
Mei lin melangkahkan kakinya berjalan dengan sedikit angkuh menirukan cara berjalan pangeran wang zang yang di amatinya selama ini yahh berjalan selayaknya seperti seorang pangeran penuh wibawa dan percaya diri tentu saja.
Dan tak jarang pula para pengawal, para menteri dan juga dayang yang berpapasan dengannya memberikan penghormatan kepadanya membuatĀ Mei lin berdecak kesal karena harus berhenti sejenak dan mengangkat tangannya ataupun mengangguk
Hingga langkah Mei lin berhenti tepat di salah satu kandang kuda yang pastinya di dalam sana terdapat kuda tampannya Maximus
"Hei..merindukan ku?"
Ucap Mei lin memberikan apel kepada Maximus karena saat berjalan ke kandang kuda dirinya sempat mengambil apel apel itu di taman paviliun persik.
"Hei kau terlihat makin tampan saja"
Ucap Mei lin mengelus surai maximus lembut
Hiiiiikkkk...
Pekik maximum mengendus endus wajah Mei lin seolah olah merasa senang mendapat pujian dari Mei lin
"Hihi..ini sungguh geli max..kau sangat suka dipuji ternyata"
Kikik Mei lin
Hiiiikkkkk
"Hei hari ini bawa aku ke air terjun lagi oke!"
Ucap Mei lin yang langsung menaiki maximus yang terlihat sudah tak sabaran untuk ditunggangi itu sembari menengok ke kanan dan kiri memastikan keadaan benar benar aman
"Ayo cepat max, kita aman"
Ucap Mei lin dan tepat setelah dirinya berbicara hembusan angin langsung menerpa kencang wajahnya
Woossshhhhh...
Mei lin membuka matanya dan langsung turun dari tubuh maximus dan beralih merapikan rambutnya yang terlihat seperti diterjang angin topan karena topi yang dirinya kenakan terhempas oleh angin sehingga rambut panjangnya yang sudah digulung seperti lelaki tergerai indah
"Aku merasa seperti diterjang badai barusan"
Gumam Mei lin
Hikkkk..
"Max..apakah kau aku sebenarnya siapa?"
Tanya Mei lin sembari mengelus surai maximus dan dibalas anggukan oleh maximus
"Kau tahu?..aku tidak yakin.."
Ucap Mei lin mendelik kan matanya dan tentu saja maximus langsung menyeruduk pelan punggung Mei lin
"Aduh!,kau galak sekali!"
Omel Mei lin kesal dan memilih untuk duduk di bebatuan di pinggir air terjun.
"Yah ini adalah tempat yang cocok untuk meningkatkan energi dan kultivasi tubuh yang lemah ini "
Ucap Mei lin yang mulai bersemedi menyatukan diri dengan alam
1 jam berlalu..
Uhuk!
Uhuk!
Mei lin terbatuk dengan wajah syoknya memikirkan keanehan tubuh yang ditempatinya
'Sial!, tubuh ini sangat berpotensi menjadi kultivator yang hebat,betapa bodohnya permaisuri itu!"
Ucap Mei lin yang menyadari tubuh ini sangat berpotensi karena hanya dengan waktu sejam dirinya sudah menembus tingkat satu.
"Tubuh ini sebenarnya sangat baik,namun fisik dan mental yang sering di berikan oleh warga istana, membuat pemilik tubuh ini tertekan hingga hanya bisa pasrah"
Gumam Mei lin
"Mereka tidak tahu saja!,sekarang yang berada di tubuh ini adalah pembunuh cantik yang terhebat di masa depan"
Ucap Mei lin sambil tersenyum penuh kepercayaan diri
"Aku sangat bosan jika setiap hari hanya meningkatkan kultivasi,hei ayolah aku diberikan kehidupan kedua kalinya dan akan ku gunakan untuk bersenang senang"
Gumam Mei lin sembari menaiki maximus dan menuju ke pasar
"Hei max aku ingin kepasar!,untuk menghabiskan uang!"
Ucap Mei lin dan langsung direspon oleh maximus
Wosshhh...
Angin bertiup kencang menerpa tubuh Mei lin dan saat Mei lin membuka mata dirinya sudah berada di gang belakang salah satu toko.
"Heh!,jadi apa yang akan kita lakukan kali ini?"
Ucap Mei lin berjalan dan membenahi topi dan cadarnya
"Benar!, mari kita berjudi!!"
Ucap Mei lin antusias
Tuk!
Mendengar ucapan dari majikannya maximus langsung menyeruduk punggung Mei lin membuat Mei lin tersungkur di tanah
"Apa?!,lagipula aku sangat hebat dalam berjudi!"
Ucap Mei lin kesal Dan terus berjalan memasuki jalan utama pasar ibukota yang ramai sembari menunggangi maximus
"Woahh..lihatlah benda benda aneh itu max!,aku ingin membelinya~"
Rengek Mei lin dengan mata berbinar menatap penuh minat salah satu benda di sebuah toko hingga suara bising tak jauh dari tempatnya berdiri membuat Mei lin sedikit penasaran namun Mei lin langsung membuang jauh jauh rasa penasarannya itu mengingat dirinya tak ingin mencari masalah dan hanya ingin bersenang senang saja
"Hei gadis cantik..tubuhmu sangat menggoda membuat kami lapar.."
"Tunggu!,bilang apa dia barusan?!,melecehkan wanita di depan umum?!"
Batin Mei lin yang kembali penasaran dan menangkap seorang wanita cantik berpakaian bangsawan di ganggu oleh beberapa pria
"Ada apa dengan orang orang ini?, melihat hal seperti itu bukannya membantu malah seolah tak peduli?!"
Batin Mei lin mulai emosi
"Tutup mulutmu brengsek!!"
Bentak wanita itu
"Yahh mungkin saat nya wanita dari masa depan ini beraksi"
Batin Mei lin mengarahkan maximus ke tempat itu
Mei lin maju kedepan wanita itu dan memasang tubuhnya untuk melindungi wanita itu
"Hei kalian..dasar tidak tahu tempat!,apakah kalian harus Sememalukan ini untuk menganggu gadis muda yang lemah?"
Ucap Mei lin membuat orang orang disana mulai berkumpul
"Hei tuan muda!,lebih baik jangan menggangu kami,atau kau tahu akibatnya nanti!"
Ucap salah satu pria itu
"Kau kira aku akan takut dengan ancaman busukmu itu?!,kau sangat lucu!"
Sinis Mei lin membuat pria pria itu tersulut emosinya
"KAU!!,AKAN KU BUNUH KAU!"
ucap salah satu pria itu yang terlihat seperti pemimpin dari kelompok itu
"Silahkan Kalau kau bisa.."
Ucap Mei lin santai
"Tuan.."
Cicit wanita yang dirinya lindungi dibelakangnya mencengkram kuat baju Mei lin
"Tenang saja..kau akan baik baik saja"
Ucap Mei lin membuka cadarnya dan mengedipkan sebelah matanya membuat wanita itu tersipu malu
"Lihatlah memang pesonaku ini tak dapat diragukan mau menjadi wanita atau pria sama sama membuat orang terpesona"
Ucap Mei lin tersenyum menahan geli.
"Tuan berhati hatilah"
Ucap wanita itu berdiri disamping maximus dan menatap khawatir Mei lin
"Ini tidak benar.."
Batin Mei lin pucat pasi merasa wanita itu menyukainya.
"Kami akan menghabisi mu bersiap siaplah!"
Ucap para pria itu dan mulai berlari menyerang Mei lin
"Hyat!"
Mei lin berhasil menghindar dan menghindar dari setiap serangan dari pria pria itu hingga lemparan pedang mengarah kepadanya dan langsung dirinya tangkap
"Tuan pakailah itu!"
Ucap salah satu pedagang yang barusan melemparkan pedang untuknya
"Trimakasih paman!"
Ucap Mei lin dan membalas serangan demi serangan dari para pria itu hingga tak lama sekumpulan pria itu tumbang menyisakan satu pria disana
Mei lin berjalan angkuh dan dengan cekatan mengarahkan pedangnya di leher pria itu
"Cepat minta maaf!"
Tekan Mei lin
"No..nona maafkanlah ka..kami"
Ucap pria itu bersujuf di kaki wanita itu
Hingga sekumpulan pengawal yang dari pakaiannya bukan dari Kekaisaran naga api menghampiri wanita itu dan bersujud
"Tuan putri ying Fu kami pantas diHukum atas kelalaian kami!"
Ucap prajurit itu serentak
"Tu..tuan putri?!!"
Batin Mei lin shock
"Tak apa, lagi pula aku baik baik saja"
Ucap wanita yang dipanggil tuan putri itu dan berjalan kearah Mei lin yang gugur ditempat
"Tuan..trimakasih banyak anda sangat baik dan hebat"
Ucap wanita itu yang menatap Mei lin dengan tatapan kagum dan malu malu
"Hehe..itu hal biasa jangan melebih lebihkan!"
Ucap Mei lin disertai dengan kekehan
"Ji..jika saya boleh tahu..siapa kah nama tuan muda ini?"
Ucap wanita itu
"Nama?,eumm..saya pangeran wang Mei dari Kekaisaran naga api, kalau tak ada hal lain lagi saya mohon izin untuk pergi tuan putri"
Ucap Mei lin sedikit membungkuk dan berbalik menaiki maximus untuk cepat cepat kembali ke istana karena dirinya barusan melihat para penjaga Kekaisaran naga api terlihat sedang mencari dirinya
Bukan tanpa alasan Mei lin sengaja menambahkan wang di depan namanya yah mengikuti seperti pangeran wang zang dan kaisar wang jung tentu saja.
"Pangeran wang Mei..sudah ku ingat"
Gumam putri ying Fu menatap kepergian Mei lin dengan wajah tersenyum manis
_____________________________
Jgn lupa vote and comment yaaa