Ping Mei Lin: Rebirth Of The Empress

Ping Mei Lin: Rebirth Of The Empress
CHAPTER 24: GAGAL



Mei Lin yang berada di kediaman persik hanya terus terkikik geli mengingat rencana B yang dirinya buat itu sembari terus menebak nebak bagaimana reaksi putri Ying Fu nanti


"Na..namun apa itu tidak terlalu kejam untuk pangeran, permaisuri?"


Ucap yu yin yang memang juga ikut duduk menemani Mei Lin


"Tenang lah dia setuju akan itu,kau tak perlu khawatir"


Ucap Mei Lin dengan tawa membahana.


"Ta..tapi.."


"Yu Yin kau suka dengan wang zang yaa.."


Ucap Mei lin sembari mencolek colek badan yu yin


"Su..suka?,ti..tidak yang mulia saya hanya.."


"Tidak apa apa aku akan menjaga rahasiamu kok "


Ucap Mei lin memotong perkataan yu yin dengan senyum jahilnya


"Tidak!, eumm maksud sa..saya"


"Sutttt wajah mu saja sudah memerah bahkan berbicara saja gagap begitu"


Ucap Mei lin kembali menggoda yu yin


Hingga..


Tok


Tok


Terdengar suara ketukan pintu membuat Mei lin mau tidak mau harus berhenti sejenak untuk menggoda yu yin yang sudah salah tingkah itu


"Tak apa Buka pintunya"


Ucap Mei lin kepada yu yin


"Baik yang mulia"


Balas yu yin dan melangh maju untuk membuka pintu kamar paviliun persik


Ckrekk...



"Sial!, wanita itu benar benar!"


Batin Mei lin saat melihat bahwa putri ying fu berpakaian minim sembari melangkah ke arah Mei lin yang menyengir kaku


"Pangeran..."


Panggil putri ying fu yang langsung duduk di sebelah Mei lin


"Apa yang membuat putri datang ke kediaman pangeran malam begini?"


Ucap mei lin mulai menjalankan aksinya.


"Ha..hamba ingin.."


Tok


Tok


Tok


"Masuk!!"


Ucap Mei lin cepat saat bunyi ketukan pintu terdengar


"Salam yang mulia pangeran"


Ucap pria yg tak lain adalah pangeran wang zhang itu.


"Oh pangeran wang zang apa yang membuat mu kemari kakak?"


Ucap Mei lin sembari mengedipkan matanya untuk memberi kode


"I..itu..ehm! Yang mulia kaisar wang jung memanggil!"


Ucap pangeran wang zang berusaha berakting dengan baik


Ucap Mei lin sembari melirik putri ying fu yang terlihat kesal itu


"Putri ying fu?,apakah kau tidak keberatan?,maaf ya"


Lanjut Mei lin dengan wajah dibuat buat bersalah


"Tidak apa pangeran"


Ucap putri ying fu dan sukses membuat Mei lin ternganga kaget


"Kenapa dia tidak menahanku? "


tanya Mei lin dalam hati


"Be..benarkah? "


Ucap Mei lin memastikan


"Iya lagipula gegeku juga berada disana aku akan ikut dengan kalian!"


Ucap putri ying fu bersemangat


"Astagaaa...kacau sudah!"


Batin Mei lin sambil menyenggol pundak pangeran wang zang yang hanya diam seperti patung itu


"Ha?,a..apa?"


Ucap pangeran wang zang bingung


"Wang zang bodoh!"


Umpat Mei lin dalam hati


"Ohh jadi putri ingin ikut ya?,eumm bagaimana jika putri pergi duluan,aku ada urusan sebentar dengan pangeran wang zang,bagaimana?"


Ucap Mei lin dengan senyuman terpaksa nya


"Baik! Aku duluan ya pangeran"


Ucap putri ying fu yang langsung berlalu pergi meninggalkan paviliun persik


Tuk!


"Hei wang zang!!, kau bodoh atau bagaimana?!!"


Ucap Mei lin dan langsung menendang tulang kering pangeran wang zang


"Aghh..mana aku tahu?,sudah ku bilang aku tidak pandai melakukan drama!"


Ucap mangeran wang zang dengan wajah tidak Terima


"Nah itu dia!,makanya jangan terlalu bodoh!"


Ucap Mei lin kesal


"Hei!,aku pintar dalam hal militer bukan ber drama seperti itu kau kira aku gundik?"


Ucap pangeran wang zang sembari menyentil dahi Mei lin


"Aku tidak bilang begitu!,pokoknya sekarang kita harus memikirkan rencana selanjutnya!,cepat bantu aku bodohh!!"


Ucap Mei lin menarik pangeran wang zang keluar dari paviliun persik


"Hei lin er pelan sedikit!"


Gerutu pangeran wang zang yang berjalan terseret seret itu


"Dasar lemah kakimu lebih panjang dari punyaku jalan saja tidak bisa!"


Ucap Mei lin


"Oke oke semua salah ku!,puas?!,jadi bagaimana selanjutnya?!"


Ucap pangeran wang zang yang memilih pasrah


"Tidak ada yang bisa kita dilakukan.,,kita berdoa saja jika Kaisar sialan itu cukup berbaik hati dan dapat berkerjasama dengan kita"


Ucap Mei lin sembari memijit pangkal hidungnya melihat bagaimana sikap Kaisar wang jung yang akan memberinya hukuman nanti