
Paviliun persik:
Mei lin berjalan cepat menyusuri setiap lorong lorong panjang di istana Kekaisaran dengan berusaha sekuat tenaga menahan rasa sakit kepala yang entah kapan menyerangnya hingga langkahnya benar benar sampai di depan gerbang paviliun persik yang terlihat sepi dan aura dingin yang mencekam
"Dimana semua orang?"
Batin Mei lin langsung membuka pintu gerbang tidak terlalu mempersalahkan keadaan paviliun persik yang tampak sepi tidak seperti biasanya.
Yang dirinya pikiran sekarang adalah harus cepat cepat kembali ke kamar,membersihkan diri dan merebahkan dirinya di ranjang berharap besok sakit kepalanya akan hilang
Di kamar paviliun persik :
Disinilah Mei lin berada, terduduk di ranjang sembari memijit pangkal hidungnya berharap rasa pusing di kepalanya akan hilang
"Berendam di air hangat sebentar mungkin akan merilekskan tubuhku"
Lirih Mei lin karena memang beberapa hari ini Mei lin merasakan tubuhnya gampang merasa sakit sakit
"Yahh..aku jarang melatih fisik ku selama disini itu penyebabnya"
Lanjut Mei lin bergumam dan mulai memasuki tempat pemandian
"Aku tidak melihat yu yin,dimana anak itu?"
Batin Mei lin yang sudah merendam kan badannya di kolam.
"Aku benar benar ingin bebas dari sini,aku ingin jalan jalan mengekspor spot spot bersejarah,yah tembok cina apakah saat ini sudah dibangun?"
"Aghhh benar benar menyebalkan!"
Gerutu Mei lin karena berada disini rasanya sama saja seperti dipenjara.
"Kepalaku benar benar pusingg!,rasanya aku ingin mati!"
Hingga...
Tok
Tok
"Permaisuri!, per..Permaisuri!"
Terdengar Suara ketukan pintu dan suara yu yin yang terdengar ketakutan Memasuki indra pendengaran Mei lin Membuat Mei lin mau tidak mau segera memakai baju nya dengan cepat dan asal asalan.
Brak!
"Kenapa kau berteriak?"
Ucap Mei lin dengan lemas karena rasa pusing dan lelah menghampiri nya
"Pe..permaisuri itu di..diluar ada.."
Ucap yu yin dengan wajah ketakutan
"Lanjutkan ada apa?!"
Ucap Mei lin merasa khawatir karena yu yin terlihat sangat ketakutan
"I..itu"
"Agghh,aku akan melihatnya sendiri!"
Ucap Mei lin berjalan cepat penasaran dengan apa yang yu yin maksud
Mei lin dengan langkah lebar berusaha terlihat baik baik saja walaupun rasa pusing membuat kepalanya terasa akan pecah.
Brak!
"Apa yang ter.."
Mei lin terdiam kaku ditempat melihat pemandangan tak manusiawi didepannya dimana tepat di ranting ranting pohon di paviliun persik tergantung puluhan kepala manusia dan salah satunya Mei lin kenal yaitu selir jia li dan selir selir lainnya
Bruk!
Gumam Mei lin terduduk luruh di tanah sembari mencengkram erat kepalanya yang terasa pusing saat dimana ingatan ingatan berebutan memasuki kepalanya
Mei lin pergilah!,kau harus selamat!"
"tidak ayah!, ibu! hiks huhu"
"kau harus selamat sayang,kau harus membalas dia"
CASH!
"AYAHHHH,IBUUU!!!"
Ingatan itu, ingatan dimana Mei lin merasa tertekan selama bertahun-tahun tahun,dimana keluarganya dibunuh pada malam itu.
"Ti..tidak,ayah ibu"
Gumam Mei lin dengan air mata brcucuran di wajahnya
Tap
Tap
Tap
Suara langkah seseorang perlahan mendekat membuat Mei lin meringsut mundur seketika
"Pe..pergi!"
"Lin-er ini bukti bahwa aku benar benar serius sayang.."
"KA..KAU!!, IBLIS!!"
Ucap Mei lin terus meringsut mundur.
"Apa ini belum cukup untuk meyakinkanmu?!"
"PERGI!!"
"Lin-er!!,sebegitu bencikah kau denganku?!!"
"Pe..pembunuh,hiks..huhu"
Ucap Mei lin terisak
Kaisar wang jung yang baru tersadar bahwa Mei lin menangis dengan cepat mensejajarkan dirinya dengan Mei lin
"Lin-er..?"
Ucap kaisar wang jung dengan tatapan khawatir.
"Lepaskan kau pembunuh!,hiks.."
Ucap Mei lin yang penglihatannya mulai memudar
"Lin-er apa kau baik baik saja?"
Ucap kaisar wang jung memeluk tubuh Mei lin yang terlihat lemas.
Bruk!
"LIN-ER!!,KALIAN CEPAT PANGGIL TABIB!!"
ucap kaisar wang jung menggelegar
"Maaf..maaf..maafkan aku"
Gumam kaisar wang jung terus menerus menolong tubuh Mei lin ke paviliun persik dengan rasa takut mulai menyerang dirinya.