Perfect Baby

Perfect Baby
part 31.



Tanpa amerra sadari Kevin juga melihat nya.


"Nisa pasti sedih"lirih nya menatap ke arah Aisyah yg sedang bersama seorang pria siapa lagi jika bukan sekertaris Wahyu.


"Dia pasti mengerti"perkataan Kevin seakan menenangkan amerra tapi,gadis itu sama sekali tak tenang.


Tangan kekar itu mulai menarik jari lentik itu menjauh,tepat nya menuju salah satu tokoh boneka besar di pasar malam itu.


Puluhan boneka mulai dari panda, Stitch,Minion,bear,Doraemon,kucing, Mickey,minie,dan kambing tertata rapih nan indah di sana.


Netra amerra berbinar bahagia melihat banyak nya boneka di sana, boleh kah ia jujur?ia nyaman dengan suami nya walau belum ada cinta.


Kevin selalu ada untuknya, menuruti semua keinginan nya tanpa membantah,tak pernah marah akan sikap nya yg keterlaluan.


"Ra mau?"pertanyaan sosok Kevin membuyar kan lamunan amerra.


"Mau panda!"tunjuk nya pada boneka ukuran besar di hadapan nya,tanpa basa-basi Kevin langsung membelikan nya untuk Ra nya.


Kini boneka yg besar nya hampir setubuh amerra telah bertengger indah di pelukan bumil satu itu,rasa senang amat menjalar di hati nya.


"Terima kasih"ucapnya tersenyum manis kearah laki laki tampan yg kini tengah menjadi suami nya.


Bersandar manja di bahu kekar itu, meletakan Boneka panda di pangkuan nya yg terduduk di kursi, amerra bahagia bolehkah ia bahagia sekali ini saja.


Rasa hangat menelusup nakal di balik dinding hati yg di pondasi Kevin dengan kokoh nya,rasa yg amat indah ia rasa kan ketika kepala sang istri ada di bahu nya.


"Amerra!!"teriakan seorang gadis dengan pakaian syar'i nya membuyar kan lamunan Kevin.


"Ika!indah!"pekik amerra heboh begitu melihat ke dua sahabat Nisa.


"Dimana Nisa?"tanya gadis berbaju biru dan jilbab hitam yg tak lain adalah Ika.


"Aku tak tahu"lirih nya dengan mata berkaca-kaca,dada nya sesak ketika mengingat kepergian sang sahabat yg tak ada kabar.


"Kau tak tahu? keluarga nya mencari nya"tanya nya bingung,setahu nya Nisa dan amerra adalah sahabat baik.


"Dia pergi"jawaban itu lagi yg di keluar kan oleh amerra membuat kedua gadis berhijab itu menggeleng kan kepala pusing.


"Dia bilang ke rumah mu kan?"gadis bernama Ika itu ingat terakhir kali gadis itu izin adalah ketempat amerra tapi,sampai sekarang gadis berperawakan tinggi kurus itu tak kembali.


"Semua orang mencari nya...terakhir di lihat ia di Busan Korea Selatan"rasa penyesalan kini mulai memenuhi hati amerra,andai dia tak memaksa Irfan Luqman jujur atau memberi tahu bahwa Aisyah juga suka sekertaris Wahyu mungkin ini,tak kan terjadi.


"Korea? apakah dia benar benar adik Hyun bin?"kekeh indah tak percaya,tentu saja mana mungkin gadis itu pergi keluar negeri.


"Aku akan minta bantuan Ivan,tenang saja semua akan baik-baik saja.jadi,jaga dirimu kami pergi dulu ada urusan bye"pamit Ika yg langsung menarik tangan sang sahabat yg di sambut gerutuan kesal karena tak bisa mengobrol lama.


Air mata mulai menetes di netra amerra,rasa sesak di dadanya semakin menjadi.


Tiba tiba tangan kekar bertengger indah di lengan nya,begitu mendongakkan kepalanya ia melihat sang suami.


"Jangan khawatir dimana pun dia,dia akan baik baik saja"senyum tulus terukir dari pemilik wajah beku itu,seakan menguatkan dan meyakinkan sang istri semua baik baik saja.


"Hem,dia gadis yg kuat"pandangan nya kini beralih pada bianglala yg berdiri dengan kokoh nya menunjukkan seberapa kuat nya ia menjulang tinggi di sana.


Amerra ingin naik itu tapi,sedari dulu ia amat takut dengan tinggi dan juga gelap.


"Aku mau naik itu,,hiks,,tapi takut"Isak amerra,Kevin yg mendengar langsung tergelak lucu.


Mau naik?tapi takut oh ayolah ini zaman kapan Ra?.


"Ada aku kan?"tanya kevin bangga.


Pemandangan kota dari atas bianglala amat indah,lampu lampu kota menyala menunjukkan cahaya nya masing masing.


Hiruk pikuk kota terlihat dengan banyak nya kendaraan yg asik lalu lalang tanpa melihat bulan sedang menyambut mereka.


Amerra masih setia di pelukan sang suami karena takut ketinggian.


"Kenapa?"tanya Kevin berlagak sok polos padahal ia tahu istrinya tengah ketakutan setengah mati.


Mata yg semula penuh ketakutan Kini berubah penuh kebahagiaan dan keceriaan yg teramat melihat pemandangan kota dari atas.


Padatnya penduduk dengan lampu masing masing membuat bumil pemegang boneka panda itu berbinar senang.


"Masyaallah indah"puji amerra bahagia.


perlahan Kevin mendekat, memeluk bahu sang istri kejadian yg amat romantis bukan? author pun cemburu.


"Ra, kau bahagia?"tanya Kevin,yg langsung membuat amerra melingkar kan tangan nya dipunggung kekar sang suami.


kebahagiaan yg tak terhingga Kevin tawarkan pada wanita di sebelah nya ini.


Beda Kevin beda juga Aisyah dan Wahyu yg kini tengah sibuk menikmati makan bakso.


"Aku seperti melihat amerra tadi"ucap aisyah setelah ia sempat melihat kehadiran amerra.


"Mungkin nona sedang kepasar malam juga"jawab Wahyu singkat, hubungan nya dengan Aisyah hanya sebatas teman bagi nya.


Sekertaris tampan itu tengah menjalankan amanah dari seseorang,amanah yg tak bisa ia tolak untuk menjaga gadis ini.


Dia apa kabar yah?fikiran sekertaris Wahyu beralih pada sosok yg telah cukup lama pergi,pergi tanpa salam perpisahan.


#Swiss.


Perbedaan waktu di Swiss dan Indonesia adalah 5 jam.


Swiss lebih lambat lima jam dari Indonesia,oleh karena itu sosok laki laki tampan kini tengah berjalan sore menikmati sore.


Sore indah di negara tempat syuting crash landing on you drama viral yg di mainkan oleh Hyun bin dan son ye jin.(drama favorit author guys)


"Aku merindukan mu"lirih nya menatap ke arah pegunungan yg menjulang indah.


Rendy Eka Dwi putra ya,dia yg amat mencintai sang adik tingkat harus terjebak permainan seorang wanita ular.


"Kau tak merindukan ku?"suara lembut nan tak asing menyapa Indra pendengaran Rendy, membuat Rendy menoleh.


Seorang gadis dengan sepatu hitam,dress bunga bunga warna merah,di balut mantel hitam serta kaca mata hitam yg bertengger indah di mata itu.


Jangan lupakan rambut palsu bergelombang berwarna hitam,senyum Rendy terbit ketika melihat sosok di hadapan nya.


Baru saja ingin memeluk nya,gadis itu dengan cepat mundur satu langkah mengambil jarak aman.


"Aku merindukan mu... sedang apa kau di sini?"tanya Rendy penasaran,soal nya gadis ini bukan tipe yg hobby berjalan jalan bahkan keluar negeri.


"Aku sedang berjalan jalan, menikmati indah nya swiss dan aku jadi bertemu dengan mu"jawab nya singkat,maju beberapa langkah mengerat kan ujung atas mantel nya.


Rendy tetap menggeleng tak percaya,alasan itu terlalu klise ini bukan beda kota atau negara bahkan beda benua.


"Kau berbohong"menggeleng tak percaya,mata nya sibuk mengamati sarung tangan gadis itu.


"Disini dingin ikut ke villa ku saja"ajak nya,namun gadis itu tak bergeming masih di tempat nya tak bergeser se inchi pun.


"Tak mau"jawab nya singkat,tentu Rendy bingung ada apa dengan gadis cerewet ini?.


"Di sini dingin ayolah kita minum secangkir teh di villa"bujuk nya lagi,karena Rendy tahu gadis ini tak tahan dingin.


"Aku tak mau"ketus nya kesal,sibuk mengusap tangan nya yg masih kedinginan.


"CK! ayo"ajak Rendy kesal menarik tangan gadis itu agar ikut dengan nya.


#assalamualaikum 🙏.


like,komen and vote readers.


semoga kalian suka yah sama part ini