
Yang Mulia Raja Lien Hong Yi menerima kunjungan Penasihat Kerajaan Negeri Wangxin di Aula Utama Istana.Penasihat itu membawa banyak peti berisi hadiah.Penasihat Hwa membungkuk memberi hormat dan tersenyum.
"Senoga panjang umur Yang Mulia Raja"
"Aku sungguh tersanjung menerima kunjungan dari Negeri Wangxin"ujar Raja Hong Yi
"Hamba adalah utusan dari Negeri Wangxin untuk mengirimkan semua hadiah ini sebagai ucapan terima kasih"ujar Penasihat Hwa
"Ucapan terima kasih ?" ulang Raja Hong Yi
"Iya,karena Putri Lien Hua telah menyelamatkan Pangeran Mahkota kami"terang Penasihat Hwa
Raja Hong Yi sangat terkejut,lagi-lagi Putrinya itu menyongsong bahaya,sungguh dia semakin tak bisa mengenali tabiat Putrinya itu.Ia tak tau harus bangga atau marah.
Panglima Ye merasa ketar ketir apakah kali ini Tuan Putrinya akan menerima hukuman lagi ? jika iya ? dia adalah orang pertama yang akan membelanya.
"Hamba bangga dengan Panglima Ye dan pasukannya lebih bangga lagi kepada Putri Lien Hua yang berilmu tinggi"puji Penasihat Hwa
Raja Hong Yi tersenyum "Sudah menjadi tugas pasukan kami untuk saling membantu"
"Sungguh Putri dan Ayah yang sangat bijak"pujinya lagi
"Selain hadiah ini,hamba juga membawa undangan perjamuan khusus untuk Putri Lien Hua,Raja kami ingin bertemu langsung dengan sang Putri"
"Tentu saja"
"Pengawal,panggil Putri Lien Hua untuk menghadap ke Aula Utama !"titah Raja Hong Yi
"Baik Yang Mulia !"
Penasihat Hwa sangat terkejut saat melihat seorang gadis memasuki Aula Utama,dia tidak menyangka jika gadis yang baru saja memasuki Aula itu adalah Putri Lien Hua. penampilannya sangat sederhana tidak ada perhiasan mewah yang melekat di tubuhnya.hanya tusuk konde,riasannya juga tidak tebal ataupun glamor.sungguh dia akan menyangka kalau ini gadis biasa bila bertemu di tempat umum.
"Salam kepada Yang Mulia Raja"
"Salam kepada Penasihat Hwa"
"Salam untuk Putri Lien Hua"
Penasihat Hwa tersenyum "Hamba senang akhirnya bisa bertemu langsung dengan Tuan Putri"
"Putri penyelamat Pangeran Mahkota"potong Raja Hong Yi
Lien Hua tertunduk,ini bukan pertanda baik,Ayahandanya murka lagi pasti gara-gara dia tidak jujur.
"Maafkan hamba Ayahanda"sesal Lien Hua
"Mengapa Putriku kini berteman dengan mara bahaya ?"
"Ampun Ayahanda"
"Jangan ulangi lagi Putriku"
"Putriku,Penasihat Hwa membawa banyak hadiah dan juga undangan perjamuan khusus dari Raja Wangxin"ceritera Raja Hong Yi
Lien Hua kaget,undangan perjamuan khusus ? dia akan bertemu langsung dengan Raja Wangxin,yang secara otomatis dia akan bertemu dengan Wang Jun.
"Hamba sudah menyiapkan kereta kuda untuk memboyong Tuan Putri menuju Negeri kami"
"Maaf telah merepotkan"
"Hamba akan sangat senang"ucap Penasihat Hwa
"Persiapkan dirimu Putriku !"titah Raja Hong Yi
"Ayahanda,apakah hamba boleh mengajak Ming Fei turut serta ?" pinta Lien Hua
"Tentu saja boleh"
"Hamba akan bersiap"
"Yang Mulia,hamba mohon diri untuk menunggu Tuan Putri"
"Selamat Jalan !"
🏵🏵🏵🏵
Ming Fei mempersiapkan segala sesuatu untuk junjungannya dan meletakkannya di dalam kereta kuda.Lien Hua duduk di dalam kereta kuda bersiap untuk berangkat.
"Tuan Putri siap ?"
"Hem"angguk Lien Hua
Kereta kuda melesat meninggalkan kota raja.Lien Hua begitu gugup membayangkan akan bertemu dengan Yang Mulia Raja Wang Fei.
Setelah melalui perjalanan panjang akhirnya mereka tiba di Negeri Wangxin.kota raja sedang turun hujan.terlihat seluruh penduduk kota raja menyambut kedatangan Lien Hua dengan memakai payung. Lien Hua membuka jendela agar bisa menyspa mereka.
"Tuan Putri pakailah mantel berbulu ini diluar sangat dingin"
Ming Fei memakaikan mantel itu kepada Lien Hua.
"Oh Jadi itu Putri dari Negeri Lienxin,cantik sekali"
"Akan sangat serasi bila di sandingkan dengan Pangeran Mahkota"ujar penduduk kota raja
Kedatangan Putri Lien Hua di sambut oleh Putri Wang Liu yang langsung berhambur memeluk Lirn Hua begitu erat.
"Selamat datang di Negeri Wangxin"ucap Wang Liu sumringah
"Mari aku tunjukkan paviliun untukmu !"ajak Wang Liu
"Emm..."
Sepanjang jalan menuju paviliun Wang Liu menunjukkan tempat-tempat yang ada di istana.Wangxin memanglah Negeri besar dan makmur sejahtera.pantaslah jika istananya begitu indah dan megah, di dominasi oleh warna putih dan emas.tamannya juga sangat indah dengan kolam lotus dan pohon tsbebuya yang beraneka warna.
Wang Liu membawa Lien Hua menuju sebuah kamar yang tak kalah indah dsn megahnya.hendsk menghadap kemanapun maka akan disuguhi taman yang indah.
"Tuan Putri inilah kamarmu"ucap Wang Liu
Lien Hua mengawasi sekeliling hsnya keindahan yang dia lihat,tempat tidur berwarna merah di kombinasi dengan tirai coklat bersulam benang emas sungguh indah.
"Ini indah sekali"puji Lien Hua
"Masih belum seindah dekorasi Tuan Putri"
Lien Hua merasa begitu canggung di panggil Tuan Putri oleh Wang Liu
"Panggil aku Kakak saja ! itu akan terdengar lebih skrab"usul Lien Hua
"Kakak ?"ulang Wang Liu
"Hem..."
"Itu terdengar lebih bagus"ucap Lien Hua sambil nyengir
"Baiklah Kak Lien,silahkan beristirahat,nanti aku akan kembali untuk menjemputmu menemui Ayahanda"
"Baiklah adik Liu"sahut Lien Hua
Wang Liu tersenyum dan undur diri.istirahat ? Lien Hua pada jam seperti ini jarang tidur,dia terbiasa menyibukkan diri dengan berbagai kegiatan.
Lien Hua mengajak Ming Fei pergi berkeliling istana.hujan sudah reda namun masih meninggalkan banyak genangan air,terlihat para pelayan pria membersihkan genangan air sementara pelayan wanita menyapu dedaunan yang rontok.mereka membungkuk memberi hormat.seyelah hujan banyak kupu-kupu berterbangan hinggap dari bunga satu ke bunga yang lain.Lien Hua sibuk berlarian mengejar kupu-kupu di tepi kolsm.hingga dia tak sadar dari arah berlawanan ada rombongan Pangeran ysng jugs tengah asyik mengobrol dan....
BBBYYUUURRRR
Lien Hua menubruk salah satu dari mereka dan tercebur ke dalam kolam.semua hidteris.
"Tuan Putri !"prkik Ming Fei
"Pangeraaannnn !"
"Cepat tolong mereka !"
Lien Hua berenang dan muncul ke permukaan dan betapa terkejutnya dia saat tau orang yang tercebur bersamanya adalah Pangeran Wang Jun.pria itu tak berucap apa-apa hanya terus memandangi Lien Hua dengan segala kekagumannya.
"Pangeran"
"Cepat bantu Pangeran naik !" pekik salah seorang pengawal
"Tolong Tuan Putriku juga"teriak Ming Fei
Wang Jun membantu Lien Hua naik,seorang pelayan sudah menyiapkan selimut untuk mereka.
"Putri baik-baik saja ?"
Hah ini pertanyaan apa ? baru saja tercebur kolam tentu saja keaddaan tidak akan baik-bsik saja
"Kenapa kau selalu saja cetooboh ?" hardik Wang Jun
Lien Hua mengapit selimut dengan lengannya dan melotot kearah Wang Jun "Siapa yang suruh tiba-tiba kau ada di depanku"seru Lien Hua
Semua terhenyak,siapa gadis ini hingga berani berbicara dengan nada tinggi dengan Pangeran Mahkota ?
"Tiba-tiba katamu ? aku berjalan di tempat yang benar,siapa yang mengijinkanmu berlarian" tukas Wang Jun
"A-ak...aku sedang mengejar kupu-kupu"sahut Lien Hua tak kalah
"Karena kupu-kupu kau sampai tak melihat aku yang sebesar ini ?" seru Wang Jun tepat di wajah Lien Hua
"I....itu itu karena kakiku tak bisa di rem"balas Lien Hua seraya membuang pandang
"Dasar gadis aneh"gerutu Wang Jun sambil lalu
Dalam perjalanan Wang Jun terus bersin-bersin,dia merutuki dirinya sendiri setelah sekian lama tak bertemu dengan Lien Hua,Wang Jun justru memberi kesan buruk dengan berbicara kasar dengan Lien Hua,dia sungguh tidak tau bagaimana harus bersikap di depan Lien Hua.
"Apakah gadis itu yang telah memikat anda ?"celetuk Chen saat menyuguhkan sup jahe
"Dia sangat cantik seperti dewi khayangan"puji Chen
"Tutup mulutmu ! hanya aku yang boleh memujinya"sentak Wang Jun
Chen tertunduk sambil mrnahan senyum "Ampun Pangeran"
Wang Jun tersenyum ingat saat pertama Lien Hua muncul ke permukaan.wajah basah itu begitu melekat di dalam ingatannya.
"Aaaaahhhhh...."
Wang Jun memekik saat tangan kanannya tercelup ke dalam mangkuk berisi sup jahe yang masih panas.Chen segera mengompres tangan junjungannya dengan kain basah.
"Putri cantik ini sungguh mengalihkan dunia Pangeran" ucap Chen geli
"Kau pergilah ke paviliunnya ! tanyakan apa dia merasa nyaman ! penuhi segala kebutuhannya jangan sampai dia merasa kekurangan !" titah Wang Jun bersemangat
"Pangeran,Tuan Putri baru saja sampai beberapa jam yang lalu, mungkin malah belum makan atau tidur,jadi belum tau apakah dia nyaman atau tidak"ujar Chen
"Oh...baru beberapa jam ya ? apa aku terlalu bersemangat ?"ucap Wang Jun dengan wajah memerah
"Pangeran baru kali ini begitu bersemangat terhadap seorang gadis"
"Sudah,kau periksa kesana dulu !"
"Baik Pangeran !"
~Sementara itu~
Ming Fei menyusut rambut basah Lien Hua dengan handuk kecil,Lien Hua menggembungkan pipinya dengan kasar.Ming Fei tertawa geli melihat tingkah junjungannya itu.
"Wang Jun itu benar-benar menyebalkan"keluhnya
"Bukankah Putri yang menabrak dia ?"sela Ming Fei
"Tapi dia kasar sekali"
"Kasim A Chen tiba !"teriak pengawal penjaga pintu
Lien Hua segera menutup kepalanya dengan handuk sementara Ming Fei membuka pintu.seorang pemuda tampan masuk di ikuti seorang pengawal yang membopong sebuah peti yang langsung diletakkan di meja.
"Hormat kepada Putri Lien Hua ! hamba A Chen utusan dari Pangeran Mahkota untuk mengantarkan hadiah ini"
A Chen membuka peti itu dan ternyata isinya pakaian dan perhiasan.
"Tuan,terima kasih stas hadiahnya tapi saya tidak bisa menerimanya"tolak Lien Hua halus
A Chen terdiam "Putri,jika anda menolak hsdiah ini.sungguh Pangeran akan memenggal kepala hamba"ucsp A Chen berdusta
Lien Hua menatap Ming Fei bingung dan akhirnya mengangguk.
"Hadiah diterima"
"Tetimz kasih,hamba mohon diri sampai bertemu di acara perjamuan .anti malsm" ucap Chen
"Baik"
Ming Fei membongkar semua isi peti itu dan memperlihatkan semua kepada Lien Hua.
"Ini cantik sekalii "
"Masukkan kembali Ming Fei ! aku malas melihatnya" potong Lien Hua
"Baik"
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
HAPPY READING