
Hari ini Lien Hua masih di Negeri Wangxin,Raja secara khusus meminta agar Lien Hua tinggal beberapa hari lagi.Wang Liu mengajaknya berkrliling kota raja,baru kali ini dia bisa punya waktu sendiri
Lien Hua duduk diatas batu menikmati semilirnya angin,Ming Fei sengaja membiarkan junjungannya memiliki waktunya sendiri.
Tanpa sadar sedari tadi Wang Wei terus memperhatikan Lien Hua yang sedang asyik bermain dengan ranting pohon.meski tanpa perhiasan gadis ini tetap cantik. yang tak pernah terlupakan adalah pita.entah apa yang sedang dia tulis.
Telinga Lien Hua bergerak gerak menangkap suara ranting patah. hatinya berdesir ada orang yang mengawasinya.serta merta dia bangkit dan berjalan menjauh. Wang Wei berusaha mengikuti langkah cepat Lien Hua.
"Siapa yang mengikutiku ?"batin Lien Hua
Lien Hua berlari masuk ke dalam sebuah ruangan,dia bersembunyi di balik dinding dan mengintip keluar.
"Pangeran Wang Wei"
Lien Hua terperanjat saat bahunya di sentuh sebuah tangan.dia menoleh dan hampir berteriak jika tidak segera di bungkam oleh orang yang ternyata adalah Wang Jun.mata Lien Hua membulat sempurna saat Wang Jun lembut merengkuh tubuhnya.
"Ssshhuuutt....! diam !"bisiknya
"Apa yang kau lakukan disini ?" desis Lien Hua
"Harusnya aku yang bertanya,apa yang sedang kau lakukan disini ?" balas Wang Jun
"A-ak....aku aku sedang menghindari Pangeran Wang Wei" jawab Lien Hua
"Kenapa ?"
"Aku tidak menyukainya"
Lien Hua mendongak,oh Tuhan ! dia baru sadar dia masih berada dalam pelukan Wang Jun.dengan srkuat tenaga Lien Hua mendorong tubuh Wang Jun.
"Kau...! kau mencari kesempatan ya ?"tuding Lien Hua
"Mencari kesempatan ? kau sendiri yang mendatangiku"tukas Wang Jun
"Aku sedang bersembunyi.siapa yang tau ada kau disini"tutur Lien Hua membela diri
Wang Jun tersenyum menyeringai dia mengibaskan kipasnya dan menarik tangan Lien Hua keluar dari tempat itu lalu menunjuk sebuah papan nama yang menempel di atas pintu.papan itu bertuliskan 'PEMANDIAN PRIA' wajah Lien Hua seketika memerah menahan malu.
"Kubiarkan kau masuk lebih dalam kau akan semakin malu"ucap Wang Jun
"Jadi...apa aku yang mencari kesempatan ?"Wang Jun menepuk bahu Lien Hua dengan kipas dan tersenyum
"Tapi tidak dengan memelukku" protes Lien Hua
"Bukankah kau yang memulai ?"
"Omong kosong ! bagaimana bisa aku yang memulai ?"seru Lien Hua geram
Wang Jun menatap Lien Hua lekat-lekat,dia mendekati wajah Lien Hua secara reflek gadis itu membalas tatapan Wang Jun,nsmun tak lama Lien Hua menurunkan pandangannya.
"Bukankah saat di hutan kau yang memulainya terlebih dahulu ?" bisik Wang Jun yang membuat Lien Hua kembali membelalak,Wang Jun ingat akan kejadian malam itu saat di dalam hutan.ingat saat dia memeluk Wang Jun.Oh Tuhan ! apa dia juga mengingat jika Lien Hua telah menciumnya ? mata Lien Hua membeliak resah dia bahkan tiba-tiba kehilangan nyalinya.
"Kau....kau bicara apa ? kau menyebalkan sekali !"seru Lien Hua sambil berlari
Wang Jun hanya mengawasi Lien Hua yang berlari dengan kekesalannya.dia selalu suka dengan tingkah konyol Lien Hua.
*********
Lien Hua terkejut saat orang kepercayaan Pangeran Wang Wei datang ke paviliunnya membawa banyak hadiah juga undangan makan malam khusus untuk Lien Hua.
"Hormat kepada Tusan Putri Lien Hua semoga panjang umur ! hamba Xue Yao utusan Pangeran Wang Wei"
"Pangeran memberikan semua hadiah ini,Mohon diterima Tuan Putri" Kata Xue Yao
"Tuan,tolong beritahu junjunganmu ! saya tidak bisa menerima hadiah seperti ini.tolong bawa kembali !"pinta Lien Hua
"Hamba pantang membawa kembali hadiah yang sudah diberikan,Tuan Putri bisa memberikannya kepada pelayan" ucap Xue yang membuat Lien Hua seketika mendelik
"Dasar pemaksa"batin Lien Hua
"Saya terima undangan makan malamnya tapi tidak hadiahnya tolong bawa kembali !" ulang Lien Hua sekali lagi
"Prajurit ! ambil peti-peti itu dan buang !"titah Xue
Lien Hua semakin kesal dengan tabiat buruk utusan Pangeran Wang Wei ini.zpangeran dan utusannya sama sama menyebalkannya.
"Prajurit tolong turunkan ! biarkan di tempatnya !"titah Lien Hua akhirnya
"Anda boleh pergi,saya akan memenuhi undangan junjunganmu"ucap Lien Hua setengah mengusir
"Baik,hamba mohon diri !"
Selepas orang-orang itu pergi Ming Fei segera menutup pintu dan menatap Lien Hua tajam.
"Putri,hamba menangkap gelagat kurang baik dari Pangeran itu. hamba khawatir sekali"ujar Ming Fei
"Mengapa harus khawatir ? masih ada Ming Fei bukan ?"Lien Hua tersenyum,apa yang perlu ditakutkan jika ada Ming Fei dan sentuhan ajaibnya ?
"Mari Putri,hamba bantu berdandan"ujar Ming Fei sambil tersenyum
"Hem"
Ming Fei tersenyum menatap wajah junjungannya di cermin.sekarang jiwa Lien Xiao Li dan Lien Hua telah menyatu,mereka sudah satu tujuan sekarang ,menemukan cinta sejatinya.
"Tuan Putri yakin akan pergi ?" Ming Fei mencoba meyakinkan diri
"Tenanglah Ming Fei,Putrimu ini sangat cerdas dan kuat,hem ?"tawa Lien Hua
"Hamba berpesan,awasi gerak gerik semua orang disana, makanan, minuman tempatnya dan semuanya,dia tidak baik Putri" ucap Ming Fei penuh kepanikan
"Dia akan membunuhku ?"tanya Lien Hua
"Tepatnya dia ingin memperalat anda untuk memuluskan rencananya"terang Ming Fei
"Baiklah,aku akan berhati hati"
*******
Wang Wei membawa Lien Hua ke sebuah paviliun di tengah taman di belakang istana,ada beberapa prajurit yang berjaga,Ming Fei di larang ikut sampai ke paviliun,dia hanya bisa mengawasi junjungannya dari bangku taman,tapi dia sudah membekali Lien Hua dengan keberanian.
Wang Wei menuang arak ke dalam gelas kecil di hadapan Lien Hua sembari tersenyum.
"Hamba tidak pernah minum arak Pangeran"tolak Lien Hua
"Ini adalah pertemuan pertama kita Putri,anggap ini permintaan dari seorang teman"desak Wang Wei
Lien Hua tersenyum "Apakah Pangeran lebih suka melihat saya jatuh sakit setelah minum arak yang anda sebut sebagai arak pertemanan ini ?"
"Maafkan aku jika aku terlalu memaksa Putri"sesal Wang Wei
"Tidak masalah"
"Apa kau takut aku berbuat hal yang buruk padamu ?"tuding Wang Wei
"Tentu tidak ! bukankah Pangeran tidak ada motif untuk hal itu ? apa yang perlu ditakutkan ?"Lien Hua mencoba menenangkan dirinya sendiri
"Baguslah !"
"Mari kita nikmati jamuannya !"
Lien Hua sengaja menyumpit makanan yang baru saja diambil oleh Wang Wei dan menukarnya dengan mangkuknya tanpa sepengetahuan Wang Wei.
"Kau menyukainya ?"
Lien Hua mengangguk
"Aku menyukaimu"
Kalimat Wang Wei ini membuat Lien Hua seketika menurunkan sumpitnya dzn menatap Wang Wei tajam.
"A-a...apa ?"Lien Hua gelagapan
"Aku menyukaimu Putri Lien Hua" ulang Wang Wei
Lien Hua mencoba bersikap wajar dengan menerbitkan senyum di sudut bibirnya "Pangeran Wang Wei ! aku adalah seorang Putri yang baru saja ditinggal oleh tunangannya"ceritera Lien Hua
"Aku masih belum bisa membuka hati"ucap Lien Hua lembut
"Aku akan menunggu sampai kau membuka hatimu"ucap Wang Wei
"Pangeran,ini sudah malam saya mohon diri !"pamit Lien Hua
"Aku akan mengantarmu"ucap Wang Wei
"Mari !"
Wang Wei berjalan beriringan dengan Lien Hua,hatinya menghangat melihat senyum teduh Lien Hua.dia bersumpah akan menjadikan Lien Hua miliknya.
Ketika sampai di depan paviliun Lien Hua membungkuk memberi hormat dan tersenyum.
"Terima kasih untuk makan malamnya Pangeran"ucap Lien Hua
"Aku ingin,tidak hanya makan malam tapi juga pagi siang,sore bahkan setiap saat bersamamu" ujar Wang Wei yang lagi-lagi membuat Lien Hua membeku
"Selamat malam Pangeran"
Tanpa menunggu balasan Wang Wei,Lien Hua segera masuk ke dalam paviliunnya,hhuueekk !!! rasanya Lien Hua ingin muntah mendengar ucapan Wang Wei.
\=\=\=\=\=\=
HAPPY READING