Ping Mei Lin: Rebirth Of The Empress

Ping Mei Lin: Rebirth Of The Empress
CHAPTER20: maaf



Terlihat seorang wanita berjalan menyusuri lorong lorong istana dengan wajah tertekuk kebawah dan sesekali mengerutu tak jelas


"Berani beraninya dia mencium bibirku,aku bahkan bukan istrinya!"


Gerutu Mei lin terus berjalan tak tentu arah hingga tak menyadari bahwa didepan nya berdiri panglima Ryu yang berdiri Membelakanginya.


Bruk!


"Hei bodoh kau tidak punya mata?!"


Ucap Mei lin tampa melihat seseorang yang baru saja ditabraknya


"Maafkan hamba yang mulia hamba pantas di hukum!"


Ucap panglima ryu sambil berjongkok dengan satu kaki membuat Mei lin menepuk jidat nya merutuki mood nya yang buruk saat ini, bisa bisanya dia marah padahal dirinya sendiri yang telah menabrak.


"Eh..panglima ryu ?,tak apa berdirilah aku yang salah di sini, maafkan aku"


Ucap Mei lin yang ikut berjongkok mensejajarkan dirinya dengan pria di depannya dan menuntun panglima ryu untuk berdiri


"Tidak apa yang mulia, jika hamba boleh bertanya apa yang membuat permaisuri buru buru seperti ini"


Ucap panglima ryu sembari tersenyum teduh membuat siapa saja yang melihat senyum itu merasakan ketenangan


"Eum..ah soal itu!,aku?, aku ingin membeli bunga baru ke pasar bersama yu yin!"


Ucap Mei lin antusias mendapatkan alasan dirinya bisa pergi dari istana ini


"Kalau begitu izinkan hamba untuk mengawal anda yang mulia "


"Tidak!, ma..maksudku aku sudah ditemani oleh Pangeran pertama"


Ucap Mei lin cepat


"Tapi pangeran pertama sedang sakit yang mulia"


Ucap panglima ryu membuat Mei lin mati matian mencari alasan yang bagus


"He..hei!,sakit apanya?,pagi tadi aku bermain kejar kejaran dan memanjat pohon dengannya dia terlihat sudah sembuh!"


Ucap Mei lin sembari menepuk pundak panglima ryu layaknya teman akrab


"Bukannya..."


"Ck!, dia kultivator tingkat tinggi setelah kaisar hukuman itu tak berarti baginya,mungkin sekarang dia sedang menungguku di depan gerbang"


Ucap Mei lin berusaha meyakinkan


"Benar juga..kalau begitu apa yang bisa hamba bantu yang mulia?"


Tanya panglima ryu membuat Mei lin berusaha tetap mempertahankan senyumnya akibat rasa dongkol dengan pria kelewat pintar di depannya ini


"Ohh kau tidak tahu kabar?!"


Ucap Mei lin dengan nada bicara dibuat sedih menjalankan aksi kejahilannya


"Hamba tidak tahu yang mulia"


Ucap panglima ryu dengan wajah penuh rasa penasaran


"Sebaiknya kau ke paviliun persik,aku dengar yang mulia kaisar kesambar petir semalam akibat kemarahan besarnya"


Ucap Mei lin berlalu pergi sambil menutup bibirnya menahan tawa, sedangkan panglima ryu langsung berlari secepat kilat menuju ke paviliun persik.


Mei lin berlari menuju ke paviliun naga senja dan dengan sesekali menengok ke kanan dan ke kiri memastikan dirinya benar benar aman sekarang


Brak!


"Wang zang!!!"


Pekik Mei lin yang membuat pangeran wang zang yang sedang menyesap teh nya menyemburkan kembali teh dari dalam mulutnya dan menatap Mei lin penuh kekesalan


"Maaf..hei wang zang kau sudah sembuh..?"


Ucap Mei lin dengan nada yang dimanis maniskan dan tentu saja tindakan Mei lin saat ini membuat pangeran wang zang sedikit keheranan


"Kau sakit lin-er?"


"Tidak"


Ucap Mei lin dengan senyum manisnya dan hal itu sukses membuat pangeran wang zang salah tingkah sendiri


"Ehm!..kau..mau apa kemari?"


Ucap pangeran wang zang menormalkan detak jantungnya yang menggila


"Tidak..aku hanya merindukanmu, kau tahu?,kau sangat tampan hari ini"


Ucap Mei lin dengan nada manis


"Katakan apa maumu lin-er"


Ucap pangeran wang zang yang memang sudah menebak tindakan manis Mei lin pasti karena ada maunya


"Hehe..kau tahu saja!, pinjamkan aku bajumu!"


Ucap Mei lin santai


Tuk!


"Kau gila?!, untuk apa?"


Tanya pangeran wang zang tak habis pikir dengan wanita di depannya ini


"Aku ingin keluar istana"


Rengek Mei lin seperti anak berulur 5 tahun


"Kenapa kau tidak menyamar menjadi dayang dan meminjam baju pelayan pribadimu saja"


Ucap pangeran wang zang berusaha mati matian menyembunyikan detak jantungnya


"Ishh!,dia tak akan meminjamiku!,dia pasti melarangku!"


Ucap Mei lin kesal


"Aku tidak mau!"


Ucap pangeran wang zang menolak


"Ayolah..pinjamkan aku pakaian mu..,aku akan memasak untukmu!"


Ucap Mei lin mulai mengeluarkan jurus andalannya


"Me..memang kau bisa memasak?"


Ucap pangeran wang zang berusaha mempertahankan suaranya yang mendadak kering melihat betapa menggemaskannya Mei lin saat ini


"Kau tidak tahu saja!!,aku sangat trampil memasak kau tahu!"


Ucap Mei lin


"Tidak lin-er, aku takut kau terluka"


Ucap pangeran pertama tetap teguh pada pendiriannya


"Baiklah tidak ada cara lain!"


Ucap yu yin yang menatap pangeran pertama dengan senyuman jahatnya


"Ka..kau mau a..apa?"


Tanya pangeran wang zang yang mulai panik


Tuk!


Mei lin menekan titik saraf pada leher pangeran wang zang sehingga pangeran wang zang pingsan


"Maaf..tapi aku janji akan memasakkan mu masakan yang enak hingga kau kekenyangan"


Ucap Mei lin pada pangeran wang zang yang pingsan dan dengan cepat mengambil pakaian pangeran wang zang di lemari dan mengenakannya di tempat pemandian pangeran wang zang dan dengan cepat pula Mei lin meraih topi untuk menutupi wajahnya dan berlari keluar paviliun naga senja karena efek pembekuan saraf itu hanya berlangsung selama dua menit, eittsss tenang saja tidak ada efek samping pada tindakan Mei lin jadi bisa dipastikan 100% bahwa sehabis ini pangeran wang zang akan terbangun dan mungkin mengadu pada kakaknya Kaisar wang jung dan setelah itu entah apa hukuman yang Mei lin dapatkan setelahnya.