


"Baiklah"


Ming Fei turun dari kudanya dan berjalan menghampiri sekumpulan pria yang berkumpul di sebuah kedai arak.


"Permisiiii..."


Belum sempat Ming Fei buka suara orang yang sedari tadi asyik mengobrol langsung kalang kabut. hanya tertinggal pemilik kedai seorang.itupun dengan wajah tegang dan tertekan.


"Tuan,saya bukan penjahat mengapa kalian lari ?"


Ming Fei segera mengangkat stempel kerajaan Lienxin tinggi-tinggi pemilik kedai dan orang orang yang berlari tadi keluar dari persembunyiannya dan berlutut.


"Ampuni hamba"


"Kami kira kalian pemberontak" ucap sang pemilik kedai


"Kalian bisa tenang sekarang karena para pemberontsk telah berhasil ditumpas oleh Pangeran Mahkota"terang Ming Fei


"Syukurkah"puji mereka


"Sekarang,apakah kalian melihat pria di gambar ini ?"


Ming Fei menggelar kertas beridi sketsa wajah Wang Jun dan Lien Hua.


"Ini adalah wanita cantik yang ada di rumah tabib Bai,dia sedang menunggui suaminya yang sedang terluka"ucap salah seorang dari mereka


"Mereka adalah Pangeran Wang Jun dan Tuan Putri Lien Hua"tegas Ming Fei


"Bawa aku kepada mereka !"pinta Ming Fei


Baik"


Orang itu memandu Ming Fei menuju rumah Tabib Bai,terlihat Lien Hua keluar memapah Wang Jun,warga langsung memberi hormat dengan bersujud.


"Bangunlah !"titah Wang Jun


"Maafkan sikap kami yang tidak tau diri ini"sesal mereka


"Itu adalah sikap waspada,jangan merasa bersalah"


"Panglima,Pangeran belum bisa naik kuda,beliau harus naik kereta kuda"ucap Lien Hua


"Baik,akan kami siapkan Putri"


"Putti,hamba mencemaskan anda" ucap Ming Fei


"Aku baik-baik saja Ming Fei"


"Kalian ini sepertinya berjodoh selalu terpisah tapi ada banyak jalan yang mempertemukan kalian" celetuk Ming Fei


Lien Hua hanya diam saat Wang Jun menatapnya,Ia sungguh tak mengerti dengan perasaannya yang tiba-tiba kacau mengingat Ia akan berpisah lagi dengan Wang Jun.


Pangeran itu bahkan tidak ingat sama sekali tentang malam panas mereka.saat mereka berciuman. Lien Hua menggigit bibir bawahnya sendiri.tubuhnya meremang saat mengingat moment itu.


"Ming Fei kau ini bicara apa ?"seru Lien Hua yang tersipu


"Wajah Putri memerah karena ucapanku memang benar adanya" goda Ming Fei


"Ming Feiiiiiii !!!!"pekik Lien Hua


Ming Fei berlari dan langsung di kejar oleh Lien Hua.Wang Jun tersenyum samar.dasar Lien Hua !


Kereta kuda sudah siap,di dalam tandu kereta ada kasur yang nyaman untuk Wang Jun berbaring.


"Cepatlah sembuh !"pesan Lien Hua


Wang Jun tersenyum.dia pasti akan segera sembuh agar bisa bertemu Lien Hua lagi.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=


HAPPY READING