
"Ugghhh,aku sangat kenyang!"
Ucap Mei lin sambil mengusap usap perutnya
"Ini sudah petang sebaiknya aku lekas pulang"
Gumam Mei lin sambil menatap langit yang tampak memancarkan cahaya jingga dan langsung menaiki maximus yang sudah siap di depannya
"Hei maximus bisakah kau menyembunyikan tanduk berkilau mu itu?,aku tak ingin membuat istana heboh saat melihat binatang spiritual tingkat tinggi seperti mu"
Ucap Mei lin memegang tanduk maximus dan seketika tanduk itu pun lenyap
"Hyaa!"
Ucap Mei lin memacu maximus dengan kecepatan sedang
"Hei lihatlah langit cerah namun ada petir,apakah itu normal max?"
Tanya Mei lin saat melihat dan mendengar guntur yang saling bersahutan dan dibalas suara pekikan dari maximus
"Ada yang tidak beres,maximus cepatlah kita harus kembali ke istana"
Ucap Mei lin sembari menutup mata karena angin kencang menerpa wajahnya
Dan saat Mei lin membuka matanya dirinya sudah sampai di suatu tempat yang dapat Mei lin tebak adalah kandang kuda Kekaisaran
Tanpa pikir panjang Mei lin langsung turun dari punggung maximus dan membawa maximus memasuki kandang tersebut dan melemparkan beberapa apel untuk maximus makan dan setelahnya bergegas memasuki halaman istana untuk menuju ke paviliun persik
Namun saat sampai di halaman istana langkah kaki Mei lin terhenti saat di depannya mungkin sepuluh pengawal bersujud di hadapannya
"Yang mulia permaisuri kembali!"
Pekik salah satu pengawal
"Hei hei apa yang kalian lakukan jangan berisik bodoh!"
Ucap Mei lin menutup mulut prajurit yang beteriak tadi dengan telapak tangannya dan hendak berlari namun para prajurit mencengkram kedua lengannya menahan dirinya untuk tetap ditempat
"Apa yang kalian lakukan?, lepaskan aku!"
Pekik Mei lin berusaha melepaskan diri
"Maaf kan kami yang mulia permaisuri,kami menjalankan perintah yang mulia kaisar"
Ucap salah satu pengawal yang mencengkram lengan Mei lin
"Perintah apa bodoh!!"
Pekik Mei lin kembali memberontak
Hingga pekikan Mei lin terhenti saat aura di sekeliling nya berubah dingin dan mengerikan
"Bagaimana rasanya kabur, permaisuri"
Terdengar suara dingin dan penuh ke misteriusan memasuki gendang telinga Mei lin membuat para prajurit bersimpuh memberi penghormatan kepada seseorang yang tak lain adalah kaisar wang jung
"Semoga kaisar hidup 10.000 tahun lagi!!"
Pekik prajurit hingga membuat Mei lin mencebik kesal
"Mana ada manusia yang hidup sampai 10.000 tahun"
Gumam Mei lin yang membuat para prajurit di sekitarnya gemetar dan petir bersahutan
"Tunggu!, tunggu bagaimana petir hanya menyambar nyambar di sekeliling istana saja?!"
Batin Mei lin melihat ke sekeliling dengan bingung hingga pergelangan tangan Mei lin dengan tiba tiba ditarik dengan paksa dan membentur dada bidang seseorang
"Apa yang kau lakukan?!!,lepaskan aku bodoh!!"
Pekik Mei lin berusaha mendorong dada kaisar wang jung yang kekar
Namun tidak sesuai prediksi tubuh Mei lin tiba tiba melayang karena dipikul seperti karung beras membuat Mei lin terpekik kaget
"Aaaa..ka..kau cepat turunkan aku wang jung!!!"
Pekik Mei lin menendang nendang udara
"Berhenti berteriak!,telingaku mau pecah!"
Bentak kaisar wang jung tidak membuat Mei lin berhenti
"Lepaskan aku bodohh!!"
Pekik Mei lin tetap berusaha melepaskan diri hingga..
Plak!
"AAAAAA... kau sangat mesum!"
Pekik Mei lin saat merasakan pukulan di bokongnya
"Berhenti berontak atau aku akan melemparkan mu ke kandang naga!"
Ucap kaisar wang jung dingin sedangkan para prajurit hingga panglima ryu dan Kasim ang menganga tidak percaya akan apa yang mereka lihat
"Ba..baik aku akan menjadi anak baik"
Ucap Mei lin berhenti memberontak hanya pasrah dirinya dipikul seperti karung beras oleh kaisar wang jung
Melihat Mei lin kembali tenang kaisar wang jung merubah posisi gendongnya menepati Mei lin di depan tubuhnya tanpa memberhentikan langkahnya
Mei lin tentu saja tersentak kaget dan berjuta pertanyaan berkecamuk di pikirannya
"Mengapa kaisar ini begitu baik?"
"Bukankah dia membenci permaisuri Mei lin?
Batin Mei lin yang kepalanya bersandar di cengkuk leher kaisar wang jung yang beraroma kayu karuan menenangkan
"Tidak!!, ingat tujuanmu Mei lin!,jangan sampai kau terbuai akan kebaikan mencurigakan ini!!"
Batin Mei lin dan menggigit telinga kaisar wang jung membuat kaisar wang jung seketika melepaskan gendongannya dan menatap tajam Mei lin di depannya yang tersungkur di ubin istana
"Kau berani menggigit ku?!"
Bentak kaisar mengelegar
"Apa alasan ku tidak berani kepada mu?!"
Ucap Mei lin tak mau kalah
"Aku adalah suami mu permaisuri Mei lin!"
Ucap kaisar wang jung dengan rahang yang mengeras
"Suami yang menelantarkan dan menyiksa istri lebih tepatnya"
Ucap Mei lin berusaha berdiri
Kaisar wang jung mengeraskan rahang nya dan seketika atmosfer di sekeliling Mei lin berubah dingin dan mencekam
Dan selanjutnya dengan amarah yang tak terkendali kaisar wang jung menarik pergelangan Mei lin menyeretnya memasuki istana utama dimana tempat kediaman kaisar wang jung berada