Princess Yellow

Princess Yellow
CHAPTER 2



🌺🌺🌺🌺


Seorang wanita muda dengan hanfu putih membawa nampan berisi buah dan makanan masuk ke dalam sebuah kamar yang sangat luas.di dalam kamar ada seorang wanita paruh baya dan gadis muda yang terbaring diatas tempat tidur.dengan lembut wanita paruh baya itu mengepel tubuh gadis yang masih terbaring itu dengan kain basah.


"Ini sudah lebih dari 3 minggu dan masih belum ada tanda-tanda Tuan Putri akan siuman"keluh gadis berhanfu putih itu


"Ming Fei percayalah junjunganmu pasti akan siuman"kata wanita paruh baya itu


"Tuan Putri Lien Hua sangat baik,sangat tidak adil kalau beliau sampai meninggal" sesal Ming Fei


"Berdoalah"


"Yang Mulia Ratu beristirahatlah biar hamba yang menjaga Tuan Putri"


"Baiklah,kau jaga putriku baik-baik !"titahnya


"Baik Yang Mulia Ratu" jawab Ming Fei dengan membungkuk hormat


Setelah Yang Mulia Ratu pergi bersama pelayan yang lain.Ming Fei menghampiri tempat Tuan Putrinya yang terbaring.Ming Fei mengeluarkan botol kecil dari saku lengan bajunya.


Perlahan Ming Fei mencipratkan isi botol itu ke wajah sang Tuan Putri.tak butuh waktu lama mata yang sedari tadi terpejam itu mulai mengerjap-ngerjapkan matanya.


Xiao Li mengawasi sekeliling,'Asing' itulah hal pertama yang Ia tangkap.ini bukan kamarnya,bukan juga kamar Li Mey,lalu ini dimana ? Dilihat dari furniture yang ada di kamar ini sangat kuno dan penuh barang antik.


Lebih terkrjut lagi saat seorang wanita dengan hanfu putih tersenyum menghampirinya.


"Siapa kau ? Dimana ini ?", tanya Xiao Li kebingungan


Ming Fei tersenyum "Tuan Putri Lien Hua,anda sudah siuman ?"


Xiao Li semakin kebingungan mengapa gadis ini memanggilnya dengan sebutan Tuan Putri ? Lien Hua siapa dia ? Ia mengawasi tubuhnya yang masih terbaring.Ia terkejut karna Ia juga memakai hanfu seperti gadis di depannya sekarang.


Serta merta Xiao Li terbangun,tapi kepalanya begitu berat.Ia hampir terjatuh untung segera di tahan Ming Fei.


"Hati-hati Tuan Putri"


Xiao Li memegangi kepalanya ingatan terakhirnya Ia pulang dari rumah Li Mey lalu Ia melihat seekor rubah dan.....


Entahlah hanya ingatan itu yang tersisa di kepalanya.sekali lagi dia mengawasi sekeliling.apa dia sedang bermimpi ?


"Tuan Putri tidak sedang bermimpi.anda telah terbangun dari tidur panjang anda"terang Ming Fei


"Kau pasti salah,Aku bukanlah seorang Tuan Putri"ucap Xiao Li


"Hamba tau,Nona Lien Xiao Li" ujarnya sembari tersenyum


"Kau tau namaku ?"


Ming Fei berjalan menuju meja rias dan mengambil cermin.di sodorkannya cermin itu kepada Xiao Li.



"Aaaaaahhhh...!!!!"


Xiao Li sangat terkejut saat mendapati wajah yang ada di cermin bukanlah wajah dirinya.Xiao Li meraba wajah itu dan menepuk pipinya pelan.uuhh sakit ! Xiao Li tidak sedang bermimpi.Ia kembali menatap gadis di depannya.


"Siapa kau ? Dimana aku ?" Tanya Xiao Li berikutnya


"Hamba adalah Ming Fei rubah merah yang anda lihat malam itu" terangnya


"Bagaimana aku bisa disini ? Ini tubuh siapa ? Aku diman ?" Tanya Xiao Li beruntun


"Nona Xiao Li berada di jaman dinasti Ming sekarang anda berada di tubuh Tuan Putri Lien Hua"


"Apa yang kau lakukan padaku ?"


Ming Fei tersenyum "Hamba hanya membawa anda kemari untuk menyelamatkan Tuan Putri hamba" terangnya lagi


Kepala Xiao Li semakin berdenyut,Ia sungguh tak mengerti bagaimana bisa Ia sampai di jaman Dinasti Ming yang jaraknya ribuan tahun dari jaman modern.


Dengan hati-hati Ming Fei menceritakan kenapa Ia menarik Xiao Li ke jaman ini dan ruhnya masuk ke dalam tubuh Tuan Putri Lien Hua.


Tuan Putri Lien Hua adalah Putri Raja Lien Hong Yi dengan Permaisuri Mu Feng yang sangat cantik,pintar lemah lembut dan berbudi luhur.Putri Lien Hua sangat terampil memasak dan menguasai banyak kesenian mulai dari seni musik,kaligrafi,melukis menulis puisi juga menari.


Hanya saja hidupnya tak terlalu beruntung dalam percintaan.Ia ditinggal menikah tunangannya yang sudah di jodohkan dengannya sejak kecil,hingga dia nekat bunuh diri.


Xiao Li menggeleng mendengar cerita Ming Fei,bagaimana seorang putri memiliki pemikiran yang begitu picik ?


"Dan tugas Nona Xiao Li adalah menemukan cinta sejati dari Putri Lien Hua" tandas Ming Fei


"Demi untuk menemukan cinta sejati Tuan Putrimu kau menarikku kemari ? Apa dia tidak bisa menemukannya sendiri ?" Xiao Li bertanya tanpa dipikir


"Ketahuilah,apa yang terjadi dengan Putri Lien Hua pada masa ini akan berpengaruh pada masa depanmu" ujar Ming Fei


"Jika Nona Xiao Li tidak dapat menemukan cinta sejati Putri Lien Hua maka Nona juga tidak bisa kembali ke jaman modern,atau bisa kembali tapi peruntungan percintaan anda akan sama seperti Putri Lien Hua" jelas Ming Fei panjang lebar


"Omong kosong"


"Apa perlu saya bacakan kisah percintaan leluhur anda ?"


Hah ! Kenapa harus sampai leluhur ? Ibu Xiao Li saja tak sampai melihat putrinya tumbuh karna meninggal setelah Xiao Li dilahirkan.


"Aku harus bagaimana sekarang ?" Tanya Xiao Li akhirnya


"Jadilah Putri Lien Hua dan temukan cinta sejatinya"


"Aku bahkan tak tau apapun tentang semua ini"


Xiao Li menarik napas panjang,menggembungkan pipinya lalu menepuknya hingga napasnya kembali berhembus Ia masih berharap ini hanya mimpi dan Ia akan segera bangun.


🌺🌺🌺🌺


Kabar mengenai Tuan Putri Lien Hua yang telah siuman sampai kepada Baginda Raja Hong Yi.bersama kawalan prajurit Raja Hong Yi bergegas menuju Istana Yue Hua tempat dimana Putri Lien Hua berada.


"Yang Mulia Raja telah tiba !" Pekik Kasim kerajaan lantang


Semua pelayan termasuk Ming Fei segera bersujud memberi hormat,hanya Xiao Li yang masih berdiri tegak tak mengerti membuat Raja Hong Yi menatapnya tajam.


Ming Fei yang masih bersujud menarik baju Xiao Li memberi isyarat agar Xiao Li memberi hormat.dan bodohnya karna saking gugupnya Xiao li malah menaruh tangannya disamping pelipisnya.para pelayan yang sudah bangun dari sujudnya hanya menahan tawa.


"Semoga Yang Mulia Raja panjang umur"salam Ming Fei sambil membungkuk hormat


"Maaf atas sikap tidak sopan Tuan Putri kami,beliau baru saja siuman tentu masih belum pulih benar kesadarannya"ucap Ming Fei memintakan maaf atas nama junjungannya


Raja Hong Yi mengangguk


"Kalian keluarlah ! Aku ingin berbincang dengan putriku !" Titah Raja Hong Yi


"Baik !"


Setelah pelayan wanita dan pengawal undur diri,di kamar ini hanya ada Xiao Li dan Raja Hong Yi.gadis itu kebingungan bagaimana harus bersikap.mata Xiao Li membeliak resah.seumur hidup ini pertama kali dia berhadapan langsung dengan seorang Raja.Xiao Li hanya bisa menunduk.


Xiao Li terkesiap saat tubuh besar itu merengkuhnya, mengusap lembut rambut panjangnya.entah kenapa hatinya begitu tenang dalam rengkuhan pria yang menjadi Ayah dari tubuh yang dimilikinya saat ini.


"Kamu tau Lien Er ? Sejak tidur panjangmu,Ayah terus berdoa agar Dewa segera mengembalikan putri Ayah" bisiknya


"Setelah ini,Ayah akan mencari Pangeran terbaik untuk putri Ayah"


"Jangan melakukan hal ceroboh Lien Er atau Ayahandamu ini akan tiada" ucapnya sembari memegamg kedua pipi Xiao Li


Xiao Li menggeleng cepat dan kembali memeluk Ayahanda Lien Hua itu.


"Tidak ! Ayahanda tidak ! Lien Er tidak akan mengulanginya lagi" janji Xiao Li


"Baiklah,putri Ayahanda harus istirahat,setelah ini Ibundamu pasti akan menjengukmu" ucap Raja Hong Yi


Xiao Li mengangguk kemudian membungkuk hormat mengantar kepergian Yang Mulia Raja. Ming Fei segera masuk menemui Xiao Li yang kini duduk di depan meja rias.


"Hormat hamba Tuan Putri, sekarang itu adalah tugas hamba" kata Ming Fei saat Xiao Li menyisir rambut panjangnya


Xiao Li tersenyum "ceritakan tentang Tuan Putri Lien Hua ini kepadaku !" Pinta Xiao Li


Sambil menyisir rambut junjungannya Ming Fei menceritakan semua hal tentang Putri Lien Hua.mulai dari gaya berpakaian,hobi, makanan kesukaan,sampai cara berjalan dan tutur kata Putri Lien Hua yang santun.


Xiao Li menggeleng kepribadian Tuan Putri ini sangat bertolak belakang dengannya yang ceroboh dan sembrono.


"Mulai hari ini hapus dulu semua tentang Nona Lien Xiao Li,karna sekarang Nona berada di tubuh Tuan Putri Lien Hua.jangan sampai orang lain menyadarinya" pesan Ming Fei


"Jangan sampai ada kesalahan seperti tadi,anda salah memberi hormat" imbuhnya


Xiao Li terkekeh,Ming Fei kembali menggeleng pelan "tertawa seperti ini juga tidak boleh,seorang Putri hanya boleh tersenyum atau menutup dengan sapu tangan saat tertawa" jelas Ming Fei


"Berjalan juga harus beradab kedua tangan menyatu di bawah dada,membungkuk bila memberi hormat,"


"Huft...mengapa begitu banyak aturan"keluh Xiao Li


"Nona ingin segera menuntaskan tugas Nona agar bisa segera kembali ke masa depan Bukan ?" Pancing Ming Fei


"Baiklaaahhh..."


Ming Fei menyelipkan beberapa aksesoris di rambut Xiao Li dan tersenyum manis,Xiao Li mengagumi wajah yang ditempatinya saat ini.yah memang Putri Lien Hua usianya berada diatasnya tapi kecantikannya tak memudar sedikitpun.


"Yang Mulia Ratu tibaaa !!" Pekik pengawal di luar kamar


Ming Fei membuka pintu dan Xiao Li membungkuk memberi hormat.Ibunda Ratu segera memeluk putrinya itu dan menciumi wajahnya berulang-ulang.


"Akhirnya putri Ibunda telah siuman" ucap Ibunda Ratu senang


"Jangan membuat Ibunda cemas lagi Lien Er"


Xiao Li mengangguk wajahnya memerah hatinya menghangat,dia bahkan tak sekalipun merasakan pelukan ibunya.apa pelukan seorang ibu memanglah sangat menenangkan seperti ini ?


"Putriku kemarilah Ibunda akan menyuapimu !" Titah Ibunda Ratu


Xiao Li duduk di hadapan Ibunda Ratu yang sudah memegang sumpit.mata Xiao Li berkaca-kaca saat sesuap makanan masuk ke mulutnya.beginikah rasanya suapan seorang ibu ? Begitu manis.


"Putri Ibunda menangis ?" Ujar Ibunda Ratu


"Lien Er senang bisa di suapi oleh seorang Ibu,ini pertama kalinya seumur hidupku" tutur Xiao Li


"Pertama kali ? Lien Er dari dulu bila ada waktu Ibunda selalu menyuapimu" ucap Ibunda Ratu bingung


Xiao Li kelabakan "maksud Lien Er pertama kali setelah Lien Er siuman" ralatnya gugup


Ibunda Ratu tersenyum dan mengusap rambut putrinya lembut,Ia meneruskan menyuapi putrinya itu


\=\=\=\=\=


HAPPY READING SEMOGA SUKA


TERIMA KASIH