Princess Yellow

Princess Yellow
CHAPTER 7



☘☘☘☘


Seekor emang terbang diatas langit Negeri WangXin dan LienXin.di bawah sana terlihat puluhan penunggang kuda berpacu mengejar elang yang membumbung tinggi di angkasa.dari atas kudanya seorang pria mengarahkan busur panahnya kearah elang yang terbang terbang memutari hutan pinus itu.


SSSSSSSRRRRTTTTT


Anak panah melesak lurus tepat sasaran.rombongan berkuda itu langsung memacu kuda itu kearah elang itu terjatuh.


"Pangeran itu elangnya !"pekik salah seorang pengawal


Pangeran yang dimaksud ternyata adalah Wang Jun.Ia segera turun dari kudanya dan menghampiri elang yang sudah terkapar itu.baru saja hendak di ambil tangan Wang Jun di tepis oleh sebuah kipas.adu kelincahan gerakan tanganpun terjadi.jurus demi jurus di lancarkan.tangan mungil itu menghentak dada Wang Jun membuat pria itu terdorong mundur.


Wang Jun baru menyadari jika orang yang berebut elang dengannya adalah Putri Lien Hua.


"Kauuuu..."seru keduanya bersamaan


"Sepertinya kita selalu di pertemukan dalam kesalah pahaman"ujar Wang Jun


"Salah paham ? itu elang buruan saya Pangeran"ucap Lien Hua


"Tuan Putri sayz yang membidiknya"ucap Wang Jun tak mau mengalah


"Tidak bisa,saya yang membidiknya lebih dulu"ucap Lien Hua


"Pangeran,apakah sudah ditemukan elangnya ?" tanya seorang pengawal


"Kau lihat ! pengawalku tau aku membidik elangnya"


"Tapi busurku juga mengenai elang itu.coba kau lihat !"


Lien Hua menunjuk sebuah anak panah berpita kuning yang menancap tepat di dada burung elang itu.sementara anak panah yang lain menancap di sayap burung elang itu.


"Jadi sudah jelas anak panahku yang membuat elang ini jatuh"ujar Lien Hua


"Tidak bisa ! pasti anak panahku yang menancap di sayap burung elang inilah yang membuatnya kehilangan keseimbangan dan terjatuh"bantah Wang Jun


"Pangeran yang terhormat,jika sayap sebelah terkena panah masih ada sayap satunya lagi untuk dia terbang"solot Lien Hua


Wang Jun mengambil elang itu dan menunjuk anak panahnya yang tembus sampai ke sayap sebelahnya.


"Apa masih belum jelas Tuan Putri yang terhormat"tandas Wang Jun


"Yang Mulia mengalah saja" bisik Ming Fei yang mematung sedari tadi


"Tidak bisa ! tetap panahku yang membuat elang ini mati"seru Lien Hua kesal


Suasana makin memanas ketika seorang pengawal Pangeran Wang Jun menyerang pengawal Tuan Putri Lien Hua,pertarungan tak dapat di elakkan tentu saja Lien Hua tak terima dan menyerang balik.Wang Jun dan Lien Hua bertarung sengit,dari kejauhan Ming Fei memberikan kekuatan magic ke selendang yang di pakai Lien Hua hingga selendang itu sangat bertenaga.sekali di lempar selendang itu mampu membelah batu besar.


Tanpa mereka sadari,mereka telah masuk ke dalam hutan pinus semakin dalam.namun Wang Jun masih belum bisa melumpuhkan Lien Hua.gadis itu sangat lincah dan gesit.


Mereka bertarung hanya ada satu misi yaitu mengalahkan.hingga suatu ketika Lien Hua berdiri di bibir tebing dan....


"Awaaaasssss....!!!"


Wang Jun berniat menyambar tangan Lien Hua tapi sudah tak sempat,keduanya terperosok ke dalam tebing yang cukup dalam.


"Tuan Putriiiiiii.....!!!!"


"Pangeran......!!!!!!"


Pekik Ming Fei dan pengawal Pangeran Wang Jun.Ming Fei meraih selendang junjungannya yang tertinggal sambil menangis.


"Tuan Putri...."


"Mereka jatuh ke dalam sana bagaimana ini ?"keluh pengawal itu


"Kita cari bantuan ke desa terdekat" usul Ming Fei


"Kau benar"


Ming Fei bersama pengawal lain mencoba mencari bantuan ke desa terdekat.hati Ming Fei berkecamuk andai saja selendang ini tidak tertinggal tentu sang junjungan bisa naik keatas tebing dengan selendang ini.


___________


"Aaaaaahhhhhhh....!"


Wang Jun dan Lien Hua jatuh berguling sampai ke dasar tebing. na'as bagi Wang Jun sudah jatuh masih tertimpa tubuh Lien Hua.


"Hhhuukkss...!"


Lien Hua menrengkuh tubuh Wang Jun kuat-kuat.Ia tak bisa merasakan seperti apa tubuhnya saat ini tapi dia begitu kepayahan untuk bangkit.tanpa sadar Wang Jun pun merengkuh tubuh Lien Hua erat.badannya terasa remuk rempu.


"Aduuuuhhh sakit sekali"desis Lien Hua sambil meringis


Lien Hua bangkit dan duduk di rerumputan,dia meratapi tubuhnya yang penuh dengan luka.bajunya robek disana sini.Wang Jun bangkit dan ikut duduk.


"Ini semua salahmu sampai kita terperosok kesini"semprot Lien Hu kesal


Wang Jun melotot "Disaat seperti ini kau masih menyalahkanku ?"


"Lalu salah siapa ? tebing ini tiba-tiba muncul dan menjatuhkan kita ?" hardik Lien Hua


"Sekarang waktunya berpikir bagaimana cara agar kita bisa naik ke atas sana" tukas Wang Jun


"Kau yang harus berpikir karna kau kita terperosok kesini"tuding Lien Hua lagi


"Gadis keras kepala"gerutu Wang Jun


Lien Hus berjalan menyusuri lembah.bersyukur masih ada cahaya matahari yang masuk dari celah rimbunnya pepohonan Wang Jun mengekor Lien Hua sambil mengawasi sekitar.meski dengan ilmu meringankan tubuh tetap tak akan bisa mencapai atas.


"Bagaimana bisa di lembah sunyi seperti ini ada air terjun yang begitu indah !"pekik Lien Hua


"Aaaashhhhh...!"teriak Lien Hua


Lien Hua duduk di sebuah batu besar dan membasuh wajahnya dengan air sungai yang begitu dingin


"Kemarilah,basuh wajahmu segar sekali" teriak Lien Hua


Wang Jun menggeleng gadis ini bahkan tak menganggap dia ini seorang pangeran yang harus di hormati.dia anggap Wang Jun ini temannya ? Wang Jun duduk kembali mengawasi sekeliling.dia mengulum senyum saat melihat sulur pohon beringin di seberang dia duduk.jika dipilin dan disatukan menjadi tali.sulur itu bisa membantu mereka untuk naik ke atas.namun hatinya menolak.Ia masih ingin berlama lama bersama Lien Hua.


Sejak perpisahan itu Wang Jun tak banyak berharap bisa. ertemu kembali dengan Lien Hua.tapi Dewa berkehendak lain dengan mempertemukannya lagi dengan Putri keras kepala yang selalu salah paham dan membuatnya kesal.


Gadis itu bahkan tak merasa sedih padahal dia sedang terjebak di dalam lembah yang sunyi.Lien Hua asyik memetik bunga di tepi sungai dan menghirup wanginya.



"Ini wangi sekali,zaman dulu sudah ada bunga seperti ini?" sanjung Lien Hua


"Zaman dulu ? memangnya kamu dari zaman apa ?" tanya Wang Jun bingung


"Eemm...maksudku bagaimana bisa di tempat seperti ini ada bunga sewangi ini"ralat Lien Hua


Wang Jun tersenyum kecut "Ada saja kata pembelaannya"batinnya


Lien Hua terlihat memegangi perutnya,dia merasa sangat lapar perutnya keroncongan dia mengambil sebilah kayu untuk mengambil buah persik yang masak.tapi sampai dia lonjak-lonjak tetap tak bisa menggapai buah persik itu.Wang Jun tersenyum samar lalu melesat sesaat dan mengambil buah persik masak.dia mendarat tepat di hadapan Lien Hua dan mengulurkan buah persik itu,Lien Hua tersenyum.


"Makanlah"kata Wang Jun datar


"Ka-kau bisa terbang ?"Lien Hua tergagap


"Itu ilmu meringankan tubuh.kau tidak tau ?"


Lien Hua menggeleng "Berarti kau bisa terbang keatas sana ?"


Wang Jun menghela napas "Tidak setinggi itu"


"Kita akan terjebak selamanya disini ?"


"Berdoalah akan ada keajaiban "


Lien Hua menggigit buah persik itu sambil berurai air mata.Wang Jun menahan tawa melihat ekspresi melas Lien Hua


"Hiks....hiks...kalau kita terjebak selamanya disini bagaimana ?" tangisnya


"Tuhan memberi kita otak untuk berpikir,bukan untuk menangis pasti ada cara untuk keluar dari tempat ini" kata Wang Jun tegas


"Kalau begitu cepat pikirkan caranya"rengeknya


"Makanlah dulu"


Lien Hua sedang menikmati persik ketika tanpa sadar ada seekor kalajengking yang merayap dan.....


"Aaaaakkkhhh...!"


Kalajengking itu menyengat Lien Hua tepat dibawah tulang selangkanya.dengan sigap Wang Jun menotok nadi Lien Hua agar racun kalajengking itu tidak menyebar.kalajengking itu langsung dibunuh oleh Wang Jun.


Wajah Lien Hua memucat.Wang Jun menopang tubuh tak berdaya itu.dia sandarkan di bawah pohon.dia ragu untuk melihat luka gigitan kalajengking yang masih tertutup kain.tapi bila tak dibuka luka itu akan menjalar ke bagian lain.


"Maaf jika aku lancang,ini demi pengobatan"


Wang Jun membuka kain bagian atas Lien Hua.tubuh Wang Jun gemetar melihat pemandangan indah ini.namun fokusnya adalah bekas gigitan hewan beracun itu telah membiru.Wang Jun meremah dedaunan di sekitarnya dan membubuhkannya di luka Lien Hua.gadis itu hampir tak sadarkan diri.


Wang Jun membenahi pakaian Lien Hua dan merengkuh gadis itu dalam pelukannya.tubuh gadis itu langsung demam.


__________


Di sebuah aula yang cukup luas duduk seorang lelaki berwajah garang tengah menikmati arak ditemani beberapa orang gadis cantik.sorot matanya setajam elang. sesekali dia menciumi gadis yang duduk di pangkuannya itu.


Seorang pengawal dengan pakaian perang lengkap datang bersimpuh memberi hormat.


"Hormat kepada Pangeran Wang Wei ! hamba datang melapor" ucapnya


Pangeran Wang Wei mengisyaratkan gadis-gadisnya untuk menyingkir.setelah mereka pergi pengawal itu baru bersuara.


"Bagaimana tugasmu ?"


"Lapor Pangeran ! tugas kali ini dipermudah oleh kehadiran pasukan kecil dari negeri LienXin yang bertarung dengan Pangeran Wang Jun"


"Kabar baiknya,Pangeran Wang Jun terperosok ke dalam jurang bersama Putri Lien Hua dan sampai saat ini masih belum di temukan" pengawal itu mengakhiri laporannya


Wang Wei tergelak "Ha ha ha ha ini sungguh kabar baik,semoga Jun sialan itu membusuk di jurang" tawanya seperti iblis


"Jalan Pangeran menjadi Raja tinggal selangkah lagi"


"Kau boleh pergi,kau akan terima hadiah dariku" ucap Wang Wei.


"Terima kasih Pangeran"


Wang Wei tersenyum puas akhirnya keinginannya untuk menyingkirkan Wang Jun di permudah oleh Dewa.dari kecil Wang Wei memang sangat membenci Wang Jun terlebih saat dia dinobatkan sebagai Putra Mahkota.Wang Wei benar-benar merasa menjadi Pangeran yang tersisih hanya karena dia anak seorang selir.


"Aku akan mengambil semua yang menjadi milikmu Wang Jun" pekik Wang Wei


Ming Fei dan sekeloompok prajurit kerajaan kembali menyisir tebing dari lereng gunung,kata penduduk desa setempat butuh waktu 2 hari untuk bisa mencapai lembah itu karena harus mengambil jalan memutar.Ming Fei menghela kendali kudanya hingga kuda itu melesat seperti angin.dia tak bisa memikirkan apa yang terjadi dengan junjungannya.hari makin gelap dan rombongan menyarankan untuk mereka beristirahat.


\=\=\=\=\=\=\=


HAPPY READING