
Raja Wang Fei tergelak sanbil mrngelus jenggot panjangnya,Ia mengawasi bidak catur di hadapannya,ini kali kedua Ia kalah dari Lien Hua yang saat ini tengah berpangku tangan sambil mengerling genit menunggu gilirannya,Wang Liu yang sedari tadi menjadi penonton mengawasi Lien Hua dan Ayahandanya bergantian.
"Ayo,sekarang giliran Ayahanda !" seru Wang Liu
"Tunggu sebentar Putriku,Ayahandamu ini tengah diambang kekalahan"ujar Raja Wang Fei
Wang Liu terkekeh ini adalah kali pertama Ayahandanya kalah dalam bermain catur.ini luar biasa !
"Itu karena Yang Mulia sengaja mengalah padaku"ucap Lien Hua merendah
"Sangat rendah hati,Lien Hua kau adalah ahli strategi perang yang handal"puki Raja Wang Fei
"Yang Mulia terlalu memuji"sela Lien Hua
"Pangeran Mahkota tibaaa !"teriak kasim penjaga pintu
Baik Raja Wang Liu,Lien Hua maupun Raja Wang Fei mengarahkan pandanganys ke pintu.terlihat Wang Jun memasuki ruangan di dampingi oleh A Chen. keduanya menunduk memberi hormat.
"Bangunlah Putraku ! kemarilah bantu Ayah memecahkan strategi ini"seru Raja Wang Fei senang
"Ada kesulitan apa Ayahanda ?"
Wang Jun segera duduk di sebelah Wang Liu kemudian menatap papan catur bergantian dengan Lien Hua.
"Lien Hua sudah 2 kali mengalahkanku"
Wang Jun menatap Lien Hua takjub,baru kali ini ada orang yang bisa mengimbangi permainan catur Ayahandanya bahkan sampai mengalahkannya.
Lien Hua tersenyum kecut,di zaman modern permainan catur ini adalah perkara mudah,karna dia terbiasa main catur online.
"Ayo bantu Ayah berpikir !"
Wang Jun mengusap batang hidungnya dengan ujung kipas. dengan teliti dia mencermati pergerakan bidak catur Ayahandanya.perlahan dia mendorong patihnya untuk men-skak Ratu,Wang Jun tersenyum menatap Lien Hua.
Lien Hua balas tersenyum,ini yang dia tunggu dari tadi.dia menggunakan kuda untuk melindungi sang Ratu.dan mem bebaskan Raja,sepertinya Wang Jun menyadari hal itu.dia melindungi ratunya dengan pion.namun langsung di makan oleh STER yang secara tidak langsung kembali men-skak sang Ratu.Wang Jun tak berkutik.dia terpaksa menggerakkan Ratunya satu langkah serong.dengan gerakan pasti Lien Hua memindah Rajanya dan....
"SKAK MAT !"Lien Hua tersenyum puas
Wang Liu dan Raja Wang Fei bersorak girang menyaksikan Lien Hua berhasil mengalahkan Wang Jun.A Chen yang sedari tadi hanya menonton ikut tersenyumn
"Ini tidak adil,kita ulangi sekali lagi"protes Wang Jun
"Kakak ! terima saja kekalahanmu Ayahanda saja kalah"tepis Wang Liu
"Aku ladeni tantanganmu lain kali Pangeran,Aku lapar sekali"ucap Lien Hua jujur
Semua tergelak mendengar penyataan polos Lien Hua,sungguh tingkah gadis ino sama sekali tidak mencerminkan seorang Putri.
*********
Ming Fei di bantu pelayan lain untuk menghidangkan makanan ke atas meja.senyum Lien Hua terkembang karna semua makanan kesukaannya.
"Sekarang makanlah sepuasmu" ucap Raja Wang Fei
"Apakah sopan hamba makan satu meja dengan Yang Mulia ?"tanys Lien Hua hati hati
Raja Wang Fei tersenyum "Anggap aku ini Ayahandamu"ujarnya
Lien Hua tertegun tak percaya Raja ini begitu rendah hati.apa dia seperti ini kepada semua orang ? Wang Jun melirik Lien Hua yang mulai menyumpit makanannya.Ia ingat nafsu makan Lien Hua yang besar dan tidak tau tempat,apa dia akan menjaga sikap di depan Ayahandanya kali ini ?
"Selamat makan !"seru Lien Hua
Raja Wang Fei menggeleng melihat tingkah Lien Hua yang menurutnya sangat lucu saat makan.pria paruh baya itu sengaja menambah lauk di mangkuk Lien Hua setiap kali lauknya berkurang.gadis itu tersipu merasa sangat malu.
"Aku menyukai gaya makanmu,Nak"
"Maaf jika hamba tidak sopan"
"lanjutksnlah !"
Wang Jun dan Wang Liu berpandangan,Ayahandanya bahkan tidak marah melihat gaya makan Lien Hua,Ia justru tersenyum geli.
Raja Wang Fei terkekeh kecil Lien Hua ini bak pantulan cerminan dari mendiang Ibunda Wang Jun yang sifatnya sama dengan Lien Hua saat ini.
"Jarang sekali ada Putri yang bersikap apa adanya sepertimu,kau lihat Liu Er ! makan saja sedikit tidak habis-habis seolah makanan di hadapannya ini tidak enak"tegur sang Ayahanda
"Padahal ini lezat sekali bukan Lien Hua ?"lanjutnya
"Hem"
"Liu Er sangat sopan Yang Mulia, hamba justru yang kurang sopan"sesal Lien Hua
"Hem ! kakak dan adik mencoba saling melindungi sekarang"tawa Raja Wang Fei
Lien Hua dan Wang Liu tersenyum kecil dan saling berpelukan.kedua gadis ini benar-benar sudah saling menyatu.Hah ! Wang Jun malah srperti orang tidak dianggap diantara obrolan hangat mereka
********
"Kematin Wang Wei mengundangmu maksn malam ?" Wang Jun mencoba membuka prmbicaraan
"Hem ! sebenarnya aku sangat tidak suka dengan saudaramu itu."
Wang Jun menatap Lien Hua tajam "Dia menyakitimu ?"
"Tidak ! hanya suka memaksa" sahut Lien Hua buru-buru
"Jauhi dia sebisamu !"
Sekarang ganti Lien Hua yang menatap Wang Jun dengan penuh tanya,apa ucapan Ming Fei benar adanya ? jika Wang Wei ingin memperalatnya untuk melancarkan rencananya ?
"Mengapa ?"
"Lakukan saja perintahku"ucap Wang Jun datar
Sikap Wang Jun ini justru membuat Lien Hus prnasaran.Ia ingat penuturan Panglima Ye waktu itu jika ada prnyusup di kubu pemberontak yang mengadu domba,Lien Hua jadi berspekulasi ini pasti ada konspirasi terselubung.
"Wang Wei ingin mencelakaimu ?"
"Segeralah kembali ke Negerimu ! Aku akan memberikan pengawalan terbsik"
Lien Hua menghentikan langkahnya,dia kembali menatap wajah datar Wang Jun dia begitu dingin dan serius.
"Aku aksn baik-baik saja,kau terlalu berprasangka buruk kepada saudaramu"ucap zlien Hua santai
"Terima kasih telah mengantarku Pangeran,Aku masuk dulu !"pamit Lien Hua
Wang Jun menatap punggung zlien Hus sampsi menghilang di balik pintu.A Chen yang sedari tadi mengikuti dari kejauhan kini memberanikan diri untuk menghampiri junjungannya itu.
"Pangeran !"
"Chen,sebar informan kita untuk terus mengawasi Wang Wei !" titah Wang Jun
"Baik Pangeran "
"Aku sangat mencemaskan keselamatan Putri Lien Hua"
A Chen melangkah mengekori junjungannya yang begitu tampak gusar "Tuan Putri pandai membawa diri Pangeran"
"Meski sedikit ceroboh,dia sigsp dalam membaca situasi.terlihat jelas dari caranya bermain catur siang tadi"terang A Chen
Wang Jun mengernyitkan dahinya ragu,walau bagaimsnapun Lien Hua tetaplah seorang wanita.dan keselamatannya tidak bisa dipertaruhkan.
***********
Lagi Wang Wei tengah mencuri pandang Lien Hua yang sedang asyik memetik buah peach dan mengumpulkannya di dalam keranjang.gadis ini seolah membiusnya dengan kelakuannya yang menggemaskan.berlonjakan dan berlarian kesana kemari memunguti buah peach yang terjatuh.
"Cantik sekali"gumam Wang Wei
Wang Eei urung ketika kakinya melangkah hendak menghampiri Lien Hua saat melihat Wang Jun menghsmpiri Lien Hua terlebih dahulu.
"Sialaaan !"umpat Wang Wei
"Pangeran sedang apa disini ?" tanya Lien Hua heran
"Mengawasimu"
Lien Hua mrmicing sembari mrngsngkat satu alisnya "Mengawasiku ?"ulang Lien Hua
"Hem ! siapa tau kau butuh orang untuk memetik buah yang tidak terjangkau olehmu"sahut Wang Jun
"Eemm...baiklah kau petik buahnya biar aku yang mengumpulkan" putus Lien Hua
Benar akhirnya Wang Jun memanjat pohon untuk memetik buah dan Lien Hua yang mengumpulkan.
.
.
.
.
.
.
.
.HAPPY READING