
Disinilah Mei lin sekarang duduk di rerumputan dibawah pohon apel di sebuah taman kecil dekat dengan paviliun persik ditemani oleh yu yin yang ikut duduk disampingnya, jika dikatakan saat Mei lin memilih pergi dari kediaman pangeran wang zang tak sengaja Mei lin melihat sebuah taman kecil di dekat kediamannya dulu dan memilih berbelok arah menuju kesana
"Ini adalah taman yang permaisuri buat sendiri.."
Ucap yu yin membuat mei lin seketika menengok dengan mata membulat sempurna
"Apakah dulu aku sangat menyukai bunga?"
Ucap Mei lin penasaran
"Benar,dulu setiap seminggu pasti permaisuri selalu membeli bunga baru untuk taman ini.."
Ucap yu yin
"Bahkan cara bercocok tanam saja aku tidak tahu.."
Gumam Mei lin pelan dan tiba tiba teringat akan sesuatu hal yang amat penting dan dengan tergesa-gesa Mei lin langsung menarik yu yin memasuki paviliun persik
"Pe..permaisuri anda tidak apa apa?"
Ucap yu yin yang tangannya ditarik oleh Mei lin
Mei lin terus berlari sambil sesekali menengok ke kanan dan ke kiri hingga dirinya benar-benar sudah sampai di depan pintu paviliun persik
Brak
"Jawab pertanyaan ku dengan jujur!"
Ucap Mei lin yang menatap yu yin dengan serius
"Ha..hamba akan menjawabnya yang mulia.."
Ucap yu yin
"Siapa keluarga ku?,dan ceritakan semua tentang mereka!"
Ucap Mei lin tak sabaran
"Ke..keluarga?"
"Iya!,ceritakan semua jangan sampai ada yang ketinggalan!,duduklah."
Ucap Mei lin yang sudah beralih duduk di kursi sambil menatap yu yin penuh rasa penasaran
Yu yin menghela nafas berat sejenak dan mulai membuka suara
"Pe..permaisuri adalah anak bungsu dari permaisuri dan kaisar Kekaisaran bulan,namun. .."
Ucapan yu yin terpotong dengan ragu menatap kearah Mei lin yang terlihat santai
"Lanjutkan.."
Ucap Mei lin
"Namun orang tua permaisuri meninggal dibunuh oleh pasukan Kekaisaran api,la..lalu kaisar wang jung mengancam akan membumi ratakan Kekaisaran bulan da..dan permaisuri menawarkan diri untuk melindungi Kekaisaran..hiks..dengan cara menikahi kaisar wang jung.."
Tutur yu yin mampu membuat Mei lin membola tidak percaya
"La..lalu?"
Tanya Mei lin
"Kakek permaisuri dan pangeran Ming pei putra mahkota melarang ka..karena permaisuri adalah permata bagi mereka..permaisuri membuat kesepakatan kepada pangeran Ming pei jika lebih dari sebulan pernikahan itu permaisuri akan kabur na..namun permaisuri malah jatuh cinta ke..kepada kaisar da..dan mengingkari kesepakatan itu"
Ucap yu yin membuat Mei lin memijit pangkal hidungnya memikirkan berapa rumitnya hidup pemilik tubuh yang ditempatinya.
"Jadi bagaimana keadaan gegeku dan kakek serta Kekaisaran bulan?"
Tanya Mei lin sambil memijit pangkal hidungnya.
"Kekaisaran bulan tetap makmur namun dibawah kepemimpinan kaisar wang jung dan kakek permaisuri mengambil posisi kaisar kembali sedangkan putra mahkota pergi berlatih mengembangkan bela dirinya untuk menyelamatkan Kekaisaran serta anda yang mulia.."
Ucap yu yin membuat Mei lin yang sedari tadi mendengar tampa minat seketika mendongakkan kepalanya cepat
"Di..dimana gegeku berlatih?!!"
Tanya Mei lin tak sabaran.
"Ha..hamba kurang tau yang mulia na..namun putra mahkota pernah berkata tepat disaat bulan merah dirinya akan menemui permaisuri di kaki gunung fujima"
Ucap yu yin dengan sedikit berbisik
"Kapan bulan merah terjadi?"
Tanya Mei lin
"Empat bulan mendatang yang mulia.."
Ucap yu yin membuat Mei lin mengetuk ngetukkan telunjuknya di meja
"Kenapa harus bulan merah?, kenapa tidak hari hari biasa?"
Gumam Mei lin
"Maaf yang mulia ha..hamba tidak tahu.."
Ucap yu yin
"Yu yin?,bisakah kau tinggalkan aku sendiri disini?,aku butuh ketenangan"
Ucap Mei lin menggenggam erat tangan yu yin dan tersenyum lembut
"Baik yang Mulia"
Ucap yu yin memberi hormat dan berlalu pergi dari paviliun persik
Mei lin membuang nafasnya kasar mengingat banyaknya beban yang ditanggung oleh dirinya sekarang
"Kaisar yang seharusnya dirinya bunuh malah mencintainya,kaisar yang ternyata terkena kutukan yang membuat dirinya ikut terlibat,gegenya yang masih hidup,ohh dan jangan lupakan pedang naga besar dan aneh itu!!"
Batin Mei lin membuang nafas kasar
"Apa dengan aku mati diriku akan kembali kezamanku?"
Mei lin beranjak bangun berjalan menuju balkon kediamannya yang tingginya tak main main
"Jatuh dari sini mungkin?"
Batin Mei lin yang mendongak kebawah dan menaikkan satu kakinya disana namun dirinya tersadar dan mengelengkan kepalanya, dan ketika dirinya hendak menarik kakinya kembali tiba tiba tarikan kuat langsung membuat tubuhnya menabrak tubuh seseorang dan dipeluk erat dari belakang
"Apa yang kau lakukan?!!"
Bentakan penuh kemarahan dan kekhawatiran terdengar membuat Mei lin yang jantungnya masih berdetak kencang akibat kaget bertambah kaget saat mendengar suara bentakan itu.
"Jangan pernah coba coba berharap mati dengan konyol seperti itu!, aku tidak mengizinkanmu!"
Mei lin yang mendengar suara yang familiar di telinganya langsung gelagapan dan merutuki tingkah gilanya barusan
"Wa..wang jung?"
Ucap Mei lin karena merasakan sesak di dadanya akibat pelukan erat itu.
Kaisar wang jung membalik badan Mei lin agar menghadap kearah dirinya membuat mata Mei lin beradu pandang dengan mata biru kelam milik Kaisar wang jung di depannya
"Kau ingin meninggalkan ku"
Ucap Kaisar wang jung dengan tatapan tajamnya
"Bu..bukan!,tadi aku ingin menangkap burung yang masuk ke kediaman ku da..dan tanpa sadar melewati batas!"
Ucap Mei lin cepat,mengingat dirinya terikat janji oleh lelaki didepannya pada malam itu, ayolah dirinya tidak ingin dicap sebagai pembohong dan pengikar janji.
"...."
"Aku tidak berbohong bodoh!"
Ucap Mei lin melihat Kaisar wang jung yang hanya diam menatap matanya berusaha mencari kebohongan
".... "
"Kau tidak percaya?!,ya sudah!"
Ucap Mei lin yang langsung berlalu pergi memasuki kamarnya kembali namun saat dirinya ingin menggapai pintu keluar dirinya dipaksa berbalik hingga punggungnya menabrak pintu emas ke
Kediamannya
"Wa..wang jung?"
Gumam Mei lin yang tubuhnya amat dekat dengan Kaisar wang jung bahkan nafas hangat beraroma segar kaisar wang jung tercium dan menerpa wajahnya sedangkan dirinya tidak dapat kemana karena kaisar wang jung mengurung tubuhnya dengan kedua lengan kekar nya
"Lepaskan bod..
Chu~
Seketika tubuh Mei lin melemas dan Mata Mei lin membola sempurna saat benda kenyal itu menempel dan bergerak gerak kecil di bibirnya serta meraup bibirnya seakan tidak ada hari esok lagi
Akibat rasa shock Mei lin tetap diam bagai batu saat bagaimana kaisar wang jung menarik tengkuknya untuk memperdalam ciumannya dan mengaksen seluruh mulutnya membuat Mei lin tak memiliki kesempatan untuk bernafas
merasakan oksigen di paru-paru nya mulai habis Mei lin seketika tersadar dan memukul pelan dada kaisar wang jung yang masih pada aksinya itu hingga pada akhirnya tautan itu terlepas membuat Mei lin menghirup oksigen dengan rakus.
kaisar wang jung menatap dalam wajah Mei lin di depannya yang tanpa Mei lin sadari jantung kaisar wang jung berdetak kencang disana
Kaisar wang jung beralih mengusap halus bibir Mei lin yang terlihat membengkak akibat ulahnya
"Kau!"
Ucap Mei lin terpotong saat..
"mari kita buat putra mahkota!!"
Ucap kaisar wang jung yang tatapan nya dapat Mei lin lihat terdapat rasa cinta,keseriusan sekaligus penuh nafsu disana
Bugh!
Dengan spontan Mei lin menendang kuat perut kaisar wang jung hingga tubuh kaisar wang jung terhuyung mundur dan akhirnya terduduk diranjang sedangkan Mei lin menatap kaisar wang jung tajam penuh amarah
"Kau gila?!!,Buat sendiri dengan selir selir mu itu bodoh!!,aku tidak mau!!"
Ucap Mei lin sambil menunjuk wajah kaisar wang jung.
"Aku tidak Memiliki selir"
Ucap kaisar wang jung yang membuat Mei lin tertawa disana
"Hahaha!!,kau..kau kira aku bodoh?!"
"Aku membunuh mereka semua"
Ucap kaisar wang jung membuat tawa Mei lin terhenti seketika
"A..apa?!"
"Hanya kau satu satunya istriku"
Ucap kaisar wang jung kembali membuat Mei lin menelan salivanya susah payah.
"Ke..kenapa kau.."
"Karena aku mencintaimu dan putra mahkota harus berasal dari rahim mu"
Hening~
"Pokoknya Aku tetap tidak mau melahirkan brengsek!!"
Ucap Mei lin berbalik badan membuka kasar pintu kediamannya dan berlalu pergi meninggalkan kaisar wang jung yang tersenyum lebar sambil merebahkan diri di ranjang Mei lin.
"Sepertinya aku harus bersabar"
Gumam kaisar wang jung tersenyum mengingat wajah kesal Mei lin
"Aku?, punya anak?,usia ku dizaman ku baru delapan belas tahun sudah punya anak?,seharusnya sebelum pergi haruss ku tendang dulu miliknya itu!!"
Batin Mei lin kesal bercampur malu meninggalkan paviliun persik dengan wajah yang semerah tomat.