
Setelah 2 hari berlalu kondisi Mei lin perlahan mulai membaik bahkan bisa dibilang kesehatan nya berkembang dengan sangat pesat,bahkan dirinya sudah bisa berjalan,berlari dan memanjat pohon sekarang
Namun masalahnya dirinya benar benar harus berlatih untuk mengembalikan energi dan kekuatan fisiknya yang mulai melemah karena beberapa hari ini dirinya hanya bergelung dengan selimut, makan,mandi dan seterusnya seperti itu.
Hei ayolah jangan lupakan sang kaisar yang selalu membatasi ruang geraknya memastikan mei lin tetap berada di tempat tidurnya dan selalu mengunjungi nya setiap pagi dan malam
"Benar benar memuakkan!"
Batin Mei lin
Yahh namun hari ini Mei lin tidak akan diam saja seperti beberapa menit lalu saat dirinya telah berhasil mengecok yu yin, para pelayan dan pengawal yang menjaga kediamannya
Dan disinilah dirinya sekarang diatas pohon yang paling tinggi di halaman istana memandangi fajar yang perlahan mulai terlihat tak mempedulikan jika seluruh penjuru istana sedang mencari keberadaannya
"Dunia ini sangat indah..."
Gumam Mei lin yang berada di atas dahan pohon tertinggi sembari memakan apel ditangannya dan jangan lupakan kantong berisi sedikit perhiasan di pundaknya
"Mungkin berjalan jalan sebentar tidak masalah,yah setidaknya aku akan memiliki uang banyak setelah menjual perhiasan ini"
Ucap Mei lin dan selanjutnya melompat dari dahan pohon dan mendarat mulus di tanah, yahh untungnya perancang busana kerajaan sudah menyelesaikan pakaian bercelana yang iya minta hingga dirinya bisa bergerak lebih leluasa sekarang
Bisa dibilang pakaian Mei lin hampir menyerupai pakaian lelaki,jika kalian berfikir itu sebuah kesalahan kalian salah, Mei lin memang sengaja mendisain nya seperti lelaki dan berwarna hitam agar memudahkan dirinya kabur dari istana dan jangan lupakan cadar yang juga berwarna hitam yang menutupi wajah seputih giok dan secantik dewi itu untuk mendukung penyamaran nya
Mei lin berlari kencang melompati diding kerajaan yang amat tinggi menghindari para prajurit yang menyebar di penjuru istana
"Sial panglima ryu!,mereka pasti mencariku!"
Gumam Mei lin menyembunyikan diri di balik pohon
"Kalian cari ke bagian selatan istana dan kami ke utara yang mulia permaisuri harus segera ditemukan!"
Ucap panglima ryu jin
"Baik laksanakan "
Ucap prajurit prajurit prajurit itu membungkuk dan mulai menyebar
"Kalian kira aku bisa dengan mudah ditangkap huh?"
Gumam Mei lin langsung melesat pergi saat panglima ryu berjalan menjauh
Mei lin melompati tembok istana dan langsung mendarat di tanah,Mei lin terus berlari sambil terus menengok kebelakang memastikan bahwa dirinya benar benar aman sekarang
"Fuyyuhh.. "
Hela Mei lin lega dan berjalan santai dengan senyuman lebar di bibirnya sembari menepuk nepuk baju nya yang agak sedikit kotor dan menenteng kantong perhiasannya dengan santai
"Heh!,pasar jaman dahulu aku datang"
Gumam Mei lin bersenandung bahagia melihat sekelilingnya yang tampak ramai dengan berbagai transaksi jual beli
Mei lin terus berjalan hingga sebuah toko perhiasan yang tampak ramai pengunjungnya membuat Mei lin berhenti dan kemudian berbelok memasuki toko itu
"Apa yang bisa saya bantu tuan?,anda ingin membeli perhiasan yang seperti apa tuan? "
Ucap lelaki tua penjaga toko itu membuat Mei lin menyunggingkan senyuman mengetahui jika penyamarannya sebagai lelaki berhasil
"Saya ingin menjual barang "
Ucap Mei lin yang membuat buat suaranya agar terdengar lebih berat dan menaruh kantong itu di depan lelaki tua itu
Lelaki tua itu dengan ragu membuka kantung yang diberikan Mei lin dan seketika mata lelaki tua itu membulat menatap Mei lin dan kembali meneliti barang yang dibawa Mei lin
"I..ini adalah salah satu perhiasan terbaik di negri ini harganya pun sangat mahal"
Ucap pria tua itu dengan wajah yg berbinar
"Jadi kau ingin mengambilnya tidak?"
Ucap Mei lin acuh
"Tentu saja tuan!,saya akan membayar tinggi untuk ini"
Ucap lelaki tua itu dan mengeluarkan dua kantung koin emas penuh
"500 tael emas!,untuk semuanya!"
Ucap penjaga itu meyakinkan
"Itu terlalu sedikit untuk perhiasan sebagus ini pak tua!"
Ucap Mei lin memastikan jika saja harga itu bisa dinaikan"
"Baiklah 800 tael emas!"
Ucap pedagang itu dan langsung dihadiahi Pelototan tak percaya dari Mei lin
"Aku benar benar kaya"
Batin Mei lin tersenyum senang
"Baiklah!"
Ucap Mei lin langsung mengambil 5 kantung berisikan emas itu dan hendak berjalan menjauh
"Jika tuan ingin menjual perhiasan datanglah lagi kemari dengan sangat senang hati saya akan membayar dengan jujur!"
Teriak lelaki tua itu dan mendapat anggukan dari Mei lin hingga tubuh Mei lin benar benar hilang dari balik pintu toko
Mei lin terus berjalan dengan riang memegang setiap barang yang dianggap nya aneh dan unik dan tentu saja tidak pernah dia lihat di dunianya
Hingga tatapannya terpaku oleh satu titik yang membuatnya berfikir untuk mengunjunginya
Ting!
Lonceng tanda ada pelanggan yang melewati pintu toko berbunyi dan terlihat wanita tua yg berdiri menyambut kedatangan Mei lin
"Selamat datang gadis cantik,silahkan pilihlah yang Anda suka.."
Ucap nenek tua itu ramah
"Apakah disini menjual jubah dengan tudung dikepalanya?"
Ucap Mei lin tanpa ekspresi tak menghiraukan senyuman sang nenek
"Tentu saja tunggulah gadis cantik.. "
Ucap nenek tua itu berbalik
Nenek yang sedang ditunggu pun keluar dari balik pintu kayu dan terlihat di kedua tangannya memegang lipatan kain berwarna hitam
"Ini barangnya gadis cantik..jumlahnya hanya 1 perak"
Ucap nenek itu menyerahkan barang itu dan dengan cepat diambil Mei lin dan langsung dikenakannya
"Mei lin mengambil kantong uang dari kantong uang di sakunya dan mengambil koin berwarna emas yg diyakini bahwa itu adalah emas dan menyerahkannya kepada nenek itu
"Apakah tidak ada uang kecil nak?, nenek tidak memiliki kembaliannya.. "
Ucap nenek itu dengan senyuman teduh
"Tak apa ambil lah saja kembaliannya"
Ucap Mei lin dingin
"Trimakasih nak trimakasih banyak"
Ucap nenek itu bersimpuh dikaki Mei lin
Mei lin langsung berjongkok dan mensejajarkan badanya kearah nenek itu
"Berdirilah nek.."
Ucap Mei lin berusaha tersenyum
Nenek itu tersenyum dan berdiri dengan terus menatap mei lin
Mei lin berbalik untuk pergi namun Mei lin merasa ada yg mencekal pergelangan tangannya hingga dirinya kembali berbalik menatap kearah nenek itu dengan tatapan bertanya
"Ingatlah nak, kelak dirimu akan menjadi penerang kerajaan ini ataupun pembawa kegelapan itu tergantung kepada keputusanmu...namun ingatlah ikuti kata hatimu, hatimu akan menuntun mu.. "
Ucap nenek itu sembari tersenyum dan membuka telapak tangan nya yg disana terdapat cahaya berkilau hingga dari cahaya itu keluarlah pedang indah dan gagah yg di gagangnya terlilit naga emas cantik dan di sarung pedangnya terdapat ukiran aneh yg tak diketahui Mei lin
"Ne..nek?"
Ucap Mei lin gagap
"Ini adalah pedang gold Dragon, ini adalah pedang legendaris,pedang ini adalah milikmu sudah 1000 tahun aku menunggu saat ini tiba..ambilah.."
Ucap nenek itu
Dengan ragu Mei lin mengambil pedang itu dan saat tangannya berhasil menggenggam pedang itu keluarlah cahaya hitam dan tiba tiba Mei lin merasakan panas di telapak tangan kanannya tempat iya memegang pedang itu
Saat Mei lin mendongak ingin berbicara kepada sang nenek Mei lin sangat kaget ketika nenek itu menghilang tak ada lagi di depan nya
Mei lin tak ambil pusing dengan hal itu yg Mei lin bingungkan adalah bagaimana cara menyembunyikan pedang besar ini?
Di kebingungan nya Mei lin mendengar bisikan,,,yg bisikan itu mirip dengan suara sang nenek
"Evanescet!"
Ucap Mei lin dan seketika pedang itu hilang dari genggamannya,
Mei lin dengan dada yg bergemuruh tak karuan berjalan menuju pintu toko dan melangkah keluar toko dengan otak yang ling lung
Aku pasti sudah gila!!!
Aku benar benar gila!!
Batin Mei lin hingga tersadar saat ada seseorang yang tak sengaja menabraknya tanpa mengatakan maaf sekalipun
"Ck!, dasar kadal!"
Gerutu Mei lin melihat seorang pria yang menabraknya tadi
Selama perjalanan Mei lin terus saja memikirkan keanehan yang lenimpanya saat ini dan pedang itu?,ahhhh belum sebulan aku tinggal disini aku sudah menjadi gila saja gerutu Mei lin dan memutuskan untuk memasuki hutan lebat tempat dimana dirinya akan berlatih sekaligus menenangkan pikiran
"Ahh bagaimana keadaan
yu yin dan istana saat ini,yahh pasti yu yin sangat khawatir kepadaku, aku mungkin akan kembali sebelum matahari terbenam "
Gumam Mei lin dengan nada santai hingga tidak menyadari serangan keras tiba tiba yang menerjang tubuhnya hingga terpental beberapa meter
"Agghh!, a..apa itu?"
Gumam Mei lin berusaha bangkit
Dan tepat di depannya terdapat seekor kuda berwarna putih yang tampak gagah dan liar di depannya
"Kuda?!"
Batin Mei lin dan langsung menghindar dari kuda yang hendak menyerangnya lagi
"Kuda itu sangat cantik!"
Gumam Mei lin menatap kagum kuda putih yang memiliki tanduk berkilau di kepalanya.
Kuda itu kembali menyerang Mei lin dengan brutal namun lagi lagi mei lin dapat menghindari serangan kuda putih itu
"Sial!, aku tidak bisa terus terusan menghindar!, aku harus menyerang nya atau aku akan terbunuh!"
Batin Mei lin
Kuda itu kembali menyerang Mei lin hingga dari tanduk kuda tersebut keluar sebuah cahaya putih yang langsung menerjang tubuh Mei lin hingga kembali terpental dan menabrak pohon
"Aghh!,aku tidak mempunyai senjata,ini tidak akan berhasil!"
Gumam Mei lin hingga tiba tiba Mei lin menyadari sesuatu.
"Benar pedang itu!"
Batin Mei lin dan berusaha mengingat kata kata untuk mengeluarkan pedang itu
"ECCE!!"
ucap Mei lin lantang dan dengan tiba tiba cahaya putih keluar dari tangannya dan tiba tiba pedang berwarna emas berada di genggaman tangannya
"Yeahh pedang ini sangat berat ternyata"
Gumam Mei lin dan berusaha mengayunkan pedang itu dan
BOM!
sinnar putih keluar dari pedang itu dan langsung menerjang tubuh kuda yg ingin menyerangnya
"I..ini i..ini SANGAT KEREN!!"
pekik Mei lin meloncat loncat dan berlari menghampiri kuda itu
"Lihat kuda!, aku sudah menang dan berhenti menggangguku!"
Ucap Mei lin seperti orang gila yang berbicara dengan hewan
Namun diluar perkiraan kuda tersebut langsung membungkukkan tubuhnya menghadap kearah Mei lin dan menggoyang goyangkan kepalanya ingin di sentuh oleh Mei lin
Mei lin dengan ragu perlahan menyentuh kuda tersebut dan mulai memperhatikan keindahan binatang di depannya
"Apakah kau ingin menjadi kuda ku?, aku sangat menyukaimu "
Ucap Mei lin dan dibalas pekikan dan endusan dari kuda tersebut
"Aku anggap itu iya"
Ucap Mei lin dan menaiki kuda tersebut
Dan terus menyusuri hutan menuju tempat air terjun berada
"Evanescet!"
Ucap Mei lin dan pedang itu menghilang
"Apakah kau bisa cepat kuda?,jujur aku ingin ke air terjun namun adalah air terjun di hutan ini? "
Ucap Mei lin dan seketika hembusan angin menerpa wajahnya kencang membuat dirinya menutup matanya
Dan saat angin itu berhenti Mei lin membuka matanya alangkah sangat terkejutnya Mei lin saat di depannya adalah air terjun indah nan besar
"Ba..bagaimana bisa?"
Gumam Mei lin turun dari kuda miliknya dan menetap kuda itu takjub, bagaimana tidak terkejut?,saat dia bertanya ingin je air terjun dirinya merasakan agin menerpa wajahnya dan saat membuka mata di depannya sudah berdiri indah air terjun
"Sungguh sangat tidak bisa dipercaya!"
Gumam Mei lin sambil membelai surai lembut kuda tersebut
"Kau bukan binatang sembarangan rupanya"
Batin Mei lin saat melihat kuda dengan tanduk bersinar dikepalanya itu.
Mei lin melangkah kan kakinya menuju air terjun itu dan menatap air yang jernih dibawahnya dan membasuh wajahnya disana
"Yah aku sangat lapar sekarang tapi aku sungguh sangat malas untuk mencari ikan"
Ucap Mei lin mengeluarkan apel dari kantung bajunya dan melemparkan apel tersebut kearah kuda nya yang langsung di lahap oleh kuda tersebut
Kuda tersebut mendekati Mei lin dan dari tanduknya keluar cahaya putih yang diarahkan ke sungai dan tanpa sepengetahuan Mei lin ikan besar langsung keluar dari air dan dengan cekatan Mei lin langsung menangkapnya
"Woahh!!,kau sangat hebat kuda!!"
Ucap Mei lin langsung berlari kebawah pohon tak sabar untuk memanggang ikan tersebut
Setelah api hidup Mei lin langsung membakar ikan tersebut dan menunggu hingga ikan itu matang
Tatapan Mei lin terarah pada kuda milik nya di sampingnya dan Mei lin langsung mengeluarkan semua apel yang berada dikantungnya dan memberikan apel itu kepada kuda di sampingnya
"Apa sebaiknya aku memberi mu nama ya?,tapi kau wanita atau laki laki?!"
Ucap Mei lin menatap kuda tersebut yang sedang melahap apel pemberian Mei lin
"Kau wanita?"
Tanya Mei lin yang dibalas gelengan dari kuda tersebut
"Jadi kau laki laki ternyata"
Ucap Mei lin yang langsung dihadiahi endus endusan kuda itu di tubuhnya
"Hihi..ini sangat geli tauu hihi"
Ucap Mei lin berusaha menghentikan kuda tersebut
"Baiklah namamu adalah..percy?"
Ucap Mei lin yang langsung di hadiahi gelengan dari kuda tersebut
"Kau sangat pemilih heh?"
Ucap Mei lin terkekeh
"Baiklah baiklah akan kau beri kau nama yang keren!, namamu maximus!!"
Ucap Mei lin yang langsung biberi jilatan dan endusan dari kuda tersebut
"Aku tau aku tau nama yang kuberikan sangat bagus"
Ucap Mei lin membuat kuda tersebut menatap Mei lin malas
"Hei lihatlah wajahmu itu kau ternyata bisa berekspresi juga yaa haha"
Ucap Mei lin tertawa dan mengambil ikan bakarannya yang sudah matang
"Yahh ini sudah sore sebaiknya setelah ini aku pulang"
Ucap Mei lin sambil memakan ikan itu
.