
Tentang hidup....
Memandang ke arah luar jendela,langit biru terang menghiasi langit, pola pola abstrak tak beraturan menambah indah nya cakrawala.
"Ini"beri nya pada bumil yg detik ini ngidam makan kimchi makanan khas Korea Selatan.
"Wah kimchi"girang nya bukan main,entah lah mendadak sikap nya berubah menjadi kekanakan Kanakan yg menangis jika keinginan nya tak di turuti.
Kimchi siapa tak mengenal kimchi makanan khas Korea,terutama bagi mereka yg amat menyukai negri gingseng itu.
Hap!mulai melahap kimchi nya dengan girang nya,tak memperdulikan orang yg sudah ber susah payah membeli kan nya.
Huffhh!!tarik nafas kesabaran nya benar benar ditahan jika bukan karena bayi itu mungkin amerra sudah di depak oleh kevin.
"Tuan anda mau?"tawar amerra.
Kevin menggeleng tegas ia tak suka makanan semacam itu dia pecinta Indonesia food and americanfood bukan makanan Korea.
Tok..tok..
"Masuk"jawab amerra pelan karena sedang makan kimchi,oh ayolah betapa menggemaskan nya ia sekarang.
Ceklek!pintu terbuka menampilkan sekertaris Wahyu berserta dua gadis berhijab cantik Aisyah dan Nisa.
"Kau tak menganggap kami?"mulai berkacak pinggang menatap ke arah sahabat yg sama sekali tak menganggap nya.
''kenapa Syah?"tanya nya santai sibuk dengan makanan kimchi di hadapan nya,tak memperdulikan sang sahabat yg menggeleng takjub.
"Kenapa kau tak mengatakan kau di perkosa oleh nya!!"nada bicara mulai meninggi, membuat tangisan wanita yg sibuk dengan kimchi nya pecah.
"Kan! kan! sudah ku bilang jangan ber teriak"kini mulai menekan kesabaran hebat nya,mendekap tubuh lemah itu pelan.
"Hiks,,nis,,hiks,,,isyah membentak,,hiks,,huk,,huk"tangisan memukan bak balita yg tengah merengek memecah kan gendang telinga.
"Astaghfirullah"mengucap nya sabar, mengelus dada tak boleh bersikap gegabah.
"Iyah iya,,Aisyah salah,ame mau apa Hem.."memberi penawaran agar dia berhenti merengek dan menangis.
"Aku ingin.... pempek tapi di Palembang"
Gubrak!!
Bahkan ke dua laki laki yg baru datang menumbur pintu akibat hal absurd dari amerra.
"CK,, CK,,kakak ipar ngidam nya aneh"berdecak kagum melihat tingkah sang calon kakak ipar siapa lagi jika bukan Erik Narlando Juliano tuan muda ke dua keluarga Juliano.
Sementara Aisyah mulai memijit pelipisnya yg terasa pusing karena ngidam nya amerra.
"Tidak!"satu jawaban dari Kevin membuat tangis amerra mengencang.
"Hikss,Huk,,ini,,kan bayi,,,nya hiks,,,"rengek nya bak anak kecil,menghela nafas dalam menekan kemarahan yg terasa mulai meledak ledak.
"Nisa kan orang Palembang!dia pasti bisa membuat nya!"tiba tiba Aisyah bersorak riang,tak memikirkan yg menjadi topik sedang kebingungan.
Pempek?oh ayolah aku hanya sering memakannya,membuat nya aku tak bisa isyah....
"Ehmm,,"belum juga sang Tersangka menjawab amerra langsung memotong.
"Kau tak sayang padaku lagi?ayah juga mungkin sedang kecewa pada ku...putri dari seorang jala*g kini ikut menjadi jala*g,ayah akan berfikir dia gagal mendidik ku...en tak kembali...Aisyah memarahi ku...lalu kau tak mau menuruti ku"lirih nya, membuat Nisa merasa bersalah.
Tangisan amerra tertahan karena menyembunyikan wajah nya di lututnya yg ia tekuk.
"Kan kenapa kau tak turuti"kini giliran Aisyah yg menyalah kan nisa.
Nisa yg di salah kan menatap tajam ke arah Aisyah,tatapan nya benar benar sinis diiringi dengan senyum mengejek.
"Kau tak dengar perkataan nya,,oh ayolah nis,dia sedang sedih"mulai membujuk dengan cara yg paling ampuh adalah jalan terakhir Aisyah,ia tahu Nisa tak sekeras itu.
Menghela nafas dalam,menuruti sesuatu yg sama sekali ia tak tahu.nisa mulai merutuki kebodohan nya menawarkan sesuatu untuk amerra.
"Baiklah"satu kata yg keluar walau pun masih ada kata terpaksa,membuat tangisan amerra berhenti seketika.
Mendekap tubuh yg telah menuruti keinginan nya,air mata amerra kembali menetes.
"Terimakasih,aku tak perduli!aku tahu kau menyukai sekertaris Wahyu kan aku berdoa semoga itu terkabul"spontan amerra mengatakan hal itu semua orang langsung tersenyum senyum sementara Aisyah tak tahan dia langsung terbahak.
"Siapa yg mengatakan aku menyukai nya?"tanya Nisa dingin guna menutupi jantung nya yg sedang berdetak tak menentu.
"Kau berbohong!aku mendengar kau menyebut nama sekertaris Wahyu di sujud sepertiga malam mu"telak,Nisa terdiam ternyata amerra mendengar nya.
"Terserah kau saja!bumil memang selalu menang,baiklah aku akan beli bahan nya"putus nya lalu berjalan keluar,belum juga keluar suara seseorang sudah memutus.
"Anak buah ku sedang membeli nya nona"spontan Nisa menoleh menatap kearah Erik, berusaha menahan kesabaran nya lagi.
Tok,,tok.
"Masuk!"teriak amerra,dr.ridwan langsung masuk dengan senyum yg bertengger lebar di wajah nya.
"Maaf mengganggu,nis ayo check up"ajak dr.ridwan membuat amerra mengeryit bingung.
"Kalian menutupi sesuatu?"tuding nya,membuat Nisa terdiam.
"Bukan kah jadwal nya besok?"tanya Aisyah sebab ia tahu persis waktu check up Nisa.
"Aku ke Cina besok,Nisa tanggung jawab ku tak bisa aku pergi tanpa mengecheck keadaan nya"tegas nya,membuat Nisa memandang ke arah amerra yg sangat ingin memakan pempek,ia harus mengesamping kan kepentingan nya demi amerra dia tak ingin merasa bersalah.
"Tidak saat ini"akhirnya yg menjadi topik pembicaraan angkat bicara, setelah sekian lama membisu.
"Nis...amerra pasti mengerti"bujuk Aisyah,yg langsung di iyakan amerra ia tak boleh egois kesehatan sahabat nya lebih penting.
Nisa kembali menggeleng pelan,mendongak menatap ke arah dr.ridwan.
"Aku baik baik saja..."lirih nya pelan.
follow my Ig:nis3263
like,komen and vote
always love you🥰💗🥰💗😘