
Xiao Li sedang menikmati secangkir teh di paviliun tengah taman sambil menikmati bulan purnama yang menggantung di langit istana. Ia tertegun beberapa saat ketika melihat Pangeran Wang Jun melintas di depannya.meski sudah beberapa kali bertemu namun Xiao Li tak menyadari jika Pangeran ini begitu tampan.mereka bertemu diwaktu yang salah hingga yang timbul hanya salah paham dan membuat Xiao Li kesal.
"Tuan Putri sedang memikirkan apa ?"tanya Ming Fei
"Ah,tidaaakkk"elak Xiao Li
"Pangeran Wang Jun sangat tampan benar kan Tuan Putri" ucap Ming Fei menggoda Xiao Li
"Biasa saja"
"Tapi hamba perhatikan Tuan Putri tak berkedip melihatnya"goda Ming Fei lagi
"Eemmm...ini pasti reaksi dari pemilik tubuh ini"kilah Xiao Li
"Oh....apakah mungkin dia cinta sejati Tuan Putri"cetus Ming Fei
"Menurutmu begitu ?"
"Hem"
Sedang asyik mengobrol tiba-tiba hujan turun begitu deras.Wang Jun terlihat berlari sambil menutupi kepalanya dengan lengan bajunya menuju paviliun tempat Xiao Li berada.Wang Jun mengibas-ngibaskan bajunya yang basah.
"Hormat hamba kepada Pangeran Wang Jun semoga panjang umur" salam Xiao Li dan Ming Fei bersamaan
"Silahkan duduk Pangeran ! Ming Fei,tolong tuangkan teh untuk Pangeran !"pinta Xiao Li lembut
Wang Jun duduk berhadapan dengan Xiao Li,ini kali pertama Wang Jun bertemu Xiao Li tanpa ada adik juga pengawal sang Tuan Putri.pelan Wang Jun meneguk teh yang di tuang oleh Ming Fei.
"Terima kasih"
"Pangeran merasa betah dan nyaman di istana kami ?"tanya Xiao Li membuka percakapan
"Lumayan"
"Bagaimana dengan pelayanan para pelayan istana ?"
"Memuaskan"
Xiao Li menggeram dalam hati.ingin rasanya dia menjambak rambut pria di hadapannya ini dan menciumnya,tapi itu kalau di zaman modern.di zaman ini begitu banyak aturan yang seperti tali yang melilit kebebasan Xiao Li yang biasa berlaku ceroboh dan sembrono.
Xiao Li berpangku tangan sambil menunggu hujan reda,dia malas berbicara dengan Pangeran dingin itu.Ming Fei duduk di tepian paviliun sambil bermain air.sementara Wang Jun masih menikmati teh sambil mengawasi Xiao Li yang entah sedang merapal apa ? bibir mungilnya itu terus komat-kamit.
"Kau terlihat lebih cantik tanpa mahkotamu"celetuk Wang Jun yang membuat Xiao Li gelagapan
"Eemm...apa ?"
"Tidak"
"Dasar aneh"gerutu Xiao Li
"Yang Mulia kenapa jubahnya dilepas ?"seru Ming Fei
Xiao Li tak mendengar seruan Ming Fei,dia berlari menyongsong derasnya hujan,berlarian kesana kemari seperti anak kecil sambil terus berteriak kegirangan.Wang Jun hanya bisa mengawasi sambil menggelengkan kepala.
"Sudah Yang Mulia Putri nanti anda sakit !"pekik Ming Fei
Terlihat seorang pelayan datang membawa payung.Wang Jun menerima payung itu membukanya dan membawanya menghampiri Xiao Li yang sibuk main air.Wang Jun berdiri memayungi Xiao Li merasa tak terkena air hujan Xiao Li mendongak dan mendapati Pangeran berwajah dingin itu memayunginya.
Xiao Li hendak bangkit dari duduknya namun na'as dia terpeleset batu yang di pijaknya dan hampir terjatuh kalau tidak saja segera di tangkap oleh Wang Jun. untuk beberapa saat mata mereka saling bertubrukan.wajah mereka begitu dekat sampai Xiao Li bisa merasakan desah nsfas Wang Jun yang hangat.karena membungkuk menangkap tubuh Xiao Li punggung Wang Jun ikut basah.
"Lepaskan tanganmu ! sudah dua kali ini kau mengambil kesempatan dariku"desis Xiao Li sembari melengos
"Lepas artinya kau jatuh"balas Wang Jun
Xiao Li mendorong tubuh Wsng Jun dan melenggang pergi yang segera diikuti oleh Mi.g Fei.
"Gadis yang menarik"gumam Wang Jun
__________
Ming Fei menyiapkan air hangat untuk Xiao Li mandi,setelah itu dia pergi ke dspur untuk menyiapkan sup jahe untuk menghangatkan tubuh junjungannya.saat dia kembali sang Putri sudah berganti pakaian.
"Putri minumlah ini agar tubuh anda hangat"
Xiao Li tak menjawab dia sibuk mrmbayangkan mata Wang Jun yang begitu dekat dengannya,manik mata itu bak hipnotis yang mengungkung hatinya.dia ingat desah hangat itu,tiba-tiba jantungnya berdegub begitu kencang.
"Tuan Putri anda baik-baik saja ?"seru Ming Fei membuyarkan lamunan Xiao Li
"Oh iya"sahut Xiao Li gugup
"Minumlah sup jahe ini nanti keburu dingin"ucap Ming Fei
"Terima kaih"
Sementara itu di kamar Wang Jun,dia segera berganti pakaian yang kering.Wang Yi memandangi tingkah kakaknya yang banyak diam sambil senyam-senyum.
"Jun,apkah kita akan pulang besok ?"tanya Wang Yi sambil menyeruput tehnya
"Pulang ? oh tentu saja"sahut Wang Jun gelagapan
"Ataukah kau masih berberat hati meninggalkan Putri Lien Hua yang cantik itu ?"Wang Yi berucap bernada menggoda
"Kau ini"
Hatinya berdesir mengingat tingkah sang Tuan Putri yang kekanakan.Ia tersenyum samar mengingat kembali tubuh mungil yang berada dalam rengkuhannya terasa begitu hangat.Ah ! ada apa dengannya ? selama ini bahkan dia tak membiarkan Putri manapun mendekatinya.melihat Putri Lien Hua yang tanpa mahkota dia justru merasa sangat tertarik.terlebih melihat pelototan mata Lien Hua yang seolah ingin menelannya rasanya dia masih enggan beranjak dari istana ini.entah kapan lagi dia bisa bertemu dengan Putri Lien Hua ?
"Apakah seorang Wang Jun yang berhati dingin ini sedang jatuh cinta ?"goda Wang Yi
Wwng Jun menoleh dan memukul bahu adiknya itu dengan kipas "Tutup mulutmu !"serunya dingin
"Tenang saja,aku akan membantumu mengatakan ini pada Ayahanda"tandas Wang Yi sambil nyengir
"Diam kau !"
Wang Yi segera berlari dari kamar Kakaknya itu sebelum Wang Jun benar-benar menghajarnya.Wang Jun merebahkan tubuhnya yang lelah.dia ingin terlelap tanpa ada Putri Lien Hua yang mengganggu pikirannya.
Esok pagi yang cerah Xiao Li memantau pengawal yang menyiapkan buah tangan untuk para tamu undangan yang akan kembali ke negeri mereka masing-masing.
Zhi Hua bersama beberapa pelayan datang ke kamar Wang Jun untuk memberikan sarapan.dia tak mau sampai Putri Lien Hua mendahuluinya.Wang Jun terkejut saat membuka pintu Zhi Hua tampak tersenyum manis.
"Hormat hamba kepada Pangeran Wang Jun semoga panjang umur"salam Zhi Hua
Wang Jun menanggapinya dengan datar,Zhi Hua mengisyaratkan para pelayannya untuk srgera masuk dan meletakkan makanan yang sengaja disiapkan secara khusus oleh Zhi Hua.
"Pangeran,semua ini adalah sajian yang secara khusus hamba masak untuk zpangeran,sudilah kiranya anda untuk mencicipi"ucap Zhi Hua halus
Dengan canggung Wang Jun duduk dan memeriksa satu persatu makanan itu.
"Ini apa ?"
"Karna udara yang tidak menentu hamba khusus membuatkan suo ginseng jamur Persia untuk menghangatkan tubuh anda"terang Zhi Hua
"Dan ini adalah ronde wijen" imbuhnya
Wang Jun mengusap hidungnys dengan ujung jari telunjuknya "Lalu yang ini ?"
"Itu adalah bubur abalon"
"Ha ha ha ha...."
Terdengar suara tawa dari luar,Wang Jun dan Zhi Hua menoleh bersamaan.ternyata itu suara tawa Wang Yi.Pangeran selengehan itu langsung duduk di sebelah Kakaknya.mengendus aroma makanan di hadapannya yang begitu menggoda seleranya.
"Heemm...ini sepertinya lezat"seru Wang Yi
Wajah Zhi Hua terlihat muran ketika Wang Yi tanpa ragu memakan makanan yang Ia buat untuk Wang Jun.
"Putri Zhi Hua sungguh pandai memasak,ini lezat sekali"puji Wang Yi
"Oh...aku sampai lupa,Kakakku alergi abalon dan juga jamur,dia juga tidak suka wijen.jadi daripada sia-sia biar aku saja yang makan" celoteh Wang Yi dengan mulut penuh
Zhi Hua benar-benar tak dapatt menyembunyikan kekesalannya dia langsung berbalik tanpa pamit. Wang Jun hanya terkekeh melihat tingkah Putri yang kegenitan itu. Wang Yi meneruskan makannya.
"Jun,untuk taraf seorang Putri makansn ini cukup lezat"tutur Wang Yi
"Kau habiskanlah,kita pulang ! aku tunggu kau di luar"kata Wang Jun datar
Xiao Li membungkuk memberi hormat saat Wang Jun datang bersama Wang Liu.Xiao Li terkejut saat tiba-tiba Wang Liu memeluknya
"Terima kasih untuk pelayanan istimewa Kakak Lien Hua,aku harap Kakak sudi berkunjung ke WangXin lain waktu"tutur Wang Liu
Xiao Li tersenyum dan mengangguk
"Kami sudah menyiapkan tiga ekor kuda untuk kalian dan beberapa buah tangan khas negeri kami,semoga kalian berkenan"
"Putri sungguh berbaik hati,kami sangat tersanjung"sambut Wang Liu
"Eh...kemana Pangeran Wang Yi ?"tanya Xiao Li berikutnya
"Kakak masih makan"
"Baiklah,hamba permisi untuk mengurus yang lain !"pamit Xiao Li
Wang Liu tersenyum "Aku baru bertemu seorang Putri yang begitu rendah hati seperti Kak Lien Hua,semoga aku bisa seperti dia ya, Kak" ucap Wang Liu
Wang Jun hanya mengangguk sambil mengawasi Xiao Li yang sedang mengantar tamu yang lain. Wang Yi datang bersama Raja Hong Yi,mereka terlihat sangat akrab sampai tertawa bersama.
"Hormat kepada Yang Mulia Raja semoga panjang umur !"salam mereka
"Sebenarnya aku masih ingin Pangeran tinggal lebih lama di istana kami"ucap Raja Hong Yi
"Sebenarnya kami pun sangat senang tinggal disini,apalagi selalu dilayani oleh Putri Yang Mulia Raja yang sangat cantik"seloroh Wang Yi yang membuat Raja Hong Yi tergelak
"Jika Pangeran muda berkenan,Pangeran boleh memilih salah satu dari mereka"tawar Raja Hong Yi yang membuat Xiao Li seketika melotot
Wang Yi melirik Wang Jun dan menatap Xiao Li yang masih melotot kemudian tertawa.
"Tentu saya tidak akan mendahului Kakak saya Yang Mulia"jawab Wang Yi enteng
"Kami permisi dulu Raja Hong Yi" pamit Wang Jun
"Selamat Jalan ! semoga selamat sampai tujuan!"seru Raja Hong Yi
Wang Jun menatap Tuan Putri Lien Hua cukup lama sebelum akhirnya dia menaiki punggung kuda yang masih di hela oleh seorang pengawal.Wang Yi mengerling genit ke arah Xiao Li yang membuat gadis itu kembali melotot.
Ming Fei mengekor junjungannya kembali ke istana Yue Hua.entah kenapa Xiao Li merasa ada sesuatu yang hilang saat Pangeran Wang Jun pergi ?
\=\=\=\=\=\=\=\=
HAPPY READING